Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Islamic Education Strategies To Counter Moral Decadence Among Vocational School Students M. Zidni Abdul Jabar; Sofyan Hadi; Gunawan
IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Vol. 6 No. 1 (2025): March
Publisher : Master of Islamic Studies Masters Program in the Postgraduate Institute of Islamic Studies Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ijgie.v6i1.3832

Abstract

The increasing moral decadence among secondary school students—manifested through indiscipline, brawls, bullying, and disrespect for authority—poses a significant challenge for educational institutions. This study aims to explore the strategic role of Islamic Religious Education (IRE) teachers in addressing this moral decline through classroom-based interventions and external collaborations. Employing a qualitative case study approach, data were collected from eight informants, including school leaders, teachers, students, parents, and community figures. Techniques such as observation, interviews, and documentation were used, with data analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, encompassing data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. Triangulation of sources and techniques was applied to ensure data validity. The findings reveal that IRE teachers adopt a combination of preventive and corrective strategies, including the imposition of educational sanctions such as reciting toyyibah (e.g., tahlil, istighotsah), performing istighfar writing tasks, and engaging students in school clean-up activities. Character development is fostered through habituation of akhlaqul karimah, such as honesty and mutual assistance. Furthermore, active collaboration with school administrators, counseling staff, parents, and community leaders enhances the effectiveness of these moral interventions. This study contributes to the discourse on character education by highlighting the integrative and community-based approach of IRE teachers in mitigating moral decline among adolescents.
Pengembangan Trainer Elektronika Analog untuk Meningkatkan Literasi Numerasi dan Keterampilan siswa SMK Elsanda Merita Indrawati; Fidya Eka Prahesti; Agus Suwardono; M. Dewi Manikta; Miftakul Maulidina; Sofyan Hadi; Haq Abdul Aziz
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 14 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v14i1.92254

Abstract

Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa keterampilan praktis siswa dalam mata pelajaran teknik elektronika masih rendah, seiring dengan lemahnya minat belajar dan tingkat literasi yang terbatas. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi ini adalah kurangnya fasilitas pembelajaran, terutama media trainer elektronika analog yang mendukung kegiatan praktik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas trainer elektronika analog modular dalam meningkatkan keterampilan praktis dan literasi numerasi siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D) dengan desain One Shot Case Study. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas X jurusan yang berjumlah 35 orang. Otomasi Industri yang terlibat sebagai partisipan uji coba produk. Data dikumpulkan melalui observasi, angket validasi dari ahli, dan tes hasil belajar. Instrumen penelitian mencakup lembar validasi media, soal evaluasi hasil belajar, dan panduan observasi keterampilan praktik. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif dan inferensial dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media trainer yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi elektronika analog serta kemampuan mereka dalam menerapkan konsep numerasi dalam analisis rangkaian. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa trainer tersebut efektif sebagai media pembelajaran praktik. Implikasi penelitian menekankan pentingnya inovasi media pembelajaran berbasis praktik untuk memperkuat kompetensi teknis dan numerasi siswa di bidang kejuruan.
Effect of Recondition of Fracture Shaft Palm Lorry Using The Shielded Metal Arc Welding Process Hakim Nasution, Lukman; Eka Ariefyanto Putra; Gapar; Fajar Budiman; Rama Yoedha Satria; Andersen; Sofyan Hadi; Ferry Adriyan; Nasrol Akmal; Rinaldi; Nazaruddin; Safril Safar; Heri Suripto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2694

Abstract

Examination and analysis of the 2,640 working hours AISI 1045 palm lorry shaft fracture were carried out to determine the effect of reconditioning using Shielded Metal Arc Welding on the reliability of the shaft. Laboratory test results and analysis showed that the shaft experienced a static brittle fracture at an angle between 65 mm diameter and 90 mm diameter. For a long time, evidence of weld defects in the form of inclusions, porosity, and cold cracks in the Heat Affective Zone has been observed. The various hardness levels in the weld metal are 200 to 210 HV; HAZ is 280 to 386 HV, and base metal is 202 to 210 HV due to oxygen affecting on shaft's mechanical qualities deterioration. When the martensitic structure is produced, the carbon equivalent value rises to 15.66%, over the minimum value of 0.65%, reducing shaft reliability and triggering the occurrence of static brittle fracture. The macro-micro structure at the initial area of crack and fracture is bainite and ferrite-pearlite, while the shaft base material is ferrite-pearlite. Furthermore, there is a difference in tensile strength between the shaft material and the power of the electrodes utilized in the reconditioning process. From this experiment, the recondition
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS DI SDN SUMBERSARI 01 Permana, Mufidatur Rizqiya; Fina Wildania Sholeha; Amaza Ilmil Mufida; Alan Hakim Permadi; Sofyan Hadi; St. Mislikhah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4356

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPAS di kelas IV SDN Sumbersari 01 serta menganalisis faktor yang memengaruhi pelaksanaannya, tantangan yang dihadapi guru, dan dampaknya terhadap proses maupun hasil belajar peserta didik. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi secara cukup komprehensif mulai dari pelaksanaan asesmen awal, penyusunan modul ajar, hingga pengaturan aktivitas belajar yang memadukan visual, auditori, dan kinestetik. Penerapan diferensiasi berdampak pada meningkatnya keterlibatan, motivasi, dan pemerataan pemahaman peserta didik terhadap materi energi. Faktor pendukung keterlaksanaan diferensiasi meliputi pemahaman guru terhadap konsep diferensiasi, dukungan lingkungan sekolah, ketersediaan media belajar, serta respons positif peserta didik. Sementara itu, tantangan muncul dalam bentuk keterbatasan waktu, kompleksitas perencanaan, pengelolaan kelas heterogen, dan penyusunan instrumen asesmen yang bervariasi. Secara keseluruhan, pembelajaran berdiferensiasi di SDN Sumbersari 01 memberikan hasil positif dan menunjukkan bahwa strategi ini relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran IPAS guna meningkatkan pemerataan pemahaman peserta didik.
Implementasi Game Based Learning dalam Meningkatkan Pemahaman Bahasa Indonesia Siswa Kelas III MI Nurul Islam Lumajang Alvi Syafa’atu Rosidah; Maulida Putri Rizkiyah; Anzilna Qotrun Nada; Ainur Rafik; Sofyan Hadi; St. Mislikhah
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 3 No. 6 (2025): November: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v3i6.1511

Abstract

Penelitian mini ini mengkaji dampak penerapan Game Based Learning (GBL) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas III MI Nurul Islam Kunir Lor, Lumajang. Selama satu hari intervensi, tiga jenis permainan: tebak kata/gambar, memory kosakata, dan Role-Play “Petualangan Cerita” diintegrasikan ke dalam rencana pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kosakata, struktur kalimat, dan motivasi belajar. Data dikumpulkan melalui pre-test  dan post-testpemahaman bahasa, observasi kelas, serta wawancara singkat dengan wakil kepala sekolah dan guru Bahasa Indonesia. Hasil analisis deskriptif menunjukkan kenaikan skor rata-rata pemahaman dari 65.4% menjadi 82.8% , peningkatan partisipasi aktif siswa, dan respons positif terhadap elemen tantangan serta penghargaan dalam permainan. Namun, meskipun GBL terbukti efektif dalam konteks singkat, keberhasilan jangka panjang memerlukan pelatihan guru untuk merancang dan menilai permainan secara objektif, penyesuaian kurikulum, serta dukungan fasilitas yang memadai. Penelitian ini memberikan gambaran awal tentang potensi GBL di lingkungan sekolah dasar dengan sumber daya terbatas dan merekomendasikan studi longitudinal serta pengembangan materi low-tech yang dapat direplikasi.
Application of Authentic Assessment in The 2013 Curriculum on Thematic Learning Themes “ Daerah Tempat Tinggalku “ Ulil Maziyatin Nafisyah; Sofyan Hadi; Lailatul Usriyah
EDUTEC : Journal of Education And Technology Vol. 6 No. 2 (2023): March 2023
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/edu.v6i3.580

Abstract

The purpose of the study was to describe the authentic assessment of attitude, knowledge and skills competencies in thematic learning at MI Nurul Islam 02 Balung Jember. This research uses a qualitative research approach and case study research type. The location of this research is MI Nurul Islam 02 Balung Jember. Determination of informants using purposive technique. Data collection techniques using non-participant observation, semi-structured interviews. Data analysis using data condensation, data presentation, drawing conclusions or verification. The results of this study are 1) Authentic assessment of attitude competence in thematic learning at MI Nurul Islam 02 Balung Jember includes spiritual attitudes and social attitudes 2) Authentic assessment of knowledge competence is using written tests, oral tests and assignments. On the theme of 8 Regions Where I Live sub-theme 1 learning to 1 knowledge assessment is carried out in written tests and assignments, written tests are making sentences from a word, and pairing buildings and nets of building spaces. The assignment is that the teacher gives homework in groups. 3) Authentic assessment of skill competencies in thematic learning in the form of portfolio, project, and performance assessments. Skills assessment is seen from students' skills when doing storytelling activities.
Persepsi Islam Tentang Pendidikan Perempuan Sofyan Hadi
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 2 No. 2 (2009): An-Nisa': Jurnal Kajian Perempuan Dan Keislaman
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v2i2.409

Abstract

Konstruksi sosial dalam masyarakat yang selama ini diteguhkan adalah konsep stereotipe tentang perempuan sebagai pekerja domestik dan laki-laki adalah pencari pekerja di ruang publik. Ketimpangan antara perempuan dan laki dalam wilayah kerja ini menimbulkan bias gender yang terus bergulir. Rekontruksi dan reformulasi sistem sosial maupun keagamaan yang lebih mendekati cita-cita Islam ideal yang sesungguhnya, yaitu: keadilan pun terus dilakukan. Misi utama al-Qur'an dan Hadits adalah membebaskan manusia dari berbagai bentuk anarkhi, ketimpangan, dan ketidakadilan. Penafsiran yang tidak sejalan dengan prinsipprinsip keadilan dan hak-hak asasi kemanusiaan, harus ditinjau kembali, karena tidak mungkin di dalam kitab suci-Nya terkandung sesuatu yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip tersebut. Perjuangan posisi perempuan tidak cukup melalui pemikiran, pembuatan teori/konsep, namun juga perlu upaya kolektif yang merupakan paduan dari hasil studi, investigasi, analisis sosial, pendidikan serta advokasi. Tulisan ini akan difokuskan di seputar perempuan sebagai subjek belajar dan pendidikan ditilik dari persepsi Islam.
Pola Sikap Dan Perilaku Politik Perempuan Anggota Dprd Kabupaten Jember Dan Bondowoso Terhadap Policy Making Berperspektif Gender: Attitudes And Political Behavior Of Women Members Of The Regional Representative Council Of Jember And Bondowoso Towards Gender-Sensitive Policy Making Sofyan Hadi
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 8 No. 1 (2015): An Nisa' : Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It took a long time of hard work for the women of Jember and Bondowoso to fight for their representation in political institutions, and even now, the representation of women in parliament is still far from proportional to the female population in both cities. The long debate over whether women are fit to sit in parliament has not stopped, despite various movements and protests emerging. This is undoubtedly caused by the patriarchal cultural system that is deeply rooted in society, especially in rural areas where the majority of the population is Madurese and Javanese. However, if we look at the bigger picture, ignoring gender issues means ignoring social facts and the daily experiences of the community, where the oppression of women is a chain of injustice that then impacts the lives of the community, including men from poor and minority groups. Finally, relying on the minority of female council members in Jember and Bondowoso, it is hoped that the attitudes and political behavior of these modern heroines in parliament can represent the realization of local regulations and policies that prioritize the interests and rights of women. Butuh cucuran keringat dalam waktu lama bagi perempuan Jember dan Bondowoso untuk memperjuangkan keterwakilan mereka di lembaga politik yang fenomenanya hingga saat ini keterwakilan perempuan di parlemen masih berbanding jauh dengan populasi perempuan di kedua kota tersebut. Perdebatan panjang menyoal pantas tidaknya perempuan duduk di kursi parlemen rupanya belum berhenti meskipun bermacam gerakan dan aksi protes mencuat di permukaan. Hal ini tentunya diakibatkan oleh sistem budaya patriarkhi yang mengakar pada masyarakat utamanya daerah pedesaan yang mayoritas bersuku Madura dan Jawa. Padahal jika ditarik benang merahnya, pengabaian isu gender berarti menisbikan fakta sosial dan pengalaman keseharian masyarakat dimana keterpurukan perempuan merupakan rantai kondisi ketidakadilan yang kemudian berdampak pada hidup masyarakat, termasuk laki-laki dari kelompok miskin dan minoritas. Akhirnya bersandar pada minoritas anggota dewan perempuan di Jember dan Bondowoso, semoga pola sikap dan perilaku politik srikandi-srikandi modern di parlemen ini bisa mewakili terwujudnya peraturan daerah dan kebijakan-kebijakan yang menitik beratkan pada kepentingan dan hak-hak kaum perempuan.