Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Rutinitas Membaca Al-Qur’an di Pagi Hari Bagi Pembentukan Akhlak Mulia Siswa UPTD SMPN 3 Harau Fatimatuzzahra Alfati; Ulva Rahmi
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 11 (2023): Desember
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10418651

Abstract

This research aims to examine the influence of the routine of reading the Koran in the morning on the formation of noble morals in students at UPTD SMPN 3 Harau. The research method used is quantitative research with a correlational study design. Data was collected through questionnaires given to students randomly. The research sample involved 150 students from various grade levels. Data analysis was carried out using regression techniques to determine the relationship between the independent variable (routine of reading the Koran in the morning) and the dependent variable (formation of noble morals). The research results show that there is a positive and significant relationship between the routine of reading the Al-Qur'an in the morning and the formation of students' noble morals (p < 0.05). This means that the more often students read the Koran in the morning, the higher their level of developing noble morals. These findings have the implication that the activity of reading the Koran in the morning can be used as an effective method in forming students' noble character and morals. Therefore, it is recommended that educational institutions and parents pay more attention to the implementation of the routine of reading the Koran in the morning as part of efforts to build students' character and morals in the school environment. This research makes an important contribution in the context of developing Islamic religious education in schools, especially in efforts to form individuals with noble morals and character in society. 
Analisis Kegiatan Muhadarah Dalam Pembentukan Karakter Religius di Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Kumpulan Wira Elvia Susanti; Ulva Rahmi
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 11 (2023): Desember
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10418920

Abstract

Adanya berbagai permasalahan pendidikan yang ada, disebabkan lantaran kurangnya penguatan  karakter  siswa,  salah  satunya  melemahnya  karakter  religius  dalam  diri mereka.  Guna  menanamkan  nilai-nilai  karakter  religius tersebut perlunya  strategi penguatan karkater, seperti  yang terjadi di Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Kumpulan , penguatan karakter  dilakukan  melalui pengembangan  program muhadharah. Berdasarkan  hal tersebut  penelitian  bertujuan  untuk  mengetahui  bagaimana peran pengembangan  program muhadharah di Ponpes Syekh Ibrahim Kumpulan dalam upaya penguatan  karakter  religius  siswa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dampak   strategi   pengembangan   program muhadharah yang   dilaksanakan   dapat memberikan pengaruh dalam penguatan karakter religius siswa aspek ketaatan siswa, meningkatnya toleransi siswa, dan karakter rukun siswa
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran PAI di SDN 04 Kubang Putiah Sania Maizasria; Ulva Rahmi; Arifmiboy Arifmiboy; Hamdi Abdul Karim
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4720

Abstract

Dominannya penggunaan model pembelajaran oleh pengajar dalam bentuk ceramah dan tanya jawab, kecenderungan siswa untuk diam ketika guru menjelaskan sesuatu, dan masih banyaknya siswa yang tidak memahami isi ketika ditanya menjadi penyebab utama rendahnya tingkat keterlibatan siswa dalam pembelajaran PAI. Beberapa siswa bahkan mempunyai izin untuk meninggalkan kelas kapan saja karena berbagai alasan. Anak-anak ini cenderung lebih banyak berbicara dengan teman-temannya dibandingkan teman-temannya, terutama dengan mereka yang duduk di pojok belakang. Melalui penelitian tindakan kelas (PTK) yang melibatkan 26 siswa kelas IV, penelitian ini berupaya untuk meningkatkan jumlah aktivitas pembelajaran siswa pada topik PAI di SDN 04 Kubang Putiah. Ada dua babak dalam penelitian ini: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, dan persentase digunakan dalam proses pengolahan data. Berdasarkan dua siklus yang terdiri dari empat sesi, penelitian menemukan bahwa dengan menggunakan paradigma pembelajaran kooperatif make-a-match meningkatkan aktivitas belajar siswa sebesar 16,23%. Dari 67,30% pada siklus I yang termasuk dalam tingkat aktivitas sedang, menjadi 83,53% pada siklus II yang termasuk dalam tingkat aktivitas tinggi, rata-rata skor aktivitas belajar meningkat. Oleh karena itu, di SDN 04 Kubang Putiah penggunaan pendekatan pembelajaran kooperatif make a match dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran PAI
Analisis Penggunaan Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) pada Pembelajaran Matematika dalam Meningkatkan Hasil Belajar Muhammad Baihaqi Daulay; Risnawita Risnawita; Aniswita Aniswita; Ulva Rahmi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4721

Abstract

Pembelajaran menggunakan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) dapat meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif, baik secara individu maupun kelompok. Keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika sangat dibutuhkan untuk mencapai pemahaman dan prestasi yang baik. Maka adanya siswa yang kurang memahami dan mendapatkan nilai yang rendah dapat diselesaikan dengan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) dalam pembelajaran matematika sebagai upaya dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, yang dilakukan di sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Bukittinggi. Populasi dalam penelitianini sejumlah 152 orang siswa yang terdiri dari kelas VIII. Teknik pengumpulan data deskriptif ini menggunakan tes hasil belajar yang materi bangun ruang sisi datar. Temuan penelitian ini menggambarkan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terbukti efektif digunakan dalam pembelajaran matematika. Perolehan skor prestasi siswa rata-rata 81,827 dengan kategori tinggi.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin di MtsN 6 Agam Suci Endrizal; Ulva Rahmi; Nurhayati Nurhayati
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v3i3.2981

Abstract

The quality of Indonesian education is currently very worrying. Changing times have a big impact on the direction of education, the curriculum is expected to be able to respond to these changes so that students can learn in accordance with the direction of changes that occur. The Pancasila student profile is the embodiment of Indonesian students as lifelong learners who have global competence who behave in accordance with Pancasila values. . Of course, to achieve this, students throughout Indonesia need to work together to achieve international quality students with local cultural values. This research uses a descriptive method with the aim of combining information related to the research subject and the behavior of the research subject in a certain era. It is hoped that this activity will give birth to commendable morals in students. By understanding what is read during prayer, it will create solemnity and enjoyment in worship which will radiate praiseworthy qualities in students. Some students are quick to remember and learn things, but on the other hand there are some students who have difficulty understanding and memorizing.
Analisis kualitas instrumen PAS pada mata pelajaran al-qur’an hadits menggunakan model rasch Ulva Rahmi; Razzaq Fikih Al Zikra; Rizky Illahi Yusnaidi; Miftahir Rizqa
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 1 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i1.16

Abstract

Evaluasi pembelajaran memiliki peran penting dalam memastikan ketercapaian tujuan pendidikan, namun kualitas evaluasi sangat bergantung pada validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan. Dalam praktiknya, masih banyak instrumen penilaian yang belum melalui analisis empiris secara komprehensif, sehingga berpotensi menghasilkan pengukuran yang bias. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas instrumen penilaian akhir semester pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits melalui pendekatan Model Rasch yang dipadukan dengan analisis faktor, yaitu Exploratory Factor Analysis (EFA) dan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 253 peserta didik kelas VII di MTsN 2 Kota Bukittinggi. Instrumen yang dianalisis terdiri dari 50 butir soal pilihan majemuk, dengan data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS dan JASP untuk menguji validitas konstruk dan reliabilitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki karakteristik unidimensional berdasarkan analisis EFA, serta mengalami peningkatan kesesuaian model setelah dilakukan modifikasi pada tahap CFA, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai indeks fit dan penurunan nilai RMSEA. Selain itu, hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,791 yang mengindikasikan konsistensi internal yang baik. Dengan demikian, instrumen yang dianalisis memiliki kualitas yang memadai untuk digunakan dalam evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi Model Rasch dengan EFA dan CFA memberikan pendekatan yang lebih komprehensif dalam mengevaluasi kualitas instrumen, serta disarankan agar pengembangan instrumen dilakukan secara sistematis dan mencakup berbagai ranah kemampuan peserta didik.
Peningkatan Literasi Keuangan Digital Melalui Pengenalan Aplikasi Pencatatan Keuangan Bagi Warga Jorong Balai Satu Masyarakat Farroqi Drajad; Ulva Rahmi
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 1 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan keuangan masyarakat. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut belum merata, khususnya di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan literasi keuangan dan digital. Penelitian ini merupakan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital warga Jorong Balai Satu, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, melalui pelatihan penggunaan aplikasi pencatatan keuangan berbasis digital. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi penyuluhan literasi keuangan, pelatihan teknis penggunaan aplikasi Buku Kas Apps, simulasi pencatatan keuangan, serta evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mampu memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan digital, seperti pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara tertib dan sistematis. Meskipun demikian, ditemukan kendala pada sebagian peserta lanjut usia yang mengalami kesulitan dalam mengoperasikan perangkat gawai, terutama karena keterbatasan penglihatan dan adaptasi teknologi. Secara umum, kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran finansial, keteraturan pencatatan keuangan, serta perubahan perilaku pengelolaan keuangan masyarakat desa ke arah yang lebih baik. The development of digital technology has brought significant changes to community financial management. However, the utilization of such technology remains uneven, particularly in rural areas that continue to face limitations in financial and digital literacy. This study is the result of a community service activity aimed at improving the digital financial literacy of residents in Jorong Balai Satu, Nagari Malalak Selatan, Malalak District, through training on the use of a digital-based financial recording application. The activity was implemented using a participatory approach that included financial literacy counseling, technical training on the use of the Buku Kas Apps application, financial recording simulations, and evaluation of participants’ understanding. The results indicate that community members showed high enthusiasm and were able to understand the basic principles of digital financial management, such as orderly and systematic recording of income and expenses. Nevertheless, challenges were identified among some elderly participants who experienced difficulties in operating mobile devices, particularly due to visual limitations and challenges in adapting to technology. Overall, this activity made a positive contribution to increasing financial awareness, improving the regularity of financial record-keeping, and fostering positive changes in financial management behavior within the rural community.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Diskursus Multy Reprecentacy (DMR) terhadap Hasil Belajar Matematika Nadila Febrianti; Rusdi Rusdi; Ulva Rahmi; Tasnim Rahma
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i1.7655

Abstract

The poor performance of eighth grade mathematics students of SMP Negeri 4 Bukittinggi became the driving force of this study.  Continued reliance on traditional teacher-centered forms of education is a major contributor.  The purpose of this study was to determine whether the paradigm of cooperative learning Multy Reprecentacy (DMR) can help students learn mathematics better.  Using a static group comparison design, the study was a preparation for the experiment.  Students from two randomly selected classes-Class VIII D as the experimental group and Class VIII F as the control group-formed the study sample.  An educational assessment tool in the form of a test designed to measure learning outcomes.  Minitab and T-test were used to analyze the data.  According to the findings, the value of thitung= 2.34 is more than ttabel=1.67 and the value of k= 0.012 is less than 0.05.  DMR-type cooperative learning models have a major impact on student math achievement.  Compared to more traditional learning models, DMR models provide better results.
Learning Planning and Organizing as Determinants of Kitab Kuning Learning Effectiveness Mustaqim; Ulva Rahmi
Sustainable Vol. 8 No. 2 (2025): Transforming Education: Digital Integration, Strategic Assessment, and Sustaina
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/ktqjfa92

Abstract

This study aims to analyze the influence of learning planning and organization on the effectiveness of kitab kuning (classical Islamic text) learning at Pondok Pesantren Madinatul Munawwarah, Bukittinggi City. The research employs a quantitative approach with an explanatory research design. The population includes teachers of kitab kuning and students (santri) directly involved in the learning process, with samples selected through purposive sampling techniques. Data were collected using questionnaires and documentation, and analyzed using multiple linear regression to determine the relationships among variables. The results indicate that learning planning has a significant effect on learning effectiveness, as reflected in teacher preparedness, clarity of objectives, and the suitability of learning materials and methods. Furthermore, learning organization also shows a significant influence through effective coordination among educators, time management, and the utilization of facilities and infrastructure. Simultaneously, both variables contribute positively to enhancing the effectiveness of kitab kuning learning. The findings highlight the importance of well-structured planning and organization as strategic foundations for achieving effective kitab kuning learning in Islamic boarding schools.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL BERPIKIR KRITIS PADA SISWA KELAS VIII DI SMP N 1 AMPEK ANGKEK Lisa Fatmawati; Risnawita; Ulva Rahmi; Haida Fitrii
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18134

Abstract

This study aims to analyze the types of errors made by eighth-grade students in solving mathematical critical thinking problems on the topic of a Two-Variable Linear Equation System (SPLDV) at SMP Negeri 1 Ampek Angkek. The background of this study is the low level of students' critical thinking ability, which has never been analyzed systematically at the school, so teachers find it difficult to design an appropriate learning strategy. This research used a qualitative descriptive approach involving 30 eighth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through a written test consisting of four essay items based on Facione's critical thinking indicators and through observation, then analyzed descriptively using the Newman Error Analysis procedure, which classifies errors into comprehension, transformation, process skill, and encoding categories. The results show that students made errors in all four categories at varying levels: comprehension error 80.83%, transformation error 51.66%, process skill error 76.67%, and encoding error 83.33%. The most dominant error was encoding, followed by comprehension, process skill, and transformation. These findings indicate that most students have not been accustomed to writing a complete final conclusion and still have difficulty identifying the information given in a problem, especially under limited working time. The results are expected to provide teachers and schools with a clear picture of students' difficulties at each stage of problem solving so that appropriate learning strategies can be designed to improve students' mathematical critical thinking skills.