Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

OPTIMALISASI DIVERSIFIKASI MINYAK JELANTAH MELALUI INOVASI PRODUK RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN UMKM DASAWISMA KELURAHAN MENTENG Kadek Ayu Cintya Adelia; Ety Kurniati; Regina Wahyudyah Sonata Ayu; Nia Ramadani; Yoga Yoga; Muhammad Hafiizh
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6357

Abstract

Limbah minyak jelantah rumah tangga merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang sering terjadi di kawasan permukiman, termasuk di Kelurahan Menteng. Sebagian besar masyarakat masih membuang minyak jelantah secara langsung tanpa pengolahan, sehingga berpotensi mencemari lingkungan sekaligus belum dimanfaatkan sebagai peluang ekonomi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan ekonomi ibu-ibu Dasawisma melalui pelatihan diversifikasi minyak jelantah menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai guna. Mitra kegiatan adalah kelompok UMKM ibu-ibu Dasawisma di Kelurahan Menteng. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan utama, yaitu observasi dan identifikasi permasalahan, sosialisasi program kepada masyarakat, pelatihan teknis pengolahan minyak jelantah, pendampingan produksi, serta evaluasi akhir program. Pelatihan dilakukan menggunakan metode praktik langsung (hands-on training) dengan memanfaatkan alat sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Produk yang dihasilkan antara lain sabun cair, lilin aromaterapi, dan produk rumah tangga ramah lingkungan lainnya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 92% peserta memperoleh pengetahuan baru mengenai pengolahan minyak jelantah, 84% menyatakan siap melanjutkan produksi secara mandiri, dan 76% menilai kegiatan ini berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi UMKM rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah rumah tangga, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 8 (decent work and economic growth) dan tujuan 12 (responsible consumption and production).
IMPLEMENTASI SIABE: SISTEM AGROBOOST ECO-ENZYME BERBASIS INTERNET OF THINGS UNTUK PENYIRAMAN OTOMATIS PADA KELOMPOK TANI DI KOTA PALANGKA RAYA Ety Kurniati; Dita Monita; Jhon Wesly Manik; Kadek Ayu Cintya Adelia; Yoga Yoga; Uci Purnama Purba
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i3.7264

Abstract

Sektor pertanian di Kota Palangka Raya memegang peranan penting dalam mendukung perekonomian lokal. Namun, kelompok tani masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah inefisiensi dalam pengelolaan sumber daya air untuk irigasi. Praktik penyiraman secara manual dapat menyebabkan pemborosan air, terutama dalam menghadapi kondisi iklim yang tidak menentu dan potensi kekeringan. Selain itu, hasil panen yang tidak terserap pasar dapat menjadi limbah organik yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan limbah organik melalui pengolahan menjadi eco-enzyme serta penerapan teknologi SiABE (Sistem Agroboost Eco-Enzyme) sebagai sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani Anugrah Bumi di Kota Palangka Raya. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan eco-enzyme, sosialisasi dan pelatihan pembuatan serta penggunaan SiABE, penerapan teknologi, dan pendampingan serta evaluasi. Kegiatan mencakup pemanfaatan limbah organik sebagai bahan eco-enzyme, pengenalan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan IoT, pemasangan komponen sistem penyiraman otomatis, serta praktik penggunaan SiABE. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra dapat mengikuti proses pembuatan eco-enzyme dan mengoperasikan sistem SiABE yang diterapkan. Sistem SiABE dapat digunakan untuk mendistribusikan campuran eco-enzyme dan air secara otomatis melalui sistem penyiraman yang dapat dipantau. Kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada mitra mengenai pemanfaatan limbah organik serta penerapan teknologi penyiraman otomatis berbasis PLTS dan IoT untuk mendukung pengelolaan tanaman.