Laksono, Bayu Budi
Institut Teknologi Sains Dan Kesehatan RS Dr Soepraoen Malang

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Nursing Information Journal

Gambaran Kemampuan Keluarga dalam Perawatan Diri (Self-Care) pada Penderita Skizofrenia Dimas Ilham Putra Irwanda; Dian Pitaloka Priasmoro; Bayu Budi Laksono
Nursing Information Journal Vol 2 No 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.315

Abstract

Pendahuluan: Angka gangguan jiwa di Indonesia yang semakin meningkat menimbulkan dampak salah satunya adalah semakin tingginya angka ketergantungan dalam perawatan diri (self-are). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kemampuan perawatan diri (self-are) pada pasien yang menderita skizofrenia. Metode: Desain penelitian adalah penelitian deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah kemampuan keluarga dalam perawatan diri (self-care) pada penderita skizofrenia. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 161 penderita skizofrenia. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 responden. Penelitian ini dilakukan secara langsung menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Ampelgading Kabupaten Malang pada 13 – 18 Juni 2022. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah Accidental Sampling dan didapatkan 70 responden. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan analisis Univariat dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan keluarga dalam perawatan diri (self-are) pasien skizofrenia hampir seluruhnya memiliki kemamuan sedang sejumlah 59 orang (84%), sebagian kecil memiliki kemampuan tinggi sejumlah 11 orang (16%), dan tidak satupun keluarga yang memiliki self-care rendah. Kesimpulan: Secara umun kemampuan self-care yang dimiliki keluarga untuk merawat anggota kemuarga yang mengalami skizofrenia pada sedang atau baik dan tinggi atau sangat baik. Penelitian ini diharapkan ada upaya dari puskemas terkait informasi bagaimana cara untuk meningkatkan perawatan diri (self-care), dan memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya mendampingi penderita skizofrenia, dan memberikan informasi tentang komitmen bagaimana cara memanajemen waktu ketika merawat pasien.
Gambaran Pengetahuan Pasien tentang Penyakit Diabetes Melitus Tipe II Fina Kartika Damayanti; Dian Pitaloka Priasmoro; Bayu Budi Laksono
Nursing Information Journal Vol 2 No 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.377

Abstract

Pendahuluan: Angka kejadian DM tipe II menunjukkan signifikan bahwa banyak masyarakat yang tidak mengetahui penyakit DM Tipe II. Kasus DM tipe II dari tahun ke tahun terjadi peningkatan 10% untuk setiap tahunnya. Kondisi ini dipengaruhi pengetahuan pada pasien mengenai dampak diabetes melitus tipe II namun tidak mengenali bagaimana cara perawatan jangka panjangnya dan bisa berakibat komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasien tentang penyakit diabetes melitus tipe II. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi pasien DM tipe II yang menjalani perawatan di unit rawat jalan Puskesmas Poncokusumo sebanyak 60 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling sehingga didapatkan sampel sejumlah 45 orang. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan pasien tentang DM Tipe II. Lokasi penelitian terbagi menjadi 2 yaitu pada unit rawat jalan puskesmas poncokusumo dan kegiatan prolanis di Desa Pandansari pada tanggal 18-22 April 2022 dilanjutkan kembali pda tanggal 16-19 Mei 2022. Instrumen penelitian menggunakan kuisoner berbentuk angket dan analisa data menggunakan analisis univariat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa tingkat pasien tentang pengetahuan penyakit DM Tipe II lebih dari setengan jumlah responden berpengetahuan kurang sebanyak 23 orang (51%). Kesimpulan: Peneliti menyimpulkan bahwa masih banyak pasien dengan penyakit kronis khususnya DM tipe II pasien masih kurang pengetahuan tentang penyakitnya. Faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah kurang dalam menerima sumber informasi dikarenakan usia mereka dan pendidikan. Dalam dunia keperawatan diharapkan perawat dapat memberikan motivasi, edukasi dan mengaktifkan peran keluarga untuk meningkatkan pengetahuan pasien terhadap penyakit yang dialaminya. Sehingga pasien lebih semangat untuk mengontrol gula darahnya dengan baik melalui pengaturan dan menjaga pola makan maupun aktifitas dirumahnya.
Gambaran Mekanisme Koping pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi D-III Keperawatan dalam Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di ITSK RS dr. Soepraoen Putri Ratna Wulandari; Dian Pitaloka Priasmoro; Bayu Budi Laksono
Nursing Information Journal Vol 3 No 1 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v3i1.324

Abstract

Pendahuluan: Penyusunan Karya Tulis Ilmiah merupakan tugas yang susah diselesaikan bagi mahasiswa, karena banyaknya hambatan. Hal tersebut membuat banyak mahasiswa putus asa, stress, cemas berlebihan, depresi, sampai tidak dapat menyelesaikannya tepat waktu, dan dapat mengarah pada ide atau perilaku bunuh diri bahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme koping pada mahasiswa tingkat akhir program studi D-III Keperawatan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah di ITSK RS dr.Soepraoen. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan populasinya adalah semua mahasiswa tingkat akhir program studi D-III Keperawatan ITSK RS dr. Soepraoen sebanyak 246 orang. Sampel penelitian ada 156 mahasiswa didapatkan dengan teknik concecutive sampling. Penelitian ini menggunakan kuisioner sebagai alat ukur dan data yang didapatkan dianalisa menggunakan analisis univariat. Hasil: penelitian menunjukkan sebagian besar dalam kategori adaptif sebanyak 104 mahasiswa (67%) dan hampir setengah responden dalam kategori maladaptif sejumlah 52 mahasiswa (33%). Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya usia dan jenis kelamin. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, maka diperlukan sosialisasi yang lebih intens kepada mahasiswa dari jurusan atau prodi sehingga mahasiswa akan lebih memahami dan dapat membangun koping yang adatif.
Gambaran Kemampuan Keluarga dalam Perawatan Diri (Self-Care) pada Penderita Skizofrenia Irwanda, Dimas Ilham Putra; Priasmoro, Dian Pitaloka; Laksono, Bayu Budi
Nursing Information Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.315

Abstract

Pendahuluan: Angka gangguan jiwa di Indonesia yang semakin meningkat menimbulkan dampak salah satunya adalah semakin tingginya angka ketergantungan dalam perawatan diri (self-are). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kemampuan perawatan diri (self-are) pada pasien yang menderita skizofrenia. Metode: Desain penelitian adalah penelitian deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah kemampuan keluarga dalam perawatan diri (self-care) pada penderita skizofrenia. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 161 penderita skizofrenia. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 responden. Penelitian ini dilakukan secara langsung menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Ampelgading Kabupaten Malang pada 13 – 18 Juni 2022. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah Accidental Sampling dan didapatkan 70 responden. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan analisis Univariat dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan keluarga dalam perawatan diri (self-are) pasien skizofrenia hampir seluruhnya memiliki kemamuan sedang sejumlah 59 orang (84%), sebagian kecil memiliki kemampuan tinggi sejumlah 11 orang (16%), dan tidak satupun keluarga yang memiliki self-care rendah. Kesimpulan: Secara umun kemampuan self-care yang dimiliki keluarga untuk merawat anggota kemuarga yang mengalami skizofrenia pada sedang atau baik dan tinggi atau sangat baik. Penelitian ini diharapkan ada upaya dari puskemas terkait informasi bagaimana cara untuk meningkatkan perawatan diri (self-care), dan memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya mendampingi penderita skizofrenia, dan memberikan informasi tentang komitmen bagaimana cara memanajemen waktu ketika merawat pasien.
Gambaran Mekanisme Koping pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi D-III Keperawatan dalam Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di ITSK RS dr. Soepraoen Wulandari, Putri Ratna; Priasmoro, Dian Pitaloka; Laksono, Bayu Budi
Nursing Information Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v3i1.324

Abstract

Pendahuluan: Penyusunan Karya Tulis Ilmiah merupakan tugas yang susah diselesaikan bagi mahasiswa, karena banyaknya hambatan. Hal tersebut membuat banyak mahasiswa putus asa, stress, cemas berlebihan, depresi, sampai tidak dapat menyelesaikannya tepat waktu, dan dapat mengarah pada ide atau perilaku bunuh diri bahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme koping pada mahasiswa tingkat akhir program studi D-III Keperawatan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah di ITSK RS dr.Soepraoen. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan populasinya adalah semua mahasiswa tingkat akhir program studi D-III Keperawatan ITSK RS dr. Soepraoen sebanyak 246 orang. Sampel penelitian ada 156 mahasiswa didapatkan dengan teknik concecutive sampling. Penelitian ini menggunakan kuisioner sebagai alat ukur dan data yang didapatkan dianalisa menggunakan analisis univariat. Hasil: penelitian menunjukkan sebagian besar dalam kategori adaptif sebanyak 104 mahasiswa (67%) dan hampir setengah responden dalam kategori maladaptif sejumlah 52 mahasiswa (33%). Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya usia dan jenis kelamin. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, maka diperlukan sosialisasi yang lebih intens kepada mahasiswa dari jurusan atau prodi sehingga mahasiswa akan lebih memahami dan dapat membangun koping yang adatif.
Gambaran Pengetahuan Pasien tentang Penyakit Diabetes Melitus Tipe II Damayanti, Fina Kartika; Priasmoro, Dian Pitaloka; Laksono, Bayu Budi
Nursing Information Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.377

Abstract

Pendahuluan: Angka kejadian DM tipe II menunjukkan signifikan bahwa banyak masyarakat yang tidak mengetahui penyakit DM Tipe II. Kasus DM tipe II dari tahun ke tahun terjadi peningkatan 10% untuk setiap tahunnya. Kondisi ini dipengaruhi pengetahuan pada pasien mengenai dampak diabetes melitus tipe II namun tidak mengenali bagaimana cara perawatan jangka panjangnya dan bisa berakibat komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasien tentang penyakit diabetes melitus tipe II. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi pasien DM tipe II yang menjalani perawatan di unit rawat jalan Puskesmas Poncokusumo sebanyak 60 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling sehingga didapatkan sampel sejumlah 45 orang. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan pasien tentang DM Tipe II. Lokasi penelitian terbagi menjadi 2 yaitu pada unit rawat jalan puskesmas poncokusumo dan kegiatan prolanis di Desa Pandansari pada tanggal 18-22 April 2022 dilanjutkan kembali pda tanggal 16-19 Mei 2022. Instrumen penelitian menggunakan kuisoner berbentuk angket dan analisa data menggunakan analisis univariat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa tingkat pasien tentang pengetahuan penyakit DM Tipe II lebih dari setengan jumlah responden berpengetahuan kurang sebanyak 23 orang (51%). Kesimpulan: Peneliti menyimpulkan bahwa masih banyak pasien dengan penyakit kronis khususnya DM tipe II pasien masih kurang pengetahuan tentang penyakitnya. Faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah kurang dalam menerima sumber informasi dikarenakan usia mereka dan pendidikan. Dalam dunia keperawatan diharapkan perawat dapat memberikan motivasi, edukasi dan mengaktifkan peran keluarga untuk meningkatkan pengetahuan pasien terhadap penyakit yang dialaminya. Sehingga pasien lebih semangat untuk mengontrol gula darahnya dengan baik melalui pengaturan dan menjaga pola makan maupun aktifitas dirumahnya.
START Triage Sebagai Istrumen Penanganan Korban dalam Setting Bencana Laksono, Bayu Budi
Nursing Information Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v3i2.689

Abstract

Unexpected incidents that result in significant loss or destruction are called disasters. In general, this event is closely associated with natural phenomena. Ultimately, though, this is frequently linked to incidents brought about by human intervention that entail drastic lifestyle modifications and significant harm. Since it is vital to allocate comparatively few resources to specific, urgent medical needs, triage is a crucial component of contemporary medical treatment. When a patient's medical demands and the resources that are available are not met in a timely or convenient manner, this task becomes critical. The foundation of Simple Triage and Rapid Treatment (START) is a quick evaluation of mental status, breathing, and perfusion (RPM). This work was written using a literature study methodology. Reference books (textbooks), scientific journals, and other pertinent sources provide the literature that is used. According to calibration and discrimination data, RPM (STARt triage) is a more reliable indicator of the blunt trauma survival rate than the Trauma Severity Score and the Revised Trauma Score. SALT triage is inferior to START (SMART) triage. On the other hand, employing START triage has been shown to increase time efficiency. It has been scientifically demonstrated that using START triage can result in suitable assessments for disaster management. Through the development of the Mass Casualty Triage Pack (SMART Triage Pack), STRAT triage has been used to enhance its efficacy.