Laksono, Bayu Budi
Institut Teknologi Sains Dan Kesehatan RS Dr Soepraoen Malang

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

GAMBARAN SUHU TUBUH DAN KEJADIAN MENGGIGIL PADA PASIEN MASTEKTOMI DENGAN ANESTESI UMUM INTUBASI Priyonggo, Reko; Cahyani, Rina Asih; Laksono, Bayu Budi; Negoro, Widigdo Rekso
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41286

Abstract

Menggigil adalah peningkatan metabolism panas tubuh yang bersifat involunter melalui aktifitas otot dan terjadi ketika suhu permukaan tubuh lebih tinggi disbanding suhu preoptik hipotalamus. Menggigil dapat dipengaruhi oleh jenis dan lamanya tindakan pembedahan. Menggigil menjadi salah satu permasalahan serius karena dapat meningkatkan oksigen, metabolism tubuh, dan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi suhu tubuh dan kejadian menggigil pada pasien mastektomi dengan anestesi umum intubasi di Instalasi Kamar Bedah RS Tk. II dr. Soepraoen Malang. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif observasional dengan melakukan observasi langsung ke lapangan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisis penelitian ini menggunakan teknik analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan teknik uji hipotesa Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien masuk kategori dewasa (20-60 tahun) sebanyak 28 pasien dan berdasarkan IMT sebagian besar pasien dalam kategori 18-25 sebanyak 19 responden. Observasi 30 menit pertama diperoleh hasil bahwa sebagian besar pasien mengalami hipotermi yakni sebanyak 19 pasien (52,8%) dan 30 menit kedua juga didominasi pasien yang mengalami hipotermi sedang yakni sebanyak 26 pasien (72,2%). Mayoritas pasien tidak menggigil sebanyak 25 pasien (69,4%). Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square dan IMT pasien dibuktikan dengan nilai pearson Chi-Square usia 0,26. Hasil uji Chi-Square IMT = 0,01 membuktikan bahwa terdapat pengaruh IMT terhadap kejadian menggigil.
HUBUNGAN SELF-RATED HEALTH (SHR) DENGAN TERJADINYA DEPRESI PADA LANSIA DI INDONESIA: STUDI INDONESIA FAMILY LIFE SURVEY WAVE 5 (IFLS-5) Hari, Batara Widya; Asri, Yuni; Laksono, Bayu Budi; Zakaria, Amin
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.777

Abstract

Pendahuluan: Salah satu masalah kesehatan mental yang paling umum dialami oleh lansia adalah depresi. Kondisi fisik yang tidak sehat, seperti memiliki penyakit kronis, dapat menjadi salah satu faktor risiko depresi dan dapat memperburuk kondisi fisik lansia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-rated health dengan kejadian depresi pada lansia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel secara stratifikasi (stratified sampling) dan melibatkan 2.360 responden. Instrumen pengukuran menggunakan kuesioner, dan data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,16), wilayah tempat tinggal (p = 0,05), dan self-rated health (p = 0,01) dengan kejadian depresi pada lansia di Indonesia berdasarkan data Indonesia Family Life Survey (IFLS), dengan nilai p-value < 0,05.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, wilayah tempat tinggal, dan self-rated health dengan kejadian depresi pada lansia di Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa self-rated health merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap depresi pada lansia.Saran: Diperlukan upaya yang komprehensif untuk menanggulangi depresi pada lansia, termasuk peningkatan akses terhadap layanan kesehatan mental, promosi gaya hidup sehat, dan penguatan dukungan sosial bagi lansia. Kata Kunci: Lansia, Self rate health (SRH) ,Depresi, Indonesia, IFLS
Gambaran Kemampuan Keluarga dalam Perawatan Diri (Self-Care) pada Penderita Skizofrenia Irwanda, Dimas Ilham Putra; Priasmoro, Dian Pitaloka; Laksono, Bayu Budi
Nursing Information Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.315

Abstract

Pendahuluan: Angka gangguan jiwa di Indonesia yang semakin meningkat menimbulkan dampak salah satunya adalah semakin tingginya angka ketergantungan dalam perawatan diri (self-are). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kemampuan perawatan diri (self-are) pada pasien yang menderita skizofrenia. Metode: Desain penelitian adalah penelitian deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah kemampuan keluarga dalam perawatan diri (self-care) pada penderita skizofrenia. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 161 penderita skizofrenia. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 responden. Penelitian ini dilakukan secara langsung menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Ampelgading Kabupaten Malang pada 13 – 18 Juni 2022. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah Accidental Sampling dan didapatkan 70 responden. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan analisis Univariat dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan keluarga dalam perawatan diri (self-are) pasien skizofrenia hampir seluruhnya memiliki kemamuan sedang sejumlah 59 orang (84%), sebagian kecil memiliki kemampuan tinggi sejumlah 11 orang (16%), dan tidak satupun keluarga yang memiliki self-care rendah. Kesimpulan: Secara umun kemampuan self-care yang dimiliki keluarga untuk merawat anggota kemuarga yang mengalami skizofrenia pada sedang atau baik dan tinggi atau sangat baik. Penelitian ini diharapkan ada upaya dari puskemas terkait informasi bagaimana cara untuk meningkatkan perawatan diri (self-care), dan memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya mendampingi penderita skizofrenia, dan memberikan informasi tentang komitmen bagaimana cara memanajemen waktu ketika merawat pasien.
Analysis of Knowledge, Attitude, and Kia Book Utilization Regarding Emergency Signs and Symptoms in Pregnancy Keswara, Nila Widya; Laksono, Bayu Budi
Babali Nursing Research Vol. 5 No. 2 (2024): April
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2024.52366

Abstract

Introduction: The Maternal Mortality Rate (MMR) is still high and far from the target of the Development Goals Sustainable Development Goals (SDGs). There are 70 cases per 100,000 live births in 2030. MMR has not dropped yet. The KIA book is a tool for early detection of health disorders or problems. This research aimed to investigate an analysis between knowledge, attitude, and utilization of the KIA book regarding emergency signs and symptoms in pregnancy. Methods: This quantitative research, using a cross-sectional design approach, obtained 80 pregnant women at Bandungrejosari Malang from January 19th to February 9th, 2023.Results: The positive correlation between the level of knowledge and utilization is shown by a P value of 0.000 with r=0.475. Attitude and utilization variables show similar results, with a P value of 0.013 with r = 0.263. The knowledge variable directly affects the utilization variable with P value=0.042 and OR=3.328. Conclusion: Knowledge simultaneously influences the utilization of KIA books on Posyandu regarding emergency signs and symptoms in pregnancy as well as attitudes. Good knowledge will encourage better health attitudes and behavior. Attitudes contribute to behavior, but they must be supported by other factors such as mentoring and motivation.
Analysis of Risk Factor and Mortality Among Acute Coronary Syndrome Patient: A Retrospective Cohort Study Laksono, Bayu Budi
Babali Nursing Research Vol. 6 No. 4 (2025): October
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2025.64479

Abstract

Background: Acute coronary syndrome is the leading cause of death worldwide related to degenerative lifestyle-associated processes. The factors contributing to these cases are interconnected. Understanding these factors is essential for improving patient outcomes and tailoring treatment strategies.  This study aimed to explore demographic risk factors, medical history, and cardiopulmonary conditions that may contribute to mortality among acute coronary syndrome patients. Method: This study is a Survey/Observational study with a retrospective Cohort approach. The population of this study was all medical record data of patients with Acute Coronary Syndrome (ACS) who were treated at Lavalete Hospital – Malang from January to December 2023, with 76 patients' medical records in total.  The total sampling technique was obtained in this study, then analysed by STATA 17 at the (α<0.05) significant level. Result: It found that education level was a significant factor affecting mortality, with less educated individuals having a higher risk of death (P < 0.01). Meanwhile, demographic factors such as age, gender, and marital status showed no significant correlation with mortality. Conditions such as acute pulmonary oedema (P=0.02) and pneumonia (P=0.00) proved to be significant risk factors for mortality. In contrast, other conditions, such as cardiomegaly, pulmonary congestion, pleural effusion, and atherosclerosis, had no significant impact. Conclusion:  This study highlights acute pulmonary oedema and pneumonia as significant risk factors for mortality. Future studies should aim to include larger sample sizes and consider longitudinal data to better understand the complex relationships between medical history and mortality.
Korelasi tingkat stress dengan terjadinya gastritis pada remaja Desa Lumbangsari, Bululawang, Malang Ardy, Joko Novianto; Laksono, Bayu Budi; Asri, Yuni
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1252

Abstract

Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering kali dianggap ringan, namun dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya, terutama pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis pada remaja di RW 03 Desa Lumbangsari, Kecamatan Bululawang, Malang. Metode yang digunakan adalah studi observasional analitik dengan desain cross- sectional. Sampel penelitian terdiri dari 54 remaja yang dipilih secara purposive, dengan instrumen pengumpulan data menggunakan Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS-42) untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner untuk mengidentifikasi gejala gastritis. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dan kejadian gastritis pada remaja dengan p-value 0,002. Remaja dengan stres tinggi memiliki prevalensi gastritis yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan pentingnya manajemen stres dalam pencegahan gastritis pada remaja. Oleh karena itu, program edukasi mengenai pola hidup sehat, termasuk manajemen stres, perlu diterapkan di kalangan remaja untuk mengurangi risiko gastritis.
Gambaran Mekanisme Koping pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi D-III Keperawatan dalam Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di ITSK RS dr. Soepraoen Wulandari, Putri Ratna; Priasmoro, Dian Pitaloka; Laksono, Bayu Budi
Nursing Information Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v3i1.324

Abstract

Pendahuluan: Penyusunan Karya Tulis Ilmiah merupakan tugas yang susah diselesaikan bagi mahasiswa, karena banyaknya hambatan. Hal tersebut membuat banyak mahasiswa putus asa, stress, cemas berlebihan, depresi, sampai tidak dapat menyelesaikannya tepat waktu, dan dapat mengarah pada ide atau perilaku bunuh diri bahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme koping pada mahasiswa tingkat akhir program studi D-III Keperawatan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah di ITSK RS dr.Soepraoen. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan populasinya adalah semua mahasiswa tingkat akhir program studi D-III Keperawatan ITSK RS dr. Soepraoen sebanyak 246 orang. Sampel penelitian ada 156 mahasiswa didapatkan dengan teknik concecutive sampling. Penelitian ini menggunakan kuisioner sebagai alat ukur dan data yang didapatkan dianalisa menggunakan analisis univariat. Hasil: penelitian menunjukkan sebagian besar dalam kategori adaptif sebanyak 104 mahasiswa (67%) dan hampir setengah responden dalam kategori maladaptif sejumlah 52 mahasiswa (33%). Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya usia dan jenis kelamin. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, maka diperlukan sosialisasi yang lebih intens kepada mahasiswa dari jurusan atau prodi sehingga mahasiswa akan lebih memahami dan dapat membangun koping yang adatif.
Gambaran Pengetahuan Pasien tentang Penyakit Diabetes Melitus Tipe II Damayanti, Fina Kartika; Priasmoro, Dian Pitaloka; Laksono, Bayu Budi
Nursing Information Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.377

Abstract

Pendahuluan: Angka kejadian DM tipe II menunjukkan signifikan bahwa banyak masyarakat yang tidak mengetahui penyakit DM Tipe II. Kasus DM tipe II dari tahun ke tahun terjadi peningkatan 10% untuk setiap tahunnya. Kondisi ini dipengaruhi pengetahuan pada pasien mengenai dampak diabetes melitus tipe II namun tidak mengenali bagaimana cara perawatan jangka panjangnya dan bisa berakibat komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasien tentang penyakit diabetes melitus tipe II. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi pasien DM tipe II yang menjalani perawatan di unit rawat jalan Puskesmas Poncokusumo sebanyak 60 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling sehingga didapatkan sampel sejumlah 45 orang. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan pasien tentang DM Tipe II. Lokasi penelitian terbagi menjadi 2 yaitu pada unit rawat jalan puskesmas poncokusumo dan kegiatan prolanis di Desa Pandansari pada tanggal 18-22 April 2022 dilanjutkan kembali pda tanggal 16-19 Mei 2022. Instrumen penelitian menggunakan kuisoner berbentuk angket dan analisa data menggunakan analisis univariat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa tingkat pasien tentang pengetahuan penyakit DM Tipe II lebih dari setengan jumlah responden berpengetahuan kurang sebanyak 23 orang (51%). Kesimpulan: Peneliti menyimpulkan bahwa masih banyak pasien dengan penyakit kronis khususnya DM tipe II pasien masih kurang pengetahuan tentang penyakitnya. Faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah kurang dalam menerima sumber informasi dikarenakan usia mereka dan pendidikan. Dalam dunia keperawatan diharapkan perawat dapat memberikan motivasi, edukasi dan mengaktifkan peran keluarga untuk meningkatkan pengetahuan pasien terhadap penyakit yang dialaminya. Sehingga pasien lebih semangat untuk mengontrol gula darahnya dengan baik melalui pengaturan dan menjaga pola makan maupun aktifitas dirumahnya.
START Triage Sebagai Istrumen Penanganan Korban dalam Setting Bencana Laksono, Bayu Budi
Nursing Information Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v3i2.689

Abstract

Unexpected incidents that result in significant loss or destruction are called disasters. In general, this event is closely associated with natural phenomena. Ultimately, though, this is frequently linked to incidents brought about by human intervention that entail drastic lifestyle modifications and significant harm. Since it is vital to allocate comparatively few resources to specific, urgent medical needs, triage is a crucial component of contemporary medical treatment. When a patient's medical demands and the resources that are available are not met in a timely or convenient manner, this task becomes critical. The foundation of Simple Triage and Rapid Treatment (START) is a quick evaluation of mental status, breathing, and perfusion (RPM). This work was written using a literature study methodology. Reference books (textbooks), scientific journals, and other pertinent sources provide the literature that is used. According to calibration and discrimination data, RPM (STARt triage) is a more reliable indicator of the blunt trauma survival rate than the Trauma Severity Score and the Revised Trauma Score. SALT triage is inferior to START (SMART) triage. On the other hand, employing START triage has been shown to increase time efficiency. It has been scientifically demonstrated that using START triage can result in suitable assessments for disaster management. Through the development of the Mass Casualty Triage Pack (SMART Triage Pack), STRAT triage has been used to enhance its efficacy.
Hubungan Dukungan Orang Tua dalam Peran Perawatan Tumbuh Kembang Anak dengan Perkembangan Kognitif Anak Prasekolah Dwiarti, Ma'rifatul; Hastuti, Apriyani Puji; Laksono, Bayu Budi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.344

Abstract

Usia prasekolah dikenal sebagai masa keemasan, karena pada fase ini otak anak berkembang hingga sekitar 80% dari kapasitas dewasa. Dukungan orang tua, terutama dalam peran perawatan tumbuh kembang anak, berperan penting dalam menstimulasi perkeembangan kognitif. Kurangnya dukungan dapat menyebabkan keterlambatan kognitif pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji keterkaitan antara dukungan orang tua dalam perawatan tumbuh kembang dengan perkembangan kognitif anak prasekolah di TA/KB Al Madaniyah Madyopuro Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel berjumlah 31 responden yang diambil melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner dukungan orang tua dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sebagian besar orang tua (83,9%) memberikan dukungan yang baik terhadap tumbuh kembang anak, dan mayoritas anak (83,9%) memiliki perkembangan kognitif yang sesuai dengan tahap usianya. Analisis uji korelasi Spearman Rank mengindikasikan terdapat korelasi yang positif dan bermakna antara dukungan orang tua dengan perkembangan kognitif anak (r, -0,576; p = 0,0007). Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan orang tua dalam perawatan tumbuh kembang, terutama melalui stimulasi dan keterlibatan aktif dalam pendampingan belajar, berperan penting dalam mengoptimalkan perkembangan kognitif anak prasekolah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan orang tua memegang peran penting untuk memaksimalkan perkembangan kognitif anak prasekolah. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan institusi pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.