Laksono, Bayu Budi
Institut Teknologi Sains Dan Kesehatan RS Dr Soepraoen Malang

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

FAMILY ROLE IN FULLFILLMENT PERSONAL HYGIENE NEEDS OF THE ELDERY Juliati Koesrini; Apriyani Puji Hastuti; Erlia Dwi Agustia; Bayu Budi Laksono; Amin Zakaria
Indonesian Journal Of Empirical Nursing Sciences Vol 1 No 2 (2024): IJENS September (2024)
Publisher : Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, ITSK RS dr Soepraoen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/ijens.v1i2.12

Abstract

The aging process in the eldery will affect a person’s level of independency. It means that eldery no longer take care of themselves, in this case the eldery were very dependent on their families. The role of the family it selfis highly expected by eldery to assisst in their family needs. The aim of this study was to describe the role of the family in the fullfillment of personal hygiene in the eldery in Pasuruan Regency. The design of this study used descriptive study with cross - sectional approaches. The population of study are eldery families and use total sampling were 80 respondent. The research location is in Pasuruan Regency on April 2024. Variables of this study was family role in fulfillment personal hygiene needs of the eldery. Instruments of this study using questionnaire. Analysis of this study used univariate analyzed. The results of this study shows that the role of family in fulfillment personal hygiene in the eldery in Pasuruan Regency with 80 respondent. It was found that the most of them had a good family role in 55% and 45% had a sufficient family role in fulfillment personal hygiene needs in eldery. These results are influenced by several factors age, education, knowledge, occupation, gender. Based on this research, it can motivate that early adult women can develop a positive self - concept so that they will create satisfaction with their positive body image and positive coping mechanisms
GAMBARAN SUHU TUBUH DAN KEJADIAN MENGGIGIL PADA PASIEN MASTEKTOMI DENGAN ANESTESI UMUM INTUBASI Priyonggo, Reko; Cahyani, Rina Asih; Laksono, Bayu Budi; Negoro, Widigdo Rekso
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41286

Abstract

Menggigil adalah peningkatan metabolism panas tubuh yang bersifat involunter melalui aktifitas otot dan terjadi ketika suhu permukaan tubuh lebih tinggi disbanding suhu preoptik hipotalamus. Menggigil dapat dipengaruhi oleh jenis dan lamanya tindakan pembedahan. Menggigil menjadi salah satu permasalahan serius karena dapat meningkatkan oksigen, metabolism tubuh, dan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi suhu tubuh dan kejadian menggigil pada pasien mastektomi dengan anestesi umum intubasi di Instalasi Kamar Bedah RS Tk. II dr. Soepraoen Malang. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif observasional dengan melakukan observasi langsung ke lapangan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisis penelitian ini menggunakan teknik analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan teknik uji hipotesa Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien masuk kategori dewasa (20-60 tahun) sebanyak 28 pasien dan berdasarkan IMT sebagian besar pasien dalam kategori 18-25 sebanyak 19 responden. Observasi 30 menit pertama diperoleh hasil bahwa sebagian besar pasien mengalami hipotermi yakni sebanyak 19 pasien (52,8%) dan 30 menit kedua juga didominasi pasien yang mengalami hipotermi sedang yakni sebanyak 26 pasien (72,2%). Mayoritas pasien tidak menggigil sebanyak 25 pasien (69,4%). Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square dan IMT pasien dibuktikan dengan nilai pearson Chi-Square usia 0,26. Hasil uji Chi-Square IMT = 0,01 membuktikan bahwa terdapat pengaruh IMT terhadap kejadian menggigil.
HUBUNGAN SELF-RATED HEALTH (SHR) DENGAN TERJADINYA DEPRESI PADA LANSIA DI INDONESIA: STUDI INDONESIA FAMILY LIFE SURVEY WAVE 5 (IFLS-5) Hari, Batara Widya; Asri, Yuni; Laksono, Bayu Budi; Zakaria, Amin
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.777

Abstract

Pendahuluan: Salah satu masalah kesehatan mental yang paling umum dialami oleh lansia adalah depresi. Kondisi fisik yang tidak sehat, seperti memiliki penyakit kronis, dapat menjadi salah satu faktor risiko depresi dan dapat memperburuk kondisi fisik lansia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-rated health dengan kejadian depresi pada lansia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel secara stratifikasi (stratified sampling) dan melibatkan 2.360 responden. Instrumen pengukuran menggunakan kuesioner, dan data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,16), wilayah tempat tinggal (p = 0,05), dan self-rated health (p = 0,01) dengan kejadian depresi pada lansia di Indonesia berdasarkan data Indonesia Family Life Survey (IFLS), dengan nilai p-value < 0,05.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, wilayah tempat tinggal, dan self-rated health dengan kejadian depresi pada lansia di Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa self-rated health merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap depresi pada lansia.Saran: Diperlukan upaya yang komprehensif untuk menanggulangi depresi pada lansia, termasuk peningkatan akses terhadap layanan kesehatan mental, promosi gaya hidup sehat, dan penguatan dukungan sosial bagi lansia. Kata Kunci: Lansia, Self rate health (SRH) ,Depresi, Indonesia, IFLS
Gambaran Kemampuan Keluarga dalam Perawatan Diri (Self-Care) pada Penderita Skizofrenia Irwanda, Dimas Ilham Putra; Priasmoro, Dian Pitaloka; Laksono, Bayu Budi
Nursing Information Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.315

Abstract

Pendahuluan: Angka gangguan jiwa di Indonesia yang semakin meningkat menimbulkan dampak salah satunya adalah semakin tingginya angka ketergantungan dalam perawatan diri (self-are). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kemampuan perawatan diri (self-are) pada pasien yang menderita skizofrenia. Metode: Desain penelitian adalah penelitian deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah kemampuan keluarga dalam perawatan diri (self-care) pada penderita skizofrenia. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 161 penderita skizofrenia. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 responden. Penelitian ini dilakukan secara langsung menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Ampelgading Kabupaten Malang pada 13 – 18 Juni 2022. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah Accidental Sampling dan didapatkan 70 responden. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan analisis Univariat dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan keluarga dalam perawatan diri (self-are) pasien skizofrenia hampir seluruhnya memiliki kemamuan sedang sejumlah 59 orang (84%), sebagian kecil memiliki kemampuan tinggi sejumlah 11 orang (16%), dan tidak satupun keluarga yang memiliki self-care rendah. Kesimpulan: Secara umun kemampuan self-care yang dimiliki keluarga untuk merawat anggota kemuarga yang mengalami skizofrenia pada sedang atau baik dan tinggi atau sangat baik. Penelitian ini diharapkan ada upaya dari puskemas terkait informasi bagaimana cara untuk meningkatkan perawatan diri (self-care), dan memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya mendampingi penderita skizofrenia, dan memberikan informasi tentang komitmen bagaimana cara memanajemen waktu ketika merawat pasien.
Analysis of Knowledge, Attitude, and Kia Book Utilization Regarding Emergency Signs and Symptoms in Pregnancy Keswara, Nila Widya; Laksono, Bayu Budi
Babali Nursing Research Vol. 5 No. 2 (2024): April
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2024.52366

Abstract

Introduction: The Maternal Mortality Rate (MMR) is still high and far from the target of the Development Goals Sustainable Development Goals (SDGs). There are 70 cases per 100,000 live births in 2030. MMR has not dropped yet. The KIA book is a tool for early detection of health disorders or problems. This research aimed to investigate an analysis between knowledge, attitude, and utilization of the KIA book regarding emergency signs and symptoms in pregnancy. Methods: This quantitative research, using a cross-sectional design approach, obtained 80 pregnant women at Bandungrejosari Malang from January 19th to February 9th, 2023.Results: The positive correlation between the level of knowledge and utilization is shown by a P value of 0.000 with r=0.475. Attitude and utilization variables show similar results, with a P value of 0.013 with r = 0.263. The knowledge variable directly affects the utilization variable with P value=0.042 and OR=3.328. Conclusion: Knowledge simultaneously influences the utilization of KIA books on Posyandu regarding emergency signs and symptoms in pregnancy as well as attitudes. Good knowledge will encourage better health attitudes and behavior. Attitudes contribute to behavior, but they must be supported by other factors such as mentoring and motivation.
Analysis of Risk Factor and Mortality Among Acute Coronary Syndrome Patient: A Retrospective Cohort Study Laksono, Bayu Budi
Babali Nursing Research Vol. 6 No. 4 (2025): October
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2025.64479

Abstract

Background: Acute coronary syndrome is the leading cause of death worldwide related to degenerative lifestyle-associated processes. The factors contributing to these cases are interconnected. Understanding these factors is essential for improving patient outcomes and tailoring treatment strategies.  This study aimed to explore demographic risk factors, medical history, and cardiopulmonary conditions that may contribute to mortality among acute coronary syndrome patients. Method: This study is a Survey/Observational study with a retrospective Cohort approach. The population of this study was all medical record data of patients with Acute Coronary Syndrome (ACS) who were treated at Lavalete Hospital – Malang from January to December 2023, with 76 patients' medical records in total.  The total sampling technique was obtained in this study, then analysed by STATA 17 at the (α<0.05) significant level. Result: It found that education level was a significant factor affecting mortality, with less educated individuals having a higher risk of death (P < 0.01). Meanwhile, demographic factors such as age, gender, and marital status showed no significant correlation with mortality. Conditions such as acute pulmonary oedema (P=0.02) and pneumonia (P=0.00) proved to be significant risk factors for mortality. In contrast, other conditions, such as cardiomegaly, pulmonary congestion, pleural effusion, and atherosclerosis, had no significant impact. Conclusion:  This study highlights acute pulmonary oedema and pneumonia as significant risk factors for mortality. Future studies should aim to include larger sample sizes and consider longitudinal data to better understand the complex relationships between medical history and mortality.