Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

URGENSI KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMPN 1 SUMBERREJO Meilinda Nikmatut Taqiya; Khoirotus Silfiyah; Usman Roin
Jurnal Pendidikan Dewantara Vol. 2 No. 1 (2023): October
Publisher : Yayasan Pendidikan Internasional Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlibatan orang tua menjadi sangat penting dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila. Akan tetapi sekarang ini orang tua menyerahkan seluruh tanggung jawabnya kepada pihak sekolah dalam membentuk perilaku ataupun karakter anak yang sesuai nilai-nilai pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi dan upaya sekolah dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila dalam keterlibatan orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat program kegiatan keterlibatan orang tua dalam meujudkan profil pelajar pancasila. (1) pembentukan paguyuban orang tua (2) mengadakan kelas orang tua; (3) mengadakan kelas inspirator; (4) mengadakan pentas seni perpisahan 9.
IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DAN PROFIL PELAJAR RAHMATAN LIL ALAMIN (PPRA) TEMA KEARIFAN LOKAL Elma Kumala; Ida Fauziatun Nisa’; Usman Roin
Salimiya: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam Vol. 5 No. 4 (2024): Salimiya
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/salimiya.v5i4.1833

Abstract

Education serves as a method of passing down cultural legacy, knowledge, and abilities to the following generation. The curriculum is a vital instrument in achieving educational objectives. "Curriculum Merdeka" is a new program introduced by the Indonesian government with the aim of creating a more contextual curriculum for all students in Indonesia. In this context, project-based learning is utilized to strengthen students' profiles in Pancasila and Rahmatan Lil Alamin. This study aims to comprehend the implementation process and the factors that facilitate and impede it factors in executing the P5-PPRA theme of local wisdom at MTs Roudloh. This research employs qualitative methods. The findings reveal several stages in implementing P5-PPRA at MTs Roudloh Semambung. The planning stage involves forming a facilitation team, evaluating the madrasah's preparedness, choosing the project's scope, themes, and duration, and creating project modules. The beginning, context, action, introspection, and follow-up are all included in the implementation stage. The assessment stage involves assessing the implementation of P5-PPRA based on observations. Supporting factors include the enthusiasm and eagerness of students, sufficient infrastructure and facilities, as well as the school's support environment. Hindering Among the factors are teachers' limited understanding of The updated curriculum and variations in the traits of the students. In conclusion, the implementation of P5-PPRA has been conducted effectively in accordance with the guidelines, despite being in its initial stages
SMARTPAI-Based TPACK Optimization for PAI Teachers in Implementing a Love-Based Curriculum Siti Khoiriyah; Saeful Anwar; Usman Ro'in
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 7, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v7i2.14583

Abstract

The digital transformation of education demands that Islamic Religious Education (PAI) teachers holistically integrate technology, pedagogy, and subject content. Field observations at MTs Islamiyah Balen, Bojonegoro, revealed that PAI teachers still rely predominantly on conventional lecture methods, have limited confidence in classroom technology use, and lack structured frameworks for designing value-based learning. This condition creates a gap between the humanistic demands of the Love-Based Curriculum and actual instructional practice. The community service program was implemented through a Participatory Action Research (PAR) approach comprising four stages: needs analysis, TPCK integration training, SMARTPAI application mentoring, and collaborative monitoring and evaluation. Partner teachers participated actively as co-collaborators at every stage. The results demonstrate measurable improvements: at least 75% of PAI teachers adopted SMARTPAI for material delivery and digital assessment; interactive media use increased to 2-4 sessions per thematic unit; each teacher developed a minimum of three digital content items; 85% of TPCK-based teaching modules were developed and 70% were implemented with a differentiated approach; and professional collaboration meetings were held monthly. These achievements indicate a significant shift from teacher-centered toward learner-centered instruction, fostering more dialogical, contextual, and character-oriented learning. Ongoing mentoring remains necessary to sustain consistency and deepen value internalization.
Socio Scientific Issue Based Interactive Learning Module in Islamic Religious Learning and Ethics at the Basic Level Agus Moh Sholahuddin; Suttrisno Suttrisno; Nurul Mahruzah Yulia; Usman Roin
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2026): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v7i1.1731

Abstract

This study aims to develop a Socio Scientific Issue (SSI) Based Interactive Learning Module in the subject of Islamic Religious Education and Ethics at the basic level by using the ADDIE development model which involves the stages of needs analysis, design, development, limited trials, implementation, and evaluation. The research subjects involved 120 elementary school students in Bojonegoro. Data collection instruments include expert validation sheets, student response questionnaires, and observation of student involvement and communication in learning. This module is designed to integrate socio-scientific issues into learning so that it is able to foster an understanding of Islamic values as well as 21st century skills, especially students' active participation and communication skills. The validation of the feasibility of the module was carried out by three experts with very decent results, namely 98% media experts, 97% linguists, and 95% learning experts. Implementation trials showed a significant increase in student engagement, with participation increasing by up to 85% compared to conventional learning, and communication skills increasing by 92%. The implications of this research emphasize the effectiveness of SSI-based modules in enhancing learning quality, strengthening student engagement, and integrating Islamic values with critical thinking and communication skills. This model can support innovative and character-based learning in primary education. Future research may expand implementation to different contexts, introduce more complex SSI themes, and evaluate long-term impacts on students’ moral and critical reasoning development.  
Membentuk Keterampilan Menulis Autodidak Guru Pendidikan Agama Islam Usman Roin
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk membangun khazanah keislaman yang dinamis, yakni pemahaman Islam yang adaptif terhadap konteks ruang dan waktu, guru PAI perlu menguasai keterampilan menulis secara mandiri (autodidak). Aktivitas membaca dan menulis merupakan fondasi awal peradaban manusia dan menjadi prioritas utama dalam gerakan literasi nasional (GLN), sebelum literasi numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan. Kegiatan menulis juga merupakan warisan intelektual yang mendukung pengembangan kompetensi guru. Artikel ini menggunakan studi literatur dengan pendekatan analisis konten deskriptif terhadap sumber tertulis seperti buku, jurnal, dan artikel relevan. Jenis tulisan yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan menulis guru PAI antara lain diari, puisi, cerpen, berita, dan artikel opini. Penguasaan keterampilan ini dapat ditempuh melalui pelatihan langsung atau belajar mandiri melalui buku, situs web, dan tutorial digital.
Eksplorasi Proses Pembelajaran Menulis Esai Berbasis Digital dengan Aplikasi Notes pada Siswa MTs Ulul Albab Plesungan Kapas Bojonegoro M. Ainun Najib; Usman Roin
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksplorasi Proses Pembelajaran Menulis Esai Berbasis Digital dengan Aplikasi Notes pada Siswa MTs Ulul Albab Plesungan Kapas Bojonego. Berdasarkan hasil penelitian mengenai pembelajaran menulis esai berbasis aplikasi Notes di MTs Ulul Albab Plesungan Kapas Bojonegoro, terdapat beberapa peluang penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperkaya kajian literasi digital di madrasah. Penelitian ke depan dapat difokuskan pada analisis proses kognitif siswa selama menulis secara digital, misalnya dengan menelusuri bagaimana mereka menyusun ide, melakukan revisi, dan membangun argumen melalui jejak digital yang terekam dalam proses menulis. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas aplikasi Notes dengan media digital lain seperti Google Docs atau platform pembelajaran daring guna mengetahui media yang paling optimal dalam meningkatkan kualitas tulisan dan motivasi siswa. Pengembangan model pembelajaran menulis digital juga menjadi arah penelitian penting, terutama untuk merancang pendekatan yang mengintegrasikan strategi draft–review–revision, umpan balik sejawat, dan kolaborasi berbasis perangkat sederhana. Penelitian juga dapat diperluas ke konteks, jenjang, dan daerah yang berbeda untuk memahami bagaimana efektivitas penggunaan media digital dipengaruhi oleh kondisi sekolah serta budaya belajar, termasuk melakukan studi jangka panjang untuk melihat dampak keberlanjutan penggunaan aplikasi Notes terhadap perkembangan kemampuan menulis dan literasi digital siswa.