Rini Wahyu Sayekti
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penentuan Prioritas Pengelolaan Kinerja Irigasi Di Wilayah Sungai Bondoyudo-Bedadung Dengan Menggunakan Metode Multiple Attribute Decision Making Kevin Adrian Waso Dako; Rini Wahyu Sayekti; Hari Siswoyo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.119

Abstract

Pada tahun 2018, Indonesia memiliki 7,1 juta hektar jaringan irigasi permukaan, di mana sekitar 46% mengalami kerusakan. Kondisi ini menegaskan pentingnya evaluasi terhadap kinerja jaringan irigasi melalui Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) untuk memantau kondisi dan kinerja berbagai komponen sistem. Keterbatasan dana dan waktu menjadi kendala dalam menangani seluruh daerah irigasi secara bersamaan, sehingga diperlukan analisis prioritas pengelolaan menggunakan metode Multiple Attribute Decision Making (MADM). Metode ini memungkinkan pengambilan keputusan berdasarkan enam parameter kinerja irigasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PUPR No. 12/PRT/M/2015, yakni prasarana fisik, produktivitas tanaman, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi, dan kondisi kelembagaan, serta mempertimbangkan biaya berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disesuaikan dengan harga satuan lokal. Penelitian dilakukan di wilayah Sungai Bondoyudo-Bedadung yang memiliki permasalahan umum seperti kerusakan saluran dan sedimentasi. Lima daerah irigasi yang dianalisis meliputi D.I Bondoyudo, D.I Talang, D.I Jatiroto, D.I Pondok Waluh, dan D.I Bedadung di Kabupaten Jember dan Lumajang, Jawa Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa Daerah Irigasi Jatiroto memperoleh nilai tertinggi dalam penilaian MADM, dengan kebutuhan biaya penanganan sebesar Rp 366.547.520 untuk aspek prasarana fisik.
Studi Perencanaan Unit Bangunan Instalasi Pengelolaan dan Distribusi Pipa Utama Air Bersih di Desa Semanten dan Sambong, Kabupaten Pacitan Hafizh Adinda, Ramaditya; Rini Wahyu Sayekti; Moch. Sholichin
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.096

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih adanya Masyarakat yang belum terlayani. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu bagnunan pengelolaan air bersih agar dapat melayani untuk Desa Semanten dan Sambong. Hasil dari kualitas airnya belum memenuhi syarat sebagai air bersih. Dari hasil penelitian didapatkan total kebutuhan air masyarakat Desa Semanten dan Sambong yaitu 1.058.313 Lt/hari atau dengan debit 13,3 Lt/ detik agar dapat melayani kebutuhan air bersih masyarakat Desa Semanten dan Sambong.Unit pengelolaan air besih ini berupa bangunan Intake, unit koagulasi, unit flokulasi, unit sedimentasi, unit filtrasi, unit filtrasi, unit reservoir, dan unit hidran umum. Dari perhitungan anggaran didapatkan total anggaran yaitu Rp 483.536.460. Pemerintah Kabupaten Pacitan terutama PDAM Pacitan diharapkan dapat menyediakan Instalasi Pengelolaan Air Bersih di setiap wilayah pemerintahannya. Serta melindungi dan merawat sumber mata air baku penolahan air bersih
Studi Pola Operasi Bukaan Pintu Jaringan Irigasi Pada Daerah Irigasi Pirang Kabupaten Bojonegoro Saputri, Priska Mega; Rini Wahyu Sayekti; Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.080

Abstract

Irigasi merupakan komponen pendukung dalam keberhasilan pertanian, para petani memanfaatkan penyediaan air melalui irigasi. Sehingga perlu dilakukannya cara pengelolaan irigasi dalam mengalirkan air secara adil dan merata pada petak sawah. Dalam studi ini menggunakan pola operasi pintu untuk mengatur kebutuhan air agar bisa terpenuhi secara maksimal, keseimbangan ekosistem, dan manajemen sumber daya air yang berkelanjutan. dalam studi terdapat beberapa metodologi mengenai perhitungannya seperti perhitungan debit andalan, Perhitungan kebutuhan air irigasi, pembagian air irigasi, pola operasi pintu, dan perhitungan kebutuhan air dan tinggi bukaan pintu. Pada penelitian ini didapatkan Debit Andalan probabilitas 80% yang berasal dari data debit kurang lebih 10 tahun 2012-2021 pada irigasi pirang yaitu dengan debit paling tinggi di bulan Desember periode II 0,895 m3/det sedangkan debit terendah di bulan Maret periode III 0,323 m3/det Selisih antara Q andalan dengan Q kebutuhan bisa dikatakan hampir memenuhi dimana debit ketersedian lebih besar daripada debit kebutuhan sehingga dapat memenuhi kebutuhan. Pada jadwal sistem pemberian air pada irigasi menggunakan air secara terus menerus sebanyak 23 kali dalam setahun dan pemberian air secara rotasi sebanyak 13 kali dalam setahun di tahun 2021, sehingga petak-petak tersier pada wilayah tersebut bisa dikatakan hampir mencukupi. Pada perhitungan pola operasi bukaan pintu membahas mengenai pembagian secara terus menerus. Hal tersebut melihat pada kondisi di lapangan hanya terdapat 3 bukaan pintu bangunan bagi sehingga membuat hal tersebut jika dilakukan rotasi menjadi tidak lebih merata dalam pembagian air.
Pioritas Peningkatan Kinerja Pada Daerah Irigasi di Wilayah Sungai Brantas Bagian Tengah Menggunakan Metode MADM Huda, Miftakhul; Rini Wahyu Sayekti; Hari Siswoyo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.31

Abstract

Peningkatan kinerja irigasi dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sebagai implementasi modernisasi irigasi. Namun, peningkatan kinerja irigasi terkendala waktu dan biaya untuk dilakukan dalam satu waktu. Oleh karena itu, diperlukan penentuan prioritas peningkatan kinerja irigasi pada daerah irigasi berdasarkan metode Multiple Attribute Decision Making (MADM). Metode MADM terdapat empat metode, yaitu Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), Simple Additive Weighting (SAW), Weighted Product (WP), dan Elimination et Choix Traduisant la Realité (ELECTRE). Daerah irigasi yang akan diteliti adalah D. I. Siman, D. I. Waduk Bening, D. I. Menturus, dan D. I. Padi Pomahan. Berdasarkan empat metode pada Metode MADM, D. I. yang diprioritaskan adalah D. I. Menturus dan D. I. Padi Pomahan. Daerah Irigasi Menturus diprioritaskan karena memiliki dua aspek yang tidak memenuhi syarat, yaitu prasarana fisik dan dokumentasi. Sedangkan, Daerah Irigasi Padi Pomahan memiliki tiga aspek yang perlu dikelola, yaitu prasarana fisik, dokumentasi, dan P3A/GP3A/IP3A. Biaya yang diperlukan untuk mengelola dua aspek di Daerah Irigasi Menturus adalah Rp. 2.710.956.966. dan biaya yang diperlukan untuk mengelola dua aspek di Daerah Irigasi Padi Pomahan adalah Rp. 8.324.532.369