Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Pada Bank Xyz Menggunakan Pendekatan Integrated Performance Measurement System Aldrid Mochamad; Budhi Yogaswara; Atya Nur Aisya
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Bank XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa keuangan di bawah naungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam melaksanakan bisnisnya, Bank XYZ mempunyai kantor cabang pembantu (KCP). KCP merupakan bagian penting dari eksistensi Bank XYZ dalam persaingan pengadaan jasa keuangan. Dalam hal ini kinerja KCP harus tetap diatas perusahaan pesaing yang sejenis. Oleh karena, perlu adanya penelitian berupa usulan pengukuran dan bagaimana perbaikan kinerja perusahaan jika dibandingkan dengan perusahaan pesaing (bencmarking) dengan metode integrated performance measurement system (IPMS). Untuk memperoleh usulan sistem pengukuran kinerja, pertama-tama harus merancang daftar stakeholder requirement KCP Bank XYZ dan membuat kuesioner perbandingan dengan perusahaan sejenis. Setelah mendapatkan nilai gap, selanjutnya peulis membuat daftar objective berdasarkan nilai gap kuesioner. Setelah melakukan uji konsistensi daftar objective menggunakan analytical hierarchy process (AHP), dilanjutkan penelitian dengan membuat daftar key performance indicator (KPI). Selanjutnya dilakukan wawancara pada pihak KCP agar KPI yang dibuat tidak keluar dari target, visi dan misi KCP Bank XYZ. Setelah pihak KCP menyetujui KPI yang telah dibuat dan dilakukan pembobotan dengan menggunakan AHP. Dari hasil pembobotan KPI, KCP Bank XYZ dapat melakukan implementasian usulan pengukuran kinerja agar kinerja KCP tetap unggul dari perusahaan pesaing yang sama-sama bergerak dalam jasa keuangan. Dari hasil pengukuran tercipta 12 (dua belas) KPI dengan bobot yang paling tinggi yaitu 41,88% dengan KPI “waktu pelayanan terhadap pelanggan” dan yang terendah adalah “Kontribusi akademisi dalam peningkatan program kredit usaha mikro” dengan bobot hanya 0,33%. Kata kunci: KCP, Benchmarking, KPI, AHP, IPMS
Pengembangan Bisnis Transportasi Cv. Pp Services Dengan Menggunakan Pendekatan Business Model Canvas Arvelianto Taqwatama; Budhi Yogaswara; Sinta Aryani
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. PP Services didirikan pada tahun 2005 melihat adanya peluang bisnis dengan memanfaatkan moda transportasi truk.. CV. PP Services merupakan perusahaanyang dimiliki dan dikelola oleh keluarga pendirinya dan tergolong sebagai FBE (Family Business Enterprise). Bisnis utama dari CV. PP Services sendiri adalah penyedia jasa angkutan barang dengan moda transportasi truk yang meliputi kegiatan loading / unloading dan delivery. Saat ini truk yang beroperasi di bawah bendera CV. PP Services dapat digolongkan menjadi 3 jenis truk berdasarkan sumbu roda nya yaitu engkel, double engkel. Penelitian ini bertujuan untuk merancang business model canvas usulan guna menciptakan proporsi nilai, mengembangkan sumber daya, serta meningkatkan arus pendapatan dari CV. PP Services. Hasil dari penelitian ini adalah adanya sembilan komponen model bisnis CV. PP Services. Kesembilan komponen model bisnis tersebut yang pertama adalah pasar sasaran yang dituju oleh CV. PP Services. Kedua, proposisi nilai yang ditawarkan. Ketiga, saluran yang digunakan. Keempat, hubungan pelanggan. Kelima, arus pendapatan. Keenam, sumber daya yang harus dimiliki. Ketujuh, kegiatan utama yng harus dilakukan. Kedelapan, mitra yang harus dimiliki. Kesembilan, struktur biaya yang harus dikeluarkan. Kata kunci : Bisnis Transportasi, Business Model Canvas, Inovasi Model Bisnis
Identifikasi Jenis Pelatihan Dan Pengembangan Sdm Sebagai Dasar Pengembangan Kompetensi Di Cyberlabs Bandung Dengan Menggunakan Analytical Hierarchy Process (ahp) Bella Praviyanti; Budhi Yogaswara; Atya Aisha
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CyberLabs merupakan suatu perusahaan teknologi yang berada di Kota Bandung Indonesia yang saat ini fokus mengembangkan software dan teknologi yang berkaitan dengan bisnis seperti toko online dalam bentuk website, aplikasi mobile dan juga sistem point of sale. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 6 Juni 2014. CyberLabs masih belum memiliki divisi bagian marketing sehingga proses pemasaran masih dilakukan oleh CEO. Marketing merupakan hal yang penting karena berkaitan erat dengan pemasaran produk Terdapat beberapa karyawan yang menempati suatu jabatan namun masih belum sesuai dengan kompetensi yang dimiliki sehingga tidak dapat maksimal dalam melakukan pekerjaannya. Pelatihan dan pengembangan dibutuhkan untuk dapat meningkatkan kualitas karyawan dalam bekerja. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dilakukan identifikasi pelatihan dan pengembangan berdasarkan kompetensi yang dimiliki oleh individu dan kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan sehingga pelatihan dan pengembangan yang dilakukan dapat sesuai dengan kondisi karyawan dan perusahaan. Dalam penelitian ini juga mempertimbangkan gap yang dimiliki oleh setiap individu Kata Kunci : Kompetensi, Karyawan, Pelatihan dan Pengembangan
Perancangan Program Employee Engagement Guna Meningkatkan Organisational Performance Menggunakan Framework Aps Employee Engagement Model Di Pt Xyz (persero) Yusrina Nuridzni; Budhi Yogaswara; Litasari Litasari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menghadapi daya saing perusahaan di era globalisasi ini perlu dilakukan perubahan secara kontinu dan pengelolaan sumber daya manusia yang baik. Untuk mengetahui hal tersebut dapat dilihat melalui penilaian organizational performance atau kinerja organisasi. Pada PT XYZ (Persero) ditemukan bahwa nilai kinerja organisasi pada 11 area dari 15 area wilayah belum mencapai target perusahaan yaitu sebesar 93.19. Terdapat penekanan pada engagement dan kepuasan karyawan yang merupakan faktor nonfinansial yang penting untuk membawa kinerja organisasi jangka panjang. Dilihat dari statistik kepuasan kerja pada PT XYZ (Persero) telah mencapai standar yaitu 70. Hal ini tidak sebanding dengan nilai kinerja organisasi yang belum mencapai sasaran. Faktor lainnya yaitu employee engagement yang belum diketahui kondisinya pada PT XYZ (Persero), oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi employee engagement dan perancangan programnya untuk meningkatkan organizational performance. Pada penelitian ini digunakan framework APS employee engagement untuk mengetahui kondisi engagement karyawan yang dilakukan pada masing-masing setiap area PT XYZ (Persero). Kondisi engagement diukur dengan mengacu pada dimensi dan komponen engagement pada framework APS yang dilakukan dengan pembobotan dengan metode AHP pada setiap antar dimensi dan komponen engagement yang selanjutnya dilakukan perancangan program employee engagement yang akan berpengaruh pada peningkatan organizational performance. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui pembobotan engagement dengan metode AHP pada PT XYZ (Persero) adalah Job engagement 27.86%, team engagement 38.07%, supervisor engagement 24.31% dan agency engagement 9.76%. Adapun program yang dirancang dengan metode PDCA pada dimensi yang memiliki bobot tertinggi yaitu dimensi team engagement dengan komponen team behaviour dan recognition. Kata kunci : Organisational Performance, Employee Engagement, APS Employee Engagement, PDCA
Analisis Beban Kerja Dan Kebutuhan Tenaga Kerja Karyawan Divisi Logistik Di Pt Xyz Menggunakan Metode Work Sampling Gilang Cega; Budhi Yogaswara; Achmad Mardiansyah
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan jumlah tenaga kerja di PT XYZ. Berdasarkan pada hasil interview karyawan, departemen logistik memiliki masalah terhadap beban kerja karyawan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah work sampling dan perhitungan beban kerja yang terdapat dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima unit dari sembilan unit dalam departemen memiliki masalah pada beaban kerja, yaitu empat unit mengalami overload dan satu unit lainnya underload. Kata Kunci : Analisis Beban Kerja, Efisiensi, Jumlah Kebutuhan Karyawan
Perancangan Pengukuran Sistem Manajemen Kinerja Pt Bhakti Unggul Teknovasi Menggunakan Metode Balanced Scorecard Muhammad Wahyu Yusran; Budhi Yogaswara; Budi Sulistyo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bhakti Unggul Teknovasi (Be Tel-U) merupakan sebuah perusahaan dibawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) yang didirikan pada tanggal 10 Juli 2009. Sejak terbentuknya hingga sekarang perusahaan bergerak dibidang: Properti, pengadaan barang/jasa dan retail, kontruksi serta konsultan IT. Berdasarkan data yang diperoleh PT. Bhakti Unggul Teknovasi selama ini mengalami fluktuasi pendapatan perusahaan dalam kurung waktu 4 tahun terakhir akibat terjadi penurunan pendapatan disetiap bidang usaha. PT Bhakti Unggul Teknovasi menggunakan penilaian kinerja dengan berforkus pada aspek keuangan. Dari situasi ini, diperlukan sebuah pengukuran kinerja yang komprehensif untuk meningkatkan perofmansi kinerja perusahaan dengan menggunakan metode Balanced Scorecard. Pada tahap awal, ditentukan sasaran straegis berdasarkan pada analisis SWOT. Hasil analisis mendapatakan rancangan strategi yang kemuadian dikelompokkan untuk menentukan Critical Success Factor dan Key Performance Indicator. Selanjutnya, dilakukan pembobotan untuk setiap indikator perspektif menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Hasil analisis didapatkan 18 KPI dan 17 CSF. Berdasrkan hasil pembobotan AHP, didapatkan bobot perspektif keuangan 47%, pelanggan 26%, proses bisnis internal 18% serta pertumbuhan dan pembelajaran 9%. Dari hasil analisis capaian dan target perusahaan, terdapat 5 indikator kinerja yang mencapai target dan 13 indikator kinerja yang tidak mencapai target perusahaan. Kata kunci: Kinerja, Balanced Scorecard, Critical Success Factor, Key Performance Indicator, Analytical Hierarchy Process (AHP)
Perancangan Komunikasi Pemasaran Inagri Menggunakan Metode Benchmarking Dan Analitycal Hierarchy Process (Ahp) (Studi Kasus: Pt. Insan Agritama Teknologi) Rizqi Ghani Faturrahman; Budhi Yogaswara; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Insan Agritama Teknologi merupakan sebuah perusahaan supplier bahan pangan berbasis e-commerce yang bernama Inagri yang berdiri pada tahun 2015, kantor Inagri terletak di Jalan Kacapi no 24, Bandung. Inagri menggunakan model bisnis b2b yaitu bussines to bussines yang dimana pelanggan nya merupakan restoran, katering dan hotel di daerah Bandung, bahan pangan yang diproduksi inagri ialah sayuran buah-buahan dan daging olahan. Sampai saat ini sales revenue Inagri belum dapat mencapai target yang telah ditentukan pada tiap bulannya dikarenakan Inagri belum dapat menjangkau kota Bandung secara luas karena kebanyakan pemilik restoran, katering dan hotel masih lebih percaya dengan pasar dan petani lokal. Oleh karena itu diperlukannya perbaikan pada program komunikasi pemasaran Inagri agar dapat meningkatkan volume penjualan dan memperluas jangkauan konsumen. Penelitian ini menggunakan metode benchmarking untuk membandingkan kinerja program komunikasi pemasaran yang telah dilakukan oleh Inagri dengan program komunikasi pemasran partner benchmark dalam bidang yang sama dengan memiliki keunggulan dalam sisi program komunikasi pemasarannya. Dalam menentukan partner benchmark terbaik untuk Inagri dilakukan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Setelah didapatkan partner benchmark terbaik untuk Inagri dilakukan identifikasi pada program komunikasi pemasaran yang telah dilakukan, dan langkah selanjutnya melakukan identifikasi gap yang bertujuan untuk menemukan perbedaan antara masing program komunikasi pemasaran yang telah dilakukan Inagri dan partner benchmark, dan langkah terakhir yaitu menentukan target perbaikan untuk program komunikasi pemasaran yang baru bagi Inagri diusulkan berdasarkan kemampuan sumber daya yang dimiliki oleh Inagri.. Kata kunci: Program Komunikasi Pemasaran, Benchmarking, Analytical Hierarchy Process Abstract PT Insan Agritama Teknologi is an e-commerce based food supplier company named Inagri which was established in 2015, the Inagri office is located on Jalan Kacapi No. 24, Bandung. Inagri uses the b2b business model, which is bussines to business, where its customers are restaurants, catering and hotels in the Bandung area, the food produced by inagri is processed fruits and meat vegetables. Until now, Inagri sales revenue has not been able to reach its predetermined targets every month because Inagri has not been able to reach the city of Bandung widely because most restaurant owners, caterers and hotels still believe in the market and local farmers. Therefore, the need for improvement in Inagri's marketing communication program in order to increase sales volume and expand consumer reach. This study uses a benchmarking method to compare the performance of marketing communications programs that have been carried out by Inagri with a benchmark partner partner communication program in the same field by having an advantage in terms of its marketing communication program. In determining the best benchmark partner for Inagri, it is conducted using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. After getting the best benchmark partner for Inagri, it was identified in the marketing communication program that had been carried out, and the next step was to identify a gap aimed at finding differences between the marketing communication programs that Inagri had and the benchmark partners, and the final step was determining the improvement targets for the program new marketing communications for Inagri are proposed based on the capacity of the resources owned by Inagri. Keywords: Marketing Communication Program, Benchmarking, Analytical Hierarchy Process
Perancangan Strategi Komunikasi Pemasaran Untuk Meningkatkan Brand Awareness Pada Jasa Layanan Creative Agency Think Collective Dengan Menggunakan Metode Analytical Network Process Rio Zulian Maulana; Budi Praptono; Budhi Yogaswara
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Jawa Barat yang terus mengalami peningkatan, hal ini tidak sejalan dengan kurangnya pemanfaatan media internet dan masalah pemasaran yang selama ini menjadi kendala utama, tentulah menjadi peluang bagi Think Collective hadir sebagai jasa penyedia layanan di bidang tersebut untuk menjadi solusi permasalahan setiap konsumennya. Sebagai Creative Agency yang tergolong baru, Think Collective mempunyai masalah mengenai bagaimana strategi yang harus dilakukan agar Think Collective lebih dikenal dan bisa menjadi unggul diantara para pesaingnya. Oleh karena itu, tentunya menjadi sebuah keharusan untuk membangun ekuitas merek sebagai kerangka Think Collective untuk bisa menjadi pilihan utama diantara para pesaingnya. Sebagai langkah pertama untuk membangun ekuitas merek Think Collective dalam meraih keunggulan dalam persaingan adalah meningkatkan brand awareness (kesadaran merek) terlebih dahulu. Untuk membangun kesadaran merek, Integrated Marketing Communications menjadi elemen kunci untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam membangun kesadaran merek dalam lingkungan pemasaran. Integrated Marketing Communications terdiri dari beberapa kriteria dan sub kriteria di dalamnya, dengan menggunakan metode Analytical Network Process penelitian ini ditujukan untuk mencari rekomendasi dari strategi komunikasi pemasaran berdasarkan kriteria dan subkriteria yang tersedia. Kata kunci: Creative Agency, Brand Equity, Brand Awareness, Integrated Marketing Communication, Analytical Network Process Abstract Along with the growth in the creative economy sector in West Java that continues to increase, this is not in line with the lack of internet media utilization and marketing problems that have been the main obstacle of the actors in this sector. Related to that matter, it is an opportunity for Think Collective to be present as a service provider in this field to be the solution to their problems. As a relatively new Creative Agency, Think Collective has a problem with how the strategy should be made to be better known Think Collective and can be superior among its competitors. Therefore, it is certainly a must to build brand equity as a Think Collective framework to be the main choice among its competitors. As the first step to building a Think Collective brand equity is to raise brand awareness first. To build brand awareness, Integrated Marketing Communications became a key element to gain a competitive edge in building brand awareness in a marketing environment. Integrated Marketing Communications consists of several criteria and sub-criteria in it, using the method of Analytical Network Process, researcher seeking recommendations from marketing communication strategies criteria and sub criteria that available. Keywords Creative Agency, Brand Equity, Brand Awareness, Integrated Marketing Communications, Criteria, Sub Criteria, Analytical Network Process.
Rancangan Beban Kerja Operator Spreader Dengan Menggunakan Metode Work Sampling Pada Divisi Produksi Pt. Lgi Fitaloka Diah Agustin; Budhi Yogaswara; Litasari W. Suwarsono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Sumber daya manusia menjadi faktor penting sekaligus penentu dalam sebuah organisasi perusahaan untuk berkembangnya sebuah perusahaan tersebut. Salah satu hal yang perlu diperhatikan perusahaan adalah efisiensi dan efektivitas sumber daya yang ada untuk mengoptimalkan penggunaannya sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan kapasitas tiap pekerja agar menghasilkan produktivitas maksimal. Upaya perusahaan dalam menghasilkan produktivitas maksimal tentu harus memperhatikan beban kerja yang diterima oleh setiap pegawai. Beban kerja yang sesuai dan merata sangat diperlukan, hal ini disebabkan apabila tidak ada kesesuaian beban kerja maka akan berdampak terhadap produktivitas yang dihasilkan tiap pegawai tidak dapat maksimal. Analisis beban kerja yang dilakukan dapat digunakan untuk menentukan upaya perusahaan terhadap pegawai sesuai dengan beban kerja yang dimiliki, serta dapat menentukan kelonggaran atau allowance yang akan diberikan kepada setiap pekerjaan. Hasil analisis beban kerja dengan menggunakan metode work sampling diketahui bahwa urutan beban kerja dari tinggi ke rendah yaitu : pekerjaan manual spreader dengan nilai beban kerja sebesar 117.94 % ( kategori beban kerja tinggi) – pekerjaan auto spreader dengan nilai beban kerja sebesar 104.56 ( kategori beban kerja rendah). Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja terhadap masing – masing pekerjaan, didapatkan bahwa untuk pekerjaan manual spreader memiliki nilai kelonggaran sebesar 25.5 % , sedangkan untuk pekerjaan auto spreader memiliki nilai kelonggaran sebesar 23.00 %. Kata kunci : work sampling,beban kerja, kelonggaran Abstract - Human resources is an important factors and also determinant factors in a company organization for the development of a company. One of the things that needs to be considered by the company is the efficiency and effectiveness of existing resources to optimize its use in accordance with the needs of the company and the capacity of each worker to produce maximum productivity. The efforts of the company to produce maximum productivity is to pay attention to the workload of each employee. Appropriate and evenly distributed workloads are needed, because if there is no suitability of the workload it will have an impact on the productivity that produced by each employee cannot be maximized. The analysis of workload can be used to determine the company's efforts towards employees according to the workload they have, and also determine allowances that will be given to each job. The results of workload analysis using work sampling method are known that the sequence of workloads from high to low are: manual spreader work with a workload value of 117.94% (high workload category) - auto spreader work with a workload value of 104.56 (workload category low). Based on the results of the workload measurement on each job, it was found that for manual work spreader has a allowance value of 25.5%, while for auto spreader jobs has a allowance value is 23.00%. Keywords: work sampling, workload, allowance
Analisa Beban Kerja Mental Unit Hubungan Masyarakat Di Pt. Angkasa Pura 1 (persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Dengan Metode Nasa-tlx Refa Meirano Aldilla; Budhi Yogaswara; Litasari Widyastuti Suwarsono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Angkasa Pura 1 (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam Layanan Transportasi Udara. Menekankan layanan ke wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Timur dalam menyediakan layanan lalu lintas udara dan bisnis bandara. Studi ini menganalisis beban kerja mental unit kerja Hubungan Masyarakat (HUMAS) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Unit ini bertugas sebagai juru bicara perusahaan untuk membantu pihak internal dan external untuk mengetahui informasi resmi dan terjamin mengenai keadaan bandara selain itu meluruskan masalah atau berita yang dapat merugikan atau merusak citra perusahaan. Kualitas unit kerja HUMAS sangat dipengaruhi oleh beban kerja yang diterima. Tujuan studi pengukuran beban kerja mental adalah untuk mengetahui kondisi beban kerja mental unit kerja HUMAS. Berdasarkan hasil pengukuran yang menghasilkan nilai beban kerja mental nilai digunakan untuk perhitungan kebutuhan karyawan yang diperlukan untuk mengurangi beban kerja mental di unit kerja HUMAS. Data analisis dapat digunakan untuk bahan evaluasi untuk mengembangkan kinerja dan kualitas kerja karyawan unit kerja HUMAS sehingga bisa lebih baik lagi. Metode yang dalam memproses data penelitian ini adalah NASA-TLX. Dalam pengukuran beban kerja mental pada unit Humas, nilai beban mental tertinggi adalah 68,67 dan nilai beban mental terendah adalah 59,33. Dengan mengetahui beban kerja mental masing-masing karyawan unit kerja HUMAS, selain itu dapat digunakan untuk menentukan kebijakan guna menjaga agar beban kerja mental karyawan tidak berlebihan atau tinggi yang dapat mengurangi kinerja dan kualitas karyawan. Kata kunci: Beban Kerja Mental, Internal, External, HUMAS, NASA-TLX Abstract PT. Angkasa Pura 1 (Persero) is a State-Owned Enterprise that is engaged in air transport services which emphasizes service to the Central Indonesia and Eastern Indonesia Region in providing air traffic services and aiport business. This study is analyzes mental workload in public relation unit work at I Gusti Ngurah Rai International Airport. This unit is working as a company spokeperson to help internal and external parties to knowing the official and guaranteed information about the airport, also straighten out an issue or news which can harm or damage the company’s image. The quality of public relation unit work strongly influenced by the workload they received. The purpose of mental workload measurement is to knowing the condition of Public Relation unit work mental workload. Based on that measurement output will proceed to determine employee needed to reduce the mental workload of public relation unit work. The analysis data can be use to evaluation material for developing the performance and quality of public relation unit work employees so it can be better. The method to processing the data in this study is NASA-TLX. In the measurement of mental workload in public relation unit work the highest mental workload value is 68,67 and the lowest mental workload value is 59,33. By knowing the mental workload of each employee of public relation unit work, the result also can be use to determine policies in order to maintain the employee’s mental workload is not excessive or high which can reduce the performance and quality of employees. Keywords: Mental Workload , Internal, External, Public Relation, NASA-TLX