Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Perancangan Program Peningkatan Employee Engagement & Satisfaction Di Pt Abc Menggunakan Pendekatan Loyalty 3.0 Prandika Pratanto; Budhi Yogaswara; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PT ABC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan produk dan layanan telekomunikasi, informatika, dan jaringan dengan sasaran untuk menjadi salah satu dari 10 perusahaan di Asia Pasifik dengan kapitalisasi pasar terbesar di industri telekomunikasi pada tahun 2020. Produktivitas karyawan semakin penting untuk menjadi landasan tercapainya tujuan perusahaan. Namun, pada PT ABC terdapat masalah pada tingkat engagement karyawan yang berkurang dari nilai 84.49% menjadi 81.50% yang disebabkan beberapa faktor seperti halnya pada tingkat engagement generasi-z dan millennial-y yang cenderung memiliki tingkat engagement lebih rendah daripada generasi sebelumnya. Sedangkan untuk mencapai tujuan perusahaan, diketahui karyawan yang memiliki engagement dan kepuasan yang tinggi terhadap perusahaan akan cenderung akan mempunyai rasa dan ikut andil terhadap perusahaan sehingga akan memacu untuk bekerja lebih produktif. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang program peningkatan employee engagement & satisfaction. Pada penelitian kali ini, menggunakan model dari konsultan Aon Hewitt dalam perancangan alat ukur yang dilakukan terhadap 30 orang karyawan. Alat ukur ini digunakan untuk mengukur tingkat engagement dan kepuasan. Setelah mendapatkan hasil dari pengukuran tingkat engagement dan kepuasan, Selanjutnya dilakukan analisis pada perancangan program peningkatan employee engagement menggunakan metode PDBO. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai tingkat engagement pada PT ABC dapat membuat rancangan program employee engagement dengan mengacu pada beberapa aspek yang memiliki nilai yang rendah yaitu sebesar 5.77 (leadership), 7.13 (the work), dan 5.70 (the basic). Sehingga dapat ditetapkan rancangan program employee engagement yaitu Fast Feedback, Goals, serta Points. Kata Kunci : employee engagement, kepuasan, PDBO ABSTRACT PT ABC is a telecommunication company that provide product and services in telecommunication informatics, and networks that have target to become one of ten the biggest market capitalizations Asian Pasific telecommunication industry company in 2020. Employee productivity is increasingly important to be the goal of the company achieved. However, PT ABC have a problem with the level of employee engagement which decreased from 84.49% to 81.50% due to several factors such as the z-generation and millenial-y engagement levels whisch tended to have lower engagement rates than the previous generation. Whereas to achieve company goals, it is known that employees who have high engagement and satisfaction with the company will tend to have a sense of and contribute to the company that it will spur to work more productively. The purpose of this study was to measure the level of employee engagement and satisfaction than design a program to increase employee engagement. In this reasearch, using a model from consultant Aon Hewitt in designing measuring instruments carried out on 30 employees. This measurement tool is used to measure the level of engagement and satisfaction. Furthermore, an analysis was conducted on the design of employee engagement improvement programs using the PDBO method. Based on the results of the research, the value of engagement level at PT ABC As for designing engagement programs there are references to several aspects that have a low value on aspects of satisfaction namely 5.77 (leadership), 7.13 (the work), dan 5.70 (the basic). The conclusion is employee engagement program that have to build is Fast Feedback, Goals, and Points. Keywords : employee engagement, satisfactiom, PDBO
Perancangan Program Pelatihan Karyawan Sales PT XYZ Menggunakan Framework Addie Amira Hasna Zhafira; Budhi Yogaswara; Fida Nirmala Nugraha
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4271

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan perdagangan elektronik yang memiliki beberapa cabang salah satunya di Bekasi. Dalam kurun waktu tahun 2022, penjualan unit lampu di PT XYZ mengalami ketidakcapaian target penjualan. Salah satu penyebab tidak tercapainya target penjualan yaitu karyawan sales masih kurang kompeten. Berdasarkan hasil analisis gap menunjukkan bahwa gap kompetensi yang bernilai negatif yaitu pada kompetensi customer oriented selling. Berdasarkan permasalahan, perolehan data, dan alternatif solusi, maka penelitian ini bertujuan untuk merancang kebutuhan dan program pelatihan karyawan sales PT XYZ guna meningkatkan sales performance. Framework yang digunakan untuk merancang yaitu framework ADDIE (analyze, design, develop, implement, evaluate) yang merupakan kerangka standar dalam merancang program pelatihan. Pada tahap analyze, yaitu melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan, identifikasi tujuan pelatihan dan menetapkan tujuan instruksional untuk pelatihan, kemudian konfirmasi audiens dimana peserta pelatihan berjumlah 10 orang karyawan sales, dan melakukan identifikasi sumber daya yang dibutuhkan yaitu sumber daya konten, sumber daya teknologi, sumber daya fasilitas, dan sumber daya manusia. Pada tahap design yaitu menentukan tujuan kinerja serta penyampaian materi pelatihan menggunakan metode off the job training yang terdiri dari role playing dan study case.
PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN TNA DENGAN METODE PROFILE MATCHING DAN WEIGHT PRODUCT Maulana, Fahrul Anam; Suwarsono, Litasari Widyastuti; Yogaswara, Budhi
JURSIMA Vol 12 No 1 (2024): Volume 12 Nomor 1 2024
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS INDOBARU NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47024/js.v12i2.773

Abstract

Penurunan produktivitas terjadi pada bagian Dyeing Finishing CPB dan Dyeing Finishing Jet Dyeing. Penurunan produktivitas terjadi pada tahun 2020 ̶ 2021 yang diakibatkan oleh tidak tercapainya kompetensi karyawan atau adanya gap kompetensi. Gap kompetensi karyawan disebabkan oleh Perusahaan yang tidak memiliki standar dalam penentuan jenis pelatihan dan peserta pelatihan. Perusahaan hanya mengadakan pelatihan yang umum dan tidak berpengaruh langsung terhadap kompetensi pegawai. Maka dari itu dibutuhkan sebuah sistem yang memberikan masukan terkait dengan penentuan jenis pelatihan. Sistem yang akan dibuat merupakan sistem pendukung keputusan dengan metode profile matching dan weight product. Profile Matching bertujuan untuk mencari gap dari kompetensi yang akhirnya akan memberikan rekomendasi terkait peserta pelatihan dan weight product akan memeberikan rekomendasi terkait jenis kompetensi yang memerlukan pelatihan. Dengan penelitian ini diharapkan memudahkan Kepala Seksi HRD PT Nagasakti Kurnia Textile Mills dalam menentukan jenis pelatihan dan peserta pelatihan yang akan meningkatkan kompetensi karyawan sehingga penurunan kinerja karyawan yang disebabkan gap kompetensi tidak akan terjadi
Perancangan Kerangka Desain Aplikasi Workload Monitoring Management System Berbasis Website Dengan Pendekatan Double Diamond Pada Departemen Administration & Finance Coordinator Sales Office PT XYZ Cahaya, Mustika Permata; Nugraha , Fida Nirmala; Yogaswara, Budhi
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalamdistribusi dan penjualan ritel kendaraan roda dua. Perusahaanini mengalami penurunan penjualan yang signifikan pada tahun2021-2022, sehingga target penjualan tidak tercapai. Penelitianmelalui wawancara dan observasi mengungkapkan bahwa tidakadanya sistem pemantauan beban kerja menyebabkanketidakseimbangan beban kerja karyawan, meningkatnyatekanan dan kelelahan kerja, dan akhirnya menyebabkan tidaktercapainya target. Tujuan dari tugas akhir ini adalah merancangkerangka desain aplikasi sistem manajemen pemantauan bebankerja berbasis web untuk membantu perusahaanmengidentifikasi dan mengukurketidakseimbangan beban kerja secara efektif. Menggunakanpendekatan Double Diamond, yang mencakup tahap-tahapdiscover, define, develop, dan deliver. Sistem ini dirancang dandiuji menggunakan aplikasi Maze untuk menghasilkan usabilitytesting dari proses wireflow. Hasil dari tugas akhir ini adalahkerangka desain aplikasi sistem manajemen pemantauan bebankerja berbasis web. Sistem ini memudahkan pemangkukepentingan dalam penugasan dan pemantauan karyawan,menampilkan fitur-fitur seperti login, profil pengguna, dashboardbeban kerja, penugasan, pengeditan, penghapusan, penyelesaianbeban kerja, dan pelaporan. Sistem ini diharapkan dapatberfungsi secara optimal untuk manajemen pemantauan bebankerja di Divisi Administration & Finance Coordinator Sales OfficePT XYZ.Kata kunci — Workload Monitoring Management System, PTXYZ, Double Diamond, Aplikasi Berbasis Website, DivisiAdministration & Finance Coordinator Sales Office
Perancangan Key Performance Indicators Pasca Restrukturisasi Bisnis Pada Divisi Niaga PT PLN Nusantara Power (PLN NP) Surabaya Menggunakan Framework Balanced Scorecard Indarti , Oktavicha Salsabila; Yogaswara, Budhi; Widyastuti, Litasari
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi organisasi dan berubahnya sasaran strategis akibat adanya holding subholding atas perusahaan induk serta upaya ekspansi bisnis baru bernama Beyond kWh mengakibatkan terjadinya restukturisasi pada PT PLN NP. Restrukturisasi ini memberikan konsekuensi perubahan pada Divisi Niaga khususnya pada struktur, fungsi, tugas, dan proses bisnis yang membuat indikator kinerja yang dilakukan saat ini butuh penyelarasan. Selain perlunya mengkaji pada sasaran strategis yang paling tepat pasca perubahan, belum adanya strategy mapping, dan ditemukan adanya ketidaktepatan dalam mengkategorikan indikator eksisting atas perspektif yang dituju menjadi latar belakang pelaksaaan penelitian ini. Perancangan key performance indicator dilakukan melalui cascading balanced scorecard dan analytical hierarchy process untuk memperoleh bobot prioritas. Dan didapatkan hasil rancangan berupa 17 sasaran strategis yang diukur kedalam 21 rancangan kamus KPI. Hasilnya untuk perspektif financial diperoleh 3 KPI dengan total bobot sebesar 26%, perspektif customer diperoleh 8 KPI dengan bobot 30%, perspektif internal business process diperoleh 5 KPI dengan bobot 35%, dan perspektif learning and growth sebanyak 5 KPI dengan bobot 9%. Melalui perbaikan dengan perancangan ulang KPI diharapkan akan membantu evaluasi kerja untuk meningkatkan kinerja karyawan dengan maksimal guna mendukung pencapaian target perusahaan. Kata kunci — Restrukturisasi, Balanced Scorecard, Key Performance Indicators, Analytical Hierarchy Process.
Perbaikan Proses Rekrutmen Tenaga Outsourcing Bagi Rekanan PT.Kaltim Nusa Etika Jakarta Dengan Metode Business Process Improvement Mulyadin, Revin; Suwarsono, Litasari Widyastuti; Yogaswara, Budhi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan Kinerja PT KNE Jakarta sebagai perusahaan penyalur tenaga kerja dapat diidentifikasi dengan meningkatnya permintaan tenaga kerja dari perusahaan rekanan. Penurunan permintaan tenaga kerja yang terjadi pada PT KNE Jakarta ditengah tingginya pangsa pasar mengindikasikan bahwa terjadi masalah kinerja, disamping itu beberapa respon dan unpan balik negatif yang dinyatakan perusahaan rekanan terhadap karyawan yang disalurkan membuat perusahaan perlu melakukan evaluasi pada sistem perekrutan tenaga kerja.Sistem rekrutmen yang efektif dapat menghasilkan kandidat tenaga kerja yang berkinerja tinggi dan kecocokan kompetensi, yang mana hal tersebut sangat penting bagi perusahaan KNE Jakarta, karena kinerja tinggi pada karyawan yang disalurkan dapat merepresentasikan kinerja KNE Jakarta atas proses rekrutmen yang dilakukan. Maka dari itu penting bagi perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi sistem rekrutmen yang dilakukan saat ini. Konseptual business process improvement digunakan sebagai acuan untuk mengidentifikasi kebutuhan perbaikan dari proses bisnis berkenaan dengan kegiatan recruitment process outsourcing, sehingga dapat ditemukan model strategi perekrutan tenaga kerja yang dianggap lebih efektif. Pengumpulan data internal perusahaan KNE Jakarta dilakukan untuk mengevaluasi kelemahan dan keterbatasan sistem perekrutan yang dilakukan saat ini, maka berdasarkan hasil tersebut akan dilakukan evaluasi dan perbandingan pada sistem perekrutan sehingga dapat di identifikasi dan ditemukan solusi perbaikan untuk rancangan kegiatan rekrutmen selanjutnya pada proses rekrui PT KNE Jakarta. Kata kunci: Kinerja, Umpan Balik, Evaluasi Kegiatan Rekrutmen, Perbaikan Model Rekrutmen.
Optimasi Business Process Menggunakan Metode Business Process Improvement Pada Tim Agile Marketing Pada Bagian Content And Design Abdulloh, Fryan Farhan; Suwarsono, Litasari Widyatuti; Yogaswara , Budhi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tim agile marketing memiliki peran primer, yang bertanggung jawab untuk memperkenalkan produk X kepada masyarakat melalui platform digital, untuk meningkatkan interaksi di media sosial, dan melaksanakan program-program penjualan melalui kampanye. Tim agile marketing pada bagian Content creator mengalami hasil Click-Through Rate (CTR) yang belum optimal dalam satu sprint. Hasil wawancara menunjukkan bahwa permasalahan terjadi karena tim tidak melakukan evaluasi secara berkala selama proses sprint. Dalam rangka memperbaiki hal ini, mala dilakukan perbaikan pada proses bisnis tim agile marketing dengan melakukan identifikasi terhadap lima proses utama dan 15 aktivitas yang terjadi pada proses bisnis eksisting. Identifikasi dilakukan terhadap faktor Sumber Daya Manusia (SDM), peralatan, teknologi, dan informasi yang menyebabkan lamanya waktu siklus evaluasi. Metode business process improvement digunakan untuk menghitung efisiensi proses bisnis eksisting, yang menunjukkan waktu siklus efisiensi sebesar 9072 menit dalam 11 hari kerja dengan nilai efisiensi sebesar 57.69%. Pada proses bisnis usulan, terdapat penambahan satu aktivitas yang dapat membantu mencapai CTR yang ditargetkan dengan mengikuti framework yang melakukan testing atau prelaunch untuk mengambil feedback dari audiens dan melakukan adjustment berdasarkan feedback tersebut. Dengan melakukan penyesuaian pada proses sprint backlog eksisting terdapat beberapa aktivitas non value added dengan begitu akan dilakukan perubahan aktivitas menjadi real value added atau business value added. Setelah dilakukan streamlining dilakukan pengukuran nilai efesiensi pada proses bisnis usulan sprint backlog yaitu sebersar 74.07% yang memiliki selisih 14.81% dengan proses bisnis eksisting. Kata kunci - Agile Marketing, Business Process Improvement
Optimasi Business Process Menggunakan Metode Business Process Improvement Pada Tim Agile Marketing Pada Bagian Content And Design Abdulloh, Fryan Farhan; Suwarsono, Litasari Widyatuti; Yogaswara, Budhi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tim agile marketing memiliki peran primer, yang bertanggung jawab untuk memperkenalkan produk X kepada masyarakat melalui platform digital, untuk meningkatkan interaksi di media sosial, dan melaksanakan program-program penjualan melalui kampanye. Tim agile marketing pada bagian Content creator mengalami hasil Click-Through Rate (CTR) yang belum optimal dalam satu sprint. Hasil wawancara menunjukkan bahwa permasalahan terjadi karena tim tidak melakukan evaluasi secara berkala selama proses sprint. Dalam rangka memperbaiki hal ini, mala dilakukan perbaikan pada proses bisnis tim agile marketing dengan melakukan identifikasi terhadap lima proses utama dan 15 aktivitas yang terjadi pada proses bisnis eksisting. Identifikasi dilakukan terhadap faktor Sumber Daya Manusia (SDM), peralatan, teknologi, dan informasi yang menyebabkan lamanya waktu siklus evaluasi. Metode business process improvement digunakan untuk menghitung efisiensi proses bisnis eksisting, yang menunjukkan waktu siklus efisiensi sebesar 9072 menit dalam 11 hari kerja dengan nilai efisiensi sebesar 57.69%. Pada proses bisnis usulan, terdapat penambahan satu aktivitas yang dapat membantu mencapai CTR yang ditargetkan dengan mengikuti framework yang melakukan testing atau prelaunch untuk mengambil feedback dari audiens dan melakukan adjustment berdasarkan feedback tersebut. Dengan melakukan penyesuaian pada proses sprint backlog eksisting terdapat beberapa aktivitas non value added dengan begitu akan dilakukan perubahan aktivitas menjadi real value added atau business value added. Setelah dilakukan streamlining dilakukan pengukuran nilai efesiensi pada proses bisnis usulan sprint backlog yaitu sebersar 74.07% yang memiliki selisih 14.81% dengan proses bisnis eksisting. Kata kunci: Agile Marketing, Business Process Improvement
Perancangan Uraian Penilaian Kinerja Karyawan Metode Rating Scale Pada Divisi Pemasaran Pramita Lab Cimahi Anggoro, Annur Prio; Nugraha, Fida Nirmala; Yogaswara, Budhi
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Penilaian kinerja merupakan faktor kunci untuk mengembangkan kinerja karyawan yang efektif dan efisien untuk mendapatkan penilaian yang terstruktur dan sistematis mengenai pencapaian hasil kerja. Penilaian kinerja yang tidak sesuai bisa menjadi masalah pada organisasi tersebut. Itu terjadi karena adanya kesenjangan antara nilai yang diharapkan dengan nilai kinerja yang sebenarnya. Rating Scale adalah salah satu metode yang bisa menyebabkan halo effect. Uraian Penilaian yang tidak jelas juga dapat memicu hasil penilaian yang cenderung subjektif. Oleh karena itu, perlu dirancang metode penilaian yang lebih baik, yakni merancang uraian penilaian yang lebih jelas dalam penilaian kinerja karyawan. Hasil dari rancangan uraian penilaian usulan yaitu menyesuaikan beberapa poin dengan jobdesc karyawan, menghapus poin-poin yang tidak efisien dan efektif. Hasil penilaian dengan menggunakan uraian penilaian usulan mendapatkan score 775 dari 1000 yang mana score tersebut lebih kecil daripada score menggunakan uraian penilaian eisting. Hal ini bisa dikatakan bahwa uraian penilaian existing memiliki beberapa poin yang masih bersifat general, sehingga penilai tidak dapat memberikan hasil penilaian yang spesifik terhadap kinerja karyawannya.Kata kunci — rating scale, penilaian kinerja, halo effect, subjektif. 
Usulan Sistem Penilaian Key Perfomance Indicator dengan Menggunakan Metode AHP, Object Matrix dan Traffic Light System (Studi kasus: PT. Combiphar) Afifah, Farah; Yogaswara, Budhi; Suwarsono, Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract-Pharmaceutical companies are the manufacturers of medications and supplements needed by many people. The competition between all the pharmaceutical companies are getting harder and it’s push the needs to managing their internal business process to produce their products up to the regulations and fulfilling the costumers’ expectations. PT. Combiphar is one of the company in the pharmaceutical field. Currently they’re using KPI with the model of balanced scorecard. KPI is a set of measured performance measurement and need a set of monitoring system to make sure it’s remained on the optimum conditions to be a performance measurement tool that is in accordance with company needs. The company currently use a method to set the weight of their KPI based on the top management’s decision in order to set it on each periods. This research’s goals are to discussing the KPI’s weighting method the company currently use, AHP and scoring methods with OMAX and TLS. From this research, there are indications that 42 monthly achievement of KPI are in the red category, 36 monthly achievement of KPI are in the yellow category and 17 monthly achievement of KPI are in the green category. Keywords-performance measurement, KPI, BSC, AHP, OMAX, traffic light system.