Dedi Heryadi, Dedi
Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Predicting EFL Learners’ Self-Regulated Learning through Technology Acceptance Model: - Supriyono, Yusup; Ivone, Francisca Maria; Heryadi, Dedi; Beduya, Lorna; Valencia, Luis Luigi Eugenio A.
JEELS (Journal of English Education and Linguistics Studies) Vol. 11 No. 1 (2024): JEELS May 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/jeels.v11i1.2701

Abstract

The purpose of this study is to assess the perceived usefulness of technology (PUT), internet self-efficacy (ISE), and perceived ease of use of technology (PEUT), and self-regulated learning (SRL) of EFL student teachers who participated in technology-mediated English learning environment. After obtaining and validating the questionnaire adapted from several relevant sources, an online survey was conducted to 363 third- and fourth-year student teachers of the English education department in Indonesian universities who met the required criteria. SEM was performed to test three hypotheses about the causal relationship between variables. Due to the hypotheses tested, it is revealed that ISE and PEUT have a partially positive and significant effect on SRL, while PUT has a positive but insignificant effect on SRL. Additionally, it is determined that the exogenous variables (PEUT) is the most influential variable on the endogenous variables (SRL). These findings are expected to add to a body of knowledge, particularly in the development of learning autonomy in teacher education, and that ISE and PEUT, in particular, should be considered as important predictors of SRL in technological English learning setting.
Project Based Learning Berbantuan Canva sebagai Alternatif Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Era VUCA Nabila, Syalha Azzahra; Heryadi, Dedi; Lisnawati, Iis
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v20i.1369

Abstract

This study aims to determine the effect of the Project Based Learning learning model assisted by Canva media to write biographical texts. The research method used is a quasi-experimental method. Data collection techniques used are observation, interviews, and tests. The population of the study was grade X SMK students. The research sample was class TKJ 1 (experimental class) and class TKJ 2 (control class). The results of the study showed that the average value of the ability to write biographical texts in the experimental class is higher than the average value in the control class (76.27> 69.13). The results of the Wilcoxon test show that the Asymp. Sig value is 0.000 <0.05. This shows that the Project Based Learning learning model assisted by Canva media has a significant effect on the ability to write biographical texts of class X students of SMK Al Ilyas Malangbong in the 2023/2024 academic year.
Analisis Motivasi Siswa Dalam Belajar Tatap Muka: Penelitian Pada Siswa Kelas IV di SD Negeri 4 Cibunigeulis Marliana, Windy; Heryadi, Dedi; Nugraha, Fajar
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Vol. 3 No. 2 (2023): PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pjsd.v3i2.1293

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motivasi belajar peserta didik pada saat tatap muka dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar peserta didik di kelas IV SDN Cibunigelis. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan cara reduksi, display, dan kesimpulan. Sumber data penelitian ini diantaranya: peserta didik dan pendidik. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belajar peserta didik pada tatap muka dengan ciri cenderung lebih mampu memahami pembelajaran dengan mengamati pendidik ketika menyampaikan materi, serta lebih semangat dan rajin dalam mengerjakan tugas, dengan dipengaruhi oleh peserta didik yang memiliki semangat dan kesiapan belajar yang baik. ke 3 peserta didik memiliki motivasi yang berbeda yang di berikan oleh pendidik , Peserta didik RA secara umum mampu mengamati pendidik saat menyampaikan pembelajaran dengan baik, RA lebih mampu membaca dan menulis dengan cukup baik. suka mendapat perhatian baik itu secara lisan maupun tindakkan dan  pandai dalam bercerita. RA mampu menceritakan kembali apa yang di sampaikan pendidik. Aspek Motivari di berikan yaitu dengan memberi Apresiasi Pada Peserta didik ketika semangat dalam Belajar Menulis dan Membaca. Peserta didik YIH yang awalnya kurang fokus dalam memperhatikan pendidik pada saat menympaikan materi, namun sekarang sudah lebih baik dalam memperhatikan pendidik saat mengajar setelah diberikan motivasi bahwa belajar di ruangan adalah cara pembelajaran yang membuat semangat YIH lebih memperhatikan ketikan pendidik menyampaikan materi. Peserta didik PA setelah dikenalkan motivasi belajar PA menjadi lebih baik dalam memperhatikan pendidik saat mengajar, membaca sudah cukup bagus, namun dalam menulis belum terlalu rapi. PA juga sudah mengurangi menggoda temannya untuk sekedar mengobrol, perubahan pada diri PA lebih mencolok adanya hasrat keinginan berhasil dalam belajar yaitu dengan dikasih pujian pada saat PA dihadapkan suatu masalah dalam kesulitan belajar namun PA tidak pernah putus asa. Faktor gaya belajar peserta didik diantaranya dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, hubungan peserta didik dengan pendidik atau denga orang tua, serta lingkungan diri mereka sendiri saat belajar di rumah yang bisa mempengaruhi peserta didik belajar di sekolah.
Predicting EFL Learners’ Self-Regulated Learning through Technology Acceptance Model: - Supriyono, Yusup; Ivone, Francisca Maria; Heryadi, Dedi; Beduya, Lorna; Valencia, Luis Luigi Eugenio A.
JEELS (Journal of English Education and Linguistics Studies) Vol. 11 No. 1 (2024): JEELS May 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil, Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/jeels.v11i1.2701

Abstract

The purpose of this study is to assess the perceived usefulness of technology (PUT), internet self-efficacy (ISE), and perceived ease of use of technology (PEUT), and self-regulated learning (SRL) of EFL student teachers who participated in technology-mediated English learning environment. After obtaining and validating the questionnaire adapted from several relevant sources, an online survey was conducted to 363 third- and fourth-year student teachers of the English education department in Indonesian universities who met the required criteria. SEM was performed to test three hypotheses about the causal relationship between variables. Due to the hypotheses tested, it is revealed that ISE and PEUT have a partially positive and significant effect on SRL, while PUT has a positive but insignificant effect on SRL. Additionally, it is determined that the exogenous variables (PEUT) is the most influential variable on the endogenous variables (SRL). These findings are expected to add to a body of knowledge, particularly in the development of learning autonomy in teacher education, and that ISE and PEUT, in particular, should be considered as important predictors of SRL in technological English learning setting.
Analisis Motivasi Siswa Dalam Belajar Tatap Muka: Penelitian Pada Siswa Kelas IV di SD Negeri 4 Cibunigeulis Marliana, Windy; Heryadi, Dedi; Nugraha, Fajar
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Vol. 3 No. 2 (2023): PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pjsd.v3i2.1293

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motivasi belajar peserta didik pada saat tatap muka dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar peserta didik di kelas IV SDN Cibunigelis. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan cara reduksi, display, dan kesimpulan. Sumber data penelitian ini diantaranya: peserta didik dan pendidik. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belajar peserta didik pada tatap muka dengan ciri cenderung lebih mampu memahami pembelajaran dengan mengamati pendidik ketika menyampaikan materi, serta lebih semangat dan rajin dalam mengerjakan tugas, dengan dipengaruhi oleh peserta didik yang memiliki semangat dan kesiapan belajar yang baik. ke 3 peserta didik memiliki motivasi yang berbeda yang di berikan oleh pendidik , Peserta didik RA secara umum mampu mengamati pendidik saat menyampaikan pembelajaran dengan baik, RA lebih mampu membaca dan menulis dengan cukup baik. suka mendapat perhatian baik itu secara lisan maupun tindakkan dan  pandai dalam bercerita. RA mampu menceritakan kembali apa yang di sampaikan pendidik. Aspek Motivari di berikan yaitu dengan memberi Apresiasi Pada Peserta didik ketika semangat dalam Belajar Menulis dan Membaca. Peserta didik YIH yang awalnya kurang fokus dalam memperhatikan pendidik pada saat menympaikan materi, namun sekarang sudah lebih baik dalam memperhatikan pendidik saat mengajar setelah diberikan motivasi bahwa belajar di ruangan adalah cara pembelajaran yang membuat semangat YIH lebih memperhatikan ketikan pendidik menyampaikan materi. Peserta didik PA setelah dikenalkan motivasi belajar PA menjadi lebih baik dalam memperhatikan pendidik saat mengajar, membaca sudah cukup bagus, namun dalam menulis belum terlalu rapi. PA juga sudah mengurangi menggoda temannya untuk sekedar mengobrol, perubahan pada diri PA lebih mencolok adanya hasrat keinginan berhasil dalam belajar yaitu dengan dikasih pujian pada saat PA dihadapkan suatu masalah dalam kesulitan belajar namun PA tidak pernah putus asa. Faktor gaya belajar peserta didik diantaranya dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, hubungan peserta didik dengan pendidik atau denga orang tua, serta lingkungan diri mereka sendiri saat belajar di rumah yang bisa mempengaruhi peserta didik belajar di sekolah.
Analisis Epistemologis Konsep Kebenaran Ditinjau dari Sumber, Cara, Sifat, dan Sikap Individu Rahayu, Winda; Heryadi, Dedi
Jurnal Dieksis ID Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.5.2.2025.1078

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelaah bagaimana perbedaan dalam memahami kebenaran muncul dan berkembang dalam konteks individu, sosial, dan budaya. Kajian diarahkan pada empat aspek epistemologis utama, yaitu sumber munculnya perbedaan pandangan, proses terbentuknya perbedaan tersebut, karakteristik inheren dari perbedaan, serta sikap individu dalam meresponsnya. Urgensi penelitian terletak pada meningkatnya keragaman perspektif dan kompleksitas arus informasi di masyarakat modern yang sering kali memunculkan polarisasi, misinformasi, dan konflik pemaknaan. Pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana perbedaan klaim kebenaran terbentuk diperlukan untuk memperkuat literasi kritis, sikap toleransi, dan kemampuan dialog lintas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis literatur yang dipadukan dengan interpretasi konseptual. Kriteria pemilihan literatur didasarkan pada relevansi dengan kajian epistemologi dan studi kebenaran, pembahasan mengenai sumber dan dinamika konstruksi pengetahuan, berasal dari publikasi ilmiah yang kredibel dan terkini, serta memberikan kontribusi teoretis dalam memahami fenomena sosial terkait perbedaan klaim kebenaran. Melalui sintesis terhadap berbagai sumber filsafat, kajian sosial, dan fenomena kehidupan kontemporer, penelitian ini menemukan bahwa latar belakang pengetahuan, pengalaman hidup, nilai personal, dan lingkungan sosial-budaya menjadi fondasi utama munculnya keragaman pemahaman mengenai kebenaran. Hasil utama dari sintesis menunjukkan bahwa perbedaan tersebut terbentuk melalui proses komunikasi, pembentukan makna, serta interaksi sosial yang memengaruhi cara individu menafsirkan realitas. Secara karakteristik, perbedaan dapat menjadi sarana pengayaan pemikiran apabila dihadapi melalui dialog terbuka dan saling menghargai. Sebaliknya, perbedaan dapat memicu konflik ketika diperkuat oleh prasangka, intoleransi, atau bias kognitif. Penelitian ini menegaskan bahwa respons ideal terhadap keragaman pandangan tentang kebenaran meliputi keterbukaan berpikir, penghargaan terhadap perbedaan, serta komitmen menjaga harmoni sosial. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman epistemologis yang komprehensif terhadap perbedaan perspektif kebenaran tidak hanya memperkaya wacana teoretis mengenai epistemologi dan multikulturalisme, tetapi juga memberikan implikasi praktis bagi penguatan pendidikan karakter, literasi kritis, dan pengembangan masyarakat yang lebih inklusif.