Nasrullah Nasrullah
Program Studi Magister Ilmu Keperawatan, Universitas Hasanuddin

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Evaluasi Pengaruh Complementary Feeding terhadap Status Nutrisi Anak: Literature Review Nasrullah Nasrullah; Syahrul Syahrul; Kusrini Kadar
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.081 KB)

Abstract

Tinjauan ini menggunakan desain literature review dengan melakukan pencarian artikel dalam Bahasa Inggris dan terbit antara tahun 2011-2021 pada database PubMed, EBSCO, ProQuest, Clinical Key Nursing, Cochrane Library dan Secondary Searching. Kriteria pemilihan artikel sesuai dengan kerangka PICO (Populasi, Intervensi, Comparison, dan Outcome) dengan menggunakan Boolean “OR” dan “AND” dalam pencarian artikel. Elemen PICO dalam pencarian artikel adalah P: Children, I: Complementary Feeding, C: Standard Care, O: Nutritional Status.Sebanyak 660 artikel yang teridentifikasi dari database, dan 17 artikel yang memenuhi kriteria untuk dilakukan review. Diperoleh hasil bahwa pemberian intervensi complementary feeding berpengaruh terhadap status nutrisi anak, faktor yang memengaruhi diantaranya pengetahuan, sikap, dan perilaku orang tua, pendapatan orang tua, frekuensi pemberian makan, ibu bekerja, dan kualitas dan keragaman makanan. Infant and Young Child Feeding (IYCF) adalah praktik pemberian complementary feeding yang bisa dilakukan. Pengenalan dini pemberian complementary feeding akan berpengaruh terhadap status nutrisi anak. Melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi, program praktik complementary feeding bisa memberikan pengaruh yang baik terhadap status nutrisi anak.
Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Peningkatan Kasus Tuberkulosis di Makassar Hidayat, Rahmat; Agus, Al Ikhsan; Batara, Andi Surahman; Nasrullah, Nasrullah; Hisyam, Muhammad
An Idea Health Journal Vol 4 No 02 (2024)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v4i02.364

Abstract

Indonesia has made efforts to control tuberculosis but the results have not shown significant changes. The Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) strategy has been implemented by the government for decades, but the number of sufferers remains high. The DOTS strategy has not been able to overcome the factorsthat cause tuberculosis because each region has different causal factors, therefore it is important to know what factors most influence the incidence of tuberculosis in Makassar. This research is a quantitative study with a crosssectional study design. The research was carried out in the working area of the Makassar Rappokalling Community Health Center. The population is tuberculosis patients who are undergoing treatment. The total sample was 109 respondents. Of the 109 respondents, 88 (80.7%) had a history of contact with tuberculosis sufferers, 85 (78.0%) had poor nutritional status, 81 (4.3%) had poor behavior in preventing transmission, 59 (54.1%) lacked knowledge. %), lack of family support 79 (72.5%) and feel high levels of societal stigma 91 (83.5%). The results of the KMO analysis are >0.50, which means that the factors that influence the incidence of tuberculosis cases are, sequentially, nutritional status (0.0795), history of contact with sufferers (0.776), behavior to prevent transmission (0.763), knowledge (0.726), public stigma (0.678) and family support (0.639). Factors such as nutritional status, history of contact with sufferers, behavior to prevent transmission, knowledge, community stigma and family support are factors that cause the incidence of tuberculosis and can be the cause of the increase in the number of tuberculosis cases in Makassar.
Efektifitas Latihan Olahraga terhadap Penurunan Tekanan Darah: A Literature Review Nasrullah, Nasrullah; Sjattar, Elly L.; Majid, Abdul
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 1: JUNE 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.852 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v11i1.1513

Abstract

Latar Belakang: Tekanan darah bisa diartikan sebagai kekuatan yang diberikan oleh sirkulasi darah terhadap dinding arteri tubuh, yaitu pembuluh darah utama yang berada dalam tubuh. Besarnya tekanan ini bergantung pada resistensi pembuluh darah dan seberapa keras jantung bekerja. Semakin banyak darah yang dipompa oleh jantung dan semakin sempit pembuluh darah arteri, maka tekanan darah akan semakin tinggi.Tujuan: Untuk mengevaluasi berbagai jenis latihan olahraga yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada usia lanjut.Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review. Database elektronik yang digunakan dalam pencarian literature adalah PubMed, Scholar yang diterbitkan antara tahun 2012 sampai 2021.Hasil: Sebanyak 1.010.225 artikel yang teridentifikasi dari database, dan 5 artikel yang memenuhi kriteria untuk dilakukan review. Diperoleh berbagai jenis terapi olahraga yang diberikan untuk menurunkan tekanan darah.Kesimpulan: Intervensi terapi olahraga yang diberikan mampu menurunkan tekanan darah
Relaxation Technique of Deep Breathing In Post- Appendectomy Patients: A Case Study Nasrullah, Nasrullah; MANANOHAS, MAUREEN GRACE; SULASRI, SULASRI; HASBULLAH, HASBULLAH; RARA, ABD RAHMAN
An Idea Nursing Journal Vol. 3 No. 02 (2024)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/inj.v3i02.398

Abstract

Appendicitis is a condition characterized by inflammation of the appendix. While mild cases may resolve without treatment, many require surgical removal of the infected appendix through a procedure known as laparotomy. Post-appendectomy pain can significantly impact daily activities, including rest, sleep, and personal well-being. Severe pain, if not addressed promptly with non- pharmacological interventions, can lead to neurogenic shock. Methods: This study employed a descriptive case study approach to investigate the effectiveness of deep breathing relaxation techniques in managing post-appendectomy pain. Results: The study involved two respondents who underwent deep breathing relaxation exercises twice daily for 15 minutes over three days. The results showed a decline in pain intensity for both respondents. Respondent 1 experienced a reduction from moderate pain (score of 3) to mild pain (score of 2), while Respondent 2's pain intensity decreased to moderate pain (score of 3). Conclusion: The findings suggest that deep breathing exercises and relaxation techniques can be beneficial in reducing pain levels in post-appendectomy patients when practiced consistently over a period of time.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Kejang Demam Pada Anak di Rumah Sakit Syekh Yusuf Kebupaten Gowa Hidayat, Rahmat; Hisyam, Muhammad; N, Nasrullah
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2024): May
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v2i02.278

Abstract

Kejang demam berulang dapat di cegah dengan peningkatan pengetahuan orang tua terkait penyakit tersebut. Pencegahan mampu menghindarkan anak dari situasi yang mengancam jiwanya. Maka dari itu penyuluhan kesehatan tentang kejang demam pada anak penting untuk dilaksanakan. Pengabdian dilaksanakan di Ruangan Instalasi Gawat darurat RSUD. Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Metode pelaksanaan dengan cara penyuluhan; pemaparan materi dan diskusi. Hasil dari kegiatan ini meliputi tersampaikan materi dengan baik dan sesuai dengan perencanaan dan mampunya peserta menguasi materi yang telah disampaikan. Kegiatan penyuluhan ini sebagai salah satu untuk mencegah terjadinya kejang demam pada anak. Kesimpulan taitu Penyuluhan terkait kejang demam penting untuk dijadikan intervensi rutin karena mampu meningkatkan pengetahuan orang tua anak yang mengalami kejang demam sehingga ketika anak sembuh orang tua mampu mencegah kejang demam yang berulang. Penyuluhan ini juga mampu meningkatkan pengetahuan orang tua anak terkait penaganan awal terhadap kejang demam sehingga ketika anak mengalami kejang berulang orang tuan sudah mampu memberikan penaganan awal sebelum anak di bawah ke fasilitas kesehatan.
Leadership Style Overview of Inpatient Unit Leaders at a Military Hospital and a Government Hospital Rara, Abd Rahman; Nasrullah, Nasrullah; Suntin, Suntin; Hisyam, Muhammad; Mas, Haris Saputra
An Idea Nursing Journal Vol. 4 No. 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/inj.v4i01.492

Abstract

Background: Health is a fundamental human need that requires adequate support from healthcare facilities, including hospitals. The leadership of inpatient unit leaders plays a strategic role in influencing nursing performance and the quality of healthcare services. Military hospitals, characterized by a hierarchical structure and a workforce comprising both military personnel and civilians, differ fundamentally from government hospitals, which are primarily staffed by civilian healthcare professionals. This study aims to analyze the leadership styles of inpatient unit leaders at a Military Hospital (Level II Pelamonia Hospital) and a Government Hospital (RSUD Haji Makassar). Method: This study uses a quantitative approach with a descriptive cross-sectional research design. The sample consists of 98 respondents, equally distributed between Level II Pelamonia Hospital (49 respondents) and RSUD Haji Makassar (49 respondents). Data were analyzed using the chi-square test. Results: The chi-square test results indicate no significant difference in the leadership styles of inpatient unit leaders at Level II Pelamonia Hospital and RSUD Haji Makassar (? = 0.372, ? = 0.05). Therefore, the null hypothesis (H?) is accepted, and the alternative hypothesis (H?) is rejected. Conclusion: There is no statistically significant difference in the leadership styles of inpatient unit leaders at t
Pemeriksaan Tekanan Darah dan Edukasi Hipertensi pada Masyarakat Lingkungan Bontopanno Kabupaten Gowa Jannah, St. Nurfatul; Nasrullah, Nasrullah; Tawil, Selviana; Hidayat, Rahmat; Rismanuddin, Rismanuddin
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.445

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi medis di mana tekanan darah dalam arteri berada di atas ambang normal secara terus-menerus. Hipertensi dapat menimbulkan komplikasi serius seperti kerusakan pada jantung, pecahnya pembuluh darah, penyumbatan arteri yang berpotensi menyebabkan stroke, dan gangguan ginjal yang dapat berujung pada gagal ginjal. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan berupa pemeriksaan tekanan darah menggunakan alat sphygmomanometer dan stethoscope, kemudian dilanjutkan dengan pemberian edukasi secara langsung melalui metode ceramah, tanya jawab, serta diskusi mengenai hipertensi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Maret 2025 di Lingkungan Bontopanno, Kelurahan Tamaona, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebagian besar peserta telah masuk dalam kategori hipertensi, bahkan beberapa di antaranya sudah mengalami komplikasi seperti stroke. Masyarakat diberikan materi mengenai hipertensi, faktor penyebab, upaya pencegahan, penanganan, serta tips menjaga pola makan dan gaya hidup agar terhindar dari komplikasi yang tidak diinginkan. Ada beberpa kendala selama proses pemberian edukasi, salah satunya adalah perbedaan bahasa sehingga perlu dilakukan pengulangan materi. Setelah edukasi diberikan, masyarakat menunjukkan pemahaman dan berkomitmen untuk menerapkan informasi yang telah disampaikan. Berdasarkan hal tersebut, edukasi kesehatan yang menekankan pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat diperlukan untuk memantau kondisi tekanan darah masyarakat. Selain itu, pemberian edukasi kesehatan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi
Hubungan Perilaku Hidup Bersih Sehat terhadap Derajat Kesehatan Masyarakat dalam Rumah Tangga Gandeng, Yulianus; Nuraeni, Nuraeni; Tulak, Grace Tedy; Jimung, Martinus; Nasrullah, Nasrullah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3336

Abstract

Terjadinya peningkatan kesehatan keluarga, individu, lingkungan dan masyarakat sangat berkaitan dengan perilaku hidup sehat dan bersih dari individu masing-masing. Faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat yaitu keadaan perilaku, proses pelayanan kesehatan masyarakat, faktor keturunan, serta lingkungan kesehatan masyarakat. Upaya yang perlu dilakukan agar terwujudnya perilaku kehidupan sehat dan bersih adalah promotif, preventif, kuratif dan rehabilitasi. Adapun tujuan dari penilitan ini adalah untuk menjelaskan atau melihat pengaruh perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap derajat kesehatan masyarakat dalam rumah tangga di wilayah puskesmas perawatan Cempae Kota Parepare. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yaitu survey dengan jumlah responden sebanyak 98 orang. Dari hasil penelitian memberikan informasi bahwa sebanyak 78 responden yang memiliki PHBS sehat mengalami peningkatan derajat kesehatan sebesar 79,6% sedangkan PHBS yang tidak sehat mengalami peningkatan derajat kesehatan terhadap 3 responden (3,1%). Dan pada PHBS sehat mengalami penurunan derajat kesehatan sebanyak 5 responden (5,1%), sedangkan pada PHBS yang tidak sehat mengalami penurunan derajat kesehatan sebanyak 12 responden (12,2%). Dari hasil uji chi-square didapatkan nilai ρ:0,000 dimana nilai tingkat signifikan sebesar ρ<0,05 sehingga dapat dikatakan ada hubungan antara PHBS dengan deraat kesehatan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara PHBS dengan derajat kesehatan. Dimana PHBS akan berpengaruh pada derajat kesehatan yang meningkat dan begitu pula sebaliknya PHBS akan berpengaruh pada derajat kesehatan yang menurun.
Eksplorasi Efek Farmakologis Kombinasi Ekstrak Daun Tammate (Lannea coromandelica) dan Daun Pelangi (Eucalyptus deglupta) terhadap Penyembuhan Luka Bakar pada Mencit As'ad, Muh. Fadhil; Abdullah, Siti Sahara; Nasrullah, Nasrullah; Rahma, Annisa Yulia
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.952

Abstract

Luka bakar merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti infeksi dan keterlambatan penyembuhan. Upaya pengembangan terapi berbasis bahan alam terus dilakukan untuk menemukan alternatif yang efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas ekstrak daun tammate (Lannea coromandelica) dan daun pelangi (Eucalyptus deglupta) dalam model hewan uji luka bakar, baik secara tunggal maupun kombinasi. Metode penelitian diawali dengan pembuatan luka bakar pada punggung mencit, kemudian dilakukan pengamatan diameter luka secara periodik selama 18 hari. Perlakuan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol positif (Bioplacenton®), kontrol negatif (basis vaselin), ekstrak daun tammate (EDT), ekstrak daun pelangi (EDP), dan kombinasi EDT+EDP. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan melalui skrining fitokimia, sedangkan efektivitas penyembuhan dinilai berdasarkan pengurangan diameter luka dan persentase kesembuhan. Hasil skrining menunjukkan kedua ekstrak positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Pengamatan penyembuhan luka menunjukkan bahwa kombinasi EDT+EDP mencapai tingkat kesembuhan 96,9% pada hari ke-18, hampir setara dengan Bioplacenton® (97,0%), sementara penggunaan tunggal masing-masing ekstrak memberikan hasil 86,9% (EDT) dan 94,6% (EDP), dengan kontrol negatif hanya mencapai 69,9%. Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi ekstrak daun tammate 5% dan daun pelangi 5% memberikan efek sinergis dalam mempercepat penyembuhan luka bakar, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi berbasis bahan alam.