Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Latihan Otot Tungkai Tanpa Alat Terhadap Kekuatan Tendangan Rafika Ardilla; William Haganta Ginting; Ruben Cornelius Siagian
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 4 No. 1 (2023): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v4i1.287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan otot tungkai tanpa alat terhadap kekuatan tendangan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan uji statistik deskriptif dan visualisasi data terhadap 20 individu yang melakukan latihan otot tungkai, terdiri dari 9 individu yang melakukan latihan tanpa alat bantu dan 9 individu yang melakukan latihan dengan alat bantu. Kekuatan tendangan setiap individu diambil dengan menggunakan alat ukur yang telah dikalibrasi dan dicatat. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara latihan otot tungkai dengan alat atau tanpa alat dalam meningkatkan kekuatan tendangan pada sampel yang diuji. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi penting bagi para atlet dan pelaku latihan fisik lainnya dalam menentukan pilihan latihan otot tungkai yang tepat untuk meningkatkan kekuatan tendangan.
Workshop Peningkatan Keterampilan Dasar Massage Cedera Olahraga Terhadap Guru Penjas Untuk Penanganan Pertama Pada Cedera Yang Dialami Siswa Sekolah Dasar Di SD Swasta IT Siti Hajar Medan Di Kecamatan Medan Tuntungan Irwansyah Siregar; Yan Indra Siregar; Putra Arima; Rafika Ardilla; Ifayandi Damanik
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dasar massage cedera olahraga terhadap guru penjas dalam melakukan pertolongan pertama untuk memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan pada cedera yang dialami siswa. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk workshop melalui beberapa tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Seluruh peserta workshop telah mengikuti berbagai sesi dalam pelaksanaan workshop dengan tekun dan aktif. Hasil evaluasi yang dilakukan terhadap tingkat pengetahuan peserta tentang pertolongan pertama pada cedera olahraga bahwa terjadi peningkatan yang diperoleh dari hasil pre-test dengan nilai rata-rata 7 dan pada post-test meningkat dengan nilai rata-rata 9,4. Terjadi pula peningkatan dalam keterampilan peserta dalam pertolongan pertama pada cedera olahraga yang terlihat dari hasil penilaian terhadap praktek pertolongan pertama yang dilakukan oleh peserta saat melakukan simulasi.
Tracer Study of Outstanding Athletes Irpani; Albadi Sinulingga; Suryadi Damanik; Rafika Ardilla
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 7 No 2 (2023): JUNE (ACCREDITED SINTA 3)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jk.v7i2.26669

Abstract

This study aims to trace the achievements of athletes from several sports. This study used a descriptive qualitative method. Data collection techniques using observation, questionnaires, and documentation. In this study, the subjects of the study were athletes who were still actively training. The results showed that the social agent aspect had an impact on athlete achievement, namely: parents (74%) in the good category, coaches (81%) in the good category, teachers (78%) in the good category, peers (74%) in the good category. good environment (87%) in very good category, mass media (78%) in good category, and the correlation between social agent and achievement is 80% in good category. Based on the research results, each of these social agents has a role in achievement. High or low athlete achievement is not only the social agent aspect that influences it. Achievement was created from many factors that influence it.
PON XXI Survey in North Sumatra on High School Students Timbul Mugabe Siregar; Samsuddin Siregar; Amir Supriadi; Rafika Ardilla
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 7 No 2 (2023): JUNE (ACCREDITED SINTA 3)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jk.v7i2.26897

Abstract

This study aims to measure the knowledge of high school students about PON XXI which will be held in North Sumatra - Aceh in 2024. This research uses a qualitative descriptive method with survey techniques. The sample for this research was 192 people from several schools with 3 districts/cities namely area of ​​Medan city, Deli Serdang Regency, and Serdang Bedagai Regency. Data collection techniques using observation and questionnaires. Based on research results from the questionnaire, information was obtained that 47 students (23.9%) had never heard of PON 93 people (47.2%) students did not understand about PON 37 people (17.3%) students did not know at all how many years PON was held. 16 people (8.1%) students did not know where the host of PON XXI would be held; and 118 people (59.9%) students responded to know the attributes of PON XX in Papua. From the results of the data obtained, it is known that there are still many high school/equivalent students who do not know about the grand PON event which will be held in 2024 in North Sumatra and Aceh. It can be seen from the average percentage obtained by 31.3% of students who do not have knowledge about PON and the events that will be held in 2024.It can be concluded that it is necessary to carry out socialization about PON XXI which will be held in North Sumatra - Aceh in 2024.
Pengaruh Variasi Latihan Core Stability Terhadap Daya Tahan Otot Perut Pada Atlet Putri Unimed Hockey Club Miftahul Jannah; Rafika Ardilla
Jurnal Jendela Ilmu Olahraga (J2IO) Vol 1, No 1 (2023): J2IO November
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi latihan core stability terhadap daya tahan otot perut pada atlet putri Unimed Hockey Club. Permasalahan dalam penelitian ini adalah daya tahan otot perut yang masih belum maksimal. Kendala tersebut mengakibatkan penguasaan bola kurang maksimal dan kemampuan menerima dan menahan bola juga menjadi kurang maksimal, sebab melambatnya posisi tubuh turun menjadi sedikit membungkuk untuk menggiring bola, menahan bola dan menerima bola. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain one group pre-test post-test design. Populasi penelitian ini berjumlah 18 orang. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling yang berjumlah 10 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi yaitu tes dan pengukuran, dengan instrument tes sit up untuk mengukur daya tahan otot perut. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas dan homogenitas dengan uji t. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan maka diperoleh thitung sebesar 49,035, lalu nilai ttabel dengan dk = n-1 (10-1 = 9) pada taraf signifikan α = 0,05 adalah 1,833. Karena Thitung > Ttabel maka diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh variasi latihan Core Stability terhadap daya tahan otot perut pada atlet putri Unimed Hockey Club.
Acute effect of functional exercise through the use of battle rope on skeletal muscles of tennis court student-athletes Mahmuddin; Prima, Asep; Siahaan, David; Ardilla, Rafika
Journal Sport Area Vol 9 No 2 (2024): August
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2024.vol9(2).14658

Abstract

Background Problems: There has not been much research on how exercise strategies affect muscle soreness and activation patterns. Research Objectives: This study examines the acute effects of rope-based functional training on muscle group pain response in student athletes at the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Medan tennis court. Methods: An experimental method and a pre-post-test time series design were used for analysis. Seven samples were selected using purposive sampling. All participants engaged in a warm-up, a central phase of rope training with a maximum of three sets per exercise, ten hand swing repetitions, a one-minute break between sets, and a cooling phase. Three 100-mm VAS and painometer data collection sessions were conducted. At a 0.05 significance level, the research data was examined using one-way ANOVA for normal data and Friedman for aberrant data. Both studies used SPSS 16.0. Findings and Results: The trial demonstrated that rope training induces soreness in all working muscles. However, no muscle group exhibited discomfort above 50 mm. Conclusion: In order to optimally activate muscles, determine exercise doses and blood lactate levels in relation to muscle discomfort, it is necessary to understand how battle rope training reduces muscular soreness and improves muscle activation in student-athletes on the tennis court. This understanding can inform the development of personalised training programmes and injury prevention techniques.
Pengaruh Latihan Shuttle Run terhadap Hasil Tendangan Karate Siswa di SMP Swasta Primbanana Medan Tahun 2023 Rafika Ardilla; Ricky Hutasoit
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5: April 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i5.1489

Abstract

This study aims to determine the effect of shuttle run exercises on karate mawasi kicks on extracurricular activities of SMP Swasta Primbanan. The research method used is experimental quasy with pretest-posttes one group design design. The population in this study are students who follow karate, the sample in this study amounted to 30 people. The research instrument used was a mawasi kick test. Treatment in this research is the exercise of shuttle run given for 6 weeks with frequency of exercise for a week 3 times. The effectiveness test using experimental method with the result of "t test" significant α = 0,05 got tcount = (11,3) while ttable = (1,70), then tcount> ttable means thitung> ttable so Ha is acceptable, while Ho is rejected . Based on the research findings that Ha is acceptable, the shuttle run exercise has an effect on the mawasi kick. The implication of this research is that the shuttle run exercise can be used as one type of exercise to for the result of a mawasi kick.
Pengaruh Variasi Latihan Core Stability Terhadap Daya Tahan Otot Perut Pada Atlet Putri Unimed Hockey Club Jannah, Miftahul; Ardilla, Rafika
Jurnal Jendela Ilmu Olahraga (J2IO) Vol. 1 No. 1 (2023): J2IO NOVEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi latihan core stability terhadap daya tahan otot perut pada atlet putri Unimed Hockey Club. Permasalahan dalam penelitian ini adalah daya tahan otot perut yang masih belum maksimal. Kendala tersebut mengakibatkan penguasaan bola kurang maksimal dan kemampuan menerima dan menahan bola juga menjadi kurang maksimal, sebab melambatnya posisi tubuh turun menjadi sedikit membungkuk untuk menggiring bola, menahan bola dan menerima bola. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain one group pre-test post-test design. Populasi penelitian ini berjumlah 18 orang. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling yang berjumlah 10 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi yaitu tes dan pengukuran, dengan instrument tes sit up untuk mengukur daya tahan otot perut. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas dan homogenitas dengan uji t. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan maka diperoleh thitung sebesar 49,035, lalu nilai ttabel dengan dk = n-1 (10-1 = 9) pada taraf signifikan α = 0,05 adalah 1,833. Karena Thitung > Ttabel maka diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh variasi latihan Core Stability terhadap daya tahan otot perut pada atlet putri Unimed Hockey Club.
Efektifitas Model Latihan Kombinasi Fisik Dan Teknik Gulat Berbasis Circuit Training Untuk Penurunan Berat Badan Atlet Barus, Jan Bobby Nesra; Roni Sinaga; Suranta Pratama Ginting Manik; Rafika Ardilla
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 13 No 3 (2025): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v13i3.4799

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas model latihan kombinasi fisik dan teknik gulat berbasis circuit training terhadap penurunan berat badan atlet. Model latihan kombinasi fisik berbasis circuit training terhadap penurunan berat badan atlet ini dikembangkan oleh peneliti dengan metode penelitian Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pada tahap analisis, peneliti mengumpulkan informasi terkait kebutuhan atlet untuk pengembangan model latihan kombinasi latihan fisik dan teknik gulat berbasis circuit training untuk penurunan berat badan atlet. Pada tahap desain, peneliti merancang model model aktifitas fisik serta teknik gulat yang akan disajikan serta disusun dalam bentuk flowchart. Pada tahap pengembangan, model latihan yang dihasilkan pada tahap design dan masih memerlukan pengembangan supaya di realisasikan dan siap untuk diimplementasikan. Pada tahap implementasi ini, program latihan yang telah dirancang dan dikembangkan mulai diterapkan pada atlet. Pada tahap evaluasi, dilakukan penilaian sejauh mana tujuan program telah tercapai dan untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Selanjutnya, peneliti melakukan uji efektifitas model latihan menggunakan metode eksperimen desain one group pre-test post-test dengan 20 atlet gulat Pengprov PGSI Sumatera Utara sebagai sampel. Berat badan diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil uji paired samples t-test menunjukkan adanya penurunan berat badan yang signifikan, t(19) = 8.00, p < 0.005, dengan rata-rata penurunan 3.40 ± 1.90 kg (sekitar 4.33% dari berat badan awal). Hasil penelitian ini menegaskan bahwa model latihan kombinasi fisik dan teknik gulat berbasis circuit training efektif untuk menurunkan berat badan atlet.