Intan Nirwana, Intan
Department Of Dental Material, Faculty Of Dental Medicine, Universitas Airlangga

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS INTEGRATIF MANAJEMEN STRATEGIK, BUDAYA ORGANISASIDAN KINERJA : SEBUAH KAJIAN KOMPREHENSIF Trisna Safitri; Intan Nirwana; Muria Maulana; Ahmad Muktamar
Holistik Analisis Nexus Vol. 1 No. 6 (2024): Juni 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/crc3tf75

Abstract

Dalam perkembangan terkini, keterkaitan antara strategi organisasi dan budaya organisasi menjadi perhatian utama baik bagi akademisi maupun praktisi manajemen. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa strategi yang dirumuskan dengan baik akan sia-sia jika tidak diterapkan secara efektif. Oleh karena itu, organisasi tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan dalam merancang strategi, tetapi juga harus mampu mengimplementasikannya dengan efektif. Penelitian ini berfokus pada pemahaman mendalam mengenai penerapan manajemen strategik dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi budaya serta kinerja organisasi. Penelitian bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang strategi efektif dalam menerapkan strategi yang selaras dengan budaya organisasi, sehingga dapat meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Penelitian ini memanfaatkan metodologi tinjauan literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggali wawasan dari berbagai perspektif. Sumber data diperoleh melalui perpustakaan online dan platform akademis terkemuka seperti Google Scholar, serta literatur dan penelitian terdahulu dari artikel jurnal nasional dan internasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen strategik dimulai dengan perumusan strategi, kemudian diimplementasikan ke dalam tindakan nyata. Pada tahap awal proses implementasi, terdapat tiga pertanyaan kunci yang harus dijawab: Apa yang harus dicapai? Bagaimana cara mencapainya? Siapa yang bertanggung jawab?. Selain itu, ditemukan pula adanya hubungan timbal balik antara manajemen strategik dan elemen-elemen organisasi lainnya, seperti budaya dan kinerja organisasi. 
Enhancing Students’ Learning Interest in Integrated Science and Social Studies Through Contextual Interactive Animation Videos Nirwana, Intan; Imran, Imran; Aulia, Nisa
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 8 No. 1 (2026): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v8i1.9247

Abstract

This study investigates the effectiveness of contextual interactive animation videos in enhancing fourth-grade students’ learning interest in Integrated Science and Social Studies (IPAS). Employing Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart cyclical model, the study was conducted over two cycles involving fourth-grade students during the 2025/2026 academic year. Data were collected through triangulation of structured observations, Likert-scale questionnaires, semi-structured interviews, and documentation. This study involved the entire student population at SD Islam As’ad Olak Kemang in the 2025/2026 academic year and designated the fourth-grade class as the sample through purposive sampling. Quantitative data were analyzed using percentage techniques, while qualitative data were interpreted descriptively. Baseline findings indicated substantial student disengagement, largely driven by the dominance of conventional lecture methods and the limitations of damaged teaching aids. Following the intervention, students’ learning interest improved markedly across cycles, with the most pronounced gains observed in active participation and self-confidence alongside notable improvements in teacher instructional quality. The integration of contextual interactive animation successfully facilitated a shift toward Guided-Discovery learning and revealed an “Efficiency Paradox,” whereby digital media effectively compensated for inadequate physical infrastructure. These findings position contextual interactive animation as a scalable and compensatory pedagogical innovation for resource-constrained primary classrooms.