Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Koherensi Argumentasi Yuridis Dalam Penalaran Hukum: Analisis Model Irfac Pada Kompetisi Debat Hukum Adelia, Nisa; Mariani, Mariani
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdebatan hukum sebagai salah satu ruang pembentukan cara berpikir yuridis mahasiswa tidak hanya menuntut kemampuan retorika, tetapi juga koherensi logika dalam penyusunan argumentasi hukum. Namun, dalam praktiknya, struktur argumentasi yang dibangun mahasiswa sering kali bersifat beragam dan dipengaruhi oleh pembagian peran pembicara serta strategi komunikasi tim, sehingga penerapan pola penalaran hukum tidak selalu tampak dalam bentuk yang baku. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana model penalaran hukum, khususnya IRFAC (Issue, Rule, Fact, Analysis, Conclusion), dioperasikan dalam konteks kompetisi debat hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris melalui wawancara mendalam terhadap empat mahasiswa dari program studi yang berbeda di Fakultas Syariah yang pernah berpartisipasi sebagai anggota tim debat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur IRFAC diterapkan secara kolektif dan kontekstual melalui pembagian peran pembicara, di mana unsur Issue dan Rule lebih dominan pada pemaparan awal, sedangkan Analysis dan Conclusion lebih menonjol pada pemaparan akhir. Selain itu, argumentasi tidak hanya bertumpu pada dasar normatif, tetapi juga mengintegrasikan dimensi faktual, sosiologis, dan retorika sebagai strategi penguatan posisi hukum dalam forum debat.
The Ontological Dimension of Adat Badamai in Legal Conflict Resolution: A Restorative Justice Perspective Mubarak, Ahmad; Adelia, Nisa
Journal Customary Law Vol. 3 No. 1 (2025): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jcl.v3i1.5596

Abstract

This study aims to dissect the ontological dimension of Adat Badamai in legal conflict resolution through the lens of restorative justice. The primary focus is to understand the essential nature of local values as a foundation for living law within the community. This is normative legal research employing conceptual and legal philosophy approaches. The analysis is conducted on secondary legal materials, including customary law literature and theories of justice. Data are analyzed qualitatively and descriptively to dissect the norms and values embedded within Adat Badamai. The findings indicate that ontologically, Adat Badamai is rooted in the values of balance and communality, representing the existential nature of law as a living state of social equilibrium rather than mere dogmatic rules. From a restorative justice perspective, this norm perceives legal violations not merely as breaches of statutory law, but as a disruption of human relations. Adat Badamai serves as a normative bridge that prioritizes victim restitution and social reconciliation through a consensus that is both morally and legally binding. Philosophically, Adat Badamai holds a position as an independent legal norm relevant to the Pancasila legal ideals. Strengthening this ontological dimension provides theoretical legitimacy for the implementation of restorative justice that is deeply rooted in Indonesia's national identity.