Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KAJIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PERUMAHAN PADA KEGIATAN DI KABUPATEN TANGERANG (Studi Kasus: Kecamatan Kronjo dan Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang) Sutomo, sutomo; Sarjono Puro; Kiki Maria; Asep Jauhari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 3: Agustus 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i3.8279

Abstract

Public services are a basic right for citizens that must be fulfilled by the state and government administrators. One of the public services in the housing sector is the Minimum Service Standards (SPM) for uninhabitable houses (RTLH) that are rehabilitated or relocated. SPM is also carried out for the construction of RTLH due to disasters. In order to support the development of livable housing (RLH), it is necessary to calculate the SPM achievements and evaluate the SPM for RLH activities in realizing social justice for the community. The aim of the research is to determine the achievements of the SPM for RLH Rehabilitation activities and evaluate the SPM for RLH activities. The method used in this research is a descriptive quantitative method by analyzing the data collection objectively using a scoring instrument and producing an evaluation criterion on a scale: (Good, Fair or Poor). Research locations in Pagenjahan Village, Kronjo District and Ketapang Village, Mauk District. The research results show: 1. Achievements of SPM for RLH Provision and Rehabilitation Activities in Tangerang Regency, a. post-disaster results achieved 100% category (Good), b. Relocation results achieved 100% category (Good); 2. Evaluation of SPM Provision and RLH Activities in Tangerang Regency, a. post-disaster results achieved 37.02% category (Poor), b. Relocation results achieved 56.99% category (Fair). The results of the SPM achievements in the RLH Provision and Rehabilitation activities by calculating the achievements obtained a percentage of 100% in the Post-Disaster and Relocation activities, in the Good category. The results of the SPM evaluation of RLH Provision and Rehabilitation Activities using scoring calculations showed different results, and tended to be less good, this happened due to a lack of monitoring of the documents created.
PENDAMPINGAN TAHAP AWAL PERENCANAAN PENGELOLAAN BANK SAMPAH MAJU RW 01 JATICEMPAKA, KOTA BEKASI Maria, Kiki; Puro, Sarjono; Manurung, Edison H.; Andayani, Keti; D, Maiko Lesmana
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 12 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i12.1997

Abstract

Permasalahan sampah di Kota Bekasi meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan. Program Bank Sampah menjadi solusi strategis dalam mendukung pengurangan sampah dari sumbernya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan tahap awal pembentukan dan penguatan Bank Sampah Maju RW 01 Jaticempaka, Kota Bekasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi, serta penyusunan mekanisme pengelolaan bank sampah. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman masyarakat terkait pemilahan sampah, mekanisme menabung sampah, serta kesiapan sarana dan prasarana bank sampah. Kegiatan ini menjadi dasar bagi keberlanjutan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayah RW 01 Jaticempaka.
Partisipasi Warga dan Regulasi pada Pemilihan Ketua RW 011 Kelurahan Jatijajar Kota Depok Yusak Sabdono Mulyo; Kiki Maria
Jurnal Nusantara Berbakti Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Nusantara Berbakti
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.433 KB) | DOI: 10.59024/jnb.v1i1.68

Abstract

Sebagai organisasi kemasyarakatan, Rukun Warga (RW) memiliki peran penting dalam menghubungkan kegiatan warga dengan Pemerintah Kelurahan. Pemilihan Ketua RW 011 Kelurahan Jatijajar dilakukan karena masa jabatan berakhir bulan Desember 2022. Panitia dibentuk secara musyawarah pengurus RT dan RW kemudian dimintakan Keputusan Lurah sebagai pengesahan. Selanjutnya Panitia melaksakan prosedur pemilihan sesuai Peraturan Wali Kota No 13 Tahun 2021 yang mengatur tata cara pemilihan lembaga kemasyarakatan dan menetapkan masa jabatan satu periode selama 5 tahun.. Dalam peraturan tersebut salah satu syarat untuk dicalon Ketua RW adalah tidak aktif atau memiliki afiliasi keanggotaan suatu partai politik tertentu. Setelah dilakukan tahap-tahap yang disepakati berdasarkan rapat-rapat panitia dan mengacu pada landasan hukum yang berlaku maka diputuskan pengukuhan kembali Ketua RW petahana untuk menjabat pada periode 2022-2027. Partisipasi warga cukup baik dan antusias dalam mendukung pelaksanaan pemilihan. Tidak adanya calon baru untuk dipilih menjadi Ketua RW disebabkan beberapa tokoh masyarakat dan warga yang potensial untuk dicalonkan sudah menjadi anggota partai politik.
INTEGRASI KONSEP SMART HOME PADA KAMPUNG KOTA BERBASIS KOLABORASI ARSITEKTUR DAN TEKNIK SIPIL Maria, Kiki; Sarjono Puro; Edison H. Manurung; Maiko Lesmana D
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung kota merupakan bentuk permukiman urban dengan kepadatan tinggi, keterbatasan lahan, serta tantangan infrastruktur dan kualitas hunian. Seiring perkembangan teknologi, konsep smart home berpotensi menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kampung kota secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji integrasi smart home pada skala rumah tinggal kampung kota melalui pendekatan kolaboratif antara disiplin arsitektur dan teknik sipil. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan studi literatur, analisis tipologi rumah kampung kota, serta perancangan konseptual desain dan sistem bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi smart home yang adaptif, sederhana, dan terjangkau dapat diterapkan pada kampung kota melalui optimalisasi desain ruang, sistem struktur modular, utilitas pintar, serta pengelolaan energi dan air berbasis teknologi. Kolaborasi arsitektur dan teknik sipil menjadi kunci dalam menciptakan hunian kampung kota yang aman, nyaman, efisien, dan berkelanjutan.