Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Kemampuan Pasir Dari Pantai Nirwana Kota Padang Dan Pasir Dari Pantai Kawasan Mandeh Pesisir Selatan Sebagai Pengganti Pasir Ottawa Dalam Pengujian Sandcone: Analysis Of The Capability Of Sand From Nirwana Beach At Padang City And Sand From Mandeh Beach At Pesisir Selatan As Subtitutes For Ottawa Sand In Sandcone Testing Afriyani, Sicilia; Prices, Afrizal Putra; Arlis, Angga Putra; Araska, Wahyu; Vernando, Vero Gusri; Husni, Alya Miftahul; Effendi, Effendi; Fitria, Winda
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 13 No. 3 (2025): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v13i3.10869

Abstract

Ottawa sand has long been used as a standard material in geotechnical laboratory tests, particularly in grain size distribution and Sand Cone tests, due to its uniform particle size, purity, and stable physical properties. This study explores the potential of using beach sand from Nirwana and Mandeh as substitutes for Ottawa sand. The research process began with problem identification, followed by a literature review, sample collection, laboratory testing, and data analysis. The results show that the specific gravity of Nirwana sand (2.77) and Mandeh sand (2.72) are relatively close to Ottawa sand (±2.65). In terms of the coefficient of uniformity (Cu), Nirwana sand (2.34) is closer to Ottawa sand (2.17) compared to Mandeh sand (2.94). Regarding the coefficient of curvature (Cc), Nirwana sand (0.72) performs better than Mandeh sand (0.66), although both remain below the ideal range (1–3). Overall, Nirwana sand demonstrates greater potential as an alternative to Ottawa sand, with improvements in gradation recommended to achieve optimal performance.
Pendampingan Perkuatan Dinding Rumah Jahit Maharani Hijab untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Fitria, Winda; Annisa, Lidiya; Syofyan, Elvi Roza; Afriyani, Sicilia; Revolis, Messa
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i3.1047

Abstract

Maharani Hijab merupakan salah satu UMKM yang bergerak di bidang fashion muslimah dan mendorong perekonomian di Kota Padang. Meskipun memiliki kontribusi vital terhadap pertumbuhan ekonomi Maharani Hijab menghadapi kendala pada infrastruktur bangunan produksi. Dinding bangunan tempat usaha ini mengalami lendutan dan ditemukan banyak hairline cracks. Hal ini disebabkan karena dinding bangunan pasangan bata memiliki bentang cukup panjang yaitu 6 meter tanpa adanya elemen pengaku vertikal. Oleh karena itu perlu dilakukan perkuatan dinding agar bangunan mampu menahan beban lebih efektif baik beban lateral yang terjadi akibat gempa, tekanan angin, dan mesin produksi yang ada pada bangunan. Metode perkuatan yang dipilih adalah penambahan kolom praktis dan balok di tengah bentang. Kegiatan ini berjalan dengan baik bekerja sama dengan mitra pengabdian yang terlibat, yaitu tim pengurus Maharani Hijab. Hasil dari pendampingan perkuatan dinding ini membuat pihak Maharani Hijab dan masyarakat sekitarnya mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai bangunan sederhana tahan gempa sebagai bangunan untuk usaha maupun rumah sebagai tempat tinggal.
Reviu Desain Struktur Bawah Bangunan Gedung: Studi Kasus Pengecekan Kekuatan Pondasi Tapak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Muntei, Mentawai Fitria, Winda; Misriani, Merley; Syofyan, Elvi Roza
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 11 No 2 (2023): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muntei is one of the villages in South Siberut, Mentawai Island Regency. The Mentawai Island located in West Sumatera and are outside the territory of the island of Sumatera, including one of the outermost islands in this Province. Mentawai is one of the areas in West Sumatera that is frequently shaken by earthquake. So, the implementation of earthquake resistant building standars is an important factor that must be considered in efforts to reduce disaster risk, considering that West Sumatera is one of the areas with a high earthquake risk. The implementation of earthquake resistant building standards should have started during the planning process. As one of the outermost province Mentawai is also lagging behind in infrastructure development, so sustainable development needs to be carried out to make Mentawai come out of being behind compare to other district in the West Sumatera. The review design of the site foundation of the SDN 12 Muntei school building aims to ensure the carrying capacity of the foundation. To obtain maximum axial value of the building, modeling was carried out using the sap2000 application. From the modeling and data analysis can be concluded that the foundation does not meet the requirements and is unable to carry the maximum load of the building. The allowable capacity of foundation permit for the SDN 12 Muntei is 12.96 Tonenes, while the maximum load on the building is 34.57 tonnes. The result of this analysis show that the foundation is not good and must be repaired.
Analisis Banjir Menggunakan Aplikasi GIS dan HEC-RAS Pada Batang Tapakis Kabupaten Padang Pariaman: Analisis Banjir Syofyan, Elvi Roza; Fitria, Winda; Istijono, Bambang; Rahmi, Yosa Anggia; Rasyid, Fadillah
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 11 No 1 (2023): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/fropil.v11i1.4700

Abstract

Kabupaten Padang Pariaman memiliki beberapa sungai besar salah satunya sungai Batang Tapakis. Penelitian mengenai Batang Tapakis sangat jarang diteliti. Berikut dokumentasi Batang Tapakis tepatnya di Jembatan Tiram, Jalan Syekh Burhanuddin, Nagari Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pada saat Rabu, 24 Januari 2023 terjadi banjir pada Korong Kasai Nagari Tapakis yang menyebabkan 1.200 KK mengungsi. Ketinggian banjir diperkirakan setinggi 80 cm. Oleh sebab itu dalam kajian ini penelitian menggunakan aplikasi HEC-RAS dan GIS untuk menampilkan sebaran banjir dan tinggi muka air banjir.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer, sekunder dan data DEM yang diunduh dari DEMNAS . Penggunaan aplikasi GIS yaitu Global Mapper berfungsi untuk mengubah data DEM yang berformat GeoTiff menjadi prj agar dapat diolah ke dalam HEC-RAS. Pada aplikasi HEC-RAS terdapat tools RAS Mapper yang berfungsi menggambarkan hasil sebaran banjir dan tinggi banjir. Dari hasil pemanfaatan data DEM menggunakan HEC-RAS dan GIS pada Batang Tapakis dapat menampilkan gambaran genangan pada Korong Tapakis dan tinggi banjir antara 70-80 cm yang sesuai dengan banjir yang terjadi pada tanggal 24 Januari 2023 setinggi 80 cm.
REDESAIN STRUKTUR BAWAH BANGUNAN GEDUNG: STUDI KASUS PERENCANAAN PONDASI TAPAK GEDUNG SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) 12 MUNTEI, MENTAWAI Winda Fitria; Merley Misriani; Fielda Roza
Racic : Rab Construction Research Vol. 9 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v9i2.5230

Abstract

Mentawai islands are one of the regions that utilize the tourism sector to support their development. Mentawai is a favorite destination for surfing tourists from abroad. In general, tourism in Mentawai island has a good impact on the local economy. Infrastructure development in the Mentawai island is still lagging behind compared to other cities in West Sumatera. The development process in Mentawai should receive serious attention considering that Mentawai is an prone area to earthquake and tsunami disasters. The increase in the potential for earthquake and tsunamis is not matched by the communit’s readiness to face them. To reduce the risk of loss live in earthquake prone area, earthquake resistant building standards are very important to implement. Earthquake resistant buildings must be applied from the planning stage, not just during the construction process. SDN 12 Muntei is one of the buildings that can be used by the public as an elementary school. Investigation of the initial design of the building foundation in previous research found that the allowable capacity of the foundation not be able to support axial load on the building, so a redesign of the foundation cross section was recommended. After redesigning the foundation with a fixed footing type as in previous research, it is recommended that the foundation be at a depth of (D) = 1.5 meter with a width of (B) = 1.3 meter. The Safety Factor (SF) value to determine the allowable capacity of the foundation (Qa) is taken as 3. From the results the analysis of the allowable capacity with new cross section dimension, the value of Qa= 378.76 KN and the value of the maximum load on building (Pmaks)= 339 KN. The results of this analysis show that the crosssection requirements and can be used.
PERENCANAAN JOB MIX FORMULA (JMF) BETON NORMAL DAN EVALUASI KUAT TEKAN BERDASARKAN SNI 03 2834 2000 Winda Fitria; Sicilia Afriyani; A Yuda Trinanda; Angga P Arlis; Wahyu Arazka; Afrizal P Prices
Jurnal Ilmiah Poli Rekayasa Vol 21, No 2 (2026): April
Publisher : Pusat Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jipr.21.2.439

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan pada pembangunan gedung, jembatan, jalan, dan berbagai infrastruktur lainnya karena memiliki kekuatan tekan yang baik, durabilitas tinggi, serta bahan penyusun yang mudah diperoleh. Untuk menghasilkan beton yang memenuhi mutu rencana diperlukan perencanaan campuran beton yang tepat melalui penyusunan Job Mix Formula (JMF). Penelitian ini bertujuan untuk menyusun JMF beton normal berdasarkan SNI 03-2834-2000 serta mengevaluasi kesesuaian mutu beton yang dihasilkan terhadap mutu rencana. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan tahapan pengujian karakteristik material, perencanaan campuran beton, pembuatan benda uji silinder berukuran 150 mm × 300 mm, perawatan benda uji selama 28 hari, dan pengujian kuat tekan beton. Hasil pengujian material menunjukkan bahwa agregat halus yang digunakan berada pada Zona III dengan nilai berat jenis SSD agregat kasar dan agregat halus masing-masing sebesar 2,65 dan 2,34. Berdasarkan hasil perencanaan diperoleh nilai faktor air semen (FAS) sebesar 0,55 dengan kebutuhan material per meter kubik beton berupa air 205 kg, semen 372,73 kg, agregat halus 623,62 kg, dan agregat kasar 1108,65 kg. Hasil pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari menunjukkan kuat tekan rata-rata sebesar 21,07 MPa, lebih tinggi dibandingkan mutu beton rencana sebesar 20,75 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode perencanaan campuran beton berdasarkan SNI 03-2834-2000 mampu menghasilkan beton normal yang memenuhi mutu rencana sehingga dapat digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan Job Mix Formula pada pekerjaan konstruksi.