Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Kemampuan Pasir Dari Pantai Nirwana Kota Padang Dan Pasir Dari Pantai Kawasan Mandeh Pesisir Selatan Sebagai Pengganti Pasir Ottawa Dalam Pengujian Sandcone: Analysis Of The Capability Of Sand From Nirwana Beach At Padang City And Sand From Mandeh Beach At Pesisir Selatan As Subtitutes For Ottawa Sand In Sandcone Testing Afriyani, Sicilia; Prices, Afrizal Putra; Arlis, Angga Putra; Araska, Wahyu; Vernando, Vero Gusri; Husni, Alya Miftahul; Effendi, Effendi; Fitria, Winda
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 13 No. 3 (2025): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v13i3.10869

Abstract

Ottawa sand has long been used as a standard material in geotechnical laboratory tests, particularly in grain size distribution and Sand Cone tests, due to its uniform particle size, purity, and stable physical properties. This study explores the potential of using beach sand from Nirwana and Mandeh as substitutes for Ottawa sand. The research process began with problem identification, followed by a literature review, sample collection, laboratory testing, and data analysis. The results show that the specific gravity of Nirwana sand (2.77) and Mandeh sand (2.72) are relatively close to Ottawa sand (±2.65). In terms of the coefficient of uniformity (Cu), Nirwana sand (2.34) is closer to Ottawa sand (2.17) compared to Mandeh sand (2.94). Regarding the coefficient of curvature (Cc), Nirwana sand (0.72) performs better than Mandeh sand (0.66), although both remain below the ideal range (1–3). Overall, Nirwana sand demonstrates greater potential as an alternative to Ottawa sand, with improvements in gradation recommended to achieve optimal performance.
Pendampingan Perkuatan Dinding Rumah Jahit Maharani Hijab untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Fitria, Winda; Annisa, Lidiya; Syofyan, Elvi Roza; Afriyani, Sicilia; Revolis, Messa
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i3.1047

Abstract

Maharani Hijab merupakan salah satu UMKM yang bergerak di bidang fashion muslimah dan mendorong perekonomian di Kota Padang. Meskipun memiliki kontribusi vital terhadap pertumbuhan ekonomi Maharani Hijab menghadapi kendala pada infrastruktur bangunan produksi. Dinding bangunan tempat usaha ini mengalami lendutan dan ditemukan banyak hairline cracks. Hal ini disebabkan karena dinding bangunan pasangan bata memiliki bentang cukup panjang yaitu 6 meter tanpa adanya elemen pengaku vertikal. Oleh karena itu perlu dilakukan perkuatan dinding agar bangunan mampu menahan beban lebih efektif baik beban lateral yang terjadi akibat gempa, tekanan angin, dan mesin produksi yang ada pada bangunan. Metode perkuatan yang dipilih adalah penambahan kolom praktis dan balok di tengah bentang. Kegiatan ini berjalan dengan baik bekerja sama dengan mitra pengabdian yang terlibat, yaitu tim pengurus Maharani Hijab. Hasil dari pendampingan perkuatan dinding ini membuat pihak Maharani Hijab dan masyarakat sekitarnya mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai bangunan sederhana tahan gempa sebagai bangunan untuk usaha maupun rumah sebagai tempat tinggal.
Reviu Desain Struktur Bawah Bangunan Gedung: Studi Kasus Pengecekan Kekuatan Pondasi Tapak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Muntei, Mentawai Fitria, Winda; Misriani, Merley; Syofyan, Elvi Roza
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 11 No 2 (2023): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muntei is one of the villages in South Siberut, Mentawai Island Regency. The Mentawai Island located in West Sumatera and are outside the territory of the island of Sumatera, including one of the outermost islands in this Province. Mentawai is one of the areas in West Sumatera that is frequently shaken by earthquake. So, the implementation of earthquake resistant building standars is an important factor that must be considered in efforts to reduce disaster risk, considering that West Sumatera is one of the areas with a high earthquake risk. The implementation of earthquake resistant building standards should have started during the planning process. As one of the outermost province Mentawai is also lagging behind in infrastructure development, so sustainable development needs to be carried out to make Mentawai come out of being behind compare to other district in the West Sumatera. The review design of the site foundation of the SDN 12 Muntei school building aims to ensure the carrying capacity of the foundation. To obtain maximum axial value of the building, modeling was carried out using the sap2000 application. From the modeling and data analysis can be concluded that the foundation does not meet the requirements and is unable to carry the maximum load of the building. The allowable capacity of foundation permit for the SDN 12 Muntei is 12.96 Tonenes, while the maximum load on the building is 34.57 tonnes. The result of this analysis show that the foundation is not good and must be repaired.
Analisis Banjir Menggunakan Aplikasi GIS dan HEC-RAS Pada Batang Tapakis Kabupaten Padang Pariaman: Analisis Banjir Syofyan, Elvi Roza; Fitria, Winda; Istijono, Bambang; Rahmi, Yosa Anggia; Rasyid, Fadillah
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 11 No 1 (2023): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/fropil.v11i1.4700

Abstract

Kabupaten Padang Pariaman memiliki beberapa sungai besar salah satunya sungai Batang Tapakis. Penelitian mengenai Batang Tapakis sangat jarang diteliti. Berikut dokumentasi Batang Tapakis tepatnya di Jembatan Tiram, Jalan Syekh Burhanuddin, Nagari Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pada saat Rabu, 24 Januari 2023 terjadi banjir pada Korong Kasai Nagari Tapakis yang menyebabkan 1.200 KK mengungsi. Ketinggian banjir diperkirakan setinggi 80 cm. Oleh sebab itu dalam kajian ini penelitian menggunakan aplikasi HEC-RAS dan GIS untuk menampilkan sebaran banjir dan tinggi muka air banjir.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer, sekunder dan data DEM yang diunduh dari DEMNAS . Penggunaan aplikasi GIS yaitu Global Mapper berfungsi untuk mengubah data DEM yang berformat GeoTiff menjadi prj agar dapat diolah ke dalam HEC-RAS. Pada aplikasi HEC-RAS terdapat tools RAS Mapper yang berfungsi menggambarkan hasil sebaran banjir dan tinggi banjir. Dari hasil pemanfaatan data DEM menggunakan HEC-RAS dan GIS pada Batang Tapakis dapat menampilkan gambaran genangan pada Korong Tapakis dan tinggi banjir antara 70-80 cm yang sesuai dengan banjir yang terjadi pada tanggal 24 Januari 2023 setinggi 80 cm.