Claim Missing Document
Check
Articles

Desain User Interface Ramah bagi Austism Spectrum Disorder melalui Pengembangan Website Aplikasi "Teman Inklusi” Gumulya, Devanny
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 9 No. 03 (2023): September 2023
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v9i03.6966

Abstract

Orang dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) menghadapi masalah yang berbeda ketika berinteraksi dengan informasi di situs web. Penelitian ini menginvestigasi rekomendasi desain User Interface (UI) yang dapat diakses untuk ASD melalui panduan UI ramah ASD serta pedoman easy to read information untuk orang dengan gangguan belajar. Penelitian ini berjenis kualitatif, dan mengikuti lima tahap design thinking: berempati, definisi masalah, ideasi, prototipe, dan pengujian. Hasil penelitian ini adalah rancangan User Interface "Teman Inklusi" yaitu aplikasi situs web pembelajaran assitif untuk ASD. Hasil penelitian merekomendasikan bahwa saat membuat situs web untuk ASD, desainer harus dengan seksama mengatur variabel presentasi dan interaksi UI. Komponen UI harus memiliki lebih sedikit animasi, lebih sedikit jenis dan sedikit perbedaan ukuran font, lebih sedikit gambar kompleks, lebih banyak area putih, dan pembahasan suatu topik yang kompleks dibuat dengan penyajian informasi disertai contoh yang disampaikan secara visual dan audio.  Dengan mengimplentasikan prinsip – prinsip UI ramah ASD dan pedoman easy to read information untuk orang dengan gangguan belajar, website aplikasi Teman Inklusi berhasil mendapatkan rata-rata penilaian 96 (dari skala 1-100) dari uji coba pada 9 mahasiswa ASD. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan tentang prinsip-prinsip User Interface untuk mengembangkan situs web ramah autisme untuk konteks digital. Kata Kunci: design thinking, User Interface, web ramah autisme AbstractPeople with Autism Spectrum Disorder (ASD) encounter distinct issues when interacting with information on websites. We investigate the requirements for developing an accessible User Interface for users with autism spectrum disorders (ASD) as well as the rules for producing easy-to-read material for people with learning difficulties in this work. The research is qualitative, and it follows the five stages of design thinking: empathize, define, ideate, prototype, and test. The study's outcome is the User Interface of "Teman Inklusi," a learning assistive website application for people with autism spectrum disorder. According to the study, while creating a website for ASD, designers should carefully arrange the UI presentation and interaction. It must have less animation, fewer font types and sizes, fewer complex pictures, more white space, and an example that is conveyed both visually and audibly when discussing complex topics. By implementing the UI for ASD and easy to read and the guidelines for the production of easy-to-read information for people with learning disabilities, the proposed website application "Teman Inklusi" got an average score of 96 from scale 1–100 from user Testing with 9 ASD. This research contributes to a better knowledge of the User Interface principles for developing autism-friendly websites in the digital world. Keywords: austism spectrum disorder friendly website, design thinking, User Interface
IMPLEMENTASI STRATEGI SEE THINK WONDER PADA PENGEMBANGAN MEDIA EDUKATIF UNTUK ANAK USIA 8-10 TAHUN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Devanny Gumulya; Christina Renata Gultom
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v7i3.17194

Abstract

Implementation of the See Think Wonder Strategy in the Development of learning kit for 8 – 10 years old Children to Enhance Critical Thinking Skills. This research aims to investigate the implementation of the See Think Wonder strategy in the development of learning kit for children, focusing on enhancing critical thinking skills through art appreciation activities. The See Think Wonder strategy is a thinking routine developed by Harvard with the goal of teaching children to engage in careful observation, wise interpretation, and stimulating curiosity to progress to the investigation stage. The research method employed is qualitative with a research through design approach, adopting the instructional model framework of ADDIE (analyze, design, develop, implement, and evaluate). The study involves the participation of children aged between 8 and 10 years. The findings of the research indicate that children show high interest and participation in developing critical thinking skills through art appreciation activities using the See Think Wonder strategy. Furthermore, it was discovered that children have a better understanding of the See stage, while they require more profound guidance in the think and wonder stages. The implications of this research can be used as a guide in the development of learning programs that focus on enhancing critical thinking skills in children, particularly through art appreciation activities using the See Think Wonder strategy in educational media.
Analisis Peramalan dan Pengelompokan Jumlah Turis ke Jepang Laurence - -; Devanny Gumulya; J. Sandra Sembel; Magdalena Lestari Ginting
Journal of Integrated System Vol. 4 No. 2 (2021): Journal of Integrated System Vol. 4 No. 2 (Desember 2021):
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v4i2.3164

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu kontributor penting dalam menunjang perekonomian suatu negara. Penelitian ini menitikberatkan pada kajian kunjungan wisatawan asing ke Jepang dengan mengambil data jumlah wisatawan yang berkunjung dan jumlah pengeluaran wisatawan untuk kategori akomodasi, hiburan, makanan dan minuman, belanja, transportasi, dan lain-lain. Pada studi yang dilakukan sebelumnya tidak terdapat pengelompokan negara untuk berbagai macam pengeluaran ini, sehingga posisi penelitian ini adalah mengisi kekosongan tersebut dengan melakukan pengelompokan negara berdasarkan pengeluaran turis. Selain itu, tujuan studi ini juga membuat model peramalan dengan menggunakan metode ARIMA yang mengakomodasi tren dan musim. Data yang terdiri dari enam jenis pengeluaran direduksi menjadi 2 dengan nilai variansi yang dijelaskan sebesar 83,84%. Hasil pengolahan data menunjukkan 2 kelompok negara turis berdasarkan pengeluarannya. Dua grup tersebut terdiri dari 8 negara anggota OECD dan 12 negara non OECD. Turis yang berasal dari negara yang tergabung dalam OECD memberi memainkan peranan penting dalam perekonomian dunia dengan kontribusi sebesar 50,5 % dari total pengeluaran turis dunia. Kualitas gugus dikategorikan baik dengan rata-rata koefisien siluet dan nilai kohesi 0,56. Pengelompokan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan studi perilaku konsumen setiap negara. Metode peramalan menggunakan ARIMA dapat digunakan dengan memasukan elemen tren dan musim ke dalam model. Nilai R2 pada model peramalan menunjukan hasil yang baik pada sebagian besar data turis dari 20 negara. Model ARIMA musiman ini dapat dipertimbangkan sebagai model untuk meramalkan jumlah turis yang datang. Kata kunci: Principal component analysis, k-means clustering, nilai silhouette coefficient and cohesion, ARIMA
PERANCANGAN WEBSITE APLIKASI UNTUK MAHASISWA AUTIS SPECTRUM DISORDER LEVEL 1 DENGAN ADAPTASI METODE PICTURE EXCHANGE COMMUNICATION SYSTEM Gumulya, Devanny; Irwandi, Ernest; Hardijadi, Kristian
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v18i2.10224

Abstract

AbstrakPenyandang autis spektrum disorder (ASD) memiliki kesulitan dalam belajar, komunikasi serta gangguan interaksi sosial. Sehingga sulit bagi mereka untuk memahami informasi selama kuliah. Dalam makalah ini sembilan mahasiswa ASD menjadi subjek penelitian dan diwawancarai kesulitan akademik dan non-akademik mereka selama berkuliah. Dengan prinsip Universal design simple and intuitive use and perceptible information situs web berjudul temaninklusi.id dirancang untuk memecahkan masalah ASD. Proses desain web menggunakan pendekatan minimum viable product (MVP) di mana MVP ke-1 dibuat, diuji, dan memberikan umpan balik untuk meningkatkan dan membuat MVP ke-2. Hasil studi adalah prinsip desain universal diimplementasikan dalam interface design situs web yang didominasi oleh ruang putih dan gambar untuk memberikan arah yang jelas bagi ASD. Fitur audio ditambahkan ke informasi teks untuk memfasilitasi transmisi informasi melalui indra penglihatan dan pendengaran. Bahasa Indonesia yang disederhanakan digunakan untuk menggambarkan setiap menu dan tindakan. ASD bereaksi positif terhadap situs web, dan menyukai ide penyampaian materi kuliah melalui gambar, teks, dan audio. AbstractPeople with autism spectrum disorder (ASD) have learning disabilities and communication and social interaction impairment. Making it difficult for them to intercept information during study. In this paper we study nine autism spectrum disorder university students their academic and non-academic difficulties. With universal design principle simple and intuitive use and perceptible information, a website application titled temaninklusi.id is designed to solve the ASD problem. The web design process used minimum viable product (MVP) approach where the 1st MVP is created, tested and give feedback to improve and create the 2nd MVP. The study result is universal design principle is implemented in the design of website interface that is dominated by white space and image to give clear direction for ASD. Audio feature is added to text information to facilitate information delivery through sight and hearing. Simplified Indonesian language is used to describe each menu and actions. ASD reacted positively toward the website, and like the idea of deliver lecture material through image, text, and audio. Keywords: website design, universal design, autism spectrum disorder, inclusive
PROSES DESIGN THINKING DENGAN DIBANTU GENERATIVE ARTIFICAL INTELIGENCE (GAI) Gumulya, Devanny
PROSIDING SEMINASTIKA Vol. 5 No. 1 (2024): 5th SEMINASTIKA 2024
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47002/seminastika.v5i1.794

Abstract

Proses Design Thinking telah menjadi pendekatan yang krusial dalam pengembangan produk dan solusi inovatif. Dalam upaya untuk memperkaya proses ini, mahasiswa desain produk dalam pembelajaran studio produk 1 diperkenalkan dengan teknologi Generative Artificial Intelligence (GAI) midjourney sebagai alat bantu untuk menghasilkan ide-ide kreatif dan solusi inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis penerapan GAI pada tahap develop dari Design Thinking dalam konteks pengembangan produk. Melalui pendekatan research through design, penelitian ini mengintegrasikan praktik dan metodologi desain untuk menghasilkan pengetahuan baru. Temuan penelitian menyoroti manfaat GAI pada tahap develop, seperti diversifikasi ide secara cepat dan luas, serta memberikan stimulus kreatif yang memperluas paradigma desainer dalam mencari solusi desain. Implikasi praktis dari penggunaan GAI dalam proses Design Thinking juga dibahas untuk memberikan wawasan yang berharga bagi mahasiswa desain produk, membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi kemajuan teknologi kecerdasan buatan.
ANALISA FAKTOR USER EXPERIENCE “SENSE-AWARE” PADA PENGALAMAN INTERAKSI ANAK AUTIS SPECTRUM DISORDER DENGAN PLATFORM YOUTUBE KIDS gumulya, devanny
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 11 No. 03 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v11i03.11331

Abstract

Teknologi berperan penting dalam komunikasi, pembelajaran, dan interaksi sosial anak dengan ASD, salah satunya melalui YouTube Kids yang menyediakan konten sesuai gaya belajar mereka. Namun, meningkatnya diagnosis ASD di Indonesia menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan dan kenyamanan penggunaan platform tersebut. Penelitian ini mengevaluasi sejauh mana YouTube Kids ramah bagi pengguna dengan ASD, khususnya dalam aspek “sense-aware” dalam interaksi manusia-komputer. Hal ini penting mengingat anak-anak dengan ASD sering mengalami sensitivitas sensori di seluruh lima panca indera. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara online dan observasi lapangan secara online dengan enam anak berusia 6 -12 tahun dengan tingkat ASD level 1 dan 2. Temuan penelitian ini menyoroti aspek pengalaman pengguna YouTube Kids yang sejalan dengan faktor-faktor UX sense-aware seperti tata letak dan bahasa. Namun, masih ada area yang memerlukan perbaikan, dalam hal grafis, audio, dan pengelolaan sensori. Beberapa fitur YouTube Kids tidak sesuai dengan kebutuhan ASD, seperti penggunaan warna terang yang berlebihan, iklan yang muncul tiba-tiba, kebisingan tinggi, dan suara yang cepat. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini merekomendasikan panduan bagi para desainer untuk meningkatkan interaksi manusia-komputer bagi anak-anak dengan ASD. Studi ini berkontribusi dalam pengembangan inklusivitas di dunia digital, meningkatkan pengalaman pengguna untuk anak-anak dengan ASD.