Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Gunung Djati Conference Series

GREEN CONSTITUTION DALAM MENDORONG GREEN ECONOMY SEBAGAI PEMBANGUNAN INKLUSIF BERKELANJUTAN Linda Novianti
Gunung Djati Conference Series Vol. 42 (2024): Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green Economy merupakan konsep yang berkembang dalam pembangunan berkelanjutan global karena dapat meningkatkan kesejahteraan, mendorong keadilan sosial, mengurangi risiko lingkungan serta kelangkaan ekologis. Sehingga, dalam menghadapi ketidakpastian lingkungan dan perubahan iklim, Green Economy merupakan solusi efektif dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan landasan kelestarian lingkungan. Adapun Green Constitution, merupakan kerangka yang memiliki peran kunci dalam mendorong Green Economy, sebab menjadi landasan hukum bagi investasi dan inovasi dalam lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Green Constitution dalam mendorong Green Economy serta dampaknya terhadap pembangunan inklusif berkelanjutan. Metode dalam penelitian ialah analisis deskriptif dengan pendekatan yuridis normatif. Adapun hasil penelitian ini menunjukan peran Green Constitution dalam mendorong Green Economy sebagai pembangunan inklusif berkelanjutan memiliki pengaruh signifikan. Green Constitution memberikan pondasi hukum yang kokoh untuk pengembangan kebijakan lingkungan dan pembangunan ekonomi hijau, serta mendorong inovasi, investasi, inklusi sosial dan ekonomi. Perlindungan hak asasi manusia, penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan juga diperkuat oleh Green Constitution. Implementasi efektif dari prinsip-prinsip Green Constitution menjadi kunci untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan secara ekologis, sosial, dan ekonomis. Adapun dampak Green Economy berdasarkan prinsip-prinsip Green Constitution meliputi peningkatan kualitas hidup, penciptaan lapangan kerja baru, pengurangan kemiskinan, peningkatan kebijakan publik, dan perlindungan lingkungan.
RESILIENSI MANAJEMEN UMKM SYARIAH DALAM ERA PROTEKSIONISME SEBAGAI KRITIK KONSTRUKTIF TERHADAP UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2020 TENTANG CIPTA KERJA Linda Novianti
Gunung Djati Conference Series Vol. 56 (2025): Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM Syariah merupakan salah satu sektor ekonomi yang memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional Indonesia. Namun, di era proteksionisme yang semakin meningkat, UMKM Syariah menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan eksistensinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi UMKM syariah bergantung pada inovasi produk, pemasaran digital, literasi keuangan syariah serta adaptasi teknologi untuk menghadapi proteksionisme. Namun meskipun payung hukumnya sudah ada, UU Cipta Kerja masih belum cukup melindungi UMKM syariah, sehingga perlu revisi regulasi yang memperkuat prinsip syariah, akses modal, dan insentif khusus agar UMKM syariah bisa bersaing secara adil dan berkelanjutan.
PENGUATAN BISNIS SYARIAH SEBAGAI STRATEGI MITIGASI DAMPAK PROTEKSIONISME DAN KETIDAKPASTIAN EKONOMI GLOBAL Ikhwan Aulia Fatahillah; Linda Novianti; Neni Nuraeni
Gunung Djati Conference Series Vol. 56 (2025): Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya proteksionisme telah mengganggu stabilitas perdagangan dan investasi internasional. Oleh karena itu, Indonesia turut merasakan dampaknya melalui fluktuasi nilai tukar dan tekanan pada neraca perdagangan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur dari berbagai sumber ilmiah dan kebijakan terkini. Hasil analisis menunjukkan bahwa bisnis syariah, dengan prinsip keadilan, transaksi berbasis aset, dan sistem bagi hasil, mampu mengurangi risiko spekulatif serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Selain itu, sektor ini berkontribusi pada inklusi keuangan dan pemberdayaan UMKM. Pemerintah melalui KNEKS dan OJK telah mendorong penguatan ekosistem syariah melalui kebijakan seperti RP3SI dan pengembangan industri halal. Oleh karena itu, bisnis syariah memiliki potensi strategis dalam meningkatkan resiliensi ekonomi nasional di tengah proteksionisme dan ketidakpastian global.