Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI Wulandari, Fitri Wahyuni; Ekawati, Dianita; Harokan, Ali; Murni, Nani Sari
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 8, No 1: Februari 2023 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v8i1.1005

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang sering terjadi seiring dengan peningkatan usia. Dimana  dapat menyebabkan kematian pada sesorang yang menderita hipertensi. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi  diwilayah  kerja  UPTD Puskesmas Pedamaran   Kab. Ogan Komering Ilir  Tahun 2021. Metode: Penelitian ini menggunakan Cross Sectional, dimana Populasi dalam penelitian ini adalah  masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas Pedamaran pada bulan Juli tahun 2021, dengan jumlah sampel 85 responden yang memenuhi syarat inklusi, teknik dalam pengambilan sampel dengan accidental  sampling. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2021.  Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil analisis uji statistik dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Uji statistic menunjukan ada hubungan bermakna (p < 0.05) untuk variabel umur ( p value 0,000), jenis kelamin (p value 0,005), indeks massa tubuh (p value 0,000), aktivitas fisik (p value 0,000) dan riwayat keluarga  (p value 0,00o). Sedangkan tidak ada hubungan merokok (p value 0,34) dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pedamaran Kab.Ogan Komering Ilir tahun 2021. Dari hasi uji statsitik multivariate diperoleh faktor yang dominan yaitu Indeks massa tubuh (p value 0,000) dan OR (17,705). Saran: Hendaknya pihak Puskesmas meningkatkan penyuluhan dan mengoptimalkan program berhubungan dengan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Puskesmas, Pelayanan
ANALISIS PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYARAKAT Fitriani, Rini; Harokan, Ali; Zaman, Chairil
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 16, No 2 (2024): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v16i2.1289

Abstract

Latar Belakang: Demam berdarah dengue  merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui nyamuk dan menjadi salah satu ancaman kesehatan global di dunia. Penyakit ini sering menyebabkan wabah di berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia. Tujuan: Diketahuinya hubungan umur, pengetahuan, menguras tempat penyimpanan air, penggunaan kelambu, ketersediaan informasi dan peran petugas kesehatan dengan perilaku pencegahan DBD. Metode: Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional di Wilayah Puskesmas 4 Ulu Kota Palembang tahun 2024. Populasi penelitian adalah masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas 4 Ulu tahun 2023. Cara pengambilan sampel adalah dengan purposive sampling. Pengambilan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi Square dengan α = 0,05. Hasil: Hasil uji statistik Chi-Square variabel umur didapatkan p-Value = 0,019, variabel pengetahuan  didapatkan p-Value =0,002,  dan variabel menguras TPA  didapatkan p-Value =0,016, variabel penggunaan kelambu didapatkan p-Value =0,048, variabel ketersediaan informasi  didapatkan p-Value =0,398, dan variabel peran petugas kesehatan didapatkan p Value = 0,000. Saran: Diharapkan pada Puskesmas untuk meningkatkan efektivitas peran petugas kesehatan dengan rutin melakukan pelatihan petugas kesehatan, meningkatkan upaya promosi kesehatan, memantau pengurasan TPA dirumah warga dan melakukan program distribusi kelambu gratis. Kata Kunci: Perilaku Pencegahan, Demam Berdarah Dengue
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT ISPA DI PUSKESMAS PEGAYUT KABUPATEN OGAN ILIR Harokan, Ali; Wahyudi, Arie; Taponi, Irsa
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 1 No. 3 (2023): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v1i3.43

Abstract

Penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang dapat menyebabkan sesak dan gangguan pernafasan. Penelitian  ini  bertujuan  untuk memberikan pengetahuan dan edukasi pada masyarakat tentang penyakit ISPA di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir.  Metode pengabdian masyarakat dengan cara melakukan penyuluhan kesehatan dan (Focus Group Discussion) FGD. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan beberapa media seperti kamera dan leaflet sebagai media informasi. Hasil yang dicapai dalam dalam pengabdian ini adalah publikasi jurnal, meningkatkan pengetahuan, sikap positif dan dukungan masyarakat dalam upaya pencegahan terhadap penyakit ISPA, serta terjalinnya kerjasama antara masyarakat dengan Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah secara umum masyarakat memahami penyakit ISPA, cara penularan, penatalaksanaan serta pencegahan dari penyakit ISPA pada masyarakat. Kata Kunci: Penyuluhan, pengetahuan, ISPA
Analisis Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia 6 – 11 Tahun Di RSUD Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim Lestari, Anggun Dwi Jaya; Harokan, Ali; Ekawati, Dianita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i2.16594

Abstract

Masyarakat Indonesia mempunyai visi untuk mewujudkan pembangunan terutama di bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, salah satunya adalah pembangunan dalam bidang kesehatan gigi. Masalah kesehatan gigi masih menjadi masalah umum yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menyatakan kasus gigi rusak/berlubang/sakit di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 45,6% dengan kasus tertinggi terjadi pada kelompok usia 5-9 tahun sebesar 49,9%. Kondisi ini terdapat peningkatan dari hasil Riskesdas tahun 2018 dengan kasus gigi rusak/berlubang/sakit sebesar 45,3%. Dari hasil laporan dapat disimpulkan bahwa masalah karies gigi pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian karies pada anak usia 6 – 11 tahun di RSUD Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim Tahun 2024. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien anak yang berkunjung ke Poli Gigi RSUD Lubai Ulu. Jumlah sampel dihitung dengan rumus Slovin dan didapatkan sebanyak 82 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian di peroleh ada hubungan yang signifikan antara pendapatan orang tua (p value 0,004), konsumsi makanan kariogenik (p value 0,000) , kebiasaan menyikat gigi (p value 0,001) dan pengetahuan orang tua (p value 0,000) dengan kejadian karies gigi pada anak usia 6 – 11 tahun di Poli Gigi RSUD Lubai Ulu.  Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pendapatan orang tua, konsumsi makanan kariogenik, kebiasaan menyikat gigi dan pengetahuan orang tua dengan kejadian karies gigi pada anak di poli gigi RSUD Lubai Ulu.
ANALISIS FAKTOR RISIKO LOW BACK PAIN PADA PEGAWAI LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH Putri, Trie Vany; Wahyudi, Arie; Ekawati, Dianita; Harokan, Ali
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 1 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i1.1360

Abstract

Latar belakang: Gangguan otot rangka adalah penyakit kerja yang sering ditemukan, salah satunya yaitu nyeri lokal ataupun menjalar pada punggung bawah (low back pain/LBP). LBP dapat muncul karena pengaruh usia, jenis kelamin, masa kerja, indeks massa tubuh, dan faktor risiko ergonomi (postur janggal, posisi statis), sehingga akan berdampak pada kurangnya aktivitas kerja dan produktivitas. Dari hasil pemeriksaan kesehatan rutin pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2024, didapatkan 20% pegawai mengeluh nyeri punggung bawah. Tujuan: untuk menganalisis faktor risiko low back pain pada pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2025. Sampel penelitian ini berjumlah 40 responden dan diambil dengan menggunakan tehnik total sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuisioner yang diadopsi dari Dewi Yanti (2023), lembar Nordic Body Map (NBM) dan REBA. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya keluhan low back pain (42,5%) pada pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2025. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (77,5%), dengan indeks massa tubuh tidak normal (57,5%), dan sebagian besar responden bekerja dengan postur janggal (52,5%). Saran: Lebih menjaga pola hidup sehat dengan meningkatkan aktivitas fisik serta institusi harus memperhatikan kekurangan sarana dan prasarana yang dapat berdampak pada postur kerja pegawai. Kata Kunci: LBP, ergonomi, Nordic Body Map, REBA
Analisis Perilaku Perawat terhadap 5 Moment dan 6 Langkah Kebersihan Tangan di Rawat Inap RSUD Kota Prabumulih Tahun 2025 Novianti, Linda; Harokan, Ali; Ekawati, Dianita; Wahyudi, Arie
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3079

Abstract

Infeksi nosokomial merupakan masalah global yang signifikan dalam pelayanan kesehatan. RSUD Kota Prabumulih mengalami peningkatan kasus phlebitis dari 10 kasus (2022) menjadi 60 kasus (2024), dengan tingkat kepatuhan cuci tangan perawat masih di bawah standar nasional (75,03% vs ≥85%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku perawat terhadap praktik 5 momen dan 6 langkah kebersihan tangan di RSUD Kota Prabumulih. Penelitian cross-sectional melibatkan 67 perawat rawat inap yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis dengan uji Chi-square serta regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 67,2% perawat menunjukkan perilaku baik dalam praktik kebersihan tangan. Analisis bivariat menunjukkan pengetahuan (p = 0,002; OR = 6,564) dan ketersediaan sarana prasarana (p = 0,031; OR = 0,232) memiliki hubungan signifikan dengan perilaku perawat. Analisis multivariat mengkonfirmasi pengetahuan sebagai faktor dominan (p = 0,002; OR = 6,391) yang dapat menjelaskan 30,8% variasi perilaku. Lama kerja, sikap, peran IPCN, dan motivasi tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan: Pengetahuan adalah faktor yang paling dominan berhubungan terhadap 5 momen dan 6 langkah kebersihan tangan di rawat inap RSUD Kota Prabumulih Tahun 2025. Peningkatan program edukasi berkelanjutan dan penyediaan sarana prasarana yang memadai diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan kebersihan tangan sebagai upaya pencegahan infeksi nosokomial.
Analysis of factors affecting the incidence of anemia in adolescent girls at Nawangsasi Health Center: A cross-sectional study Puspitasari, Ema; Zaman, Chairil; Harokan, Ali; Suryani, Dewi
Lentera Perawat Vol. 6 No. 3 (2025): July - September
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i3.485

Abstract

Background Anemia is one of the most common public health problems among adolescent girls, potentially leading to decreased concentration, impaired growth, and reduced immune function. The prevalence of anemia in this age group remains high, both globally and nationally. Objective This study aimed to analyze the factors influencing the incidence of anemia among adolescent girls in the working area of Nawangsasi Public Health Center, Musi Rawas District. Methods A quantitative study with a cross-sectional approach was conducted involving 72 adolescent girls selected using purposive sampling. Data were collected through interviews using a structured questionnaire and analyzed using chi-square tests and logistic regression. Results There were significant associations between nutritional status (p = 0.006), iron tablet consumption (p = 0.009), and dietary patterns (p = 0.019) with the incidence of anemia. The most dominant factor was dietary pattern (p = 0.026), with an odds ratio of 11.00 (95% CI = 1.33–90.61). Conclusion Improving dietary habits and increasing adherence to iron supplementation play a crucial role in anemia prevention among adolescent girls. Continuous nutritional education and behavioral monitoring through multisectoral collaboration are recommended to effectively reduce anemia prevalence in this population.
Analysis of risk factors for the incidence of pulmonary tuberculosis in Tebing Tinggi Community Health Center: A cross-sectional study Sartika, Dwi; Harokan, Ali; Suryani, Lilis
Lentera Perawat Vol. 6 No. 3 (2025): July - September
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i3.488

Abstract

Background Pulmonary tuberculosis (TB) remains a persistent public health concern in Indonesia, driven by a complex interplay of individual and environmental risk factors. Understanding these determinants is crucial to enhance disease control strategies at the community level. Objective This study aimed to analyze the risk factors associated with the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of Tebing Tinggi Public Health Center, Empat Lawang. Methods A quantitative cross-sectional study was conducted involving 76 respondents selected from 321 suspected TB patients using purposive sampling. Data were collected using structured questionnaires. Bivariate analysis was performed using the Chi-Square test, and multivariate analysis was conducted using logistic regression to determine the dominant risk factors. Results Bivariate analysis showed that age (p = 0.04) and household contact (p = 0.00) were significantly associated with the incidence of pulmonary TB, while gender, knowledge, housing density, and ventilation were not (p > 0.05). Multivariate analysis revealed that household contact was the most dominant factor influencing TB incidence. Conclusion Household contact and older age were significantly associated with pulmonary tuberculosis incidence. Targeted interventions such as household contact tracing and focused health education for older populations are essential to reduce transmission and improve TB control at the community level.
Analysis of community perceptions of families of patients with mental disorders at Lesung Batu Community Health Center: A cross-sectional study Lenarki, Yogi Permana Putra; Harokan, Ali; Zaman, Chairil
Lentera Perawat Vol. 6 No. 3 (2025): July - September
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i3.492

Abstract

Background Individuals with mental illness often face social stigma that not only affects them personally but also extends to their families. Public perception of families caring for persons with mental illness plays a crucial role in supporting rehabilitation efforts and social reintegration. Objective This study aimed to examine the factors associated with community perceptions toward the families of individuals with mental illness in the working area of Lesung Batu Health Center, South Sumatra, Indonesia. Methods A cross-sectional quantitative study was conducted involving 100 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using chi-square tests and multivariate logistic regression. Results The results showed that 60% of respondents had a positive perception of the families of persons with mental illness. No significant association was found with age (p = 0.83), gender (p = 1.00), or educational level (p = 0.13). However, knowledge (p = 0.00; OR = 14.14) and attitude (p = 0.00; OR = 9.3) were significantly associated with community perception. Knowledge was identified as the most dominant factor influencing public perception. Conclusion Knowledge and attitude are key determinants of community perception toward families of individuals with mental illness, while demographic factors such as age, gender, and education showed no significant impact. Community-based mental health education programs are strongly recommended to enhance knowledge, foster positive attitudes, reduce stigma, and build stronger community support for families caring for individuals with mental illness.
Analysis of factors affecting tuberculosis treatment adherence at Lesung Batu Community Health Center: A cross-sectional study Sari, Puspita Kurnia; Harokan, Ali; Suryani, Lilis
Lentera Perawat Vol. 6 No. 3 (2025): July - September
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i3.487

Abstract

Background Tuberculosis (TB) remains a major global health problem with high rates of morbidity and mortality, particularly in developing countries like Indonesia. One of the main challenges in TB control is the low treatment adherence among patients undergoing long-term therapy. Objective This study aimed to analyze the factors influencing tuberculosis medication adherence among patients at Lesung Batu Community Health Center.. Methods A quantitative cross-sectional study was conducted from May 8 to 27, 2025, involving 56 TB patients registered at the Lesung Batu Health Center. Total sampling was used. Data were collected using a structured questionnaire based on the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) and analyzed using Chi-square and multivariate logistic regression. Results Only 51.8% of respondents were adherent to TB medication. Bivariate analysis showed that gender (p=0.01), distance to health facilities (p=0.01), and family support (p=0.00) had significant associations with adherence. Multivariate analysis revealed family support as the most dominant factor (OR=0.16, 95% CI=0.05–0.51), indicating that patients without family support were 6.25 times more likely to be non-adherent. Conclusion Family support, proximity to health services, and male gender significantly influenced TB medication adherence. Interventions should focus on increasing family involvement and improving access to care for patients in remote areas. Primary healthcare providers are advised to implement community-based strategies that include home visits, family counseling, and cross-sectoral collaboration to enhance adherence and improve treatment outcomes.