Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI Wulandari, Fitri Wahyuni; Ekawati, Dianita; Harokan, Ali; Murni, Nani Sari
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 8, No 1: Februari 2023 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v8i1.1005

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang sering terjadi seiring dengan peningkatan usia. Dimana  dapat menyebabkan kematian pada sesorang yang menderita hipertensi. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi  diwilayah  kerja  UPTD Puskesmas Pedamaran   Kab. Ogan Komering Ilir  Tahun 2021. Metode: Penelitian ini menggunakan Cross Sectional, dimana Populasi dalam penelitian ini adalah  masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas Pedamaran pada bulan Juli tahun 2021, dengan jumlah sampel 85 responden yang memenuhi syarat inklusi, teknik dalam pengambilan sampel dengan accidental  sampling. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2021.  Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil analisis uji statistik dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Uji statistic menunjukan ada hubungan bermakna (p < 0.05) untuk variabel umur ( p value 0,000), jenis kelamin (p value 0,005), indeks massa tubuh (p value 0,000), aktivitas fisik (p value 0,000) dan riwayat keluarga  (p value 0,00o). Sedangkan tidak ada hubungan merokok (p value 0,34) dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pedamaran Kab.Ogan Komering Ilir tahun 2021. Dari hasi uji statsitik multivariate diperoleh faktor yang dominan yaitu Indeks massa tubuh (p value 0,000) dan OR (17,705). Saran: Hendaknya pihak Puskesmas meningkatkan penyuluhan dan mengoptimalkan program berhubungan dengan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Puskesmas, Pelayanan
ANALISIS PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYARAKAT Fitriani, Rini; Harokan, Ali; Zaman, Chairil
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 16, No 2 (2024): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v16i2.1289

Abstract

Latar Belakang: Demam berdarah dengue  merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui nyamuk dan menjadi salah satu ancaman kesehatan global di dunia. Penyakit ini sering menyebabkan wabah di berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia. Tujuan: Diketahuinya hubungan umur, pengetahuan, menguras tempat penyimpanan air, penggunaan kelambu, ketersediaan informasi dan peran petugas kesehatan dengan perilaku pencegahan DBD. Metode: Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional di Wilayah Puskesmas 4 Ulu Kota Palembang tahun 2024. Populasi penelitian adalah masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas 4 Ulu tahun 2023. Cara pengambilan sampel adalah dengan purposive sampling. Pengambilan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi Square dengan α = 0,05. Hasil: Hasil uji statistik Chi-Square variabel umur didapatkan p-Value = 0,019, variabel pengetahuan  didapatkan p-Value =0,002,  dan variabel menguras TPA  didapatkan p-Value =0,016, variabel penggunaan kelambu didapatkan p-Value =0,048, variabel ketersediaan informasi  didapatkan p-Value =0,398, dan variabel peran petugas kesehatan didapatkan p Value = 0,000. Saran: Diharapkan pada Puskesmas untuk meningkatkan efektivitas peran petugas kesehatan dengan rutin melakukan pelatihan petugas kesehatan, meningkatkan upaya promosi kesehatan, memantau pengurasan TPA dirumah warga dan melakukan program distribusi kelambu gratis. Kata Kunci: Perilaku Pencegahan, Demam Berdarah Dengue
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT ISPA DI PUSKESMAS PEGAYUT KABUPATEN OGAN ILIR Harokan, Ali; Wahyudi, Arie; Taponi, Irsa
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 1 No. 3 (2023): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v1i3.43

Abstract

Penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang dapat menyebabkan sesak dan gangguan pernafasan. Penelitian  ini  bertujuan  untuk memberikan pengetahuan dan edukasi pada masyarakat tentang penyakit ISPA di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir.  Metode pengabdian masyarakat dengan cara melakukan penyuluhan kesehatan dan (Focus Group Discussion) FGD. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan beberapa media seperti kamera dan leaflet sebagai media informasi. Hasil yang dicapai dalam dalam pengabdian ini adalah publikasi jurnal, meningkatkan pengetahuan, sikap positif dan dukungan masyarakat dalam upaya pencegahan terhadap penyakit ISPA, serta terjalinnya kerjasama antara masyarakat dengan Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah secara umum masyarakat memahami penyakit ISPA, cara penularan, penatalaksanaan serta pencegahan dari penyakit ISPA pada masyarakat. Kata Kunci: Penyuluhan, pengetahuan, ISPA
Analisis Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia 6 – 11 Tahun Di RSUD Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim Lestari, Anggun Dwi Jaya; Harokan, Ali; Ekawati, Dianita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i2.16594

Abstract

Masyarakat Indonesia mempunyai visi untuk mewujudkan pembangunan terutama di bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, salah satunya adalah pembangunan dalam bidang kesehatan gigi. Masalah kesehatan gigi masih menjadi masalah umum yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menyatakan kasus gigi rusak/berlubang/sakit di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 45,6% dengan kasus tertinggi terjadi pada kelompok usia 5-9 tahun sebesar 49,9%. Kondisi ini terdapat peningkatan dari hasil Riskesdas tahun 2018 dengan kasus gigi rusak/berlubang/sakit sebesar 45,3%. Dari hasil laporan dapat disimpulkan bahwa masalah karies gigi pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian karies pada anak usia 6 – 11 tahun di RSUD Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim Tahun 2024. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien anak yang berkunjung ke Poli Gigi RSUD Lubai Ulu. Jumlah sampel dihitung dengan rumus Slovin dan didapatkan sebanyak 82 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian di peroleh ada hubungan yang signifikan antara pendapatan orang tua (p value 0,004), konsumsi makanan kariogenik (p value 0,000) , kebiasaan menyikat gigi (p value 0,001) dan pengetahuan orang tua (p value 0,000) dengan kejadian karies gigi pada anak usia 6 – 11 tahun di Poli Gigi RSUD Lubai Ulu.  Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pendapatan orang tua, konsumsi makanan kariogenik, kebiasaan menyikat gigi dan pengetahuan orang tua dengan kejadian karies gigi pada anak di poli gigi RSUD Lubai Ulu.
Analisis Perilaku Perawat terhadap 5 Moment dan 6 Langkah Kebersihan Tangan di Rawat Inap RSUD Kota Prabumulih Tahun 2025 Novianti, Linda; Harokan, Ali; Ekawati, Dianita; Wahyudi, Arie
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3079

Abstract

Infeksi nosokomial merupakan masalah global yang signifikan dalam pelayanan kesehatan. RSUD Kota Prabumulih mengalami peningkatan kasus phlebitis dari 10 kasus (2022) menjadi 60 kasus (2024), dengan tingkat kepatuhan cuci tangan perawat masih di bawah standar nasional (75,03% vs ≥85%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku perawat terhadap praktik 5 momen dan 6 langkah kebersihan tangan di RSUD Kota Prabumulih. Penelitian cross-sectional melibatkan 67 perawat rawat inap yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis dengan uji Chi-square serta regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 67,2% perawat menunjukkan perilaku baik dalam praktik kebersihan tangan. Analisis bivariat menunjukkan pengetahuan (p = 0,002; OR = 6,564) dan ketersediaan sarana prasarana (p = 0,031; OR = 0,232) memiliki hubungan signifikan dengan perilaku perawat. Analisis multivariat mengkonfirmasi pengetahuan sebagai faktor dominan (p = 0,002; OR = 6,391) yang dapat menjelaskan 30,8% variasi perilaku. Lama kerja, sikap, peran IPCN, dan motivasi tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan: Pengetahuan adalah faktor yang paling dominan berhubungan terhadap 5 momen dan 6 langkah kebersihan tangan di rawat inap RSUD Kota Prabumulih Tahun 2025. Peningkatan program edukasi berkelanjutan dan penyediaan sarana prasarana yang memadai diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan kebersihan tangan sebagai upaya pencegahan infeksi nosokomial.
FACTOR ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF VISUAL INSPECTION OF ACETIC ACID (VIA) EXAMINATION IN WOMEN OF FERTILE AGE AT UJAN MAS HEALTH CENTER Ikeliya, Aldesten; Harokan, Ali; Gustina, Erma
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 10 No. 2 (2025): Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v10i2.503

Abstract

Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) is a low-cost and easy method for early detection of cervical cancer, but its implementation coverage remains low. This study aimed to analyze factors influencing VIA examination among women of reproductive age at Ujan Mas Health Center. A quantitative cross-sectional study was conducted involving 367 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using validated questionnaires and analyzed through univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (logistic regression) tests. Multivariate analysis revealed that age (p=0.018; OR=0.542), husband support (p=0.013; OR=1.933), and health cadre support (p=0.000; OR=10.393) were significantly associated with VIA examination. Cadre support emerged as the most dominant factor with a 53,9% probability contribution. Health cadre and husband support are crucial to enhancing VIA screening uptake. Knowledge, education, and access to information were not significantly associated in the final model. Strengthening the role of health cadres and involving husbands in health promotion interventions is recommended for improving early cervical cancer detection
ANALYSIS OF HYPERTENSION INCIDENCE IN PRODUCTIVE AGE GROUP AT PLAJU HEALTH CENTER PALEMBANG CITY Prathama, Grease; Harokan, Ali; Ekawati, Dianita; Yusnilasari
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 10 No. 2 (2025): Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v10i2.507

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease with increasing prevalence, particularly among the productive age group. Lifestyle factors and family history are suspected to significantly contribute to the incidence of hypertension. This study aimed to analyze the association between various risk factors and the incidence of hypertension in individuals of productive age. This was a cross-sectional study involving 375 respondents aged 15–59 years registered at Plaju Public Health Center. Samples were selected using accidental sampling. Data were collected using questionnaires, blood pressure measurements, and metabolic status assessments. Data analysis included univariate, bivariate (Chi-Square test), and multivariate (logistic regression). Bivariate analysis revealed significant associations between several factors—including education, family history of hypertension, sodium intake, physical activity, BMI, smoking, cholesterol, and stress—with hypertension. Logistic regression identified sodium intake as the most dominant factor influencing hypertension. The regression model demonstrated strong predictive ability. Hypertension among the productive age population is influenced by a combination of lifestyle and genetic predisposition. Controlling sodium intake, promoting healthy lifestyles, and conducting routine screening are essential for hypertension prevention in this age group.
ANALYSIS OF PATIENT SATISFACTION WITH EMERGENCY SERVICES AT PRABUMULIH CITY HOSPITAL Yuliani, Dwi; Harokan, Ali; Asiani, Gema; Sutrisari Nainggolan
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 10 No. 2 (2025): Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v10i2.512

Abstract

Patient satisfaction is a key metric for evaluating service quality in Emergency Departments (EDs). Service quality is assessed across five dimensions: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibility. Objective to analyze the relationship between service quality dimensions and patient satisfaction in the ED of Prabumulih General Hospital in 2025. A cross-sectional quantitative study was conducted with 99 respondents selected via purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using chi-square and logistic regression tests. Significant associations were found between each service quality dimension and patient satisfaction: reliability (p=0.001), responsiveness (p=0.002), assurance (p=0.001), empathy (p=0.001), and tangibility (p=0.001). Logistic regression identified assurance as the most dominant predictor (p=0.000; OR=6.422). The assurance dimension is the strongest predictor of patient satisfaction. Quality improvement efforts in the ED should prioritize enhancing healthcare professionals’ competence and professionalism
Analisis Determinan Kejadian Diare pada Balita di Puskesmas Celikah Kota Kayuagung Kabupaten Oki susilawati; Sari Murni, Nani; Harokan, Ali
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 20 No. 1 (2025): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v20i1.6956

Abstract

Background: The occurence of diarrhea in children at 2021 is around 1.22 billion in the world and approximately 3,350 children die every day. Out of the 15 Southeast Asian countries, Indonesia is ranked 12th in terms of diarrhea mortality in toddlers, with 8,600 deaths each year. This study aims to analyze the determinants of diarrhea incidence in the Celikah Health Center work area, Kayuagung City, Ogan Komering Ilir Regency from April to May 2024. Method: This study is quantitative with a cross-sectional design, the study population was 2533 toddlers, a sample of 96 respondents. The sampling technique is purposive sampling. Data analysis is univariate, bivariate, and multivariate tests. Results : The results of the statistical test analysis using the Chi-Square statistical test and multiple logistic regression. From the results of the multivariate statistical test, the dominant factor in the incidence of diarrhea was education (p = 0.000; OR = 6.568). Conclusion : The results of the study showed a significant relationship between the age of respondents, nutritional status of children, occupation, education, attitude, and clean water sources with the incidence of diarrhea. Keywords : Diarrhea, Determinants, Public Health Centers
Analisis Faktor Sanitasi Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Diare Sumadi, Alan; Sari Murni, Nani; Wahyudi, Arie; Harokan, Ali
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 20 No. 1 (2025): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v20i1.6963

Abstract

Background: Data from the South Sumatra Provincial Health Office in 2022 showed that the incidence of diarrhea per 1,000 population of all ages was 270 cases. The impact of low sanitation coverage is a decrease in the quality of the living environment, contamination of drinking water sources, and an increase in the transmission of environmental-based diseases such as diarrhea. Metodh:This study aims to analyze environmental sanitation factors related to diarrhea in Pulau Geronggang Village, Pedamaran Timur District, Ogan Komering Ilir Regency in 2024. This study is quantitative with a cross-sectional design, the population of this study is all families living in Pulau Geronggang Village, Pedamaran Timur District, namely 309 families, a sample of 174 respondents. The sampling technique is purposive sampling. Data analysis is univariate, bivariate, and multivariate tests. Result:the statistical test analysis using the Chi-Square statistical test and multiple logistic regression where the results showed a significant relationship between age (0.001), socio-economic (0.010), knowledge (0.000), availability of clean water (0.010), behavior (0.000), and type of toilet (0.010). There is no relationship between gender (0.167), quality of clean water (0.167), availability of toilets (0.167), waste management (0.410), and availability of SPAL (0.605). From the results of the multivariate statistical test, the dominant factor in the incidence of diarrhea is behavior (p = 0.000; OR = 13.086).Conclussion: It is expected that the relevant government can add programs and develop regional progress, especially in the Pedamaran Timur sub-district, both to improve health and economic and socio-cultural standards and the availability of clean water for the community in the area Keywords : diarrhea, determinants, environmental sanitation