Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JTAM ROTARY

PENGARUH VARIASI KATALIS MUFFLER SEPEDA MOTOR TERHADAP HASIL GAS BUANG Misbachudin, Misbachudin; Nur, Raybian; Wusko, Ikna Urwatul
JTAM ROTARY Vol 5, No 1 (2023): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v5i1.8349

Abstract

Emisi gas buang dipengaruhi oleh jenis bahan bakar dan jenis kendaraan yang digunakan, oleh karena itu untuk mengurangi kadar emisi gas buang dapat dilakukan dengan cara menyempurnakan pembakaran dan  menambahkan catalytic converter pada knalpot kendaraan. Penelitian ini membuat alat catalytic converter dengan memvariasikan penggunaan material logam agar dapat mengetahui pengaruh emisi gas buang pada sepeda motor. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis ekperimental. Variabel yang digunakan yakni stainless steel, tembaga, aluminium, dan fiberglass. Hasil pengujian pada rpm 3000 menunjukkan bahwa adanya penurunan kadar CO2 1,24%, dan juga HC sebesar 141,7 ppm CO2 3,1%, ini terjadi pada katalis tembaga. Pada katalis aluminium pada rpm yang sama terjadi penurunan kadar hc sebesar 143,7 ppm dan kadar CO turun sebesar 1,15% karbondioksida turun sebesar 2,9%. Pada katalis spongesteel pada rpm 3000 terjadi penurunan kadar CO sebanyak 1,49%, sedangkan untuk kadar HC terjadi penurunan 166,34 ppm dan karbondioksida turun 3,47%. Sedangkan untuk katalis fiberglass kadar co menurun sebesar 1,21% dan kandungan HC sebesar 154,4 ppm, dan kadar karbondioksida turun sebesar 3,04%. Exhaust Emissions Are Substances In The Form Of Gas Or In The Form Of Other Particulates Expelled Through The Exhaust And Is The Residual Result Of Fuel Combustion In The Combustion Chamber. Exhaust Emissions Are Influenced By Several Things, Including The Type Of Fuel Used, And The Type Of Vehicle Used And The Age Of The Machine. Therefore To Reduce The Levels Of Exhaust Emissions Can Be Done In Several Ways, Namely By Perfecting Combustion And Also By Adding A Catalytic Converter To The Exhaust Of The Vehicle. The purpose of this research is to make a catalytic converter with a variety of metals in order to determine the effect of exhaust emissions on motorcycles. The research method used is the type of experiment. Variables Used Are Stainless Steel, Copper, Aluminum, And Fiberglass. Based on the Emission Test, it can be concluded that the results of this study at 3000 rpm indicate that there is a decrease in CO2 levels of 1.24%, and also Hc by 141.7 ppm CO2 3.1%, this occurs in the copper catalyst. In the aluminum catalyst at the same Rpm there was a decrease in Hc content of 143.7 ppm and a decrease in co content of 1.15% carbon dioxide decreased by 2.9%. In Spongesteel Catalyst At 3000 Rpm there was a decrease in CO levels of 1.49%, while for HC levels there was a decrease of 166.34 ppm and carbon dioxide decreased by 3.47%. As for the Fiberglass Catalyst, the CO content decreased by 1.21% and the HC content was 154.4 ppm, and the carbon dioxide content decreased by 3.04%.
PENGARUH JENIS BASE OIL TERHADAP SUHU MESIN DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA MESIN 4-TAK 100 CC Oktarinda, Muhammad Dwiki; Misbachudin, Misbachudin; Nur, Raybian
JTAM ROTARY Vol 6, No 2 (2024): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v6i2.13183

Abstract

Untuk memastikan efisiensi yang optimal dari tenaga yang dihasilkan melalui pembakaran, diperlukan sistem pelumasan yang tepat. Secara umum, fungsi utama pelumas ialah sebagai perantara mengurangi gesekan dan keausan. Sistem pelumasan pada mesin kendaraan penting, karena kualitas sistem pelumasan mempengaruhi kinerja dan umur mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jenis base oil terhadap suhu mesin dan konsumsi bahan bakar pada mesin mobil hemat energi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga jenis base oil yaitu oli mineral grup 2, oli semi sintetik, dan oli full sintetik dengan viskositas SAE 10W-30. Pengujian dilakukan pada mesin bensin 4 tak berkapasitas 100cc dengan bahan bakar pertamax. Pengukuran dilakukan pada putaran idle ±1500 rpm selama 10 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis base oil berpengaruh terhadap suhu mesin dan konsumsi bahan bakar. Oli full sintetik memberikan performa terbaik dengan suhu mesin yang lebih rendah dan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien dibandingkan dengan oli mineral grup 2 dan oli semi sintetik. To ensure optimal efficiency from the power generated through combustion, an appropriate lubrication system is necessary. In general, the main function of lubricants is to act as intermediaries in reducing friction and wear.  The lubrication system in vehicle engines is crucial as its quality affects the performance and lifespan of the engine. This study aims to analyze the influence of variations in base oil types on engine temperature and fuel consumption in energy-efficient car engines. The research was conducted using three types of base oils: Group 2 mineral oil, semi-synthetic oil, and full synthetic oil, all with a viscosity of SAE 10W-30. Testing was performed on a 100cc 4-stroke gasoline engine using pertamax fuel. Measurements were taken at an idle speed of approximately 1500 rpm for 10 minutes. The results showed that the type of base oil significantly affects engine temperature and fuel consumption. Full synthetic oil provided the best performance with lower engine temperatures and more efficient fuel consumption compared to Group 2 mineral oil and semi-synthetic oil. 
PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI MODEL CATALYST PADA KNALPOT MOTOR VIXION 150 CC TERHADAP STANDAR EMISI GAS BUANG DAN KEBISINGAN Nur, Raybian; Misbachudin, Misbachudin; Wusko, Ikna Urwatul
JTAM ROTARY Vol 5, No 1 (2023): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v5i1.8350

Abstract

Sepeda motor merupakan alat transportasi yang digerakkan oleh mesin (motor). Jenis transportasi ini banyak digunakan karena harganya yang murah dan mudah digunakan. Sepeda motor umumnya menggunakan bahan bakar bensin. Motor bensin 4 langkah adalah motor bensin yang melakukan usaha atau kerja diperlukan 4 langkah gerakan piston dan 2 putaran poros engkol. Catalyst adalah salah satu teknologi yang digunakan untuk mereduksi gas buang CO menjadi CO2 dan HC menjadi H2O, pada saat dikeluarkan pada knalpot. Knalpot katalis B yang lebih bagus dalam mereduksi emisi gas CO disetiap rpm nya. Dan dengan menggunakan knalpot katalis C berhasil menyerap emisi gas buang HC yang signifikan pada rpm 3000 dan 5000. Penambahan katalis pada knalpot berhasil mereduksi kebisingan. Dari ketiga model variasi katalis yang divariasi, knalpot katalis B yang paling baik dalam mereduksi kebisingan. dikarena bentuk katalisnya yang dapat lebih baik menghambat aliran pembuangan pada knalpot karena itulah suara yang keluar jadi sedikit lebih senyap. A motorbike is a means of transportation that is driven by an engine (motor). This type of transportation is widely used because it is cheap and easy to use. Motorcycles generally run on gasoline. A 4-stroke gasoline engine is a gasoline engine that does work or work that takes 4 steps of piston movement and 2 rotations of the crankshaft. Catalyst is one of the technologies used to reduce CO exhaust gas to CO2 and HC to H2O when released in the exhaust. The catalyst B exhaust is better at reducing CO gas emissions at every rpm. And by using an exhaust catalyst C managed to absorb significant HC exhaust emissions at 3000 and 5000 rpm. The addition of a catalyst to the exhaust managed to reduce noise. Of the three models of varied catalyst variations, exhaust catalyst B is the best at reducing noise. because the shape of the catalyst can better inhibit the flow of exhaust in the exhaust, that's why the sound that comes out is a little quieter.
RANCANG BANGUN MESIN PENGADUK PUPUK ORGANIK CAIR (POC) Muttaqin, Katiko Imamul; Nur, Raybian
JTAM ROTARY Vol 6, No 1 (2024): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v6i1.10113

Abstract

Melalui kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mencapai ketahanan pangan dalam negeri maka kegiatan dibidang pertanian dan perkebunan kembali dilirik oleh para peneliti untuk meningkatkan hasil produksi pertanian dan perkebunan. Beberapa upaya dalam mendukung peningkatan produksi pertanian dan perkebunan diantara yaitu menghasilkan sebuah alat yang membantu/mempermudah dalam proses kegiatan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengetahui performa dari sebuah mixer pengaduk pupuk organik cair (POC) yang nantinya akan digunakan di Desa Masingai II Kabupaten Tabalong oleh para kelompok tani. Pada penelitian ini menggunakan metode experimental pada mesin POC yang dibuat. Hasil penelitian menunjukkan mesin bekerja secara optimal dengan penggunaan daya 426 W yang menghasilkan putaran 66 rpm dengan konsumsi listrik sebesar 0,0007 kWh dengan kapasitas yang diaduk hingga 200 liter. Through the Indonesian Government's policy to create food security and improve farmers' welfare, researchers are looking at agricultural and plantation activities again to increase agricultural and plantation production. Some efforts to support increased agricultural and plantation production include producing a tool that helps/makes the production process easier. The purpose of this study is to design and calculate the performance of liquid organic fertilizer (POC) mixers which will later be used in Masingai II Village, Tabalong Regency by farmer groups. Experimental methods were used in the study. The research results show that the machine works optimally using 426 W of power which produces 66 rpm rotation with an electricity consumption of 0.0007 kWh every minute. 
OPTIMALISASI WAKTU PENGISIAN DENGAN SMART DUAL CHARGER PLUG AND PLAY PADA KENDARAAN LISTRIK BERTENAGAKAN BATERAI SLA/VRLA Nur, Raybian; Barry, Akmal
JTAM ROTARY Vol 6, No 2 (2024): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v6i2.13070

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan tingkat lama durasi pengecesan menggunakan charger standar dengan smart dual charger plug and play; temperatur saat pengecasan daya minimum 30 persen hingga maksimum; dan perbandingan tingkat nilai SOC dan SOH. Adapun proses pengambilan data diantaranya: Mengamati lama durasi pengecesan mulai 30 persen hingga 100 persen; Pengambilan temperatur baterai setiap 3 jam waktu pengecesan; dan pengambilan data nilai SOC dan SOH  sebelum dan sesudah pengecesan berlangsung. Hasil yang didapatkan adalah dengan menggunakan smart dual charger membuat pengisian baterai lebih efisien dibandingkan charger standar, Pengujian ini menunjukkan bahwa baterai bisa dioptimalkan dengan pengisian yang tepat, namun ada beberapa yang tetap perlu diganti karena kondisi awal yang terlalu buruk atau tidak cukup membaik setelah diisi. Kondisi baterai bisa sangat membaik dengan pengisian yang tepat, seperti terlihat pada Baterai 3 yang awalnya memiliki SOH sangat rendah tetapi menjadi baik setelah diisi. Faktor yang mempengaruhi nilai SOC adalah nilai resistansi internal, karena resistansi internal menunjukkan kemampuan baterai dalam mengalirkan arus. The aim of this research is to determine the comparison of the duration of checking using a standard charger with a plug and play smart dual charger; temperature when charging minimum 30 percent to maximum power; and comparison of SOC and SOH value levels. The data collection process includes: Observing the length of the checking duration from 30 percent to 100 percent; Taking battery temperature every 3 hours of checking time; and collecting data on SOC and SOH values before and after the test takes place. Result is that using a smart dual charger makes battery charging more efficient than a standard charger. This test shows that the battery can be optimized with proper charging, but there are some that still need to be replaced because the initial condition is too bad or does not improve enough after being charged. Battery condition can be greatly improved with proper charging, as seen with Battery 3 which initially had very low SOH but became fine after charging. The factor that influences the SOC value is the internal resistance value, because internal resistance shows the battery's ability to carry current.
ANALYSIS OF VARIATIONS IN LOADING AND SPEED ON THE CONVERSION SPEED OF THE SUZUKI A100 ELECTRIC MOTORCYCLE USING BLDC Rafi’i, Ahmad; Jerri, Jerri; Khalid, Muyassar; Perdana, Yuan; Nur, Raybian
JTAM ROTARY Vol 7, No 1 (2025): JTAM ROTARY
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam_rotary.v7i1.13185

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk  mengetahui langkah Memodifikasi penggerak sepeda motor Suzuki A100 dari mesin Ke BLDC dan menganalisa variasi pembebanan dan speed terhadap kecepatan konversi motor listrik Suzuki A100 dengan penggunaan BLDC tipe Hub.Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan melakukan eksperimen, dan kegiatan penelitian ini dilakukan dengan memodifikasi sepeda motor Suzuki A100 dari mesin ke BLDC Dan pengambilan data kecepatan yang dipengaruhi oleh beban dan speed yaitu beban 0 kg, beban 60 kg dan beban 120 kg, dengan Speed 1, 2 dan 3, Hasil penelitian menunjukan bahwa kecepatan pada beban 0 kg terhadap speed 1 sebesar (50 km / jam), speed 2 (61 km/jam), dan speed 3 sebesar (65 km/jam). Beban 60 kg terhadap speed 1 sebesar (47 km/jam), speed 2 (51km/ jam), dan speed 3 (52km/jam). Beban 120 kg terhadap speed 1 sebesar (44 km/jam), speed 2 (47km/jam), dan speed 3 (48 km/jam). This research aims to determine the steps to modify the Suzuki A100 motorbike drive from engine to BLDC and analyze variations in load and speed regarding the conversion speed of the Suzuki A100 electric motorbike using a Hub type BLDC. This research method is quantitative research carried out by conducting experiments and research activities. This was done by modifying the Suzuki A100 motorbike from engine to BLDC and taking speed data which was influenced by load and speed, namely 0 kg load, 60 kg load and 120 kg load, with Speed 1, 2 and 3. The results showed that the speed of the load 0 kg against speed 1 is (50 km/hour), speed 2 is (61 km/hour), and speed 3 is (65 km/hour). A load of 60 kg at speed 1 is (47 km/hour), speed 2 (51km/hour), and speed 3 (52km/hour). A load of 120 kg at speed 1 is (44 km/hour), speed 2 (47km/hour), and speed 3 (48 km/hour).