Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peran Taman Baca Masyarakt Pustaka Ballak Kana dalam Meningkatkan Minat Baca Nasrullah Nasrullah
LIBTECH: LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL Vol 3, No 1 (2022): LIBTECH: LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/libtech.v3i1.16229

Abstract

Membaca merupakan awal dari sumber pengetahuan, dalam meningkatkan minat baca perlu dorongan dan wadah untuk menunjang peningkatan minat baca seseorang. Salah satunya ialah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tersebar diberbagai pelosok negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu peran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pustaka Ballak Kana dalam meningkatkan minat baca. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara langsung dengan ketua Pustaka Ballak Kana. Berdasarkan dari hasil penelitian, dalam meningkatkan minat baca di Butta Turatea Pustaka Ballak Kana memiliki berbagai cara salah satunya ialah lapak buku keliling kampung. Cara ini sangat efektif untuk meningkatkan minat baca, karena setiap kali Pustaka Ballak Kana melakukan lapak buku, masyarakat sangat antusias dan bersemangat dalam membaca sebuah buku.
Pengelolaan Perpustakaan Masjid Berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 543 Tahun 2019 di Perpustakaan Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar Nasrullah Nasrullah; Fatri Ardiansyah; Andi Khaerun Nisa; Ismaya Ismaya
Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/tik.v6i2.5316

Abstract

This study aims to determine the implementation and the obstacles in implementing the mosque library management guidelines based on the Decree of the Director General of Islamic Community Guidance Number 543 of 2019 at the Al Markaz Al Islami Makassar mosque library. This research is descriptive with a qualitative approach. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and documentation. Data processing and analysis techniques were carried out through three stages: data reduction, data presentation and conclusion. The results of the study show that the implementation of the Director General of Islamic Community Guidance Decree Number 543 of 2019 regarding guidelines for managing mosque libraries in the Al Markaz Al Islami Makassar mosque library has mainly been implemented. It's just that there are still guidelines that cannot be implemented, namely the guidelines for library financing, collaboration and promotion. The obstacles to implementing the Decree of the Director General of Islamic Community Guidance Number 543 of 2019 in the management of the Al Markaz Al Islami Makassar mosque library were the lack of human resources, library promotion has not been maximized, lack of budget support from the Foundation, and technological facilities are often disrupted
Peran Pustakawan dalam Pengembangan Literasi Informasi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar: Indonesia Fatri Ardiansyah; Harianto; Nasrullah
Literatify: Trends in Library Developments Vol 4 No 1 (2023): MARCH
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/literatify.v4i1.36497

Abstract

Abstract This study exmines the role of librarians in developing information literacy in the library of the Muhammadiyah University of Makassar. The background in this research is based on the current situation where university libraries rarely teach informtion literacy to users. As for the main problem in this research is “the role of librarians in developing information literacy in the library of the University of Muhammadiyah Makassar”. From the subject matter above the researcher divided into 2 problems, namely: first how the role of librarians in developing information literacy in the library of the University of Muhammadiyah Makassar. And the second is the development of the information literacy in the library of the University of Muhammadiyah Makassar. This type of research is a qualitative descriptive study and a systematic managerial approach, where data is collected by using observation, interviews and documentation as well as using data management and analysis techniques which are carried out through four stage, namely data collection, data reduction, data presentation and taking conclusions. The role of librarians in developing information literacy is quite good, seeing librarians have carried out their functions as educators in educating librarians in literacy and managing information needed by the librarians. As an adminisrator, providing good services, in this case the provision of digital services, journals and a convenient place for the running of information literacy programs. As a supervisor, supervises and provides guidance to user. Whereas in the development of information literacy, each skill has gone well looking at the contribution of librarians in educating and applying skills in information literacy, starting from identifying information needs, tracking management tools, publicizing and using technology. As an implication, it is expected that a new breakthrough in the development of informtion literacy is needed to make this information literacy as a basic course, librarians must also be more creative in educating librarians and librarian also need to improve their competence. Keywords: information literacy.college’s library, librarian
Hak Kebutuhan Informasi Sebagai Sumber Belajar Bagi Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kabupaten Maros Nasrullah Nasrullah
Literatify: Trends in Library Developments Vol 4 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/literatify.v4i2.41194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran petugas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kabupaten Maros dalam memberikan hak kebutuhan informasi kepada anak binaan serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam upaya ini. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode wawancara terstruktur terhadap tiga informan yang merupakan petugas LPKA Maros. Selain itu, observasi lapangan juga dilakukan untuk memahami implementasi dari peran fasilitator akses informasi yang dimainkan oleh petugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas LPKA Maros memainkan peran penting sebagai fasilitator akses informasi. Mereka menyediakan sumber belajar seperti perpustakaan, mengadakan kegiatan belajar bahasa, dan kegiatan aksara Al-Qur'an. Selain itu, mereka juga menjadi pendamping dalam proses pembelajaran, memberikan bimbingan, menjelaskan konsep-konsep, dan membantu anak binaan dalam memahami materi pendidikan.Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala yang dihadapi oleh petugas, termasuk sarana dan prasarana kurang memadai, terbatasnya keahlian petugas, dan kurangnya kesadaran anak binaan. Kendala-kendala ini mempengaruhi efektivitas dari peran petugas dalam memberikan hak kebutuhan informasi kepada anak binaan. Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam konteks pengembangan pendidikan di LPKA dan lembaga serupa. Temuan penelitian ini dapat menjadi landasan untuk perbaikan praktik-praktik pendidikan yang ada dan penguatan peran petugas sebagai fasilitator akses informasi. Selain itu, pemahaman tentang kendala-kendala yang dihadapi juga dapat membantu dalam merancang strategi untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut sehingga hak kebutuhan informasi anak binaan dapat dipenuhi dengan lebih baik.
Pendampingan Pemasaran Produk Olahan Pulu Mandoti Berbasis Digital Marketing Sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan Usaha Ibu Pkk Di Kabupaten Enrekang Nasrullah Nasrullah; Zalkha Soraya; Novi Puji Lestari; M. Yusuf Alfian Rendra Anggoro; Rosdiayanti Rosdiayanti; Handriani Handriani
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.12901

Abstract

Background: Masyarakat di Desa Salukanan, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan sebagian besar adalah petani. Desa salukanan memiliki bibit beras pulu mandoti dengan kualitas tinggi yang hanya dapat tumbuh dengan baik di desa tersebut. Kegiatan PKM ini dimaksudkan untuk memberikan solusi kepada mitra dalam mengatasi minimnya pendapatan karena keterbatasan pemasaran produk pulu mandoti. Metode: Metode pelaksanaan berupa adanya tahap pendampingan dan pelatihan penggunaan teknologi digital untuk memaksimalkan branding dan pemasaran produk kepada Mitra yaitu 15 anggota kelompok PKK Desa Salukanan.   Hasil: Melalui Pelatihan Pemasaran Digital, anggota kelompok PKK telah memahami bagaimana mengelola usaha dengan memasarkan produk secara digital. Kesimpulan: Dengan implementasi pendampingan berbasis digital marketing, kelompok PKK di Kabupaten Enrekang dapat mengoptimalkan potensi bisnis mereka selanjutnya, meningkatkan pendapatan, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Comparative Study of Engagement and Ring Exchange in Karampuang Village, Panakukang District, Makassar City: Perspective of Islamic Customs and Law Abu Haif; Idrus Idrus; Nasrullah Nasrullah; Faisal Furqan; Askah Syahril
Indonesian Journal of Islamic Religion and Culture Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Al-Fatimah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the factors that occur when Engagements and Ring Exchanges occur and how they are resolved in Karampuang Village as well as understanding more deeply the relevance of these settlements to Islamic law and KHI that apply in Indonesia. This is so that we can encourage people to realize the importance of knowing these customs in order to avoid undesirable things, both among intellectuals and among lay people. So what is used is a qualitative method which includes observation, as well as direct observation in the field. Furthermore, the results of this research show that there are several factors in the occurrence of customs of engagement and exchanging rings, and the most dominant or frequently occurring in the field is the factor when rings are worn between both parties and the factor of wearing gold rings for men. The traditional practice of engagement and exchanging rings in Karampuang Village is the procession of wearing a ring on the left ring finger using a gold ring, which is marked as a link between the two parties and is a symbol of someone's marriage proposal, with the aim of following the ring ceremony process. Islamic legal provisions regarding the tradition of exchanging rings in Karampuang Village need to be adjusted to Islamic law. Because the exchange of rings is a bond and this tradition also uses gold which is prohibited for men to wear, the solution that approaches Islamic rules for exchanging rings for the bride and groom is when the families of both parties take over. In this implementation, the bride is fitted with a ring by a woman from the man's family, for example. After reviewing several hadiths, almost all of them point to prohibitions, so the best solution is not to use a gold ring, the groom can replace it with a ring made of iron, because there is no prohibition
Pemanfaatan Pojok Baca Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di SD Negeri 1 Baubau Azaz Akbar; Suarti Suarti; Manan Manan; Nasrullah Nasrullah
Journal on Education Vol. 7 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8050

Abstract

This research aims to examine the use of reading corners in increasing students' reading interest in elementary schools. This type of research is descriptive qualitative which aims to reveal the context of the use of reading corners in fostering students' interest in reading at SD Negeri 1 Baubau. The results of this research show that the availability of a reading corner at SD Negeri 1 Baubau based on the research results shows that it has been implemented well, although there are still shortcomings such as data collection on reading books that have been read by students has not been carried out and the design of the reading corner has not been implemented in classes III and IV. . The Teacher's Role in Implementing and Utilizing Reading Corners. Based on the theory used and field conditions, both from observations and interviews with the homeroom teacher, the teacher has carried out his main duties well, but is hampered by a community environment that has minimal awareness of reading.
OPTIMALISASI LITERASI MELALUI PENGKLASIFIKASIAN BUKU PERPUSTAKAAN MASJID NURUL IHSAN, KELURAHAN MANISA, KABUPATEN SIDRAP A.M. Afwieq Jayanda; Khusnul Khatimah; Ardiansyah Ardiansyah; Adelia Natasya; Andi Riska Sari Baso Bella; Arifin Arifin; Nasrullah Nasrullah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kondisi buku perpustakaan di Masjid Nurul Ihsan, Kelurahan Manisa, yang tidak teratur sehingga menghambat minat baca publik. Program ini bertujuan untuk menata dan mengklasifikasikan buku sesuai jenis dan kategorinya guna meningkatkan literasi komunitas. Metode yang digunakan adalah aksi langsung partisipatif, meliputi inventarisasi data, pembersihan ruangan, klasifikasi, dan penyusunan rak. Program berhasil dilaksanakan dari 13 April hingga 15 Mei 2026, melibatkan 6 mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar. Hasil menunjukkan koleksi perpustakaan telah tertata sistematis ke dalam kategori khusus: agama, pendidikan umum, dan buku anak. Selain itu, sistem manajemen perpustakaan sederhana dibentuk untuk membantu pengelola lokal. Kesimpulannya, kegiatan ini efektif mengoptimalkan perpustakaan masjid sebagai pusat belajar komunitas, meningkatkan motivasi membaca anak, serta menumbuhkan tanggung jawab kolaboratif antara pengurus masjid dan remaja masjid untuk keberlanjutan program.
MEMBANGUN SEKOLAH RAMAH ANAK MELALUI SOSIALISASI ANTI-BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN PANRENG Ninis Karlina; Muh Iqra Ramadhani Jamal; Hijriani Hijriani; Andi Al Fajri Ramadhan; Dian Zaskia Chaerunnisa; Ahmadi Ahmadi; Nasrullah Nasrullah
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 03 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih sering ditemukan di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis, rasa percaya diri, serta kenyamanan belajar siswa. Kurangnya pemahaman siswa mengenai bentuk dan dampak bullying menyebabkan perilaku tersebut kerap dianggap sebagai candaan biasa dalam interaksi sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Posko 6 Kelurahan Panreng melalui kegiatan sosialisasi anti-bullying pada siswa sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta pentingnya sikap saling menghargai antar sesama teman. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab bersama siswa. Program dilaksanakan di SD Negeri 4 Benteng pada tanggal 2 Mei 2026 dan SD Negeri 5 Benteng pada tanggal 6 Mei 2026. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat antusias mengikuti sosialisasi dan mulai memahami pentingnya mencegah tindakan bullying di lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran siswa untuk menjaga hubungan sosial yang baik serta menciptakan suasana belajar yang lebih harmonis. Dengan demikian, sosialisasi anti-bullying ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam mendukung terwujudnya sekolah ramah anak di Kelurahan Panreng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap.
PELAKSANAAN FESTIVAL LITERASI DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA DAN KREATIVITAS SISWA DI KELURAHAN BARANTI KABUPATEN SIDRAP Muh. Adel Al Iqram M; Herwanti Herwanti; Mellisa Febria Hasman; Fadhil Ariq Alimin; Sifa Miftah Chaerani; Muhammad Rahman; Sitti Maghfira; Nasrullah Nasrullah
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 03 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca serta kurangnya wadah pengembangan kreativitas siswa di Kelurahan Baranti, Kabupaten Sidrap. Banyak siswa yang belum terbiasa menjadikan kegiatan membaca sebagai aktivitas yang menarik dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar melaksanakan program Festival Literasi sebagai upaya meningkatkan minat baca dan kreativitas siswa melalui berbagai kegiatan edukatif dan perlombaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode partisipatif melalui pendekatan aksi langsung berupa pelaksanaan lomba literasi, pojok baca, edukasi membaca, dan kegiatan kreativitas siswa. Program ini dilaksanakan selama masa KKN berlangsung dengan melibatkan mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme siswa dalam membaca, meningkatnya partisipasi siswa dalam kegiatan edukatif, serta tumbuhnya rasa percaya diri dan kreativitas siswa dalam menampilkan bakat mereka. Program ini juga berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, menyenangkan, dan mendukung budaya literasi di lingkungan masyarakat.