Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

MENGHIDUPKAN LITERASI DESA PROGRAM KKN SEBAGAI PENGGERAK BUDAYA BACA DI DESA TONRONG RIJANG Ardianto Asri; Suharni Suharni; Auliyana Auliyana; Saldiansyah Rusli; Mutia Multasyam; Faiz Dito Setiawan; Nasrullah Nasrullah
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 03 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya minat baca dan terbatasnya fasilitas literasi masih menjadi tantangan dalam pengembangan sumber daya manusia di tingkat desa. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 di Desa Tonrong Rijang, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang hadir sebagai upaya untuk menghidupkan kembali budaya literasi masyarakat melalui pembenahan dan pengadaan fasilitas perpustakaan desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan minat baca, menyediakan akses pengetahuan yang lebih mudah, serta menciptakan ruang belajar yang nyaman bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif atau Participatory Approach. Mitra dilibatkan aktif mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Tahapan kegiatan meliputi observasi lapangan, sosialisasi program literasi, pengadaan buku, penataan ruang perpustakaan, serta pelaksanaan kegiatan edukatif bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan membaca dan pemanfaatan perpustakaan desa sebagai sarana belajar dan pengembangan wawasan. Keterlibatan aktif masyarakat dan aparat desa menjadi faktor pendukung keberhasilan program literasi ini. Program “Menghidupkan Literasi Desa” diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya membaca yang berkelanjutan di Desa Tonrong Rijang serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan masyarakat desa.
EDUKASI ANTI BULLYING UNTUK GENERASI BERPRESTASI Muh Zulkifli Suma; Resti Amelia; Qurratu Aini; Rahmat Raihan; Nirwana Nirwana; Muh Alim Rahman; Nasrullah Nasrullah; Ahmad Yani
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 03 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program kerja KKN “Edukasi Anti Bullying untuk Generasi Berprestasi” dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya bullying serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dan diskusi interaktif yang membahas pengertian, jenis, dampak, serta cara pencegahan bullying. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa untuk menghargai sesama serta menolak segala bentuk perundungan. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam membentuk generasi yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Tingkat Kesadaran Etika Informasi Islam pada Mahasiswa Semester 2 Universitas Muhammadiyah Mataram Muhammad Soadikin; Cici Nurmianty; Nasrullah Nasrullah
Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Tik Ilmeu (Juni)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/tik.v10i1.16968

Abstract

The development of information technology in the digital age not only provides easy access to information but also raises ethical issues such as hoaxes, disinformation, and a lack of responsibility in the use of digital media. This study aims to analyze the level of awareness of Islamic information ethics among second-semester students at Muhammadiyah University of Mataram. The study employed a descriptive quantitative approach, using a Likert-scale questionnaire to collect data from 90 respondents selected through purposive sampling based on the following criteria: active second-semester students, having taken the course “Al-Islam and Muhammadiyah Studies,” active users of social media, and willing to participate as respondents. The research instrument was tested for validity using Pearson’s Product-Moment correlation, with all items deemed valid (calculated r > 0.207), and for reliability using Cronbach’s Alpha, yielding a value of 0.967, indicating very high reliability. The results of the study indicate that the level of awareness of Islamic information ethics falls into the high category (mean 4.12; 82.4%). This study contributes to strengthening research on digital literacy based on Islamic values as a foundation for shaping ethical and responsible digital behavior among students.
FASHION AS A CULTURE STUDIES: REPRESENTASI BUDAYA THRIFTING SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT MARGINAL DI KOTA PARE-PARE SULAWESI SELATAN fauzan hidayatullah; Karmila Pare Allo; Nasrullah Nasrullah; Rosnani Abd Rahman; Mulawarman Mulawarman; Sitti Murniati Muhtar; Majidah Majidah
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2024): MITZAL, Volume 9, Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v9i1.4958

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi praktik thrifting di Pasar Senggol Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Indonesia, dengan penekanan pada dimensi budaya, faktor-faktor yang mempengaruhi praktik, pengaruh budaya konsumen, dan pandangan masyarakat. Pendekatan etnografi digunakan dalam riset kualitatif ini untuk memahami makna mendalam di balik praktik thrifting. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa praktik thrifting tidak hanya sekadar bentuk konsumsi ekonomi, tetapi juga menjadi cara untuk mempertahankan dan mewarisi identitas budaya lokal. Faktor ekonomi tetap menjadi faktor kuat yang mempengaruhi praktik thrifting, sementara kesadaran akan dampak lingkungan juga semakin memainkan peran dalam keputusan berbelanja. Pengaruh budaya konsumen global terlihat dalam pengaruh tren dan gaya pada praktik thrifting, sementara masyarakat tetap mempertahankan nilai-nilai budaya lokal. Pandangan masyarakat terhadap thrifting telah berubah dari aspek ekonomi menjadi simbol pemikiran cerdas dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana budaya dan konsumsi berinteraksi dalam praktik thrifting, menggambarkan pergeseran nilai dan norma konsumsi, serta interaksi antara budaya lokal dan global dalam dunia fashion. Kesimpulannya, praktik thrifting di Pasar Senggol Kota Pare-Pare mencerminkan dinamika budaya, konsumsi, dan keberlanjutan dalam masyarakat setempat.
IMPLEMENTASI PROGRAM LORONG LITERASI BERBASIS BARCODE DALAM MENINGKATKAN AKSES BACAAN DIGITAL MASYARAKAT DI KELURAHAN DUAMPANUA Muhammad Rusydi Tajussabirin Ma'duni; Very Anugerah; Andi Muhammad Fauzan Aziman; Nur Suci Ainun Aswat; Nurfadilah Nurfadilah; Nur Ichwana; Andi Ainaya Fakhirah; Nasrullah Nasrullah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya minat baca masyarakat dan terbatasnya akses terhadap bahan bacaan menjadi tantangan dalam penguatan budaya literasi di era digital. Program Lorong Literasi berbasis barcode dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat untuk meningkatkan akses bacaan digital masyarakat di Kelurahan Duampanua. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan metode pelaksanaan yang meliputi observasi lokasi, koordinasi dengan pihak kelurahan, pembuatan media literasi berbasis QR code, dan pemasangan spanduk Lorong Literasi. Program ini menghasilkan media akses bacaan digital berupa spanduk yang terhubung dengan website perpustakaan digital pemerintah sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai bahan bacaan menggunakan telepon genggam secara praktis. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa program memperoleh respon positif dari masyarakat dan pemerintah kelurahan karena dinilai mampu mempermudah akses informasi dan memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan literasi masyarakat. Kendala yang ditemukan berupa masih rendahnya kemampuan sebagian masyarakat dalam menggunakan barcode dan mengakses perpustakaan digital. Namun, kegiatan pendampingan yang dilakukan mampu membantu masyarakat memahami penggunaan layanan tersebut. Program Lorong Literasi memiliki potensi keberlanjutan melalui dukungan pemerintah kelurahan sebagai upaya penguatan budaya literasi berbasis digital di lingkungan masyarakat.
IMPLEMENTASI FESTIVAL ANAK SHOLEH DAN PROGRAM MENGAJAR DALAM MENINGKATKAN NIILAI KEAGAMAAN ANAK PADA KEGIATAN KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR Azis Asri; Rahmadani Oktaviana; Syifa Salsabila Z.Y Dwi Putri; Anggi Wahyuni Firman; Lutfia Safira; Muh Zhaldy Syahruddin; Muh Alfaridzi Ramri; Nasrullah Nasrullah; Ahmad Yani
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kegiatan ini membahas implementasi Festival Anak Sholeh dan Program Mengajar sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam upaya meningkatkan nilai-nilai keagamaan anak di lingkungan masyarakat. Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan kedua program tersebut serta sejauh mana kontribusinya dalam menanamkan dan meningkatkan pemahaman, sikap, dan praktik keagamaan pada anak. Metode yang digunakan adalah metode Direct Action Method dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan partisipasi langsung selama pelaksanaan kegiatan KKN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Anak Sholeh dan Program Mengajar memberikan dampak positif terhadap peningkatan nilai keagamaan anak, yang terlihat dari bertambahnya pengetahuan keislaman, meningkatnya kemampuan membaca Al-Qur’an, hafalan doa-doa harian, serta tumbuhnya antusiasme dan kedisiplinan dalam menjalankan ibadah. Selain itu, kegiatan ini juga mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan interaktif sehingga mendorong partisipasi aktif anak-anak. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah desa, lembaga pendidikan, maupun masyarakat, guna memperkuat pembinaan karakter dan nilai-nilai keagamaan anak sejak usia dini.
FESTIVAL ANAK SALEH SEBAGAI SARANA PEMBINAAN KARAKTER ISLAMI DAN PENGEMBANGAN BAKAT KEAGAMAAN ANAK DI DESA PASSENO Hamriah Hamriah; Muhammad Qayyum Al Sahhaf M; Rismawati Rismawati; Ali Zaenal Abidin Hasan; Fakhira Azizah; Muh. Alvin; Ratna Aswar; Nasrullah Nasrullah; Ahmad Yani
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Festival Anak Saleh merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mendukung pembinaan karakter Islami serta mengembangkan bakat dan kemampuan keagamaan anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Passeno dengan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif melalui observasi, koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan perlombaan, dan pemberian penghargaan. Adapun perlombaan yang diselenggarakan meliputi lomba adzan, hafalan surah pendek, dan dai cilik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Festival Anak Saleh mampu meningkatkan antusiasme anak-anak dalam mempelajari ajaran Islam, mengembangkan rasa percaya diri, serta melatih keberanian tampil di depan umum. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara anak-anak, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung pembinaan generasi muda yang religius. Kegiatan ini memperoleh apresiasi dari pemerintah desa dan diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan pada pelaksanaan KKN berikutnya. Dengan demikian, Festival Anak Saleh menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pembentukan karakter Islami dan pengembangan potensi anak-anak di Desa Passeno.
Co-Authors A Muh Ali A.M. Afwieq Jayanda Abu Haif, Abu Adelia Natasya Agus Darmawan M Agusalim Agusalim Ahmad Yani Ahmadi Ahmadi Ali Zaenal Abidin Hasan Andi Ainaya Fakhirah Andi Al Fajri Ramadhan Andi Khaerun Nisa Andi Muhammad Fauzan Aziman Andi Riska Sari Baso Bella Anggi Wahyuni Firman Ardiansyah Ardiansyah Ardianto Asri Arifin Arifin Askah Syahril Auliyana Auliyana Azaz Akbar Azis Asri Cici Nurmianty Dian Zaskia Chaerunnisa Fadhil Ariq Alimin Faisal Furqan Faiz Dito Setiawan Fakhira Azizah Fatri Ardiansyah Fauzan Hidayatullah Hamriah Hamriah Handriani Handriani Harianto Herwanti Herwanti Hijriani Hijriani Hildawati Almah Idrus Idrus Irvan Muliyadi Irvan Muliyadi Ismaya Ismaya Karmila Pare Allo Khusnul Khatimah Lutfia Safira M. Yusuf Alfian Rendra Anggoro Majidah Majidah Manan Manan Mellisa Febria Hasman Muh Alfaridzi Ramri Muh Alim Rahman Muh Iqra Ramadhani Jamal Muh Zhaldy Syahruddin Muh Zulkifli Suma Muh. Adel Al Iqram M Muh. Alvin Muhammad Qayyum Al Sahhaf M Muhammad Rahman Muhammad Rusydi Tajussabirin Ma'duni Muhammad Soadikin Mulawarman Mulawarman Mutia Multasyam Ninis Karlina Nirwana Nirwana Novi Puji Lestari Nur Amalia Utari Nur Ichwana Nur Suci Ainun Aswat Nurfadilah Nurfadilah Nuriah Hasibuan Nuristiqamah Nuristiqamah Nuristiqomah Qurratu Aini Rahmadani Oktaviana Rahmat Raihan Ratna Aswar Resti Amelia Rismawati Rismawati Rosdiayanti Rosdiayanti Rosnani Abd Rahman Saldiansyah Rusli Salsabila, Unik Hanifah Sifa Miftah Chaerani Sitti Maghfira Sitti Murniati Muhtar Suarti Suarti Suharni Suharni Syifa Salsabila Z.Y Dwi Putri Tawakkal Saleh Tawakkal Tawakkal Tawakkal Tawakkal Tawakkal Tawakkal Titin Usmar Touku Umar Very Anugerah Zalkha Soraya