Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Engineering

Analisis Dampak Lalu Lintas Pembangunan Pasar Windusari, Kabupaten Magelang : Traffic Impact Analysis of Windusari Market Development, Magelang District Yulianyahya, Raafi Widyaputra
Jurnal Engineering Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, Nomor 1, 2025
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v7i1.40281

Abstract

Pembangunan pusat kegiatan primer di wilayah perkotaan akan mengubah struktur ruang kota, mempengaruhi pola perjalanan, dan berdampak pada jaringan jalan di kawasan tersebut. Pembangunan pusat kegiatan di ruas jalan provinsi akan meningkatkan pergerakan lalu lintas, baik dari dalam maupun luar kota, sehingga membebani jaringan jalan nasional di perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jaringan jalan sekitar lokasi pembangunan pasar melalui Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), yang menganalisis pengaruh pengembangan tata guna lahan terhadap sistem pergerakan lalu lintas. Penelitian ini menggunakan metode observasi manual untuk mencatat volume kendaraan dan mengukur geometrik jalan. Analisis dilakukan dengan metode analisis tundaan dan derajat kejenuhan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997). Hasil menunjukkan derajat kejenuhan eksisting di Jalan Windusari – Siladu sebesar 0,21 dan di Jalan Windusari – Temanggung sebesar 0,14. Prediksi operasional tahun 2028 menunjukkan derajat kejenuhan Jalan Windusari – Siladu sebesar 0,35 dan Jalan Windusari – Temanggung sebesar 0,31. Kinerja Simpang Payaman – Genito – Temanggung mengalami tundaan 7,97 detik dengan derajat kejenuhan 0,37. Hasil tundaan di Simpang Bandongan – Payaman – Genito adalah 10,01 detik dengan derajat kejenuhan 0,56. Untuk prediksi tahun 2028, tundaan di Simpang Payaman – Genito – Temanggung diperkirakan menjadi 13,97 detik dengan derajat kejenuhan 0,83. Simpang Bandongan – Payaman – Genito menunjukan tundaan 16,92 detik dan derajat kejenuhan 0,95.