Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

SKRINING THALASSEMIA BETA MINOR PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA Medina Athiah; Safyudin Safyudin; Liniyanti Daniel Oswari
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/V8I2.13257

Abstract

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) tahun 2001, terdapat 7% populasi di seluruh dunia yang merupakan karier thalassemia atau penderita thalassemia minor. Di Indonesia, frekuensinya pun cukup tinggi yaitu 3-10%. Pada thalassemia beta minor defek hanya terjadi pada salah satu rantai beta sehingga gejalanya ringan, bahkan dapat tidak bergejala sama sekali. Permasalahan baru akan muncul apabila kedua orang tua merupakan karier karena terdapat risiko sebesar 25% untuk memiliki anak dengan thalassemia mayor. Klinis yang asimptomatis inilah yang menyebabkan thalassemia beta minor menjadi sulit terdeteksi sehingga penting untuk dilakukan skrining pada masyarakat untuk mencegah terjadinya kasus thalassemia baru. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan skrining untuk mengetahui prevalens tersangka thalassemia beta minor pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Palembang, Indonesia. Terdapat 143 subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dilakukan pemeriksaan hematologi rutin sehingga dapat diketahui nilai hemoglobin, jumlah eritrosit, MCV, dan RDW-CV untuk selanjutnya dilakukan penghitungan Indeks Mentzer dan Indeks RDW. Tersangka thalassemia beta minor pada penelitian ini harus memenuhi kriteria MCV <80 fL, Indeks Mentzer <13, dan Indeks Mentzer <220. Terdapat 17 subjek (11,9%) dengan nilai MCV <80 fL, 7 subjek (4,9%) dengan nilai Indeks Mentzer <13, dan 51 subjek (35,7%) dengan nilai Indeks RDW <220. Subjek yang memenuhi ketiga kriteria tersangka thalassemia beta minor tersebut sebanyak 7 orang sehingga prevalens tersangka thalassemia beta minor adalah 4,9%.
Gambaran pasien hemoroid di instalasi rawat inap departemen bedah rumah sakit umum pusat dr. Mohammad Hoesin Palembang Safyudin Safyudin; Lia Damayanti
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemoroid adalah pelebaran vena-vena pleksus hemoroidalis. Hemoroid dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis dan stadium kerasnya hemoroid. Hingga kini, belum ada penelitian tentang gambaran pasien hemoroid di RSMH Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pasien hemoroid di RSMH Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional terhadap 39 pasien hemoroid di Instalasi Rawat Inap Departemen Bedah RS. Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode Januari sampai Desember 2012. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medik di RSMH Palembang.Pasien mengalami hemoroid rata-rata pada usia 45-64  tahun. Proporsi pasien hemoroid perempuan lebih besar daripada laki-laki yakni sebesar 61,5% berbanding 38,5%.Hemoroid interna lebih sering sebesar 82,10%. Jenis tatalaksana operasi yang sering digunakan adalah hemoroidektomi stapler (61,5%) dengan rata-rata lama penyembuhan ? 3 hari.Perempuan lebih sering mengalami hemoroid, hemoroid interna yang paling sering ditemukan, tata laksana operasi hemoroidektomi stapler yang paling sering dilakukan dan  lama pemulihan pascaoperasi memakan waktu ? 3 hari.
Kadar glutation (GSH) darah karyawan SPBU di Kota Palembang Safyudin Safyudin; Subandrate Subandrate
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan SPBU merupakan salah satu lingkungan yang tinggi oksidan seperti toluen, benzena, xylen atau hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH). Senyawa ini dimetabolisme oleh hati membentuk radikal bebas. Radikal bebas mengoksidasi makromolekul dalam tubuh seperti lemak, protein dan asam nukleat. Antioksidan, seperti GSH, berperan menangkap radikal bebas sehingga mencegah kerusakan sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar antioksidan GSH karyawan SPBU di Kota Palembang. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Dua SPBU dipilih secara acak.  Jumlah subjek penelitian yang didapatkan  pada penelitian ini adalah 14 orang karyawan SPBU dan 7 kontrol. Sampel berupa darah diambil setelah habis shift kerja. Rata-rata kadar GSH karyawan SPBU adalah 0,267 µg/mL dan kontrol adalah 0,305 µg/mL (p=0,178). Kadar GSH karyawan SPBU lebih rendah dibandingkan kontrol. Pada pekerja SPBU di Kota Palembang, paparan oksidan berpengaruh tidak signifikan terhadap penurunan kadar GSH darah.
UJI DIAGNOSTIK DERAJAT KEPARAHAN PROPTOSIS MENGGUNAKAN EKSOFTALMOMETER HERTEL DIBANDINGKAN DENGAN CT SCAN ORBITA Mohammad Fiqih; Riani Erna; Safyudin Safyudin
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 4 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v50i4.8569

Abstract

Proptosis merupakan suatu kondisi penonjolan bola mata ke depan yang merupakan manifestasi umum dari berbagai penyakit orbita. Pemeriksaan yang rutin dilakukan untuk mendiagnosis proptosis berupa eksoftalmometri dan juga CT Scan Orbita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai diagnostik eksoftalmometer Hertel terhadap CT Scan orbita (gold standard) dalam menilai derajat keparahan proptosis di Poliklinik Mata RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang.Penelitian ini menggunakan desain uji diagnostik dan menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien di Poliklinik Mata RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang dalam periode 1 November 2016 – 31 Oktober 2018. Didapatkan besar sampel total sebesar 81 orang pasien proptosis. Dari 81 orang pasien proptosis, terdapat 66 proptosis unilateral dan 15 proptosis bilateral sehingga jumlah pemeriksaan mata proptosis yang dilakukan adalah 96. Data dianalisis menggunakan teknik uji diagnostik dan kemudian disajikan dalam bentuk tabel 2x2.Terdapat 81 kasus proptosis, 44,4% berusia 40-49 tahun dan 64,2% adalah perempuan. Etiologi proptosis terbanyak adalah neoplasma (44,4%) diikuti oleh endokrin (19,8%). Tipe proptosis terbanyak adalah unilateral yaitu sebesar 81,5%. Eksoftalmometer Hertel dalam menilai proptosis derajat ringan dan derajat sedang memiliki sensitivitas yang cukup tinggi yaitu 86,8% dan 81,3% dan spesifisitas yang tinggi yaitu 91,4% dan 90,6%. Eksoftalmometer Hertel dalam menilai proptosis derajat berat memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi yaitu 95,6% dan 94,5%.Eksoftalmometer Hertel mumpuniuntuk digunakan sebagai alat skrining dan diagnostik dalam menentukan derajat keparahan proptosis di wilayah kerja puskesmas.
Hubungan Antara Regurgitasi dan Gejala Stridor Saluran Pernapasan Bayi Usia 1-6 Bulan yang Berkunjung ke Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Pakjo Kota Palembang Tahun 2014 Pierre Ramandha K; Hasri Salwan; Safyudin Safyudin
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 2 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v47i2.2756

Abstract

Regurgitasi merupakan gejala klinis yang paling sering ditemukan pada gastroesophageal reflux (GER). GER disebabkan perkembangan sistem saluran pencernaan bagian atas yang belum sempurna, sehingga menyebabkan isi lambung bergerak naik ke esophagus dan mulut. Regurgitasi merupakan keadaan normal yang terjadi pada bayi usia dibawah 6 bulan dan akan berhenti dengan sendirinya seiring pematangan saluran pencernaan. Stridor merupakan komplikasi gejala saluran pernapasan yang sering dikeluhkan oleh orang tua terhadap bayinya yang mengalami regurgitasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara regurgitasi dan gejala stridor pada bayi 1-6 bulan di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Pakjo Kota Palembang.Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasinya adalah bayi usia 1-6 bulan yang dibawa ke Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Pakjo Palembang periode bulan Oktober-Desember 2014. Sampel terdiri dari 81 bayi yang didapatkan dengan caraconsecutive sampling.Subjek penelitian sebanyak 81 bayi, diantaranya 28 bayi (34,6%) yang mengalami stridor dengan rata-rata frekuensi regurgitasi 3,25+1,26 kali per hari, dan 53 bayi (65,4%) yang tidak mengalami stridor dengan rata-rata frekuensi regurgitasi 2,45+1,15 kali per hari. Hasil uji man whitney didapatkan P=0,006. Terdapat hubungan yang bermakna antara stridor dan frekuensi regurgitasi.Rata-rata frekuensi regurgitasi pada bayi yang mengalami stridor lebih sering dibandingkan bayi yang tidak mengalami stridor.
Karakteristik Penderita Kanker Pankreas di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2009 - 2013 Auliya Bella Oktarina; Syadra Bardiman Rasyad; Safyudin Safyudin
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 1 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v47i1.2737

Abstract

Kanker dapat menyerang berbagai organ tubuh, termasuk pankreas. Penderita banyak yang terdiagnosis dengan metastasis. Data mengenai karakteristik kanker pankreas di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita kanker pankreas di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2009-2013.  Penelitian ini merupakan survei deskriptif. Penderita kanker pankreas di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2009-2013 berjumlah 78 orang. Data dikumpulkan dari catatan rekam medis seluruh penderita kanker pankreas di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2009-2013 diperoleh 43 subjek penelitian. Dari penelitian ini didapatkan, 2,33% penderita kanker pankreas berusia 20-34 tahun, 16,28% berusia 35-44 tahun, 25,58% berusia 45-54 tahun, 39,53% berusia 55-64 tahun, 13,95% berusia 65-74 tahun, 2,33% berusia 75-84 tahun. Mayoritas (67,44%) penderita adalah laki-laki dan 32,56% adalah perempuan. Penderita yang mengalami nyeri abdomen adalah 90,70%, 65,12% ikterus, dan 27,91% berat badan menurun. Penderita yang memiliki kadar bilirubin total lebih dari normal adalah 83,33%, 88,89% bilirubin direk lebih dari normal, 63,89% bilirubin indirek lebih dari normal, 72,5% AST lebih dari normal, 70% ALT lebih dari normal, 89,66% ALP lebih dari normal, 83,33% GGT lebih dari normal, 70,73% albumin kurang dari normal, 50% CEA lebih dari normal, 76,92% CA 19-9 lebih dari normal. Berdasarkan perluasan tumor, 18,60% tumor hanya pada pankreas, 27,91% meluas ke bagian sekitar, 30,23% metastasis, 23,26% tidak diketahui. Penderita kanker pankreas paling banyak berusia 55-64 tahun dan lebih banyak laki-laki. Manifestasi klinis yang paling banyak adalah nyeri abdomen. Sebagian besar hasil laboratorium penderita diluar kisaran normal. Lokasi tumor paling banyak adalah pada caput pankreas. Berdasarkan perluasan tumor, penderita paling banyak mengalami metastasis.
PENDAMPINGAN KETERAMPILAN PENCEGAHAN DAN PENANGANAN DIARE DI TINGKAT RUMAH TANGGA Safyudin -
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v5i2.5678

Abstract

Penyakit diare merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia, karena morbiditas dan mortalitasnya tinggi. Salah satu langkah dalam pencapaian target MDG’s adalah menurunkan kematian anak menjadi 2/3 bagian dari tahun 1990 sampai 2015. Studi mortalitas dan riset kesehatan dasar dari tahun ke tahun diketahui bahwa diare masih menjadi penyebab utama kematian balita di Indonesia. Penyebab utama kematian akibat diare adalah tata laksana yang tidak tepat baik di rumah maupun di sarana kesehatan.Penyuluhan kesehatan diharapkan dapat memberikan perubahan pengetahuan dan sikap ibu dalam penatalaksanaan balita dengan diare. Sehingga dapat menurunkan kematian balita akibat diare. Kegiatan berupa penyuluhan mengenai informasi tanda-tanda diare, penyebab diare, pencegahan dan penanganan diare. Selain itu diberikan brosur mengenai tanda-tanda bahaya diare serta pencegahannya. Selanjutnya dilakukan diskusi untuk mengevaluasi hasil penyuluhan.Sebanyak empat puluh dua warga dan tiga kader kesehatan mengikuti acara ini. Sebagian besar kader memiliki pengetahuan yang baik tentang diare dan penanganannya. Setelah dilakukan penyuluhan, semua warga semakin memahami cara pencegahan dan penanganan diare di rumah tangga. Warga juga memiliki kemampuan untuk mengenali tanda dan komplikasi diare, cara pencegahan diare dengan mencuci tangan menurut WHO dan cara pembuatan larutan gula garam serta cara pemberiannya.
PENDAMPINGAN KETERAMPILAN CARA MENDAPATKAN, MENGGUNAKAN, MENYIMPAN, DAN MEMBUANG OBAT (DAGUSIBU) PADA MASYARAKAT Sadakata Sinulingga; Safyudin -; Fatmawati -; Subandrate -; Kusumo Hariyadi; Rini Yana
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.915 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.119-124.2019

Abstract

Saat ini, akses masyarakat terhadap obat-obatan semakin mudah. Namun, hal tersebut tidak disertai dengan pemahaman yang benar terhadap obat-obatan. Akibatnya, hal tersebut menimbulkan berbagai masalah terkait obat seperti penggunasalahan dan pembuangan obat secara sembarangan. Oleh karena itu, masyarakat perlu diberi pengetahuan dan keterampilan yang benar tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat (DAGUSIBU). Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pendampingan dengan kegiatan utama penyuluhan dan demonstrasi tentang DAGUSIBU terhadap masyarakat di Kelurahan Keputeraan, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Kegiatan diikuti oleh 34 orang peserta yang terdiri dari masyarakat dan kader kesehatan. Analisis keberhasilan kegiatan dilakukan dengan melakukan evaluasi sebelum dan sesudah penyuluhan. Dari kegiatan tersebut dapat diketahui bahwa hampir seluruh peserta tidak mengetahui tentang DAGUSIBU. Setelah diberikan penyuluhan dan demonstrasi, sebagian beserta dapat memamahi dengan baik dan memiliki keterampilan sederhana dalam DAGUSIBU. Dari hasil tersebut, diharapkan masyarakat dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan ini telah dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam DAGUSIBU sehingga perlu diupayakan kegiatan yang berkesinambungan guna mencegah penggunasalahan obat dalam masyarakat. Kata kunci: DAGUSIBU, Obat, Pendampingan, Penyuluhan ABSTRACT Today, people's access to medicines is getting easier. However, this is not accompanied by a correct understanding of medicines. As a result, it raises various drug-related problems such as medicines abuse and indiscriminate disposal. Therefore, people need to be given the right knowledge and skills on how to get, use, store and dispose of medicines (DAGUSIBU). This community service activity is in the form of assistance with the main activities of counseling and demonstration about DAGUSIBU to the community in Keputeraan Village, Lubuklinggau City, South Sumatra. About 34 participants consisting of community members and health cadres attended the activity. Analysis of the success of activities carried out by evaluating before and after counseling. From these activities, it can be seen that almost no participants knew about DAGUSIBU. After being given counseling and demonstration, some of them along with be able to understand well and have simple skills in DAGUSIBU. From these results, it is expected that the community can apply it in everyday life. Community service activities in the form of counseling have been able to improve the knowledge and skills of the community in DAGUSIBU so that it needs to be pursued in a sustainable activity to prevent the use of drug problems in the community. Keywords: Assistance, Counseling, DAGUSIBU, Medicines
EDUKASI KANDUNGAN ASI DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI Ellla Amalia; Subandrate Subandrate; M. Hafizh Arrafi; M. Nadhif Prasetyo; Annes C. Adma; M. Dias A. Monanda; Safyudin Safyudin; Medina Athiah
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.2.31-36.2021

Abstract

Pemberian ASI eksklusif pada bayi telah dianjurkan oleh semua pihak. ASI tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan energi bayi, tetapi juga memberikan makronutrien dan mikronutrien yang penting untuk tumbuh kembang bayi. Walaupun demikian, cakupan pemberian ASI eksklusif belum dapat dikatakan optimal. Hal tersebut dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan ibu mengenai kandungan nutrisi ASI dan faktor ibu yang bekerja. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada ibu menyusui mengenai kandungan ASI dan pemberian ASI perah (ASIP). Kegiatan dilakukan secara online melalui Zoom. Kegiatan berupa seminar atau penyuluhan dengan menghadirkan 3 topik dan 3 narasumber. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan menilai suasana diskusi dan memberikan pertanyaan tertutup melalui pra dan pascates. Sebanyak 29 ibu menyusui mengikuti kegiatan ini dengan rerata usia 29 tahun dan sebagian besar bekerja (80%). Para peserta antusias memberikan pertanyaan kepada para narasumber. Hasil evaluasi pra dan pascates menunjukkan ada peningkatan pengetahuan ibu menyusui sebesar 31% (p=0,000). Kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi kandungan ASI dan pemberian ASIP berhasil dilakukan dengan baik. Edukasi mampu meningkatkan pengetahuan ibu menyusui. Edukasi atau penyuluhan dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan atau pemahaman masyarakat.Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Kata kunci: ASI, ASIP, edukasi, nutrisi, pengetahuan ABSTRACT Exclusive breastfeeding for babies has been recommended. It fulfills the baby's energy needs and provides nutrients that are necessary for baby's growth and development. However, the coverage of exclusive breastfeeding has not yet been sufficient, that is affected by the mother’s lack of knowledge about breast milk and the mother’s occupation. This community service aims to provide education to breastfeeding mothers about the content of breast milk and expressed breast milk to the breastfeeding mothers. The activities were performed by presenting 3 experts using online Zoom. Evaluation was done by assessing the atmosphere of the discussion and establishing closed questions through pre and post-test. A total of 29 breastfeeding mothers have participated in this activity with an average age of 29 years and most of them have job (80%). The participants were actively asking questions to the speakers. The results of the pre- and post-test evaluation showed that there was an increase in knowledge of breastfeeding mothers by 31% (p=0.000). It concludes that community service in the form of education activities on the content of breast milk and breastfeeding has been successful. Education or outreach activities has been proven to increase public’s knowledge and understanding of certain topic. Keywords: breast milk, education, expressed breast milk, knowledge, nutrition
Efek Antihiperglikemik Infusa Daun Benalu Kersen (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq) Pada Tikus Putih Jantan Yang Diinduksi Aloksan Fatihah Az Zahra; Subandrate Subandrate; Safyudin Safyudin; Sadakata Sinulingga
Jurnal Fitofarmaka Indonesia Vol 9, No 1 (2022): JURNAL FITOFARMAKA INDONESIA
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jffi.v9i1.806

Abstract

Kersen parasite leaves (Dendropthoe pentandra (L.) Miq) is a type of parasite that is hemiparasite and contains active compounds, namely, flavonoids, terpenoids and tannins. This compound has benefits as an antihyperglycemic. The aim of this study is to determine the effect of lowering blood glucose levels from the infusion of Kersen parasite leaves (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq) in white male rats induced by alloxan. This research was a laboratory experimental study with a randomized pre- and posttest one group design. The study used alloxan-induced male rats which were divided into 3 dosage groups (38 mg/kgBW, 77 mg/kgBW, and 154 mg/kgBW). In the results of the mean blood glucose levels of rats, there was a decrease in blood glucose levels on the 0th day of treatment, on the 7th day after the treatment there was an increase in blood glucose levels and on the 14th day after the treatment there was a decrease in blood glucose levels except in the dose II group and III. In this study, Kersen parasite leaf infusion had no effect on reducing blood glucose levels of alloxan-induced male white rats.