Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Strategi Pemasaran Sosial Komunitas Sosial Blood for Life Nissa, Hairun; Ariyani, Nafiah
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 2 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i2.391

Abstract

AbstractThis study aims to describe the social marketing strategy implemented by the Blood for Life community in changing people's behavior to donate blood. Lack of blood stock is a very crucial issue in Indonesia. Blood for life is a social community that voluntarily helps others who are in need of blood for free. Blood for Life is a network of links between people who need blood and people who will donate blood. The literature review used to support this research analysis is social marketing strategies and non-profit organizations. The research approach uses a descriptive qualitative approach with the case study method. The research data were obtained through in-depth trainers to research informants, namely the founders of the organization, administrators and volunteers. Other data were obtained through researchers' observations of Blood for Life as well as documentation and uploads of activities uploaded via the internet. The results of this study indicate that the stages in social marketing such as analyzing the social marketing environment and selecting target adopters are carried out by Blood for Life, but are not structured. However it does not interfere with Blood for Life social marketing and activity settings and organizations can adjust accordingly. Blood for Life is able to change the behavior of its members to be more positive through education on empathetic values given to target adopters. The most effective social marketing promotion strategies are used to get and change prioritized member behavior through social media. Personal belief in the founder of Blood for Life's social media has become an effective and successful promotion strategy.Keywords: Social Marketing Strategy, Social Community, Behavior Change AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemasaran sosial yang dilakukan oleh komunitas Blood for Life dalam mengubah perilaku masyarakat untuk mendonorkan darah. Kekurangan stok darah menjadi isu yang sangat krusial di Indonesia. Blood for life merupakan komunitas sosial yang secara sukarela membantu orang lain yang sedang membutuhkan darah secara cuma-cuma. Blood for Life menjadi jaringan penghubung antara orang yang membutuhkan darah, dengan orang yang akan mendonorkan darahnya.  Kajian pustaka yang digunakan untuk mendukung analisis penelitian ini adalah strategi pemasaran sosial dan organisasi nirlaba. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam kepada informan penelitian yaitu pendiri organisasi, pengurus dan relawan. Data lainnya diperoleh melalui observasi peneliti terhadap Blood for Life serta dokumentasi dan unggahan kegiatan yang diunggah melalui internet.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan dalam pemasaran sosial seperti analyzing the social marketing environment dan selecting target adopter telah dilakukan oleh Blood for Life, akan tetapi tidak terstruktur. Namun tidak mengganggu jalannya pemasaran sosial dan aktivitas Blood for Life dan organisasi dapat menyesuaikan sesuai kebutuhannya. Blood for Life mampu mengubah perilaku anggotanya menjadi lebih positif melalui edukasi nilai-nilai empati yang diberikan kepada target adopter. Strategi promosi pemasaran sosial yang paling efektif digunakan untuk mendapatkan serta mengubah perilaku anggota diprioritaskan melalui media sosial. Adanya kepercayaan yang bersifat personal kepada media sosial pendiri Blood for Life menjadi strategi promosi yang efektif dan berhasil.Kata Kunci: Strategi Pemasaran Sosial, Komunitas Sosial, Perubahan Perilaku
Kepercayaan Mobile Banking: Peran Keamanan dan Kualitas Layanan Elektronik dalam Mendorong Niat Bertransaksi Ulang Nissa, Hairun; Rosa, Aslamia; Maulana, Ahmad; Wahab, Zakaria
Al-Buhuts Vol. 20 No. 2 (2024): Al-Buhuts
Publisher : Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ab.v20i2.5932

Abstract

This study investigates the role of Security and Electronic Service Quality in influencing Repurchase Intention in the mobile banking application of Bank Sumsel Babel, with Trust as an intervening variable. Data collected from 131 respondents who actively use the mobile banking application were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with Smart PLS 4. The results indicate that Electronic Service Quality significantly influences Repurchase Intention, both directly and indirectly through Trust as a mediator. Security, however, does not show a significant impact on Repurchase Intention, either directly or indirectly through Trust. Nonetheless, Security remains crucial in building initial Trust among users. This study provides insights for improving service quality and Security features to strengthen customer loyalty
Analisis Teknologi Bersih dan Minimasi Limbah pada Industri Tahu Rumahan Kota Pontianak (Analysis of Clean Technology and Minimization of Waste in the Home-based Tofu Industry on Jl. Parit Pangeran, Pontianak City, West Kalimantan) Khairunnissa, Rizqa; Nissa, Hairun; Banun, Emylyana Maylany; Apriani, Isna; Jati, Dian Rahayu
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 8, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v8i2.43712

Abstract

Abstract  The home industry is currently growing rapidly, not inferior to large industries. One of the fastest growing industries is the tofu industry. Tofu industry which is located on Jl. Parit Pangeran, Pontianak City, can produce tofu ranging from 1004 to 1005 grains which are distributed to the Flamboyan Market. This soy-based food is in great demand by the public, apart from its taste, the protein content in tofu is also good for the human body. The tofu production process includes soaking 500 kg of soybeans, milling, pressing, cooking, freezing, and printing. In each production process, tofu will produce output in the form of semi-finished products or waste. The results of the analysis of the application of clean production and waste minimization in the tofu industry are the addition of SOPs, goodhouse keeping, recycle, fuel replacement, extension of water life, use of blowers in the cooking process, reuse of cooking water, utilization of ash waste, and manufacture of liquid fertilizer.  Keywords: Production and Waste Minimization, Tofu Industry, Quick Scanning  Abstrak  Industri rumahan saat ini berkembang pesat tak kalah dengan industri besar. Salah satu industri yang berkembang pesat adalah industri tahu. Industri tahu yang terletak di Jl. Parit Pangeran, Kota Pontianak, dapat menghasilkan tahu berkisar 1004 hingga 1005 butir yang didistribusikan ke Pasar Flamboyan. Makanan berbahan dasar kedelai ini banyak diminati oleh masyarakat, selain karena rasa, kandungan protein pada tahu juga baik bagi tubuh manusia. Proses produksi tahu ini meliputi perendaman kedelai sebanyak 500 kg, penggilingan, pemerasan, pemasakan, pembekuan, dan pencetakan. Pada tiap proses produksi tahu akan menghasilkan output berupa produk setengah jadi, maupun limbah. Hasil analisis penerapan produksi bersih dan minimasi limbah di industri tahu ini yang bisa disarankan adalah penambahan SOP, good housekeeping, recycle, penggantian bahan bakar, perpanjangan masa pakai air, penggunaan blower pada proses pemasakan, reuse air saat proses memasak, pemanfaatan limbah abu, dan pembuatan pupuk cair.  Kata Kunci: Produksi Bersih dan Minimasi Limbah, Industri Tahu, Quick Scanning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SMK Nissa, Hairun
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.96 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v18i1.106

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif komparatif dengan metode eksperimen. Kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran kontekstual sedangkan kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran ekspositori. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 17 Jakarta pada bulan September – November 2013. Sampel dari penelitian ini adalah siswa SMK kelas XI jurusan Administrasi Perkantoran sebanyak 36 siswa. Pemilihan kelompok dilakukan secara acak sederhana. Hasil perhitungan rata-rata hasil belajar Bahasa Indonesia pada kelas eksperimen sebesar 21,06, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 18,72. Hasil pengujian normalitas data dengan dengan uji Liliefors diperoleh data kedua kelompok berdistribusi normal. Hasil pengujian homogenitas menggunakan uji Bartlett diperoleh data kedua kelompok homogen. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan Uji t dengan taraf signifikan á = 0,05. Dari hasil pengujian diperoleh nilai th = 1,75 > t (0,05, 34) = 1,69, thitung > ttabel, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual terbukti lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa SMK.Kata kunci: model pembelajaran, kontekstual, ekspositori, bahasa IndonesiaAbstract:This research aims to reveal about the impact of contextual learning models towards learning achievement in Indonesian Language. This research uses quantitative comparative approach with experimental method. Contextual teaching and learning (CTL) model was implemented for experimental group and expository model teaching and learning was implemented for control group. The research was conducted at the Vocational School (SMK) 17 Jakarta on September- November 2013. Samples from this study were 36 vocational school students class XI majoring in Office Administration. Sample selected by simple random sampling. Data were collected using learning output test. The result of the study was analyzed with t-test. Calculations showed average score for experiment class were 21,06, while the control class is 18,72. Both data were normally distributed and had homogeny variances. Hypotesis test using ttest at significance level á = 0,05 in t value 1,75 which was higher than F table 1,69, so it is concluded that contextual learning model had proven to be effective in improving learning outcomes of Indonesian Language. To determine the learning model that will be used in the classroom, teachers also need to consider the student characteristics and competence..Keywords: learning model, contextual, expository, bahasa.
MEMFASILITASI PEMELAJAR MODERN DENGAN VIDEO PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN MENARIK Facilitating Modern Learners with Effective and Interesting Instructional Video Mega, Nur Arfah; Nissa, Hairun; Nugraha, Amar
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.459 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i1.518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kebutuhan siswa sebagai pemelajar modern terhadap jenismedia, materi pembelajaran, format media, narasumber, jenis bahasa yang digunakan, pemanfaatan,durasi dan saluran penyampaian dalam rangka pengembangan video pembelajaran yang mengaktifkandan melibatkan siswa secara penuh dan bermakna dalam proses pembelajaran. Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode survei dan wawancara ahli. Teknik pengambilansampel dalam metode survei menggunakan metode purposive random sampling dengan jumlahresponden sebanyak 2.096 siswa dari jenjang SMP, SMA dan SMK. Pengambilan data dilakukanmelalui survei daring menggunakan aplikasi google form. Survei dilakukan pada tanggal 1 sampaidengan 16 November 2018. Hasil penelitian menunjukkan: 44% responden menganggap videomembantu memudahkan pemahaman terhadap materi pembelajaran; 56,5% responden memilihmatematika sebagai materi pembelajaran yang paling dibutuhkan untuk dikembangkan menjadi videopembelajaran; format video animasi (42,8%) sebagai format video yang paling disukai; guru adalahnarasumber yang disukai untuk menyampaikan materi (43,7%); bahasa sehari-hari (69%) dianggappaling sesuai untuk digunakan dalam penyampaian materi dalam video pembelajaran; 63,4%responden menggunakan video pembelajaran untuk mendukung/ memperkarya pemahaman; 36,8%responden memilih 6-10 menit sebagai durasi ideal untuk video pembelajaran; dan 92% respondenmemilih handphone sebagai perangkat yang paling sering digunakan untuk mengakses video untukbelajar.This research aims to find out the students’ (modern learner) needs (type of media, subject matter, video format, talents, language, utilization, duration, and channel) in using instructional video to make learning as an active and engaging process. This research uses a quantitative approach, with a survey and interview with the expert. The sampling technique in the survey method used purposive random sampling, with the number of respondents 2096 students from the junior high, senior high (general and vocational).. Data retrieval is done by an online survey using google form, which is distributed on November 1 to 16, 2018. The results of the study show that: 44% of respondents still consider video as a medium that makes them understand the subject matter easier; Math chosen by 56.5% respondents as subject matter that need to be develop as instructional video; animation (42.8%) as their favourite video format; teacher (43.7%) as a person who deliver the content; conversational language (69%) as a suitable language; 63.4% respondents using instructional video to support/enrich their understanding; 6 to 10 minutes (36.8%) as an ideal duration for instructional video; and handphone (92.6%) as a device to access the video for learning
Indonesia DIFUSI INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI MELALUI PEMANFAATAN BANTUAN KUOTA INTERNET KEMENDIKBUDRISTEK: Diffusion Of Innovation In Learning Based on Technology Through Utilization Of Internet Quota Subsidy Nissa, Hairun; Jamalulail, Indonesia
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.vi.994

Abstract

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah menyalurkan bantuan kuota internet sebagai salah satu kebijakan pemerintah di bidang pendidikan saat pandemi untuk mendukung terciptanya inovasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui difusi inovasi pembelajaran berbasis teknologi yang dilakukan oleh Duta Rumah Belajar yang menjadi agen perubahan dalam inovasi pembelajaran melalui pemanfaatan program bantuan kuota internet. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Populasi penelitian adalah 160 guru dan 10 orang Duta Rumah Belajar yang diwawancarai secara mendalam terkait penyebarluasan inovasi. Rumusan masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses adopsi inovasi pembelajaran berbasis teknologi dilakukan oleh guru Duta Rumah Belajar melalui pemanfaatan bantuan kuota internet yang diberikan Kemendikbudristek. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru telah menerima bantuan kuota dan memanfaatkannya untuk pembelajaran dan keperluan pendukung lainnya. Difusi inovasi yang yang dilakukan oleh Duta Rumah Belajar adalah menggunakan saluran komunikasi interpersonal, media massa, dan media sosial. Komunikasi interpersonal dilakukan dengan ceramah, dialog, dan demonstrasi praktik baik; komunikasi dengan media massa dilakukan melalui radio dan tulisan di website; dan komunikasi dengan media sosial dilakukan melalui Youtube, Instagram, dan Facebook. Guru berpendapat bahwa inovasi dalam pembelajaran pada masa pandemi perlu dilakukan, dengan indikator keberhasilan inovasi berupa meningkatnya partisipasi siswa yang aktif belajar. Selanjutnya, guru berharap bantuan kuota internet tetap dilanjutkan dan guru diberikan wadah komunitas serta pelatihan tentang inovasi pembelajaran dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi. The Ministry of Education, Culture, Research and Technology has distributed internet quota aid as one of the government policies during the pandemic era to support the creation of learning innovations. This objective of this study is to know the diffusion of technology-based learning innovations by Rumah Belajar Ambassador, teachers who become the agents of change in learning innovation through the use of internet quota aid program. The research is conducted with descriptive qualitative method. The population is 160 teachers and 10 Duta Rumah Belajar who are interviewed in depth in carrying out the dissemination of innovation. The research problem is how the process of adopting technology-based learning innovations is carried out by Rumah Belajar Ambassador through the use of internet quota aid provided by the Ministry. The result shows that most teachers have received quota aid and used it for learning and other supporting purposes. The diffusion of innovations carried out by Rumah Belajar Ambassador is in terms of interpersonal communication channels, mass media, and social media. Interpersonal communication is carried out through lectures, dialogues, and demonstrations of best practices; mass media communication is through radio and writing on the website; and communication in social media is through YouTube, Instagram and Facebook. Teachers need to innovate their learning process during a pandemic era, with the indicator of the increase in the active student participation in the learning process. Furthermore, teachers hope that internet quota aid will continue and teachers will be given community forums and training on learning innovations in utilizing Information and Communication Technology.