Articles
Implementasi Project Based Learning dalam Meningkatkan Pola Pikir Kritis Siswa di SMK Negeri 1 Surakarta
Annisa Rehani;
Triono Ali Mustofa
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 4 (2023): DIDAKTIKA Nopember 2023
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58230/27454312.273
Penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi menyebabkan kurangnya berpikir kritis dan keaktifan dari hasil belajar siswa, sehingga diperlukan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif yaitu Project Based Learning (PjBL). Yang dimana siswa memecahkan tugas dan menghasilkan produk sebagai hasilnya, kegiatan pembelajaran berbasis proyek meliputi observasi, menanya, definisi masalah dan pemecahan masalah. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan pola pikir kritis siswa di SMK Negeri 1 Surakarta. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Surakarta dengan subjek penelitian yang terdiri dari guru mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti dan siswa kelas XII jurusan AKL, MPLB, dan PM SMK Negeri 1 Surakarta. Sedangkan objek penelitian ini adalah meningkatkan pola pikir kritis siswa di SMK Negeri 1 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif merupakan suatu proses penelitian untuk memahami suatu fenomena dengan cara menciptakan gambaran umum yang menyeluruh yang disajikan dalam bentuk kata-kata Oleh karena itu, data yang dikumpulkan dalam penelitian kualitatif disajikan dalam bentuk teks deskriptif atau data naratif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat menunjang pola pikir kritis siswa dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan metode ceramah. Menggunakan Project Based Learning (PjBL) ini lebih meningkatan yaitu tingkat konsentrasi, tingkat interaksi guru dan siswa, tingkat interaksi antar sesama siswa, meningkatkan pola pikir kritis siswa untuk aktif dalam pembelajaran.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Budaya Islam di SMP IT Hidayah Klaten
Farhan Ramadhan Habib;
Triono Ali Mustofa
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2024): DIDAKTIKA Februari 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58230/27454312.399
Meningkatkan budaya Islam berarti meningkatkan kehidupan keagamaan dari ajaran nilai-nilai keIslaman yang diwujudkan dalam sikap hidup siswa dalam bertindak serta berperilaku. Salah satu yang melatar belakangi Kepala Sekolah menerapkan budaya Islam ini karena krisis moral yang terjadi sekarang ini yang sudah melanda diseluruh lapisan masyarakat dari atas sampai kebawah maka inilah yang melandasi pentingnya menerapkan budaya Islam dilingkungan Sekolah untuk membentengi pribadi siswa dan lingkungan Sekolah dari krisis moral yang berkembang saat ini. Maka dari itu, peran kepemimpinan kepala sekolah sangat dibutuhkan dan orang yang sangat berpengaruh dalam meningkatkan budaya Islam di sekolah. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif. Pengambilan data pada penelitian ini yaitu observasi dan wawancara. Data yang dikumpulkan juga bersifat analisis deskriftif berupa tulisan atau data naratif. Penelitian ini dilakukan di Sekolah SMP IT Hidayah dengan subjek Kepala Sekolah SMP IT Hidayah Klaten. Wawancara dilakukan dengan Kepala Sekolah SMP IT Hidayah Klaten. Peneliti juga menggunakan metode studi pustaka. Berdasarkan temuan penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti yakni observasi di SMPIT Hidayah Klaten. Penelitian ini membahas tentang Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Budaya Islam. Sekolah Islam SMP IT Hidayah Klaten, peran kepala sekolah sangat signifikan dalam meningkatkan budaya Islam. Upaya-upaya seperti menyambut siswa dengan budaya Islam, berpakaian sesuai syariat, mendorong literasi agama, melibatkan siswa dalam aktivitas keagamaan, dan membangun kebiasaan berdzikir serta berkomunikasi dengan budaya Islam, semuanya merupakan langkah konkret dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang Islami. Gaya kepemimpinan yang diterapkan kepala sekolah SMP IT Hidayah Klaten adalah gaya kepemimpinan yang kharismatik.
Implementasi Bimbingan Keagamaan Melalui Kajian Rutin Gelombang Laju Siswa di SMA MTA Surakarta
Khalawati Jannah;
Triono Ali Mustofa
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2024): DIDAKTIKA Februari 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58230/27454312.534
Pendidikan agama sangat penting dalam kehidupan manusia. Seperti pada hakikatnya manusia diciptakan dengan tujuan untuk mengabdi dan menjadi khalifah Allah SWT. Untuk mendapatkan pembekalan agama sangat diperlukan adanya peran aktif pihak sekolah untuk membimbing dan mengarahkan siswanya dalam pengembangan spiritual dalam diri siswa. SMA MTA Surakarta mengadakan kegiatan kajian rutin mingguan yang dilaksanakan setiap hari Jum’at pagi. Kajian gelombang laju adalah kegiatan yang diselenggarakan di SMA MTA Surakarta sebagai sarana bimbingan keagamaan dan pembiasaan siswa laju terhadap agama islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) di mana penulis terlibat langsung di lokasi penelitian dengan tujuan untuk mendapatkan data yang lebih lengkap dan akurat dengan menerapkan metode kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, Pengumpulan data dilakukan dengan cara triangulasi yaitu penggabungan antara teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah kegiatan bimbingan keagamaan melalui kajian rutin mingguan ini cukup efektif ditinjau dari antuiasme siswa saat mengikuti kegiatan yang aktif dan rutin serta tingkat pelanggaran yang dilakukan siswa laju di luar sekolah terbilang rendah. Bimbingan keagamaan yang diadakan oleh pihak sekolah SMA MTA yaitu melalui kegiatan berupa kajian rutin mingguan yang akrab disebut denga kajian rutin gelombang laju. Bimbingan keagamaan yang diadakan oleh pihak sekolah SMA MTA yaitu melalui kegiatan berupa kajian rutin mingguan yang akrab disebut denga kajian rutin gelombang laju. Kajian ini diselenggarakan khusus untuk siswa laju yang dipandang minim bimbingan dan pengawasan dari pihak sekolah agar mampu membekali diri dan tidak melanggar syari’at islam saat bersosialisasi di Masyarakat serta mampu untuk mengamalkan nilai-nilai islam yang terarah. Efektivitas dari kegiatan ini dinilai berdasarkan antusiasme siswa dalam mengikuti kajian dan tingkat pelanggaran siswa laju di sekolah. Siswa dinilai aktif dan rutin mengikuti kajian rutin gelombang laju dan juga tingkat pelanggaran siswa laju termasuk rendah.
Keselarasan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum ISMUBA dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP PK Muhammadiyah Kottabarat Surakarta
Umma Lathifah;
Triono Ali Mustofa
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 (2024): Didaktika Mei 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58230/27454312.585
Kurikulum merupakan landasan dalam kegiatan pembelajaran, tanpa adanya kurikulum dalam dunia pendidikan maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan lancar karena salah satu keberhasilan suatu kurikulum terlihat dari proses pembelajarannya. kemudian dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah berbasis muhammadiyah terkhusus pada pembelajaran PAI penggunaan kurikulumnya tidak hanya menggunakan kurikulum merdeka tetapi juga dipadukan dengan kurikulum ISMUBA yang dimana kurikulum ISMUBA merupakan kurikulum yang harus dilaksanakan pada sekolah berbasis muhammadiyah. Kebijakan kurikulum merdeka merupakan mandat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sedangkan kurikulum ISMUBA merupakan kurikulum yang berada di bawah naungan dewan pendidikan dasar Muhammadiyah. Oleh karena itu fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan kurikulum merdeka dengan kurikulum ISMUBA dalam pembelajaran PAI dapat berjalan secara selaras dan seimbang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif di SMP Muhamamdiyah PK Kottabarat Surakarta. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pada pelakasanaan pembelajaran di SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta mengunakan dua kurikulum terkhusus pada pembelajaran PAI dimana kurikulum merdeka dan kurikulum ISMUBA dilaksanakan dengan cara mengkombinasikan kurikulum merdeka dengan kurikulum ISMUBA, dan hal tersebut tetap dapat berjalan selaras dan seimbang serta tidak menimbulkan hambatan yang serius.
Efektivitas Penerapan Media Audio Visual dalam Meningkatkan Pembelajaran Fiqih di SMP Muhammadiyah
Ahmad Catur Sulistyo;
Triono Ali Mustofa
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 (2024): Didaktika Mei 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58230/27454312.608
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media audio visual dalam pembelajaran Fiqih di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Dalam era pendidikan yang makin berkembang, diperlukan inovasi metode pengajaran untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang dinamis. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus guna mengetahui dampak penerapan media audio visual dalam kegiatan belajar mengajar tatap muka. Hasilnya adalah penerapan media audio visual banyak peminat dan partisipasi dari siswa, memperkaya interaksi di kelas, dan memfasilitasi pemahaman mendalam tentang materi. Penerapan ini melibatkan proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang mencakup penggunaan berbagai media pembelajaran seperti video, slide, dan dokumen pendukung. Penelitian ini menyoroti tantangan dalam metode pengajaran tradisional dan bagaimana media audio visual dapat mengatasi kekurangan tersebut, menjadikan pembelajaran lebih interaktif dan menarik. Ditemukan pula bahwa penerapan media ini berkontribusi pada pendidikan multikultural dan mendorong kreativitas serta inovasi guru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media audio visual terbukti berhasil ketertarikan siswa dalam mempelajari materi Fiqih, sekaligus memperkaya proses pembelajaran dan mendukung pendidikan yang holistik dan adaptif di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.
Upaya Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non-Akademik Peserta Didik Melalui Manajemen Kesiswaan di SMA Al-Islam 1 Surakarta
Hasna Ukhti Luthfia;
Triono Ali Mustofa
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 (2024): Didaktika Mei 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58230/27454312.622
Semua siswa memiliki prioritas yang berbeda dalam hal pengembangan diri mereka. Ada siswa yang ingin mencapai prestasi akademik dan non-akademik, sementara yang lain ingin mencapai prestasi dalam hubungan sosial dengan teman sebaya mereka. Oleh karena itu, peraturan dan standar dibuat di SMA Al-Islam 1 Surakarta mengatur posisi dan peran siswa dengan mempertimbangkan tujuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pendekatan manajemen kesiswaan yang efektif untuk meningkatkan prestasi siswa di SMA Al-Islam 1 Surakarta. Memberikan layanan prima kepada siswa mulai dari pendaftaran hingga lulus adalah tujuan manajemen kesiswaan. Data yang digunakan dalam studi ini dari Wakil kepala sekolah SMA Al-Islam 1 Surakarta melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Menurut temuan dari wawancara menunjukkan bahwa SMA Al-Islam 1 Surakarta dibagi berdasarkan minat, bakat, fasilitas ekstrakurikuler, dan program sekolah. SMA Al-Islam 1 Surakarta menyelenggarakan dapat memilih kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan akademik atau kegiatan pengembangan diri memilih kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan bakat dan minatnya dengan mengisi survei yang disediakan sebagai bagian dari Masa Orientasi Siswa/MPLS, Kegiatan ekstrakurikuler didiskusikan dengan pimpinan sebelum disampaikan kepada dewan komite. Setelah disetujui, kegiatan dapat dilaksanakan di SMA Al-Islam 1 Surakarta. Persiapan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Al-Islam 1 Surakarta dapat dilaksanakan setelah dibahas dengan pimpinan. Setelah disetujui, kegiatan diserahkan kepada pengurus.
Implementasi Metode Fammi Bisyauqin untuk Hafalan Santri Kelas IX PPTQ Al Rasyid Kartasura
Nisrina Rafifah Hagnanto;
Triono Ali Mustofa
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 (2024): Didaktika Mei 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58230/27454312.675
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode Fammi Bisyauqin diterapkan, dan apa saja faktor pendukung serta faktor penghambat di dalam menerapkan metode ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitik dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Implementasi metode Fammi Bisyauqin terhadap hafalan santri dapat membantu menjaga kualitas bacaan dan meningkatkan hafalan santri karena proses pelaksanaan metode yang dilaksanakan dengan cara membaca Al-Qur’an yang dipimpin oleh salah satu ustaz yang ahli dan paham dengan kaidah ilmu tajwid dan dapat membantu santri dalam memperbaiki bacaan sesuai dengan makhraj huruf serta dapat membantu meningkatkan jumlah hafalan santri karena sistem membaca yang diulang-ulang setiap harinya. Faktor pendukung dalam penerapan metode ini diantaranya adalah metode yang mudah digunakan, adanya ustaz yang berkompeten pada bidang Al-Qur’an, hadirnya musyrif/ah untuk memberikan pengawasan, dukungan dari orang tuan atau wali santri, dan motivasi yang muncul dari dalam diri santri. Adapun faktor penghambatnya adalah rasa kantuk dan kurangnya fokus pada santri. Meski terdapat kendala yang menghambat pelaksanaan metode penelitian ini mengidentifikasi solusi untuk memaksimalkan peran musyrif atau musyrifah dalam mengawasi dan mengontrol santri serta memberikan motivasi secara berkala agar dapat menumbuhkan semangat baru bagi santri khususnya kelas IX untuk terus meningkatkan bacaan dan menambah jumlah hafalan dengan tetap memperhatikan kaidah ilmu tajwid dan sifat yang menyertainnya.
Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Guru di SMP Al-Islam Kartasura
Nevrika Amanda;
Triono Ali Mustofa
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 (2024): Didaktika Mei 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58230/27454312.678
Kompetensi yang dimiliki guru dalam mengajar di dalam kelas masih sangat rendah. Guru dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran tidak dipersiapkan dengan baik. Tujuan supervisi dalam pendidikan adalah untuk meningkatkan kesadaran guru dalam tatanan kerja. Supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah teknik suatu pelatihan, pengawasan terhadap guru yang dilaksanakan kepala sekolah yang memiliki tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kompetensi guru, profesionalitas guru dan mengetahui prinsip pembelajaran yang mendidik sesuai pembelajaran, terampil dalam melaksanakan strategi pembelajaran, metode pembelajaran yang sudah di rencanakan. Penelitian dilakukan ini berdasarkan fenomena yang banyak terjadi di lapangan berkaitan dengan peningkatan kompetensi seorang guru melalui supervisi akademik yang dilaksanakan oleh kepala sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang implementasi supervisi akademik guru oleh kepala sekolah, yang meliputi pengembangan supervisi akademik guru, pelaksanaan supervsisi akademik guru dan tindak lanjut dilaksanakannya supervisi akademik di SMP Al-Islam Kartasura. Jenis pelelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan peneliti dalam pelaksanaan penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan menggunakan teknik pegumpulan data, melalui observasi dengan langsung terjun ke lapangan, mencari informasi dengan wawancara serta studi dokumentasi sebagai bahan untuk melakukan analisis. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa implementasi supervisi akademik oleh kepala sekolah telah efektif dalam meningkatkan kemampuan mengajar, profesionalisme, dan mengelola pembelajaran oleh guru, sehingga tercapai peningkatan kompetensi guru.
Strategi Guru Bahasa Arab dalam Meningkatkan Maharotul Kalam di MTs. Husnul Khotimah Kuningan
Linda Asmara;
Triono Ali Mustofa
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3557
Permasalahan yang dihadapi pada pembelajaran bahasa Arab ini masih tergolong sangat banyak terutama dalam pembelajaran di sekolah. Dari kenyataan yang saat ini terjadi bahasa Arab memiliki sedikit peminat bagi yang mempelajarinya dibandingkan dengan bahasa asing yang lainnya. Banyak siswa yang beranggapan bahwa bahasa Arab lebih rumit untuk dipelajari dibandingkan dengan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya terutama dalam keterampilan berbicara (maharotul kalam). Dalam hal ini guru memilki peran penting dalam menemukan strategi yang tepat digunakan untuk siswa meningkatkan keterampilan bahasa Arab siswa terutama dalam keterampilan berbicara (maharotul kalam) sesuai dengan keadaan siswa di kelas sehingga mampu meningkatkan mutu pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini memberikan solusi strategi guru dalam meningkatkan maharotul kalam di MTs. Husnul Khotimah Kuningan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan guru dalam meningkatkan maharotul kalam serta mengidentifkasi faktor pendukung dan penghambat siswa malas berbicara menggunakan bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data yang diperoleh didapat dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah analisis data dimulai dengan reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa strategi pembiasaan lingkungan berbahasa dan muhadharah merupakan strategi yang paling efektif dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa MTs. Husnul Khotimah Kuningan.
Existence And Strategy Of The Deputy Head Of Madrasah in The Field of Student Affairs In Fostering The Activities Of The Madrasah Intra Student Organization
Fatimah Kurniawati;
Triono Ali Mustofa
Al-Fikru: Jurnal Ilmiah Vol. 17 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : STAI Serdang Lubuk Pakam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51672/alfikru.v17i2.245
Student organizations provide a space for students to build competencies and characters that are not found in the classroom. However, this organization is often neglected and not managed properly. With regard to that, this study aims to analyze the existence of the vice principal for student affairs in fostering the activities of the Madrasah Intra Student Organization at Madrasah Tsanawiyah Negeri Surakarta 1. The research method used is qualitative based on phenomenological studies. Data collection techniques using observation, interviews and documentation studies. The result is the existence of the deputy head of madrasah in the field of student affairs in fostering the madrasah intra student organization is as a manager, leader, innovator, motivator, coordinator. The role has been carried out well and effectively. This can be seen from the ability to empower student organization administrators to carry out work programs well, smoothly, and productively, as well as being able to provide regular guidance and assistance to student organization administrators when they run programs and activities, and can realize the vision and mission of student organizations.