Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Guru Bahasa Arab dalam Meningkatkan Maharotul Kalam di MTs. Husnul Khotimah Kuningan Linda Asmara; Triono Ali Mustofa
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3557

Abstract

Permasalahan yang dihadapi pada pembelajaran bahasa Arab ini masih tergolong sangat banyak terutama dalam pembelajaran di sekolah. Dari kenyataan yang saat ini terjadi bahasa Arab memiliki sedikit peminat bagi yang mempelajarinya dibandingkan dengan bahasa asing yang lainnya. Banyak siswa yang beranggapan bahwa bahasa Arab lebih rumit untuk dipelajari dibandingkan dengan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya terutama dalam keterampilan berbicara (maharotul kalam). Dalam hal ini guru memilki peran penting dalam menemukan strategi yang tepat digunakan untuk siswa meningkatkan keterampilan bahasa Arab siswa terutama dalam keterampilan berbicara (maharotul kalam) sesuai dengan keadaan siswa di kelas sehingga mampu meningkatkan mutu pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini memberikan solusi strategi guru dalam meningkatkan maharotul kalam di MTs. Husnul Khotimah Kuningan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan guru dalam meningkatkan maharotul kalam serta mengidentifkasi faktor pendukung dan penghambat siswa malas berbicara menggunakan bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data yang diperoleh didapat dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah analisis data dimulai dengan reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa strategi pembiasaan lingkungan berbahasa dan muhadharah merupakan strategi yang paling efektif dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa MTs. Husnul Khotimah Kuningan.
INTEGRATING DIGITAL ASSESSMENT IN ISLAMIC EDUCATION WITHIN THE MERDEKA CURRICULUM : A STUDY CASE AT SMP NEGERI 2 NGEMPLAK Linda Asmara; Ari Anshori; Muhammad Wildan Shohib
Proceeding of International Conference of Islamic Education Vol. 3 (2025): Proceeding of International Conference on Islamic Education
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the implementation of digital-based assessment in Islamic Religious Education (PAI) within the framework of the Merdeka Curriculum at SMP Negeri 2 Ngemplak. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through classroom observations, in-depth interviews with PAI teachers, and supporting documentation. The research explores how digital tools are integrated into the assessment process and how these methods align with the principles of the Merdeka Curriculum, which emphasizes holistic, student-centered learning and character development. The findings reveal that PAI teachers at SMP Negeri 2 Ngemplak have adopted a comprehensive assessment strategy that addresses cognitive, affective, and psychomotor domains. The evaluation process follows systematic stages: planning, implementation, data processing, interpretation, and reporting. Digital tools, particularly Google Forms and Quizizz, are utilized as primary instruments for formative and summative assessments. These tools enable efficient question delivery, automatic grading, real-time feedback, and secure data storage, enhancing the overall evaluation process. However, the integration of digital assessment is not without challenges. Issues such as limited access to devices, unstable internet connectivity, and the need for increased digital literacy among students and teachers have been identified as significant barriers. Despite these obstacles, the study demonstrates a progressive shift toward digital transformation in educational assessment, even within Islamic education subjects. This research contributes to the growing body of literature on the application of educational technology in religious instruction and provides practical insights for educators and policymakers aiming to enhance assessment practices in line with the goals of the Merdeka Curriculum. The findings suggest that with adequate support and infrastructure, digital assessment can serve as an effective tool for evaluating diverse student competencies in Islamic Education.
Pelatihan Pemanfaatan AI (Chat Gpt & Gemini) Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Interaktif Berlandaskan Nilai AIK Istanto; Muh. Nur Rochim Maksum; Nurul Latifatul Inayati; Mutohharun Jinan; Zainal Arifin; Sukirman; Mahasri Shobabiya; Arilana Nur Izzi; Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi; Fadhilla Nangroe Anggraini; Intan Dian Saputri; Linda Asmara; Latifah Insani Muslimah Murni; Diah Eka Sulistia Rini; Fahrudin
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Educivilia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyakat (in press)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ejpm.v7i2.24308

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan literasi digital guru melalui pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai media pembelajaran interaktif yang berlandaskan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di SD Muhammadiyah Tegalgede Karanganyar. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih terbatasnya pemanfaatan teknologi AI dalam pembelajaran di sekolah dasar berbasis keagamaan, khususnya dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka serta peningkatan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Kegiatan pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan mengkombinasikan data kuantitatif dan kualitatif. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan dalam bentuk workshop dan praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test 58,40 dan post-test 84,60, observasi, dan wawancara semi-terstruktur. Peserta kegiatan berjumlah 18 guru yang terlibat secara aktif dalam seluruh rangkaian pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, kesiapan, dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi AI, seperti ChatGPT, Gemini, dan media pembelajaran berbasis gamifikasi, sebagai alat bantu pembelajaran. Implementasi AI di kelas berdampak positif terhadap peningkatan keterlibatan dan motivasi belajar siswa melalui pembelajaran yang lebih interaktif, partisipatif, dan kontekstual. Selain itu, kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dapat diintegrasikan secara bijak dan selaras dengan nilai AIK, tanpa menggantikan peran guru sebagai pendidik utama. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran interaktif di sekolah dasar Islam serta dapat menjadi model praktik baik pemanfaatan AI dalam pendidikan dasar berbasis nilai keislaman.