Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Online-to-Offline (O2O) E-Commerce Adoption Using Technology Acceptance Model 3 (TAM 3): The Case of GrabKios Togatorop, Elwin Jusuf; Purwaningsih, Mardiana
Applied Information System and Management (AISM) Vol. 8 No. 2 (2025): Applied Information System and Management (AISM)
Publisher : Depart. of Information Systems, FST, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aism.v8i2.46688

Abstract

The rapid growth of digital technology has streamlined workflows and accelerated information exchange. However, it has also introduced risks such as data theft and online fraud, which make people hesitant to engage in online transactions. To address these concerns, platforms such as GrabKios have introduced online-to-offline (O2O) solutions, enabling users to order goods online through local agents and pay in cash. While GrabKios shows strong potential, its adoption remains limited, particularly among small kiosk (warung) owners who face difficulties navigating the app. This study examines the factors influencing the use of GrabKios by applying the Technology Acceptance Model 3 (TAM3). A total of 108 respondents participated in the survey. The findings indicate that perceived usefulness significantly influences behavioural intention; however, adoption does not occur unless the app is user-friendly. Usability issues, therefore, remain a significant barrier to broader adoption. These results underscore the importance of intuitive interface design and user-friendly features in promoting the broader adoption of O2O e-commerce applications. This research contributes to the field by extending the application of TAM3 in the O2O context, which remains underexplored. It offers practical implications for developers in designing simpler and more accessible digital platforms.
Pencegahan Kerentanan Keamanan Jaringan Komputer Mikrotik Menggunakan Metode Penetration Testing Alfian, Alfian; Purwaningsih, Mardiana; Wicaksono, Fandan Dwi Nugroho
Jurnal Ilmiah FIFO Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/fifo.2024.v16i2.003

Abstract

Jaringan komputer perusahaan sangat perlu memperhatikan keamanan hak akses. Saat ini keamanan pada jaringan komputer secara umum di berbagai perusahaan masih memiliki peluang dapat diretas. Selain itu seringkali perusahaan juga memakai berbagai macam jaringan atau biasa disebut multivendor, misal Cisco, Aruba, Fortinet, F5 Firewall serta Mikrotik, sehingga mekanisme pengamanannya menjadi lebih kompleks. Dengan begitu banyak jaringan lokal nirkabel (WLAN) dan jaringan lokal terhubung (LAN) yang tersedia, maka keamanan jaringan harus menjadi prioritas utama. Router yang digunakan oleh perusahaan saat ini seringkali juga tidak memiliki jenis perlindungan jaringan Internet, memungkinkan setiap pengguna terhubung dengan relatif mudah. Kondisi ini membuka ancaman terhadap keamanan, sehingga perlu untuk melakukan pengujian keamanan terhadap konfigurasi jaringan komputer yang ada saat ini. Metode pengujian yang digunakan adalah Penetration Testing untuk mengetahui apakah jaringan yang sudah dibuat aman, yang kemudian dilanjutkan dengan mengusulkan konfigurasi router untuk meningkatkan keamanan jaringan. Hasil pengujian dan analisis yang telah dilakukan seperti Winbox, Putty, dan MAC Server tidak berhasil, sedangkan untuk Nesuss berhasil dilakukan tetapi hanya dapat mendeskripsikan Vulnerabilities SSL dan tidak dapat masuk ke dalam jaringan komputer.
Analisis Peningkatan Pemakaian QRIS Menggunakan Metode Regresi Linier Purwaningsih, Mardiana; Mardiyah, Aini Mawar; Fajar, Yusuf Nur; Capsa, Nisna Hendrawati; Gurning, Rizon Roken; Riwoe, Abigayl Priscyla
Jurnal Ilmiah FIFO Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/fifo.2023.v15i2.008

Abstract

Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. QRIS telah menjadi alat pembayaran yang populer dan efisien dalam transaksi keuangan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan QRIS yang meningkat menggunakan metode regresi linier. Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan data historis mengenai penggunaan QRIS. Data ini kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linier untuk menentukan hubungan antara variabel dependen (penggunaan QRIS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS memiliki hubungan positif dengan jumlah pengguna, jumlah transaksi, dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap QRIS. Dalam konteks ini, regresi linier membantu dalam memodelkan hubungan tersebut dan memprediksi pertumbuhan penggunaan QRIS di masa depan. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan QRIS, serta memberikan rekomendasi bagi pemangku kepentingan untuk meningkatkan adopsi QRIS. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang tren penggunaan QRIS, pihak terkait dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam meningkatkan penerimaan dan penggunaan QRIS di Indonesia.
Aplikasi Penentuan Rute dan Waktu Tempuh ke Halte Transjakarta Terdekat dengan Algoritma Djikstra Berbasis Location Base System Dewi, Ra'idah Naufaliana; Atmodjo WP, Dwi; Purwaningsih, Mardiana
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 4: Agustus 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020741680

Abstract

Saat ini sudah ada aplikasi yang dapat diinstal di ponsel pintar untuk membantu mencari posisi halte terdekat, akan tetapi pengguna harus benar-benar tahu titik keberadaannya saat itu. Hal ini dapat menyulitkan apabila penumpang tersebut adalah pendatang yang tidak mengetahui dengan benar posisinya. Penelitian dengan tujuan menentukan rute dan waktu tempuh ke halte Transjakarta terdekat ini dibuat dengan pendekatan algoritme Dijkstra pada aplikasi mobile di atas platform Android. Aplikasi ini akan dibantu oleh GPS untuk mencari halte terdekat dari posisi pengguna. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan deskripsi perjalanan, estimasi waktu tempuh, dan rute alternatif menuju halte Transjakarta. Kelebihan aplikasi ini adalah apabila Wi-Fi atau data seluler tidak berfungsi tetap dapat digunakan karena metode ini akan tetap menunjukkan rute yang perlu ditempuh dengan deskripsi perjalanan yang dimilikinya. Penentuan rute terdekat dalam aplikasi ini tidak perlu menentukan titik akhir seperti halnya aplikasi yang menggunakan algoritme Djikstra lainnya, bahkan dapat memberikan beberapa alternatif halte terdekat. Hal ini dimungkinkan karena aplikasi ini juga menggunakan algoritme Bubblesort untuk mengurutkan halte. Karena tiap halte Transjakarta sudah terintegrasi sehingga kemana pun tujuan dapat diakses dari halte terdekat dan di halte tersebut sudah ada informasi halte transit sesuai dengan tujuan. AbstractCurrently there are applications that can be installed on a smart phone to help find the position of the nearest bus stop, but the user must really know the point of existence at that time. This can be difficult if the passenger is a migrant who does not know his position correctly. The approach used to determine the route and travel time to the nearest Transjakarta bus stop in this study is to use Dijkstra's algorithm on a mobile application on the Android platform. This application will be assisted by GPS to find the nearest stop from the user's position. This application is also equipped with a description of the trip, estimated travel time, and alternative routes to the Transjakarta bus stop. The advantage of this application is that if Wi-Fi or cellular data does not work it can still be used because this method will still show the route that needs to be taken with the description of the trip it has. Determining the closest route in this application does not need to determine the end point as well as applications that use other Djikstra algorithms, can even provide several alternative stops nearby. This is possible because this application also uses the Bubblesort algorithm to sort stops. Because each Transjakarta bus stop has been integrated so that wherever the destination can be accessed from the nearest bus stop and at the stop there is already a transit stop information in accordance with the destination.
Faktor Faktor Berpengaruh Kepada Kepuasan Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) Terhadap Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Melalui Student-Centered E-Learning Environment (SCELE) Athaya, Hisyam; Purwandari, Betty; Eitiveni, Imairi; Purwaningsih, Mardiana
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022976753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa lintas jenjang dan lintas program studi pada Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) terhadap penggunaan Student Centered E-Learning Environment (SCELE), sistem manajemen pembelajaran berbasis Moodle milik Fasilkom UI selama masa pembelajaran jarak jauh. Dari hasil tinjauan literatur sistematis, dibangun sebuah model dari hasil pengumpulan faktor dan indikator potensial. Model tersebut kemudian diuji menggunakan metode kuantitatif, dan hasilnya dianalisa menggunakan Structural Equation Modelling. Dari hasil yang didapatkan, dilakukan wawancara untuk memahami dan menginterpretasikan hasil riset. Dari riset yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang menunjang kepuasan mahasiswa Fasilkom terhadap penggunaan SCELE adalah faktor kualitas teknikal sistem, kualitas pelajar dan kualitas sistem pembelajaran/pendidikan. AbstractThis study aims to determine factors that influence the satisfaction of Faculty of Computer Science Universitas Indonesia (Fasilkom UI) students towards the use of Fasilkom UI’s Moodle-based Student-Centered E-Learning Environment (SCELE) during mandatory distance learning. From the result of a systematic literature review, a model is built from by collecting and selecting potential factors and indicators. The model was then tested using a quantitative method, and the results were analyzed using Structural Equation Modeling. From the results obtained, interviews were conducted to understand and interpret the results of the research. From the research conducted, it can be concluded that the factors that support the satisfaction of Fasilkom UI students towards the usage of SCELE are the Technical System Quality, Learner Quality and the Educational System Quality.
Analisis Faktor Transformasi Digital Pelayanan Publik Pemerintah Di Era Pandemi Sisilianingsih, Sari; Purwandari, Betty; Eitiveni, Imairi; Purwaningsih, Mardiana
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 4: Agustus 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023107059

Abstract

Banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat sebagai konsekuensi dari social distancing di era pandemi. Hal ini juga mempengaruhi cara pelayanan publik pemerintah kepada masyarakat yang ikut berubah akibat pembatasan sosial, di mana pelayanan tatap muka ditiadakan dan digantikan oleh layanan virtual dengan memanfaatkan teknologi informasi. Digital Government Transformation adalah teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk melihat faktor pendorong dan penghambat proses transformasi digital khususnya pada pelayanan publik di masa pandemi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat serta tantangan yang dialami Indonesia selama pandemi dalam digitalisasi pelayanan publik. Penelitian ini dianalisa menggunakan Structural Equation Modelling dengan pengambilan data melalui cross sectional survey pada 208 responden. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor yang mendorong keberhasilan proses digitalisasi pelayanan publik di masa pandemi adalah profesionalisme dalam melayani yang tergambar dari inovasi pelayanan publik, kemampuan sumber daya manusia, dan pengalaman kerja. Sementara itu, faktor penghambat dari perspektif organisasi dan budaya seperti kurangnya panduan kepemimpinan, kurangnya koordinasi antar divisi, kurangnya dukungan operasional, budaya yang menolak perubahan, dan birokrasi yang rumit belum terbukti secara signifikan mempengaruhi proses transformasi karena hambatan tersebut tidak dapat membendung transformasi digital pelayanan masyarakat ketika dihadapkan pada kondisi pandemi Covid-19 yang membutuhkan perubahan.AbstractMany changes have occurred in people’s lives as a consequence of social distancing in pandemic era. This also affects the way government public services to the community have changed due to social restrictions, where face-to-face services are abolished and replaced by virtual services by utilizing information technology. Digital Government Transformation is the theory used in this research to see the driving and inhibiting factors of the digital transformation process. This research investigates the factors that support and hinder along with the challenges experienced in Indonesia during the pandemic in the digitalization of public services. This study used a questionnaire survey and managed to collect 208 respondents. The results of the study can be concluded that the factors that drive the successful practice of public service’s digitalization during the pandemic are professionalism in serving which is depicted from public service innovations, human resource capabilities, and work experience. Meanwhile, the inhibiting factors from the organizational and cultural perspective as lack of leadership guidance, lack of coordination between divisions, lack of operational support, a culture that resists change, and complicated bureaucracy have not proven to significantly affect the transformation process because these obstacles cannot stem the digital transformation of public services when faced with the Covid-19 pandemic condition that requires change.
Web-Based Decision Support System for Best Employee Selection in Government Institutions using Analytical Hierarchy Process (AHP) Method Prapto, Dwi Atmodjo Wismono; Sipahutar, Rosen; Purwaningsih, Mardiana
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 13, No 3 (2024): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/stmsi.v13i3.2796

Abstract

Government institutions are often constrained when making decisions regarding selecting the best employees due to the unavailability of an adequate decision support system. In fact, with this system, determining the best employees can be done easily and quickly. One method that can be used is the Analytical Hierarchy Process (AHP) which supports multi-criteria selection. This web-based decision support system designed has six criteria. From the calculation results of the priority weight value for each standard, the Court Punishment criteria have the highest priority value compared to other measures. Thus the requirements for this Court Punishment will be the primary consideration in calculating the value of outstanding employees. These criteria are then used for the simulation of 10 ministry employees. The simulation results show that the designed AHP technique is proven to prepare data for high achieving employee candidates accurately.
Digitalisasi Promosi Wisata Situ Tunggilis Melalui Media Sosial Dan Platform Digital Jinan, Achmad Syauqi Ilal; Trihatmoko, Huda; Purwaningsih, Mardiana; Widiputra, Harya Damar; Kurniawati, Dian
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23076

Abstract

Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh P2M Perbanas melibatkan dosen dan mahasiswa dengan fokus pada peningkatan kapasitas masyarakat sekitar Situ Tunggilis dalam memanfaatkan teknologi digital untuk promosi wisata lokal. Kegiatan ini diwujudkan melalui pelatihan promosi digital yang menekankan pemahaman strategi komunikasi visual, pembuatan konten menarik, pengelolaan akun media sosial, serta penggunaan platform daring untuk memperluas jangkauan audiens. Metode pelatihan menggabungkan teori dan praktik melalui simulasi promosi wisata berbasis potensi Situ Tunggilis. Sebelum dan sesudah pelatihan, tim pengabdi melakukan observasi untuk memetakan tingkat literasi digital masyarakat, sehingga tantangan aktual dapat diidentifikasi dan solusi yang tepat dapat dirumuskan. Pelatihan dilaksanakan secara komunikatif dan menyenangkan oleh pengajar berpengalaman di bidang komunikasi digital. Peserta juga diajak memahami pentingnya perencanaan konten jangka panjang, konsistensi, dan disiplin dalam pengelolaan media sosial. Pendekatan ini menekankan bahwa promosi wisata bukan sekadar publikasi foto atau video, melainkan upaya membangun citra destinasi yang autentik, konsisten, dan berdampak positif bagi ekonomi lokal. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan media digital untuk promosi wisata. Dengan bekal tersebut, masyarakat Situ Tunggilis diharapkan mampu mengelola promosi wisata secara lebih profesional, memperkuat daya saing destinasi lokal, serta menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap potensi wisata yang dimiliki. Program ini juga menjadi langkah strategis untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui pariwisata berbasis teknologi digital.
Penentuan Metode Optimalisasi Pemakaian Bandwith Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) Gregorius Armando Malvin; Mardiana Purwaningsih; Fandan Dwi Nugroho Wicaksono
bit-Tech Vol. 7 No. 2 (2024): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v7i2.1811

Abstract

Kecepatan internet yang stabil dan konstan merupakan sebuah kebutuhan yang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Kecepatan ini sangat berpengaruh dalam proses upload (besaran data yang keluar) maupun proses download (besaran data yang masuk) oleh sebuah peralatan dalam suatu jaringan. Saat ini perusahaan belum menerapkan metode optimalisasi bandwith. Dengan jumlah pengguna sebesar 123 user pada jaringan lokal, maka ada saat-saat tertentu di mana pembagian bandwith ini menjadi masalah, ketika diakses secara bersamaan. Apalagi ada beberapa pengguna yang membutuhkan bandwith lebih besar berkenaan dengan pekerjaannya. Optimalisasi penggunaan bandwith ini dapat dibantu oleh beberapa metode, akan tetapi perusahaan pun menemui kesulitan dalam memilihnya. Metode optimalisasi bandwidth merupakan sebuah kegiatan yang dapat membantu mengatur bandwidth baik yang akan keluar maupun masuk. Tujuan optimalisasi ini agar lalu lintas dalam sebuah jaringan tidak berlebihan dan sesuai dengan yang sebenarnya, serta tidak terjadi tumpang tindih. Ada beberapa metode yang dapat membantu bandwidth bekerja secara optimal antara lain Simple Queue, Queue Tree, PCQ, dan HTB. Di mana masing-masing metode tersebut memiliki karateristik berbeda-beda, serta kelebihan dan kekurangannya. Akan tetapi seringkali perusahaan tidak memiliki pengetahuan yang cukup dalam memilih metode yang sesuai dengan kebutuhannya. Sistem pendukung keputusan dibentuk dan dibangun untuk membantu perusahaan menentukan metode optimalisasi bandwith yang sesuai. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu metode dalam sistem pendukung keputusan untuk membantu perusahaan memilih metode optimalisasi bandwith. Dari hasil perhitungan dengan AHP maka metode yang mendapat peringkat tertinggi adalah Simple Queue dengan nilat total 0.367. Dengan penggunaan metode optimalisasi bandwith ini maka ke depannya perusahaan dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan, sehingga pembagian bandwith akan sesuai juga dengan kapasitas pekerjaan masing-masing pengguna.
Decision Support System for Selecting Volleyball Starting Players Using the AHP and SAW Methods Yanah, Septi; Purbaratri, Winny; Purwaningsih, Mardiana; Tachyar, Nani Krisnawaty; Akmaliyah, Yasmin
bit-Tech Vol. 8 No. 3 (2026): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v8i3.3783

Abstract

This study develops a decision support system to enhance the objectivity and reliability of selecting starting volleyball players, particularly for the spiker position, where traditional selection processes are often subjective and inconsistent. The research addresses the limitation of single-method decision models by integrating the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Simple Additive Weighting (SAW) into a unified multi-criteria decision-making framework. AHP is employed to derive consistent and structured criterion weights, while SAW is used to generate a transparent ranking of player alternatives. Seven evaluation criteria were used, including passing, service, smash, block, teamwork, body mass index (BMI), and speed. Data were collected through structured observations and expert evaluations involving the team coach and founder. The results indicate that the smash criterion has the highest weight (0.4138), confirming its dominant role in spiker performance. The final ranking shows that Neng Irma Sukmayani achieved the highest score (0.9678), followed by Siti Karlina (0.9602) and Nova Amelia Putri (0.9040). Compared to subjective selection approaches, the proposed system provides a measurable and reproducible evaluation process, improving decision transparency and consistency. The integration of AHP and SAW contributes by reducing weighting bias while maintaining computational simplicity in ranking. The system was implemented using PHP and MySQL and validated through black-box testing, demonstrating stable functionality across all features. This study contributes both theoretically, by strengthening hybrid MCDM applications in sports analytics, and practically, by providing a scalable decision support model for athlete selection.