Ari Suryawati Secio Chaesar
Universitas Sebelas Maret

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Empowering Teachers with the Application of a Process Approach in Indonesian Language Learning in Surakarta City Junior High School Ari Suryawati Secio Chaesar; Andayani; Suyitno; Arif Setyawan
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i2.11700

Abstract

The learning process during the Covid-19 pandemic presents a new paradigm, namely learning which was originally teacher-centered, shifting towards a students-centered learning paradigm by utilizing network media. Thus, it is necessary to coordinate cooperatively between teachers and students to create attractive, innovative, creative, and meaningful learning. However, in reality there are still obstacles faced but Indonesian language teachers, such as the not yet optimal application of the approach in the learning process in accordance with the latest curriculum and the absence of practical guidelines in activiting students in learning Indonesian during the pandemic and post-pandemic. Therefore, Community Service (PkM) activites aim to change the mindset of the Indonesian language teacher audience from teacher-centered learning to student-centered learning by applying a process approach, as well as improving the quality of student learning from learning about language to learning to use language. The method used in PkM is through the stages of problem identification and field studies, making books, training for teachers, practical training in the application of the process approach, as well as monitoring and evaluating the implementation of activities. The results of PkM activities can be concluded that partners understand and implement in practical exercises. Comments are based on PkM activities, namely that participants are enthusiastic about the material presented and hope that the training will continue to be developed by adding discussion topics and practice exercises to Indonesian language subject matter in Junior High Schools.
mijil.id: Inovasi Media Pembelajaran Daring untuk Society 5.0 Arif Setyawan; Ari Suryawati Secio Chaesar; Masnuatul Hawa
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol 2, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v2i1.3444

Abstract

Abstrak— Era society 5.0 menjadi hal yang tak mungkin tertolakkan. Intensitas dan kemasifan masyarakat dalam penggunaan media digital menjadi penannda era tersebut. Hal ini juga terjadi dalam pembelajaran, yang mana banyak media digital yang dimanfaatan sebagai media pembelajaran daring. mijil.id merupakan inovasi media pembelajaran daring, khususnya berkenaan dengan pemanfaatannya sebagai sistem manajemen pembelajaran daring layaknya Learning Management System (LMS). Penelitian ini memanfaatakan studi pustaka yang sumber datanya berupa data sekunder yang memiliki korelasi terhadap topik penelitian. Kelayakan mijil.id sebagai inovasi media pembelajaran daring, antara lain sebagai berikut (1) memiliki kemudahan dalam pengoperasian, (2) pengadminitrasian pembelajaran daring yang rapi; (2) mijil.id memiliki pengoperasian yang ringan; (3) tampilan bersahabat dengan telpon genggam (handphone); (4) pendokumentasian aktivitas diskusi yang rapi; (5) fasilitas emoticon yang membuat pembelajaran daring lebih humanis; dan (6) fasilitas pemantaun pengunjung ‘kelas’ ‘course’. Hasil penelitian mengurai-jelaskan mengenai lima tahapan dalam pengimplementasian mijil.id sebagai inovasi media pembelajaran daring, khususnya berkenaan dengan sistem manajemen pembelajaran daring. Lima tahapan tersebut meliputi (1) pendaftaran akun, (2) pembuatan tautan unik kelas virtual, (3) pembuatan kelas virtual tahap awal, (4) pembuatan kelas vitual tahap lanjut, (5) membagikan tautan kelas virtual mijil.id. Simpulan dari penelitian ini bahwa merupakan inovasi media pembelajaran daring, khususnya berkenaan dengan sistem manajemen pembelajaran daring layaknya LMS.Kata kunci— mijil.id, inovasi, media pembelajaran, society 5.0   Abstract— We can not denied the Society 5.0 era. An intensive and massive on digital media utility by the society is the sign of this era and this is also occur in learning process. Numerous digital medial used on online learning media. mijil.id is an online learning media innovation specially for Learning Management System. This research takes literature study where the secondary data has corelation with this research topic. This research explain and describe about five stages in mijil.id implementation as innovation in Learning Management System that focus on online LMS. mijil.id is appropriate as an innovation in online learning media because (1) accessibility in operation, (2) well-organization in online learning administration; (2) easy in operation; (3) mobile phone user-friendly interface; (4) well-organization in documenting the discussion activity; (5) emoticon feature that support civilize online learning; and (6) monitoring facility for course visitor.These five stages are (1) registration new account, (2) creating unique link for virtual classroom, (3) initial process on virtual classroom creation, (4) further process on virtual classroom process, (5) sharing the virtual classroom link. As the conclusion, mijil is an innovation in online learning media especially for most of online LMS application.Keywords— mijil.id, innovation, learning media, society 5.0 
Tumpeng sebagai Simbol: Tinjuan Etnolinguistik Makna Makanan Pada Tradisi Baritan di Dataran Tinggi Dieng Sarwiji Suwandi; Titi Setiyoningsih; Chafit Ulya; Ari Suryawati Secio Chaesar; Eko Setyawan; Sugit Zulianto
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4909.324-339

Abstract

Javanese people use food in various traditional rituals as symbols that represent certain meanings and philosophies, one of which is Tumpeng and is used in the Baritan tradition by people in Java. This research aims to reveal the meaning of food in the form of tumpeng in the Baritan tradition practiced by people in the Dieng Plateau, Central Java. This research uses a qualitative approach with ethnolinguistic methods to study and explain the meaning of food. Data and data sources include food used in the traditions held. Data collection techniques through field observations, interviews and documentation. The data was analyzed using meaning triangle analysis to decipher symbols through the stages of understanding concepts, signs and signifiers. The results of the research show that the food used in the Baritan tradition by the people of the Dieng Plateau includes tumpeng with various special colors which have meanings and philosophical elements which also come in various shapes accompanied by complementary foods such as ingkung chicken and apem. The use of this food has meaning and has philosophical value in the form of expressing gratitude to God, hope for abundant sustenance from nature, and apologizing to God and fellow humans. The Baritan tradition in the Dieng Plateau has the meaning of strengthening the relationship between humans, humans and nature, humans and their ancestors, and the relationship between humans and God. Thus, food, especially tumpeng, is not only used for tradition, but also has deep meaning and philosophy so that it represents people's beliefs. AbstrakMasyarakat Jawa menggunakan makanan dalam berbagai ritual tradisi sebagai simbol yang merepresentasikan makna dan filosifi tertentu salah satunya yakni Tumpeng dan digunakan pada tradisi Baritan oleh masyarakat di Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna makanan berupa tumpeng pada tradisi Baritan yang dilakukan oleh masyarakat di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnolinguistik untuk mengkaji dan menjabarkan makna makanan. Data dan sumber data berupa makanan yang digunakan dalam tradisi yang digelar. Teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis segitiga makna guna menguraikan simbol melalui tahapan pemahaman konsep, tanda, dan petanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yang digunakan pada tradisi Baritan oleh masyarakat Dataran Tinggi Dieng meliputi tumpeng dengan beragam warna khusus yang memiliki pemaknaan dan unsur filosofis yang juga beragam bentuknya disertai dengan makanan pelengkap seperti ayam ingkung dan apem. Penggunaan makanan tersebut memiliki makna dan memiliki nilai filosofos berupa ungkapan rasa syukur pada Tuhan, harapan akan rezeki yang melimpah dari alam, serta permohonan maaf pada Tuhan dan juga sesama manusia. Tradisi Baritan di Dataran Tinggi Dieng memiliki makna memperkuat hubungan antara sesama manusia, manusia dengan alam, manusia dengan leluhur, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Dengan demikian, makanan khususnya tumpeng tidak hanya dimanfaatkan untuk tradisi, tetapi juga memiliki makna dan filosofi mendalam sehingga merepresentasikan keyakinan masyarakat.