Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH KOMUNIKASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA PUSKESMAS CILACAP TENGAH I Tata Zulfikar Ramdan; Muzaki, Hasan; Rahmat Alhakim
AmaNU: Jurnal Manajemen dan Ekonomi Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Puskesmas Cilacap Tengah I. Tujuan yang akan dicapai pada penelitian ini yaitu 1) Untuk mengetahui apakah komunikasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Puskesmas Cilacap Tengah I. 2) Untuk mengetahui apakah lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Puskesmas Cilacap Tengah I. 3) Untuk mengetahui apakah komunikasi dan lingkungan kerja berpengaruh secara simultan terhadap kinerja pegawai pada Puskesmas Cilacap Tengah I. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) komunikasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Puskesmas Cilacap Tengah I. 2) lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Puskesmas Cilacap Tengah I. 3) komunikasi dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Puskesmas Cilacap Tengah I.
Optimizing Local Economic Potential to Increase Regional Food Security through Village-Owned Enterprises Empowerment (Mixed Method: Explanatory Sequential Design) Alhakim, Rahmat; Hakim, Hakim; Mujab, Inam Fakhrul; Fitriani, Reza Nur
International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Vol. 6 No. 6 (2025): International Journal of Economics Development Research (IJEDR)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ijedr.v6i6.9886

Abstract

This study aims to identify and optimize local economic potential to strengthen regional food security through the empowerment of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Cilacap Regency. Using a mixed-method explanatory sequential design, quantitative analysis was conducted through Klassen Typology, Static and Dynamic Location Quotient (LQ–DLQ) to identify base and prospective agricultural commodities across sub-districts. The results were further elaborated using the Analytic Hierarchy Process (AHP) involving key stakeholders. The findings indicate that rice remains a permanent base commodity, while cassava, soybeans, and sweet potatoes show strong potential for future development. Strategic priorities emphasize food diversification, institutional strengthening of BUMDes, and multi-stakeholder collaboration to support regional food security and the Free Nutritious Meal (MBG) program
Peningkatan produktivitas budidaya belut dengan metode 5S pada Kelompok Tani Milenial Mulyaning Pangestu Kabupaten Cilacap Yudi Agus Setiawan; Rahmat Alhakim; Tri Cahyani Widiastuti
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.489

Abstract

Kegiatan Program pengabdian Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Masyarakat Pemula ini dilaksanakan dalam 5 (lima) tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Durasi waktu keseluruhan selama 8 (delapan) bulan. Program dilaksanakan sebagai bentuk partisipasi dan sumbangsih kepada permasalahan yang terjadi di Masyarakat Desa Bantarsari khususnya adalah usaha Budidaya Belut oleh Petani Milenial “Mulyaning Pangestu” Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap. Hasil dari kegiatan pengabdian kewirausahaan ini mampu menjadi bagian dari mendukung Astha Cita yaitu kunci untuk meningkatkan peran petani kecil dalam ketahanan pangan yang berkelanjutan dengan meningkatkan aspek produksi dan akses pasar. Budidaya belut menjadi pilihan untuk berwirausaha sekaligus ketahanan pangan karena potensi alam yang ada dan permintaan pasar lokal terhadap konsumsi belut yang tinggi menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN PELAKU UMKM BINAAN BANK BTPN SYARIAH MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN DENGAN PLATFORM BESTEE DI MMS CIPARI DAN KAWUNGANTEN Muntadzinatuddiyanah; Asyif Asriyah; Rahmat Alhakim
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Amaliah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v10i1.4127

Abstract

Kemajuan teknologi yang semakin pesat mengakibatkan para pelaku UMKM Nasabah Bank BTPN Syariah harus lebih kuat menghadapi banyaknya tantangan. Minimnya pengetahuan serta akses pasar yang kurang luas merupakan kendala yang kerap dihadapi UMKM, sehingga Bank BTPN Syariah mengadakan program pendampingan melalui platform bestee yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pelaku UMKM guna mengembangkan usaha para nasabah. Penulis dalam program ini selaku pendamping atas kerjasama yang dilaksanakan oleh Bank BTPN dengan Fakultas Ekonomi UNUGHA Cilacap melalui skema magang mandiri program MBKM. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu analisis SWOT dalam menentukan prioritas kegiatan pelatihan dan pendampingan yang akan dilaksankan dan pendekatan kuantitatif untuk mengukur tingkat keberhasilan pendampingan pada kegiatan before after. Guna memperlancar kegiatan pendampingan ini maka Bank BTPN mengembangkan Platform Besteeku aps yang memiliki fitur digital learning dan bisa diakses oleh pelaku UMKM untuk mendapatkan pendampingan berupa pelatihan kewirausahaan. Program pendampingan ini dilaskanakan pada MMS ( Mobile Marketing Syariah ) Cipari dan Kawunganten. Program ini dilaksanakan selama empat sesi pada periode bulan oktober sampai Januari. Fasilitator pendamping sangat berperan penting dalam program ini, Pada program ini fasilitator pendamping berhasil mendampingi lima belas nasabah. Lima belas nasabah tersebut sudah menggunakan pemasaran lewat digital marketing. Dengan adanya program ini Fasilitator pendamping membantu para UMKM untuk meningkatkan kualitas pengetahuan serta membantu mengembangkan usahanya.