Dea Fauzia Lestari, Dea Fauzia
Department Of Marine Science And Technology, Faculty Of Fisheries And Marine Sciences, IPB University, Jl. Agatis, IPB Dramaga Campus, Bogor 16680, Indonesia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Phytoplankton Community Structure in Palabuhanratu Bay: Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Teluk Palabuhanratu Nadya Cakasana; Adriani Sunuddin; Endang Sunarwati Srimariana; Dea Fauzia Lestari; Wahyu Adi Setyaningsih; Desi Nurulita Kusumastuti; Lilyana Az Zahra; Niken Oktaviandini Yonatika; Azizah Lutfia Ningtyas; Zahra Wajdini Amigunani; Alnodio Lotaldy; Fanasya Kautsaharani; Nur Alam Dwi Cahyati; Qudsi Athiyyah Kamini
Habitus Aquatica Vol 5 No 1 (2024): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.5.1.1

Abstract

Fitoplankton sebagai organisme autotrof berperan sebagai produsen primer dan kerap digunakan untuk mengukur kesuburan suatu perairan. Perairan Palabuhanratu yang memiliki sumberdaya perikanan memiliki sejumlah aktivitas manusia di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas di Perairan Palabuhanratu. Sampel fitoplankton diambil pada Oktober 2022 dari empat stasiun, parameter fisika dan kimia air yang diambil antara lain suhu, salinitas, pH, dan DO. Terdapat enam kelas dan 27 genus fitoplankton yang ditemukan antara lain Dinophyceae, Bacillariophyceae, Oligotrichea, Chlorophyceae, Polycystina, dan Trebouxiophyceae dengan kelas yang dominan yaitu Bacillariophyceae. Kelimpahan fitoplankton tergolong rendah dengan kisaran 66–695 ind/l. Indeks keanekaragaman tergolong sedang dengan nilai 1,552–2,234. Parameter perairan menunjukkan bahwa kondisi masih mendukung pertumbuhan fitoplankton.
CONNECTIVITY OF BIVALVES BETWEEN MANGROVE AND SEAGRASS ECOSYSTEMS IN KELAPA DUA ISLANDS: KONEKTIVITAS BIVALVIA ANTARA EKOSISTEM MANGROVE DAN LAMUN DI PULAU KELAPA DUA Endang Sunarwati Srimariana; Azizah Lutfia Ningtyas; Dea Fauzia Lestari; Beginer Subhan; Neviaty Putri Zamani; Tumpak Sidabutar
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 2 (2025): MAY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.198-211

Abstract

Pulau Kelapa Dua, bagian dari Kepulauan Seribu, kaya akan keanekaragaman hayati dalam ekosistem mangrove dan lamun. Bivalvia berfungsi sebagai bioindikator yang penting untuk menilai kesehatan ekosistem ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keanekaragaman bivalvia antara lingkungan mangrove dan lamun dan mempelajari hubungan bivalvia pada kedua habitat ini. Data dikumpulkan melalui survei kepadatan mangrove dan lamun, pengukuran kualitas air, dan analisis sedimen. Metode transek garis dan plot digunakan untuk pengamatan mangrove, sedangkan metode Seagrass Watch diterapkan untuk pengamatan lamun. Sampel bivalvia dikumpulkan menggunakan pipa PVC (hingga kedalaman 10 cm) untuk individu di bawah permukaan dan survei visual untuk spesies yang terlihat di permukaan. Substrat berpasir di pulau ini mendukung berbagai spesies bivalvia. Sebanyak lima belas spesies bivalvia dari enam famili teridentifikasi: Tellinidae, Cardiidae, Veneridae, Lucinidae, Donacidae, dan Pinnidae. Kepadatan bivalvia secara signifikan lebih tinggi di ekosistem lamun (1.029 ind./100 m²) dibandingkan dengan ekosistem mangrove (366 ind./100 m²), dengan famili Tellinidae menunjukkan kepadatan tertinggi (664 ind./100 m²). Indeks ekologi menunjukkan kondisi yang stabil, dengan komunitas bivalvia yang beragam dan tersebar merata, mencerminkan lingkungan yang sehat. Analisis korespondensi mengungkapkan bahwa spesies bivalvia lebih terkonsentrasi di stasiun yang merepresentasikan ekosistem lamun, menegaskan hubungan yang lebih erat dengan habitat lamun.
CORAL REEF HEALTH ASSESSMENT ON THE EAST COAST OF KEI BESAR ISLAND, SOUTHEAST MALUKU: PENILAIAN KESEHATAN TERUMBU KARANG DI PESISIR TIMUR PULAU KEI BESAR, MALUKU TENGGARA Dea Fauzia Lestari; Astri Ayuningtias; Endang Sunarwati Srimariana
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 3 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.302-312

Abstract

Pulau Kei Besar di Maluku Tenggara memiliki potensi terumbu karang yang signifikan, menjadikannya daerah yang penting secara ekologis dan memiliki peluang pengembangan yang besar. Seperti terumbu karang pesisir lainnya, terumbu karang di sekitar Pulau Kei Besar sangat rentan terhadap bahaya signifikan yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia dan tekanan lingkungan. Salah satu langkah awal yang perlu dilakukan adalah dengan mengetahui kondisi ekosistem dengan melakukan analisis kesehatan terumbu karang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis indeks kesehatan terumbu di perairan pesisir timur Pulau Kei Besar. Penelitian lapang dilaksanakan pada 3-18 November 2018 di enam lokasi di wilayah pesisir timur Pulau Kei Besar. Lokasi-lokasi ini dipilih karena merupakan area padat penduduk di pesisir timur. Hasilnya menunjukkan bahwa ekosistem terumbu karang di pesisir timur Kei Besar tergolong pada kategori sedang hingga tinggi. Tutupan karang keras (hard coral) berkisar antara 27% (terendah di Hollat) hingga 78.67% (tertinggi di Fako). Biomassa ikan target bervariasi dari 32.92 kg/ha (terendah di Kilwait) hingga 311.41 kg/ha (tertinggi di Weduar). Indeks kesehatan terumbu karang di pantai timur Pulau Kei Besar secara umum memiliki skor 6 dari total 10 dan hanya Hollat yang memiliki skor 5.