Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS POTENSI PRODUKSI DAN PERSEPSI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN BIOGAS PADA SENTRA USAHA TERNAK SAPI PERAH DI KABUPATEN BOGOR Asmara, Alla; Hutagaol, Manuntun Parulian; Salundik, Salundik
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol 1, No 1 (2013): JAI Vol 1 No 1 Juni 2013
Publisher : Jurnal Agribisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

All this time, the processing dairy manure into biogas energy to be used for cooking and lighting by households around the center of the dairy business have not been done. The purpose of this study was: (1) identify potential resources and public perception in the development of biogas in the dairy business centers, and (2) identify the potential of biogas energy to be derived from cow manure at a dairy business centers. Based on the calculation, the estimated number of biogas that can be produced each day in the dairy business centers amounted to 258.4 m3/day. Meanwhile public perception, farmer and non-farmer, tend to give a positive assessment of the processing of dairy waste into biogas and willing to use biogas as an energy source for cooking.
ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM DALAM PERSPEKTIF PENEGAKAN HUKUM Salundik
Jurnal Ilmu Hukum Tambun Bungai Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Hukum Tambun Bungai
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Tambun Bungai Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.457 KB) | DOI: 10.61394/jihtb.v5i1.125

Abstract

Anak yang berkonflik dengan hukum, penegakan hukum merupakan solusi terakhir berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dapat melalui diversi yang dilakukan secara musyawarah baik pada tingkat penyidikan di kepolisian maupun pada tingkat penuntutan oleh jaksa penuntut umum maupun hakim yang menangani perkara anak yang berkonflik dengan hukum tentunya harus mempunyai kemampuan untuk menjadi mediator. Oleh karena itu supaya upaya diversi ini dapat maksimal maka pihak penyidik, jaksa penuntut umum maupun hakim haruslah mampu menjadi mediator, karena dengan menjadi mediator yang baik dan memahami nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat khususnya terhadap anak yang berkonflik dengan hukum maka penyelesaian kasus melalui diversi akan lebih maksimal. Perlindungan hukum terhadap hak anak yang berkonflik dengan hukum pada dasarnya secara yuridis sudah diberikan oleh undang-undang terutama dalam sistem peradilannya sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak adalah haknya untuk mendapatkan pendidikan, hal ini dapat dilakukan apabila anak tersebut diputus untuk menjalani hukuman, maka pada lembaga pemasyarakatan anak tersebut dengan memberikan kelompok belajar, seperti paket A untuk tingkat Sekolah Dasar dan paket B untuk Sekolah Menengah Tingkat Pertama maupun paket C untuk siswa Sekolah Menengah Umum/Kejuruan.
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENYELESAIAN SENGKETA TANAH DI LUAR PENGADILAN Salundik; Edi Sumitro
Jurnal Ilmu Hukum Tambun Bungai Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Hukum Tambun Bungai Palangka Raya
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Tambun Bungai Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.904 KB) | DOI: 10.61394/jihtb.v5i2.141

Abstract

Penyelesaian sengketa tanah merupakan suatu upaya menyelesaiakan perselisihan tanah antara para pihak yang merasa dirugikan hak atas tanahnya. Skripsi dengan judul “Tinjauan Yuridis Terhadap Penyelesaian Sengketa Tanah Di Luar Pengadilan” bertujuan untuk mengetahuan bagaimanakah penyelesaian sengkata tanah di luar pengadilan dan bagaimanakah akibat hukum penyelesaian sengkata tanah di luar pengadilan. Skripsi ini adalah hasil penelitian studi pustaka (library research). Data penelitian diperoleh dari buku-buku literatur, peraturan perundang-undangan, makalah, artikel dan tulisan-tulisan lainnya yang mempunyai relevansi dengan materi yang diteliti. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan tidak menggukan rumus statistik. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa penyelesaian sengketa tanah di lakukan di luar pengadilan dapat diselesaikan dengan cara non litigasi (mediasi) berdasarkan Peraturan Menteri Agraria Nomor 11 tahun 2016 tentang Penyelesaian Kasus Pertanahan Hasil penyelesaian sengketa tanah di luar pengadilan yang dilakukan di Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya dilakukan sesuai dengan Juknis Nomor.05/Juknis/D.V/2007 tentang Mekanisme Pelaksanaan Mediasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam menangani mediasi yang ada di Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya sudah memenuhi keadilan dan kepastian bagi para pihak yang bersengketa. Adapun keadilan dan kepastian hukum yang dapat ialah adanya kesepakatan perdamaian para pihak hal ini merupakan perwujudan atas negosiasi para pihak yang mengikat baginya, sehingga dapat segera dilaksanakan dan di tindak lanjuti oleh para pihak, serta kewenangan atas tanggung jawab BPN dalam hal ini kantor pertanahan segera ditindak lanjuti. Demikian maka, penyelesaian sengketa pertanahan yang diajukan di Kantor Pertanahan tidak lain untuk menjamin dan melindungi kepemilikan hak-hak atas tanah. Adanya kesepakatan perjanjian perdamaian diantara para pihak hal itu sesuai dalam Pasal 1338 KUHPerdata yang menyatakan bahwa perjanjian yang dibuat secara sah maka berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya dimana telah ada asas konsensualisme.
PEREDARAN OBAT TRADISIONAL TANPA IJIN EDAR DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA Salundik; Ita Mentayani
Jurnal Ilmu Hukum Tambun Bungai Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Hukum Tambun Bungai Palangka Raya
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Tambun Bungai Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.584 KB) | DOI: 10.61394/jihtb.v6i1.172

Abstract

Kesehatan adalah harta yang paling berharga, oleh karenanya manusia selalu berusaha supaya kesehatannya tetap terjaga, namun tidak jarang karena suatu sebab akan jatuh sakit, tentunya orang yang sedang sakit tidak dapat menyembuhkan penyakitnya sendiri. Selama ini masyarakat mengartikan obat modern sebagai penyembuh yang bereaksi cepat, namun resiko efek sampingnya sangat tinggi. Sedangkan obat tradisional cenderung lambat dalam penyembuhannya, bisa dikonsumsi oleh siapa saja tanpa resep dokter, dan bebas efek samping. Tetapi sayangnya banyak obat tradisional yang beredar tanpa ijin edar.
Kecukupan Nutrien dan Prevalensi Parasit Cacing pada Sapi Bali di Lahan Gambut Adrial Adrial; Rudy Priyanto; Salundik Salundik; Iwan Prihantoro
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 25 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.346 KB) | DOI: 10.18343/jipi.25.2.270

Abstract

Peatlands have specific characteristics with waterlogged conditions, fragile, and less fertile. The level of peatlands fertility dependent on depth peat and the distance from rivers. This study was aimed to evaluate nutrient adequacy and prevalence of worm infestations in the gastrointestinal tract of Bali cattle that maintained in different peatland categories. The research was conducted in Pulang Pisau District, Central Kalimantan. The site was determined by purposive sampling and divided into 3 categories peat swamp, shallow peat near the river, and shallow peat away from the river. The data were collected by survey method and laboratory analysis. The variables observed included forage quality, nutrient intake, the number of infected cows, and the number of eggs per gram of feces (EPG). The results showed that each category of peatland have different feed quality and nutrient adequacy (P<0.05). The nutrient intake in the peat swamps was relatively higher than that of other sites. In general, the nutrient adequacy of cattle raised in the peatlands area was still below the standard requirement. In all peatland categories, the occurring of Ca deficiency in the diet was pronounced. The highest prevalence of parasitic worms infection was found in cows raised in peat swamps. Bali cattle that maintained in different peatland categories generally showed different responses in nutrient adequacy and prevalence of parasitic worms infection. Keywords: Bali cattle, nutrient adequacy, parasitic worm, peatlands, prevalence
PRODUKSI BIOGAS DARI MAKROALGA MERAH (Gracilaria verrucossa) PADA SISTEM BATCH Dea Fauzia Lestari; Mujizat Kawaroe; Salundik Salundik
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 2 (2015): NOVEMBER 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3457.377 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.6.179-186

Abstract

Marine macroalgae become one of biomass resource to be converted into energy using anaerobic degradation. This process requires bacteria agent contained in cattle rumen or manure. Availability of residual Gracilaria verrucosa (rejected) on fishpond macroalgae cultivation support for biogas energy development. The aims of this research were analyzing biogas production from red macroalgae Gracilaria verrucosa and applying the gas to biogas lamp and stove. The method in this research was batch system, used 1500 L capacity digester with 1200 L working volume. Methane production average volume was 72 L/day during 31 days of observation. The trials were carried out to operate lamp and stove, biogas lamp require 1.80 L/min and biogas stoves require 6.00 L/min gas from digester. This research may be applied and developed when supported by availability of macroalgae biomass as the prime substrate.
Analisis Residu Pestisida dalam Susu Sapi Perah dengan Pakat Klobot Jagung dari Limbah Organik Pasar Salundik Salundik; Suryahadi Suryahadi; S. S. Mansjoer; Didi Soepandi; W. Ridwan
Jurnal Agrista Vol 15, No 2 (2011): Volume 15 Nomor 2 Agustus 2011
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.211 KB)

Abstract

ABSTRAK. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kualitas susu yang diambil dari susu kandang yang menggunakan pakaian hijauan klobot jagung, pakan hijau rumput lapangan dan campuran antara pakan hijauan klobot jagung dan pakan hijauan rumput lapang dengan standard kualitas susu sesuai dengan Standard Nasional Indonesia (SNI 01-3141-1998) di lokasi peternakan Kebon Pedes Bogor, dan mengevaluasi kandungan residu pestisida pada susu sapi. Penelitian ini menggunakan Sembilan sampel susu dengan tiga sampel berasal dari peternakan yang menggunakan pakan hijauan klobot jagung, 3 sampel dari peternakan yang menggunakan pakan hijauan rumput lapangan dan 3 sampel dari peternakan yang menggunakan pakan hijauan campuran keduanya, serta sampel pakan yang digunakan oleh para peternak di Kebon Pedes Bogor. Residu pestisida dalam susu merupakan peubah yang diamati dalam penelitian ini. Analisis statistic yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil peneltian menunjukkan bahwa tidak ada residu pestisida yang terdapat pada susu yang dihasilkan dari pakan hijauan klobot jagung, pakan hijauan rumput lapangan dan campuran antara pakan hijauan klobot jagung dan pakan hijauan rumput lapang.Pesticide Residues Analysis in Milk from Dairy Cows Fed by Corn Husks from Organic Waste of Traditional MarketABSTRACT. The objective of this research was to compare the quality of milk taken from dairy cows fed by corn husks, grass and mix of corn husk and grass with standard of milk quality according Standard National Indonesia (SNI 01-3141 -1998) at Kebon Pedas Dairy ifarm Bogor, and to examine the content of pesticide residues in milk. Nine sample of milk, with three sample from dairy farm that used corn husks as roughages, three sample from dairy farm that use grass and three other from dairy farm that use mix of corn husks and grass were used in this research. Pesticide residues in milk were observed as research variable. Descriptive statistical analysis was used in this research. The result showed that negative result of pesticides residues of milk from dairy cows fed by corn husks, grass and mix of corn husks and grass.
Analisis Kualitas Fisik dan Kimia Susu Sapi Perah dengan Pakan Klobot Jagung dari Limbah Organik Pasar Salundik Salundik; Suryahadi Suryahadi; S. S. Mansjoer; Didi Soepandi; W. Ridwan
Jurnal Agrista Vol 15, No 3 (2011): Volume 15 Nomor 3 Desember 2011
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1352.227 KB)

Abstract

ABSTRAK. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kualitas susu sapi perah dengan pakan hijauan klobot jagung, pakan hijauan rumput lapangan dan kombinasi pakan hijauan klobot jagung dan hijauan rumput lapangan dengan standar kualitas susu sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3141-1998) di lokasi peternakan Kebon Pedes Bogor, serta untuk mebgetahui kandungan residu pestisida pada susu. Penelitian ini dilaksanakan sejak Juli sampai September 2008. Dalam penelitian ini digunakan Sembilan sampel susu, 3 sampel susu dari pakan hijauan klobot jagung, 3 sampel susu dari pakan hijauan lapangan dan 3 sampel gabungan. Peubah yang diamati adalah densitas susu, kandungan lemak bukan padat, kandungan protein susu, kandungan lemak susu, dan kandungan bahan kering dalam susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kimia susu dari pakan hijauan klobot jagung, pakan hijauan rumput lapangan, dan kombinasi keduanya masih sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3141-1998).Physical and Chemical Quality Analysis of Milk from Dairy Cows Fed by Corn Husks from Organic Waste of Traditional MarketABSTRACT. The objective of this research was to compare the quality of milk taken from dairy cows fed by corn husks, grass and mix of corn husks and grass with standard of milk quality according Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3141-1998) at Kebon Pedes dairy farm Bogor, and to examine the content of pesticide residue in milk. This research was conducted from July until September 2008. Nine sample of milk, with three sample from dairy farm that use corn husks as roughages, three sample from dairy farm that use grass and three other from dairy farm that use mix of corn husks and grass were used in this research. Density of milk, solid non fat content, milk protein content, milk fat content, and dry matters content in milk were observed as research variable. Descriptive statistical analysis was used in this research. The results showed that chemical quality of milk from dairy cows fed by corn husks, grass and mix of corn husks and grass still met with the quality of milk according to Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3141-1998).
ANALISIS POTENSI PRODUKSI DAN PERSEPSI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN BIOGAS PADA SENTRA USAHA TERNAK SAPI PERAH DI KABUPATEN BOGOR Alla Asmara; Manuntun Parulian Hutagaol; Salundik Salundik
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 1 No. 1 (2013): Juni 2013 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2013.1.1.71-80

Abstract

All this time, the processing dairy manure into biogas energy to be used for cooking and lighting by households around the center of the dairy business have not been done. The purpose of this study was: (1) identify potential resources and public perception in the development of biogas in the dairy business centers, and (2) identify the potential of biogas energy to be derived from cow manure at a dairy business centers. Based on the calculation, the estimated number of biogas that can be produced each day in the dairy business centers amounted to 258.4 m3/day. Meanwhile public perception, farmer and non-farmer, tend to give a positive assessment of the processing of dairy waste into biogas and willing to use biogas as an energy source for cooking.
Influence of Tenebrio molitor L Supplementation on Egg Quality and Omega-3 Content Titim Rahmawati; Asnath Maria Fuah; Hadi Susilo Arifin; Muhamad Syukur; Salundik Dohong
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Vol 27, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Indonesian Center for Animal Research and Development (ICARD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14334/jitv.v27i1.2995

Abstract

Tenebrio molitor L is one of the alternative feed ingredients because it is rich in nutrients, namely protein, vitamins, minerals (calcium), energy, and fat. Tenebrio molitor L also contains 33.64±0.22% omega-3, so it is hoped that the eggs produced contain omega-3. In this study 300 Lohman Brown laying hens of 20-week-old were used. Completely randomized design (CRD) was applied in this study with 3 treatments and 10 replications, each replication contained 10 laying hens. Treatments were: P0= Feed containing 5% MBM, P1= Feed containing 2.5% MBM + 2.5% Tenebrio molitor L, and P2= Feed containing 5% Tenebrio molitor L. This research was conducted for 6 months. The variables observed were egg production, egg weight, egg shape index, shell weight, shell thickness, Haugh unit, yolk index, and omega-3. Treatment had no influence on egg physical quality but had a significant influence on egg weight. Treatment P0 prodeced the lowest egg weight that was 59.02±0.53 g. Treatment P2 had higher omega-3 contents than P0 and P1 that was 88±0.12 mg 100 g-1. It was concluded that Tenebrio molitor L could replace MBM up to 5% in laying hens feed, improve eggs quality, and omega-3 content in eggs.
Co-Authors A. Atabany, A. A. Lestari A. Lestari, A. A. M. Fuah A. M. Fuah, A. M. A. Yani A. Yani Abdul Alim Yamin Adityawarman, A. C. Adrial Adrial Adrial Adrial Adrial Adrial Adrial, Adrial Ahmad Wahyudi Ahmad Yani ahmad yani Alfikri, Muhammad Fauzan Alla Asmara Amalia Fitria Anhar Faisal Fanani Ani Suryani Ari Wibowo Armansyah Halomoan Tambunan Asma'ul Fitriana Nurhidayah Asmaul Fitriana Nurhidayah Asmaul Fitriana Nurhidayah Asnath Maria Fuah Asnath Maria Fuah, Asnath Maria Astari Apriantini Atabany, Afton Azhar Amir B. P. Purwanto Bagus Priyo Purwanto Burhanuddin Masy'ud C. D. Darmawan Cahyo Budiman Cece Sumantri Cintiyah, Farida D A Astuti D A Astuti D. Murtini D. Sopandie Dea Fauzia Lestari, Dea Fauzia Detiara, Azzahra Didi Soepandi Edi Sumitro Edy Hartulistiyoso Endrawati, Yuni Cahya Epi Taufik Fajri, Aulia Irhamni Fajrih, Nurul Firdaus, F. Fuah, AM Fuah, Asnath Mariah Gunawan Gunawan H. Nuraini H. Nuraini Hablinur Alkindi Hadi Susilo Arifin Hasdi, A. A. Hasrin Henny Nuraini Hermawansyah Hermawansyah Hutagaol, Manuntun Paruliah I Komang Gede Wiryawan I. Prihantoro, I. Irma Isnafia Arief Islami, Amelia Kamila Ita Mentayani Iwan Prihantoro J Takahashi J Takahashi Jakaria Jakaria K. Mahmuda Karti PDMH Kocu, N. Kocu, O. Komala, Iyep L. Abdullah L. CYRILLA Liberty, Sandra Lucia Cyrilla Eko Nugrohowati Luki Abdullah M. Arifin M. S. Soenarno M. Ulfah M. W. Prayoga Matutu, Ardi Moch. Sriduresta Soenarno Muhamad Arifin, Muhamad Muhamad Najibulloh Muhasibi, H. Mujizat Kawaroe Murtini, Devi Nahrowi Nahrowi Negara, Windu Niken Ulupi Nurhidayah, Asma'ul Fitriana Nurmeiliasari P. D. M. H. Karti P. Yulianso Panca Dewi Pongtuluran, Ardi Matutu Praptiningsih G.A. Puspitasari, R. Q. Alifiya R Priyanto R Priyanto R. Priyanto R. Priyanto Rifa Rafiatu Syabani Wihansah Rohmatul Anwar Rudy Priyanto S. Liberty S. Prabowo S. S. Mansjoer S.S. Mansjoer Salafudin . Samsu Alam Rab Santoso, A. J. Saputra, H. S. Satriyo K. Wahyono Septian Bima Fajar Prambudi Setiawan, Favian Albin Setya Permana Sutisna Siti Mujdalipah Soenarno, Moch. Sriduresta SRI RAHAYU St Chadijah St. Chadijah Suhardi Sumiati Suryahadi (Suryahadi) Suryahadi Suryahadi Sutoyo, Edi Sylvia Laatung Talithania, D. Tamara Putri Utami Titim Rahmawati Tony Liwang Tuti Suryati, Tuti Vebriyanti, Ely Verika Armansyah Mendrofa W. Ridwan W. Ridwan Wiryawan, I Komang G Y. C. Endrawati Yudhi Sudarto Zakiah Wulandari