Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KADER ANTI HIPERTENSI (KIPER) DAN PENGENALAN RUMAH DESA SEHAT SEBAGAI UPAYA PENURUNAN HIPERTENSI DI KOTA GORONTALO Zulkifli B. Pomalango; Yuniar Mansye Soeli; Sitti Fatimah M. Arsad; Nirwanto K. Rahim; Rachmawaty D. Hunawa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v5i1.1031

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular berupa meningkatnya tekanan darah. Prevalensi penderita hiperteni dari tahun ketahun terus meningkat dan Gorontalo termasuk daerah penderita hipertensi terbanyak. Peningkatan ini akan berdampak pada resiko komplikasi bahkan kematian. Dalam upaya pengurangan komplikasi ini perlu adanya peningkatan terhadap kepatuhan pengobatan. Namun seringkali hal in diabaikan. Oleh karena itu perlu adanya alternatif pemecahan masalah hipertensi salah satunya yakni pemberdayaan masyarakat. Selain itu, upaya lainnya yang dilakukan pemerintah adalah meningkatkan peran serta (pemberdayaan) masyakarat pada bidang kesehatan dan ekonomi. Pemberdayaan dalam bidang kesehatan menekankan pada potensi yang ada di lingkungan sekitar untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yakni peningkatan pengetahuan masyarakat dan pembentukan kader anti hipertensi. Target kegiatan ini adalah unutk meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi melaui penyuluhan dan mendorong masyarakat agar rutin dalam melakukan pengecekan tekanan darah melalui pembetukan kader. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan melakukan Penyuluhan, pemeriksaan tekanan darah serta pembentukan kader kader anti hipertensi. Hasil : Dengan adanya Rumah Desa Sehat dan kesiapan kader anti hipertensi dapat memfasilitasi masyarakat khususnya penderita hipertensi untuk bisa mendapatkan informasi serta pelayanan terkait hipertensi sehingga hal ini menjadi upaya dalam penurunan hipertensi di Kota Gorontalo.
Penerapan 5 Pilar melalui Pendampingan dan Pemberdayaan Keluarga Penderita Diabetes Mellitus: Implementation of the 5 Pillars through Family Assistance and Empowerment Diabetes Mellitus Sufferers Sitti Fatimah M. Arsad; Nurdiana Djamaluddin; Nur Ayun R. Yusuf; Cindy Puspita Sari Haji Jafar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i11.4155

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan penyebab kematian utama secara global. Salah satu jenis penyakit tidak menular yang selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun adalah penyakit diabetes mellitus tipe 2. Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak dapat menghasilkan hormon insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo mencatat penderita diabetes melitus pada tahun 2020 sebanyak 3.908 penderita, pada tahun 2021 terjadi peningkatan yang sangat signifikan sebanyak 17.895 penderita, dan pada tahun 2022 dengan jumlah penderita diabetes melitus sebanyak 13.678 penderita. Khusus pada Kabupaten Gorontalo sebanyak 1.964 penderita. Dalam penatalaksanaan 5 Pilar Diabetes Mellitus dibutuhkan dukungan keluarga penderita untuk mencegah komplikasi buruk yang akan terjadi. Kegiatan berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi penderita dan keluarga dalam mengendalikan diabetes melitus melalui penerapan 5 pilar: edukasi, pola makan, olahraga, intervensi farmakologi dan pemeriksaan gula darah yang dilaksanakan selama 45 hari. Hasil yang dapat disimpulkan pada kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Pentadio Barat khususnya bagi penderita dan keluarga terhadap pencegahan dan pengendalian diabetes mellitus. Diharapkan Pemerintah Desa Pentadio Barat kiranya dapat menerapkan program pencegahan dan pengendalian pada penderita diabetes mellitus dengan pendampingan keluarga.
The Relationship between the Level of Compliance of Taking Hypertension Medication and the Blood Pressure of Prolanis Patients in the Working Area of the Tilango Health Center Annisa Baili; Nasrun Pakaya; Sitti Fatimah M. Arsad
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 2: April 2026 - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10482

Abstract

Hypertension is one of the chronic diseases that requires long-term management because it can cause complications if not controlled. One of the important factors in blood pressure control is the patient's adherence to taking antihypertensive drugs regularly. Patients who are members of the Chronic Disease Management Program (Prolanis) are expected to have better blood pressure control through routine health monitoring and continuous education. This study aims to determine the relationship between the level of compliance with hypertension medication and the blood pressure of Prolanis patients in the Working Area of the Tilango Health Center, Gorontalo Regency. This study is a quantitative research using a correlational analytical design with a cross sectional approach, involving 53 respondents who were taken using purposive sampling techniques. The results showed that the majority of respondents had medication adherence in the moderate category as many as 29 people (54.7%), while the majority of respondents' blood pressure was in the mild category as many as 27 people (50.9%). Based on the results of the Chi-Square test, a p value of < 0.05 was obtained, so it can be concluded that there is a significant relationship between the level of compliance with taking hypertension medication and the blood pressure of Prolanis patients in the Tilango Health Center Working Area, Gorontalo Regency, where the better the patient's level of adherence in taking medication, the more controlled the patient's blood pressure.
Peningkatan Perilaku Perawatan Kaki Melalui Edukasi Booklet Smart untuk Pencegahan Diabetic Food Ulcer pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Laila Revalina Madu; Ita Sulistiani Basir; Sitti Fatimah M. Arsad
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/ctkrpx73

Abstract

This study aimed to determine the effectiveness of the SMART Booklet educational media on foot care behavior in type 2 diabetes mellitus patients at the Limboto Community Health Center. The method used was a pre-experimental design with a one-group pre-test post-test design. The results showed an increase in foot care behavior after the intervention with a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference before and after education. In conclusion, education using the SMART Booklet effectively improved foot care behavior in type 2 diabetes mellitus patients.   Keywords: SMART Booklet, Diabetic Foot Ulcer, Foot Care Behavior
Pengaruh Papan Tulis Ajaib (Magic Drawing Board) Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun sitti fatimah fatimah; Icam Sutisna; Nunung Suryana Jamin
Student Journal of Early Childhood Education Vol 6 No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Early Childhood Education Department, Faculty of Education, State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjece.v6i1.4415

Abstract

Tujuan riset ini yaitu untuk menyelidiki bagaimana Papan Gambar Ajaib dapat membantu para anak berusia 5 sampai 6 tahun di Taman Kanak-Kanak Negeri Kartika, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango, dalam mengembangkan kemampuan motorik halus mereka. Riset ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan satu kelompok, yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dengan metodologi eksperimental. Jumlah sampel yakni 15 anak. Berdasarkan hasil riset, skor rata-rata berubah dari 9,82 pada pra-tes menjadi 25,33 pada pasca-tes. Hipotesis alternatif disetujui setelah pengujian hipotesis menggunakan regresi linier mempunyai nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Sebagai hasilnya, media Magic Writing Board secara signifikan mempengaruhi perkembangan motorik halus para anak TK berusia 5–6 tahun.
Hubungan Lama Menderita dengan Tingkat Pengetahuan Perawatan Kaki pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tilongkabila Nurzia Delasfebrila Marukai; Ita Sulistiani; Sitti Fatimah M. Arsad
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1338

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius, salah satunya ulkus kaki diabetikum. Pencegahan komplikasi tersebut dapat dilakukan melalui perawatan kaki yang tepat, yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita DM tipe 2 dengan tingkat pengetahuan perawatan kaki pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Tilongkabila. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 33 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan perawatan kaki yang disesuaikan dari Munali (2019). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,003 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan antara lama menderita DM tipe 2 dengan tingkat pengetahuan perawatan kaki. Responden yang menderita DM tipe 2 selama ≥ 5 tahun cenderung memiliki tingkat pengetahuan perawatan kaki yang lebih baik dibandingkan responden yang menderita DM tipe 2 selama ≤ 5 tahun. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara lama menderita dengan tingkat pengetahuan perawatan kaki pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Tilongkabila.
The Effect of Foot Massage on Diabetic Neuropathy Symptoms in Patients with Diabetes Mellitus at Kabila Health Center Nur Fadilah Putry Nalole; Zuhriana K. Yusuf; Sitti Fatimah Arsad
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) April 202
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10506

Abstract

Diabetes mellitus is a non-communicable disease with high morbidity and mortality rates that can cause complications of diabetic neuropathy due to chronic hyperglycemia and low physical activity. Diabetic neuropathy causes complaints such as tingling, nausea, pain, and sensory disturbances that decrease quality of life, so non-pharmacological interventions are needed as a safe and effective alternative. Foot massage was chosen as one of the interventions because it is easy to do, low cost, can be applied by patients and families, and has been proven to be effective in reducing symptoms of diabetic neuropathy. The purpose of this research is to determine the effect of Foot Massage on the symptoms of Diabetic Neuropathy in Diabetes Mellitus patients. This study is a quasi-experimental study with a pre-test post-test with control group design involving 18 respondents in the experimental group and 18 respondents in the control group taken using purposive sampling techniques. The results of the study showed that after being given foot massage therapy, the experimental group experienced a decrease in symptoms of diabetic neuropathy, where 27.8% of respondents were in the category of mild symptoms, 66.7% of moderate symptoms, and only 5.6% still experienced severe symptoms. On the other hand, in the control group there was no meaningful change, with the majority of respondents (83.3%) remaining in the moderate symptom category. The results of the Independent t-test showed a significance value of 0.001 (p < 0.05), which proved that foot massage therapy had a significant effect on reducing symptoms of diabetic neuropathy in patients with diabetes mellitus at the Kabila Health Center.
Overview of Adherence Diet Management in Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Kabila Public Health Center Nurain Jusuf; Zuhriana K. Yusuf; Sitti Fatimah Arsad
Medical and Health Journal Vol 5 No 2 (2026): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2026.5.2.18802

Abstract

Diet is a crucial part of managing type 2 diabetes mellitus. One way to achieve this is by following the 3J (Type, Amount, and Schedule) of dietary management. Dietary adherence remains variable, even though patients receive regular education through the PROLANIS program. Dietary non-compliance can result in uncontrolled blood glucose levels and an increased risk of chronic complications. This study aims to describe the 3J diet management compliance in type 2 Diabetes Mellitus patients at the Kabila Community Health Center. This study used a descriptive quantitative design. The research variable was 3J diet management compliance. The population was 289 type 2 DM patients, and a sample of 75 respondents selected using accidental sampling techniques. The instrument used was a 3J diet compliance questionnaire. Data were analyzed univariately using frequency distribution to describe the level of respondent compliance. The results of the study based on indicators, compliance with the type of diet showed that 45 respondents (60.0%) were non-compliant, the number of calories showed that 41 respondents (54.7%) were non-compliant, while the meal schedule showed that 47 respondents (62.7%) were compliant. These findings illustrate that most patients still experience difficulties in managing the type and amount of food, even though they have been quite good at complying with the meal schedule. The Community Health Center is advised to conduct monitoring activities and further research is suggested to develop peer tutoring-based intervention methods.
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Bonepantai: The Relationship Between Diet and Hypertension Incidence in the Bonepantai Community Health Center Work Area Fadjar Ramdan I. Bobihu; Muhammad Isman Jusuf; Sitti Fatimah M. Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10328

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi kenaikan tekanan darah di atas normal (140/90 mmHg) yang menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia, di mana pola makan yang buruk seperti konsumsi tinggi natrium dan lemak menjadi salah satu faktor risiko utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bonepantai, mengingat tingginya angka penderita di Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross-sectional terhadap 71 responden peserta Prolanis yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pola makan tidak baik sebanyak 37 orang (52,1%) dan sebanyak 35 orang (49,3%) menderita hipertensi. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menghasilkan nilai p-value 0,000 (), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian hipertensi. Pembahasan mengungkap bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi natrium (MSG, ikan asin) dan lemak (gorengan) yang mudah dijangkau di wilayah pesisir berkontribusi pada tingginya tekanan darah responden. Simpulan dari penelitian ini adalah pola makan yang tidak sehat secara nyata meningkatkan risiko kejadian hipertensi, sehingga penerapan pola makan seimbang dan pembatasan asupan natrium sangat diperlukan sebagai langkah preventif.