Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EVALUASI APLIKASI SEMI-IMMERSIVE VIRTUAL REALITY PADA BIDANG PENDIDIKAN MENURUT ASPEK HEURISTIK DAN PEMBELAJARAN Erick Paulus; Mira Suryani; Riva Farabi; Intan Nurma Yulita; Aditya Pradana
JURNAL INFORMATIKA DAN KOMPUTER Vol 1, No 2 (2017): SEPTEMBER - JANUARI 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Teknologi Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.382 KB) | DOI: 10.26798/jiko.v1i2.32

Abstract

Makalah ini memaparkan percobaan evaluasi komprehensif terhadap aplikasi virtual reality (VR) bertipe semi-immersive dari sisi heuristik disain antarmuka aplikasi, peningkatan kemampuan kognitif, dan peningkatan motivasi belajar ketika aplikasi digunakan dalam proses pembelajaran. Evaluasi terhadap disain antarmuka VR ini menggunakan metode heuristik yang diusulkan oleh Sutcliffe, yaitu sebanyak dua belas prinsip. Selain faktor usabilitas, evaluasi heuristik ini mampu memberikan panduan evaluasi dengan memperhitungkan faktor keberadaan pengguna ketika berada dalam lingkungan maya. Hasil proses inspeksi evaluasi heuristik ini adalah penggabungan nilai evaluasi dari tiga orang penilai. Hasil evaluasi menunjukan bahwa secara heuristik aplikasi BIOTALAUT VR sudah merepresentasikan kondisi lingkungan bawah laut dengan baik. Namun ada beberapa fitur disain yang perlu diperbaiki, yaitu interaksi antar objek, grafik objek 3D biota dan fungsi kontrol. Sedangkan, proses evaluasi dari segi peningkatan kemampuan kognitif diimplementasikan pada 30 siswa tingkat sekolah menengah pertama melalui kegiatan pretes dan postes kemudian dianalisa secara statistik. Selain pretes dan postes, siswa juga mengisi kuisioner untuk mengetahui tingkat motivasi belajar setelah menggunakan aplikasi. Kemudian, setelah aplikasi digunakan pada proses pembelajaran, terdapat perbedaan kemampuan kognitif yang signifikan ke arah positif dengan nilai sig-value sebesar 0.448 dan peningkatan motivasi dilihat dari nilai rata-rata central tendency sebesar 4.49. Adapun hasil evaluasi ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan aplikasi selanjutnya khususnya dari sudut pandang disain antarmuka aplikasi maupun dari konteks pembelajarannya. Selain itu, kejadian munculnya gejala cybersickness pada pengguna juga ditelaah dan dilaporkan dalam penelitian ini. Adapun posisi gerakan pengguna saat menjalankan aplikasi VR dan perangkat keras yang dipakai menjadi aspek utama yang menyebabkan cybersickness tersebut.Kata Kunci: cybersickness, evaluasi usabilitas heuristik, , kemampuan kognitif, motivasi belajar, virtual reality
Pengembangan Personalisasi Gaya Belajar pada E-learning dengan Menggunakan Felder Silverman Learning Style Model untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ayi Muhammad Iqbal Nasuha; Mira Suryani
Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika : JANAPATI Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Prodi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/janapati.v4i2.9772

Abstract

Saat ini perkembangan e-learning terus berkelanjutan. E-learning menjadi semakin adaptif dengan adanya personalisasi e-learning yang dapat mendeteksi karakteristik dan kebutuhan individu dari siswa. Dengan tujuan menciptakan sebuah personalisasi e-learning untuk lingkungan sekolah menengah kejuruan, dikembangkanlah personalisasi elearning yang mengadopsi dimensi visual/verbal dari Felder Silverman. Sistem memiliki sebuah algoritma yang dapat menentukan tipe materi pembelajaran (visual/verbal) yang dapat yang sesuai dengan gaya belajar siswa. Setelah tahapan pengembangan sistem, sistem diujicobakan ke siswa di SMK Insan Mandiri. Kuisioner disebar ke seluruh partisipan termasuk guru dan dosen sebagai ahli untuk mengetahui tingkat kelayakan dan kepuasan dari sistem yang diusulkan. Hasil yang diperoleh menunjukkan 82,14% siswa menyatakan bahwa sistem layak digunakan dalam pembelajaran dan memiliki fungsionalitas yang baik. Selain itu, para ahli menilai sistem memiliki kelayakan 75,79% untuk digunakan sebagai media yang mendukung pembelajaran di sekolah.
Penerapan Hand Hygiene Petugas di Ruang Perawatan Stroke Resmi Dinanti; Mira Suryani; Lilik Pranata; Bangun Dwi Hardika; M. K. Fitriani Fruitasari
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2022): April 2022
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.015 KB) | DOI: 10.55123/insologi.v1i2.238

Abstract

Hand hygiene is one of the breakers of the chain of disease transmission in hospitals, so hand hygiene is very important in room management, especially if it is carried out correctly by officers, especially in special rooms where there are patients who are bedres or partial care to total care such as in stroke care. The purpose of the study was to photograph the Application of Hand Hygiene Officers in the Stroke Treatment Room. The research method is descriptive quantitative research design to see the description of the application of hand hygiene. The sample is an officer who provides services in the stroke care room, the study was conducted in a private hospital in Palembang City, primary data collection was carried out on November 1-03 2021, with a sample of 18 people, the instrument used was an observation sheet, and the sample criteria were in accordance with with the inclusion criteria of officers on duty in the stroke care room. The results showed that there were still officers who had not applied the five moments and 6 steps of washing hands properly. Suggestions for hospital institutions gave policies to room staff in getting used to doing hand hygiene. Meanwhile, health workers must realize the importance of hand hygiene for the patient's recovery process and improve hospital services.
The Storyboard Development of Virtual Reality Simulation (VRS) of Nursing Care in Respiratory System Disorders Course Ryan Hara Permana; Mira Suryani; Dian Adiningsih; Erick Paulus
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 3, No 2 (2018): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.451 KB) | DOI: 10.24990/injec.v3i2.202

Abstract

Introduction :Practicingclinical nursing skills requires high fidelity learning methods but are often constrained by financial factors. Virtual Reality Simulation (VRS) is a practical learning method that is able to project visually the experience of practicing nursing care in a virtually real situation. VRS is financially affordable and portable, allowing students to learn whenever and wherever. This study focused on developing the storyboard of a VRS as a method of practicing nursing care skills in the case of acute respiratory system infection at Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran. Methods: This study utilized qualitative descriptive design.An expert group consists of a paediatric nurse, a senior paediatric nursing lecturer, an e-learning expert and two VR experts was working serially to develop the case and storyboard. The case development stage was conducted using a Focus Group Discussion (FGD) and the storyboard development stage used two workshop sessions. The NLN/Jeffries Simulation was used as a framework to develop the storyboard. Results: The learning objectives, scenes, actions, challenges and redirect elements were identified. The learning objectives is the most essential foundation in building a storyboard. Conclusion: The storyboard template allows subject matter experts to develop VRS that capable to train nursing care skills in a safe and immersive environment.
Machine Learning Prediction of Time Series Covid-19 Data in West Java, Indonesia Intan Nurma Yulita; Afrida Helen; Mira Suryani
Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika : JANAPATI Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/janapati.v12i2.58505

Abstract

In 2019, the COVID-19 pandemic appeared. There have been several efforts to curb the spread of this virus. West Java, Indonesia, employs social restrictions to prevent the spread of this disease. However, this method destroyed the economy of the people. If no instances were detected in the region, the World Health Organization (WHO) authorized the social restrictions to be relaxed. If the government lifts the social limitation, the decision must also consider the potential of future confirmed instances. By utilizing machine learning, it is possible to forecast future data. This work utilized the following algorithms: linear regression (LR), locally weighted learning (LWL), multi-layer perceptron (MLP), radial basis function regression (RBF), and support vector machine (SVM). The study investigated daily new instances of COVID-19 in West Java, Indonesia, from March 2, 2020, to October 15, 2020. The RBF algorithm was the best in this investigation. Mean absolute error (MAE), root mean squared error (RMSE), mean absolute percentage error (MAPE), and relative absolute error (RAE) were 48.85, 89.73, 88.67, 62.99, and 60.88, respectively. The RBF prediction model may be proposed to the government of West Java for assessing data on COVID-19 instances, particularly in social restriction management. It is anticipated that West Java would have a minimum of 275 new cases every day for the following 30 days beginning on October 16, 2020. Consequently, the easing of societal limitations requires careful consideration.
Aplikasi Pengukuran Aktivitas Pengguna dalam Menjalankan Program Komputer menggunakan Eye Tracker Haris Putratama; Dhita Diana Dewi; Setiawan Hadi; Mira Suryani
Jurnal RESTIKOM : Riset Teknik Informatika dan Komputer Vol 5 No 3 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/restikom.v5i3.163

Abstract

Seiring perkembangan teknologi informasi, muncul beberapa bidang-bidang baru, salah satunya bidang aktivitas pengguna. Aspek ini kian menjadi penting sebagai penentu dari sebuah aplikasi untuk dapat berkompetisi didalam pasar dikarenakan banyaknya aplikasi pesaing yang muncul. Gerakan mata seorang pengguna bisa menjawab berbagai pertanyaan krusial yang bisa memberikan informasi terhadap permasalahan aplikasi sampai tingkat efektivitas tampilannya. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka diciptakanlah aplikasi pengukuran aktivitas pengguna menggunakan eye tracker. Penelitian ini menggunakan metode Usability Testing (UT) kepada aplikasi lain yaitu IZI lalu menggunakan metode blob detection untuk mendeteksi blob. Menggunakan metode Hue, Saturation, Value (HSV), program dapat mendeteksi blob dengan baik. Program ini menggunakan parameter hue sebesar 0.80 dan 1.00 untuk mask1, 0.005 dan 0.15 untuk mask2, dan value sebesar 0,01 dan 0.98 lalu difilter menggunakan median filter. Blob yang terdeteksi diubah ke bentuk dataframe lalu diambil parameter centroid, area, dan solidity-nya. Centroid dari tiap blob dibandingkan dan diukur jaraknya menggunakan rumus Euclidean distance untuk mendapatkan tingkat similaritasnya. Dari hasil penelitian, didapat 13 dari 14 blob target telah terpenuhi. Dari hasil tersebut dianalisis dan disimpulkan bahwa aplikasi IZI telah efektif secara tampilan.
Functional, ergonomic, and usability testing of the dental hypnosis monitoring device: Study experimental Muttaqin, Akmal; Yubiliana, Gilang; Suryani, Mira
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i1.60596

Abstract

ABSTRACTIntroduction: The Dental Hypnosis Monitoring Device (DHMD) is a tool designed to monitor patients' consciousness levels during dental hypnosis, with the aim of reducing  anxiety during dental procedures. This study was conducted to evaluate the functionality, ergonomics, and usability of the DHMD through a series of structured tests. This study aims to evaluate the functionality, ergonomics, and usability of the DHMD in relation to patient anxiety during dental treatment procedures. Methods: The research employed a quantitative approach, with functional testing based on Black Box Testing, ergonomic evaluation utilized a Likert-scale questionnaire, and usability testing was performed using the User Experience Questionnaire (UEQ). The study took place at the LADOKGI R.E. Martadinata Dental and Oral Hospital from January to February 2024, involving 11 patients aged 20–58 years as respondents. Results: The Dental Hypnosis Monitoring Device successfully performed its primary functions, including the display of brainwaves, visual output, and audio features, meeting the expectations of all respondents. The ergonomic assessment yielded a feasibility percentage of 84.85%, classified as highly feasible, though some improvements in physical design are still required. The usability test produced excellent scores across most scales, such as attractiveness, efficiency, and clarity, with a comparatively lower score in novelty. Conclusion: The Dental Hypnosis Monitoring Device has demonstrated functionality, ergonomic suitability, and effectiveness in helping to manage patient anxiety during dental treatments. This study recommends further advancements in design and technology to enhance the user experience.KEYWORDS: Dental hypnosis monitoring device (DHMD), dental hypnosis patient anxiety, functional testing, ergonomic testing, usability testingUji Fungsional, ergonomis, dan usabilitas dental hypnosis monitoring device dalam mengelola kecemasan pasien selama prosedur perawatan gigi: Studi experimentalABSTRAK Pendahuluan: Dental Hypnosis Monitoring Device (DHMD) merupakan alat yang dirancang untuk memantau tingkat kesadaran pasien selama hipnosis gigi, bertujuan mengurangi kecemasan pasien pada prosedur perawatan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fungsionalitas, ergonomis, dan usabilitas DHMD dalam kecemasan pasien selama prosedur perawatan gigi Metode: penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan uji fungsional berbasis Black Box Testing, uji ergonomi melalui kuesioner skala Likert, dan uji usabilitas menggunakan user Experience Questionnaire (UEQ). Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut LADOKGI R.E Martadinata pada Januari-Februari 2024, dengan melibatkan 11 pasien berusia 20-58 tahun sebagai responden. Hasil: Dental Hypnosis Monitoring Device berhasil menampilkan fungsi utama, seperti gelombang otak, visual, dan audio, sesuai harapan ketika digunakan oleh semua responden. Tingkat ergonomi mendapat persentase kelayakan 84,85%, tergolong sangat layak, meskipun masih ada potensi peningkatan pada aspek desain fisik. Sementara itu, uji usabilitas menunjukkan skor ”excellent” pada hampir semua skala, seperti daya tarik, efisiensi, dan kejelasan, dengan skor kebaruan relatif lebih rendah. Simpulan: Dental Hypnosis Monitoring Device terbukti dari aspek fungsional, ergonomis, dan kegunaan dapat membantu pengelolaan kecemasan pasien selama perawatan gigi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut pada aspek inovasi desain dan teknologi untuk meningkatkan pengalaman pengguna. KATA KUNCI: Dental hypnosis monitoring device (DHMD), hipnosis gigi, kecemasan pasien, uji fungsional, uji ergonomis, uji usabilitas