Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Uji Organoleptik Dan Kesukaan Terhadap Kombinasi Jus Nanas Madu, Pisang Uli Dan Bubuk Bunga Rosella Azahra, Jasmin; Syahbanu, Fathma
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11917

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki produksi buah yang melimpah dan dengan varian yang beragam. Meskipun harga jual turun namun banyak hasil panen yang tak terjual habis. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan harga jual buah yaitu menjadikannya sebagai produk olahan jus. Jus buah memiliki kelebihan dibandingkan produk olahan dari buah lainnya karena tidak mengubah cita rasa dan dapat menambah nilai gizi dari buat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik dan mengetahui sifat serta mutu dari jus nanas madu, pisang uli dan bubuk rosella. Analisis data organoleptik akan di olah menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2010 dan software SPSS 25. Data yang didapatkan berupa data numerik maka uji statistik menggunakan ANOVA dengan uji lanjut yaitu uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Untuk formulasi terbaik akan dilakukan uji statistik menggunakan Friedman Test dari data uji rangking.
Organoleptik Dan Karakteristik Kimia Permen Jelly Dengan Penambahan Ekstrak Daun Kersen, Ekstrak Daun Jambu Biji Dan Stevia Jutrialni, Devvi Rahma; Syahbanu, Fathma; Sefrina, Linda Riski
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.13997

Abstract

Kersen (Mutingia calabura)  dan jambu biji (Psidium guajava L.) merupakan tanaman yang mengandung flavonoid merupakan senyawa yang berperan sebagai antioksidan. Stevia merupakan pemanis alami untuk bahan makanan dan minuman. Permen jelly merupakan permen yang disukai anak-anak. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap dengan perlakukan penambahan ekstrak daun kersen, ekstrak daun jambu biji dan stevia dengan empat perlakuan ( daun kersen : daun jambu biji : stevia ),yaitu F0 (100:0:5), F1 (100:1:5), F2 (100:3:5), F3 (100:5:5). Hasil penelitian ini menunjukkan formulasi terbaik yaitu F3 dengan kriteria warna sangat kecoklatan, berbau daun, rasa yang manis, tekstur agak kenyal dan aftertaste yang tidak kuat. Dalam 250 gram produk F3 memiliki nilai kadar air 64,69%, kadar abu 0,35% kadar gula total 8,06% dan aktivitas antioksidan 40%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formula yang disukai pada permen jelly dengan penambahan ekstrak daun kersen, ekstrak daun jambu biji dan stevia yaitu f3 dengan kadar gula total dan kadar abu sesuai syarat mutu SNI SNI 3547.2-2008, kadar air tidak memenuhi syarat mutu SNI 3547.2-2008 dan antioksidan dinyatakan lemah.
KAJIAN PUSTAKA : KONTROL DAN REDUKSI ETIL KARBAMAT PADA PRODUK FERMENTASI Pawestri, Setyaning; Syahbanu, Fathma
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3700

Abstract

Ethyl carbamate (EC) can be found in fermented products and alcoholic beverages. Tests on animals show this compound is a multisite carcinogen. The International Agency for Research on Cancer (IARC) classifies ethyl carbamate as a group 2A carcinogen. Due to its toxicity, ethyl carbamate in food products can be hazardous to health. Ethyl carbamate can be formed during fermentation and storage, which involves the reaction between ethanol and carbamyl compounds. The main precursor for the formation of ethyl carbamate is arginine metabolism by Saccharomyces cerevisiae and other lactic acid bacteria. Considering the toxicity of ethyl carbamate, it is crucial to understand the formation pathway, prominent analytical and monitoring techniques, mitigation practices and experimental methods to reduce EC. An effort can be conducted to mitigate EC by modifying bacterial genes for fermentation, which can be an applicable solution for the food industry. Keywords: ethyl carbamate; fermentation; carcinogen; precursor INTISARIEtil karbamat  (EK) dapat ditemukan pada produk hasil fermentasi dan minuman beralkohol. Uji pada hewan menunjukkan senyawa ini bersifat multisite karsinogen. International Agency for Research on Cancer (IARC) menggolongkan etil karbamat sebagai golongan 2A karsinogen. Dikarenakan sifat toksisitasnya, keberadaan etil karbamat pada produk makanan dapat membahayakan kesehatan. Etil karbamat dapat terbentuk saat proses fermentasi dan saat penyimpanan dimana melibatkan reaksi antara etanol dan senyawa yang mengandung karbamil. Prekursor utama pembentukan etil karbamat adalah hasil metabolisme arginin oleh Saccharomyces cerevisiae dan bakteri asam laktat lainnya. Mempertimbangkan toksisitas etil karbamat, maka penting untuk  mengetahui jalur pembentukan,  pengembangan teknik analisis dan monitoring, hingga praktik mitigasi dan metode eksperimental untuk mereduksi EK.  Salah satu cara mitigasi EK adalah modifikasi gen bakteri untuk fermentasi yang dapat menjadi solusi aplikatif bagi bidang industri pangan.Kata kunci: etil karbamat; fermentasi; karsinogen; prekursor
AMINA BIOGENIK SEBAGAI INDIKATOR KEAMANAN PRODUK PANGAN Pawestri, Setyaning; Syahbanu, Fathma; Syahidawati, Ahsanatun
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3832

Abstract

The presence of biogenic amines in food products is a significant indicator of food safety. Consumption of biogenic amines in small quantities is not a problem, but consumption in high levels can endanger the health of consumers. The concentration of biogenic amines in food products is influenced by several factors in the production process, including initial microbial composition, raw material hygiene, fermentation conditions, and duration of fermentation. Biogenic amines can also be formed by the microbiological degradation of high-protein foods during the fermentation process. Two types of biogenic amines that are indicators most often used for safety are histamine and tyramine. Various cases of poisoning with these two substances have been reported, with histamine being associated with fishery product poisoning and tyramine being associated with cheese poisoning. The common methods used to detect biogenic amines are chromatography, such as GC, HPLC, and Thin Layer Chromatography (TLC). The purpose of this literature review is to discuss the phenomenon of the formation of biogenic amines in food products associated with aspects of food product quality, food safety, and methods for detecting the presence of biogenic amine compounds in food products. Keywords: biogenic amines, food safety, fermented food INTISARIKeberadaan amina biogenik pada produk pangan menjadi salah satu indikator keamanan makanan yang signifikan. Konsumsi amina biogenik dalam jumlah kecil tidak menjadi masalah, tetapi konsumsi dalam kadar tinggi dapat membahayakan kesehatan konsumen. Konsentrasi amina biogenik dalam produk pangan dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam proses produksinya, diantaranya komposisi mikroba awal, higienitas bahan baku, kondisi fermentasi, dan lama waktu fermentasi. Amina biogenik juga dapat terbentuk oleh degradasi mikrobiologis dari makanan berprotein tinggi selama proses fermentasi. Dua jenis amina biogenik yang menjadi indikator paling sering digunakan untuk keamanan adalah histamin dan tiramin. Berbagai kasus terkait keracunan 2 zat ini telah dilaporkan, histamin dikaitkan dengan kasus keracunan produk perikanan dan tiramin dikaitkan dengan kasus keracunan keju. Metode yang umum digunakan untuk mendeteksi keberadaan amina biogenik ini yaitu kromatografi, seperti GC, HPLC, maupun kromatografi lapis tipis. Tujuan dari kajian literatur ini adalah membahas fenomena terjadinya pembentukan amina biogenik pada produk pangan dihubungkan dengan aspek kualitas produk pangan, keamanan pangan, serta metode deteksi keberadaan senyawa amina biogenik pada produk pangan. Kata kunci: amina biogenik, produk pangan, keamanan pangan
Kajian Senyawa Tiramin dalam produk Olahan: Kajian Literatur Pawestri, Setyaning; Syahbanu, Fathma
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 16, No 1 (2024): Vol. (16) No. 1, April 2024
Publisher : Agriculture Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jtipi.v16i1.31391

Abstract

Recently, food safety issues can be affected by several bioactive compounds such as biogenic amines that can be specifically found in fermented foods due to bacterial decarboxylation of some amino acids by fermentation or spoilage bacteria. Tiramin is a biogenic amine produced through decarboxylation of the amino acid tyrosine in animals, plants and microorganisms. Tiramin can cause adverse health effects, such as histamine and tyramine poisoning, histamine and tyraminentolerance, or hypertensive crisis caused by the interaction between tyramine and monoamine oxidase inhibitor drugs. Tiramin is often found in fermented, aged, preserved, and spoiled foods where microbes with decarboxylase enzymes convert the amino acid tyrosine to tyramine. Therefore, information related to rapid and sensitive determination methods for tyramine in various types of food is urgently needed to properly monitor and control the safety of food products. The development of modern technology in food storage (e.g., temperature and pH, packaging) can decrease tyrosine decarboxylase activity and reduce tyramine levels in modern foods. The aim of this article was to review the study of tyramine compounds contained in food products, such as tyramine compounds, issues related to tyramine, the mechanism of action of tyramine in the human body, pathophysiology, clinical significance, pharmacology of tyramine, the toxicity of tyramine, methods commonly used to detect the presence of tyramine compounds, and the methods that can be performed to reduce tyramine levels in food products to tolerable limits according to applicable regulations. This article review was conducted using the narrative literature review method.
CETING DE GONG” UPAYA PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN KARAWANG 2024 Elvandari, Milliyantri; Fikri, Al Muklas; Sefrina, Linda Riski; Kurniasari, Ratih; Syahbanu, Fathma; Harianti, Rini; Andriani, Eka; Anggiruling, Dwikani Oklita; Agustini, Rika Yayu; Aein, Muhammad Akhdiyatul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.36283

Abstract

Kabupaten Karawang memiliki prevalensi stunting 17,4% dan diperlukan perhatian dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan stakeholder. Stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi dampaknya pada pertumbuhan otak lebih berbahaya. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang melakukan pengabdian masyarakat untuk membantu masyarakat dalam upaya penuruan dan percepatan stunting di Kabupaten Karawang. Kegiatan dilakukan di salah satu desa terpilih yang termasak ke dalam lokus stunting, dengan program “Ceting De Gong” dilaksanalan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kader/ TPK diberikan pelatihan pembuatan tanaman dengan metode veltikulture, pelatihan pembuatan MPASI/PMT dengan pangan lokal, Edukasi Peningkatan Kepercayaan Diri Kader/TPK, Pelatihan Antropometri, Edukasi Pencegahan dan Penanganan Stunting, Edukasi pembuatan Nomor Izin Berusaha (NIB) dan sertifikat Halal. Secara keseluruhan kegiatan “Ceting De Gong” dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan Kader/TKP dan masyarakat khususnya Desa Kondangjaya.