Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS KERUGIAN PADA SISTEM PERPIPAAN GEDUNG DORMITORY 3 POLITEKNIK ILMU PELAYARAN MAKASSAR Mahbub Arfah
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.902 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa besarnya kerugian pada sistem perpipaan. Besarnya kerugian Head yang memungkinkan terjadi pada sistem perpipaan selalu ada tergantung instalasi dan tinggi permukaaan dari aliran fluida yang mengalir dari bawah ke atas. Hal ini merupakan faktor yang harus diminimalisir sehingga kebutuhan air bersih dapat terpenuhi dengan baik. Bertempat di dormitory 3 PIP Makassar. Metode yang kami lakukan dalam penelitian ini yaitu mengambil data secara langsung terhadap obyek yang akan diamati, kajian literatur terhadap teori-teori yang mendasari permasalahan yang diangkat serta penjelasan dari pembimbing, dan studi pusaka dilakukan dengan membaca dan mengutip literatur-literatur yang relevan. Instalasi pipa air bersih yang terdapat pada Dormitory 3 Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar menggunakan bahan baja galvanis. Jumlah keseluruhan kerugian head yang terjadi pada instalasi pipa gedung Dormitory 3 Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar mulai dari ground tank sampai ke roof tank adalah sebesar 7,038 m. Kerugian ini terjadi dari mayor losses dan minor losses. Besarnya mayor losses yang terjadi pada instalasi pipa dari ground tank-roof tank adalah sebesar 3,883 m sedangkan minor losses yang terjadi pada instalasi pipa dari grount tank-roof tank diperoleh sebesar 3,156 m. Instalasi pipa yang digunakan untuk mendistribusi air bersih dari Ground Tank ke Roof Tank menggunakan pipa dengan diameter 50 mm dan 38 mm, dimana pipa tersebut terbuat dari baja galvanis.
CROSSING TRANSPORT IN THE PERSPECTIVE OF SHIP CAPACITY AND PORT OPERATOR COMPETENCE Ahmad Fauzi; Mahbub Arfah
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.709 KB)

Abstract

The implementation of ferry transportation must be able to ensure the comfort, security and safety of passengers and goods. Port management officials and ship operators are the main stakeholders in improving safety. The lower supervision led to higher accident potential. Supervision to safety can only be carried out by operators with appropriate competence. This research uses descriptive quantitative method. Descriptions are carried out on symptoms or phenomena related to ships, productivity, port operators and ship certificates. Through this research, it is known that the passenger carrying capacity of the ship from Bira to Pamatata has a surplus, but the vehicle carrying capacity is known to be minus so that the vehicle loading space is always full when sailed. Based on the Value Range and Qualification table, it is known that port processing is in the category of very threatening shipping safety because port operators do not yet have competence if measured based on the certificate they have. All operating ships have a complete ship certificate in accordance with applicable regulations
IDENTIFIKASI PENGAWAKAN KAPAL NEGARA DALAM PERSPEKTIF PERATURAN PENGAWAKAN KAPAL NEGARA INDONESIA Irwan; Ahmad Fauzi; Meti Kendek; Mahbub Arfah
JURNAL VENUS Vol 7 No 13 (2019): Maret
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.311 KB) | DOI: 10.48192/vns.v7i13.240

Abstract

Mengungkapkan peranan kapal negara, sekaligus memberi gambaran besarnya jumlah armada dan besarnya jumlah anak buah kapal yang dibutuhkan kapal negara agar dapat dilayarkan sesuai standar pengawakan. Tujuan penelitian mengetahui kesesuaian sertifikasi keahlian dan keterampilan anak buah kapal negara dengan peraturan tentang pengawakan kapal negara yang berlaku. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif, indikator pengamatan yang dinyatakan dalam perhitungan persentase (%), yakni persentase jumlah anak buah kapal negara pada level Perwira yang memiliki sertifikat kehlian dan keterampilan yang sesuai Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut. Hasilnya menunjukkan jumlah kapal negara yang saat ini dioperasikan oleh Kementerian terkait hanya 50% dari jumlah seluruh kapal yang dibutuhkan. Kondisi ini tentu berdampak pada kinerja layanan kapal negara. Analisis data menunjukkan bahwa 39.3% anak buah kapal negara yang memiliki sertifikat kompetensi dan profesiensi yang sesuai dengan aturan sertifikasi pada Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor HK.103/3/13/DJPL-15, Kondisi ini sekaligus mengindikasikan besarnya kebutuhan anak buah kapal negara untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kapal yang operasikannya.
IMPLEMENTASI MARPOL (MARINE POLLUTION) DAN SOLAS (SAFETY OF LIFE AT SEA) TERHADAP PENERAPAN PENATAAN LIMBAH DI KAPAL Mustamin Latief; Mahbub Arfah; Syahrizal Syahrizal; Chrisandi Lande
JURNAL VENUS Vol 6 No 12 (2018): Desember
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.7 KB) | DOI: 10.48192/vns.v12i06.378

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui : (1). Untuk mengetahui bagaimana penerapan MARPOL (Marine Pollution) annex 1 regulasi 17 di kapal. (2). Untuk mengetahui bagaimana penerapan SOLAS (Safety of Life At Sea) Chapter II-IPart C Regulation 35-1 di kapal. (3). Untuk mengetahui pemahaman yang dimiliki oleh anak buah kapal tentang aturan MARPOL dan SOLAS. Dalam penelitian ini menggunakan Metode penelitian lapangan (Field research). Merupakan metode yang dipakai untuk mengumpulkan data yang aktual melalui pengamatan di lapangan, metode pengumpulan data di lapangan dilakukan melalui Metode survey (observasi), dimana data yang didapatkan merupakan hasil pemantauan pada sistem pengolahan limbah yang terdapat di kapal – kapal yang sandar di 3 (tiga) pelabuhan besar dan telah mendapat izin dari KSOP di pelabuhan setempat. Metode penelitian pustaka (Library research)dan Metode Wawancara ( Interview), dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung kepada Masinis dan crew kapal berkaitan dengan sisteminstalasi pengolahan limbah di kapal. Proses pengumpulan limbah dan pembuangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Untuk Implementasi SOLAS (Safety Of Life At Sea) Chapter II-I Part C Regulasi 35-I (bilge pumping arrangements) di 6 (enam) kapal dapat dilihat presentasenya yaitu Kapal MV. Tanto Bersatu = 71, Kapal MV. Tanto Sehat = 91%, Kapal KMP. Legundi = 77%, Kapal KMP. Dharma Kartika IX = 88%, Kapal KM. Galatia 05 = 57% dan Kapal MV. Meratus Jayapura = 93%. Dari presentase kesesuaian kriterian penilaian dengan kondisi yang sebenarnya di kapal maka dapat disimpulkan bahwa hanya ada I (satu) kapal yang sesuai SOLAS (Safety Of Life At Sea) Chapter II-I Part C Regulasi 35-I, yaitu kapal MV. Meratus Jayapura. Untuk Implementasi MARPOL (Marine Pollution) Annex 1 Regulasi 17 (Oil Record Book Part 1) di 6 (enam) kapal dapat dilihat presentasenya yaitu Kapal MV. Tanto Bersatu = 31%, Kapal MV. Tanto Sehat = 52%, Kapal KMP. Legundi = 51%, Kapal KMP. Dharma Kartika IX = 49%, Kapal KM. Galatia 05 = 38% dan Kapal MV. Meratus Jayapura = 98%.
STUDI KELAYAKAN SOLAR CELL (LISTRIK TENAGA SURYA) DI UNIT SARANA ASRAMA PADA POLITEKNIK ILMU PELAYARAN MAKASSAR Mahbub Arfah; H. Irwan; Syahrizal; Hasiah
JURNAL VENUS Vol 4 No 8 (2016): Desember
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2759.232 KB) | DOI: 10.48192/vns.v4i8.645

Abstract

Studi Kelayakan Aplikasi Solar Cell dilakukan dengan melalui suatu penelitian dengan jalan melakukan pengukuran daya yang dihasilkan oleh sell fotovoltaik yang telah dirakit dan ditempatkan pada tempat yang mudah terbakar langsung dengan matahari, menginstal rankain dengan memasang baterai/accu setelah sel fotovoltaik dan menempatkan inverter setelah baterai serta menghitung daya (watt) dari keseluruhan jumlah penerangan yang ada di Unit sarana asrama.
Factors that affect the accuracy of submitting SKPK Treasurer Accountability Reports to the Aceh Tamiang Regency Government: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Bendahara SKPK pada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Nurmala, Eka; Sultan, Sultan; T. M. Jamil; Arfah, Mahbub; Wibisono, Yohan
ATRIA: Jurnal Multidisiplin Riset Ilmiah Vol. 1 No. 2 (2024): ATRIA - Juli 2024
Publisher : PT. Alpha Trianguli Australis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62554/6fesh564

Abstract

The application of accounting standards in the country in the management of regional finance has an impact on regional budget implementation responsibility reports (APBD). This type of research is quantitative descriptive and describes the relationship between independent and dependent variables. Meanwhile, human resource factors, treasurer facilities, and infrastructure, treasurer's term of office, regulations, the intensity of management training, and accountability of SKPD treasurers, as well as unclear roles in the Aceh Tamiang district government have a big influence—the impact of the timeliness of submitting regional government accountability reports. In several cases, the variable intensity of administrative training and responsibilities of SKPD accountants (X5), as well as the ambiguity of the role (X6) produced a positive impact on the timeliness of government reporting in the regions.
Analysis of Groundwater Quality in A Coastal Area: Case Study of Durung Village, Aceh Besar Regency: Analisis Kualitas Air Tanah di Wilayah Pesisir: Studi Kasus Gampong Durung, Kabupaten Aceh Besar Tanjung, Maulina; Hartati, Diah Vitaloka; Arfah, Mahbub
ALTAIR: Jurnal Transportasi dan Bahari Vol. 1 No. 2 (2024): ALTAIR - November 2024
Publisher : PT. Alpha Trianguli Australis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62554/d4ffgh98

Abstract

Groundwater quality in coastal areas is responsive due to the interaction of fresh water with seawater. Groundwater quality monitoring studies in coastal area needs to be done regularly to prevent natural disasters and clean water crises in the future. In this study, measurements of groundwater physics parameter were carried out, i.e. electrical conductivity to analyze groundwater quality. The interpolation method based on Geographic Information Systems (GIS) was used to obtain values ​​between each sample point to produce a spatial distribution map of groundwater quality over the research location. The results of the study showed that groundwater quality in the coastal area of ​ Durung Village was generally still quite good with conductivity values ​​between 689 - 3,391 µS/cm. However, for the locations which is nearby the coast such as in the location of Malahayati Merchant Marine Polytechnic, it was indicated that it had been contaminated by seawater with the highest conductivity values between 5,763 – 6.270 µS/cm.
PENGARUH OVERFLOW TERHADAP FUEL OIL PURIFIER PADA KAPAL MV SINAR BANDUNG Shandy Ramadhan A.F; Mahbub Arfah; Taharuddin
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas hal-hal yang menyebabkan terjadinya overflow pada FO purifier, purifier diatas kapal merupakan salah satu mesin bantu yang memiliki peranan sangat penting untuk memisahkan bahan bakar dari air, lumpur dan kotoran. Kegunaan dari bahan bakar yang sudah bersih ini adalah untuk mendukung pengoperasian dari mesin generator dalam menghasilkan pembakaran yang sempurna, sehingga kerusakan pada mesin akibat penggunaan bahan bakar yang tidak bersih dapat dikurangi. Dalam hal ini penulis menggunakan metode Observatif lapangan dimana metode ini adalah untuk mencari sebab-akibat dari permasalahan dan mengambil beberapa faktor yang lebih dominan untuk dianalisa secara langsung untuk mencari permasalahan dan bagaimana mengatasinya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa penyebab terjadinya overflow adalah terjadi kotornya bowl, kebuntuan pada nozzle pada bowl body dan keausan Main Seal Ring dapat berdampak buruk terhadap kerja dari purifier. Ini ditandai dengan tidak normalnya proses purifikasi pada MFO purifier yang mengakibatkan bahan bakar bersih tidak keluar melalui pipa keluaran bahan bakar bersih, yang sering disebut juga dengan overflow. Untuk mengatasi permasalahan diatas cara melakukan pembersihan serta perawatan secara periodik/berkala terhadap bowl dan nozzle tersebut betul-betul dijaga terutma kebersihannya dari lumpur pada bowl dan kerak-kerak yang dapat menimbulkan kebuntuan pada nozzle, apabila terjadi kebuntuan pada nozzle, apabila terjadi kebuntuan maka segeralah dibersihkan dan dirawat, dan mengganti Main Seal Ring dengan yang baru sebelum jam kerjanya