Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

TRAFFIC MOVEMENT ANALYSIS IN LAND USE AREA BOULEVARD MAKASSAR Maryam H; Andi Darmawansyah Akm; Lambang Basri Said
UNDERPASS Journal of Civil Engineering, Applied Sciences, and Technology Vol. 3 No. 1 (2019): Flyover Vol 3 Issue 1 juni 2019
Publisher : Moeslim Indonesian University (UMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.805 KB)

Abstract

Pesatnya perkembangan atau pertumbuhan kota Makassar telah mendorong munculnya berbagai bisnis, baik yang dilakukan pribadi maupun kelompok (perusahaan), apabila tumbuh dan tidak terkendali dapat berdampak pada gangguan lalulintas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh pada bangkitan lalu lintas dan menganalisis model bangkitan pergerakan lalu lintas di kawasan Jalan Boulevard melalui pengujian statistik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengumpulan data melalui pengisian kuesioner sesuai jumlah sampel di masing-masing titik pengamatan. Hasil survei dianalisa dengan menggunakan persamaan Linear Berganda. Variabel bebas yang diukur yaitu jumlah karyawan (X1), luas lahan (X2), jumlah kepemilikan mobil (X3), jumlah kepemilikan motor (X4), jarak rumah ke kawasan Boulevard (X5), waktu perjalanan (X6) dan variabel terikat (Y) sebagai jumlah kendaraan. Dari hasil analisis data diketahui bahwa bangkitan pergerakan lalu lintas di kawasan rumah makan Jalan Boulevard dipengaruhi oleh jumlah karyawan (X1) dan luas lahan (X2) dan model terbaik untuk meramalkan bangkitan pergerakan lalu lintas kawasan rumah makan yaitu Y = 94.135 + 13.123 X1 + (- 0.485) X2, bangkitan pergerakan lalu lintas di kawasan perkantoran Jalan Boulevard dipengaruhi oleh luas lahan (X2), jumlah kepemilikan mobil (X3), dan jumlah kepemilikan motor (X4) dan model terbaik untuk meramalkan bangkitan pergerakan lalu lintas kawasan perkantoran yaitu Y = 161.04 + 0.237 X2 + 10.207 X3 + 22.491 X4, sedangkan bangkitan pergerakan lalu lintas di kawasan pusat perbelanjaan dipengaruhi oleh jumlah karyawan (X1) dan jumlah kepemilikan motor (X4) dan model terbaik untuk meramalkan bangkitan pergerakan lalu lintas kawasan pusat perbelanjaan yaitu Y = 74.837 + 0.788 X1 + 104.12 X4.
PARKING REQUIREMENT MODEL FOR HOSPITAL CASE STUDY : BUNDA HOSPITAL, GORONTALO CITY Maryam H; Lambang Basri Said; Antum Abdullah
UNDERPASS Journal of Civil Engineering, Applied Sciences, and Technology Vol. 3 No. 1 (2019): Flyover Vol 3 Issue 1 juni 2019
Publisher : Moeslim Indonesian University (UMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.851 KB)

Abstract

Fasilitas tempat parkir harus direncanakan dengan baik, karena kalau besar dari kebutuhan akan terjadi pemborosan, sebaliknya apabila kurang akan menimbulkan konflik pada ruas jalan sekitar rumah sakit. Pada beberapa negara telah memiliki standar kebutuhan parkir menurut fungsi tata guna tanah, demikian pula untuk kebutuhan parkir di rumah sakit, seperti di Amerika Serikat kebutuhan parkir rumah sakit berkisar antara 2 – 2,7 tempat tidur per satu ruang parkir (Hunnicutt, 1967), sedangkan di India berkisar 10 tempat tidur per satu tempat parkir (Indian Road Congress, 1973). Indonesia sampai saat ini belum memiliki standar terse-but, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mencoba mencari model kebutuhan parkir untuk rumah sakit, khususnya di Kota Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Standar kebutuhan parkir pada Rumah Sakit Bunda di Gorontalo serta Menganalisis Hubungan antara jumlah ruang parkir yang dibutuhkan dengan beberapa parameter yang ada pada rumah sakit seperti jumlah tempat tidur rawat, jumlah dokter, jumlah pa-ramedis, dan jumlah pegawai. Jenis penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif kualitatif dan kuantitatif yaitu memberikan gambaran secara tepat mengenai kondisi, Keadaan, keinginan maupun gejala yang terjadi pada masyarakat. Desain penelitian yang dilaksanakan adalah dengan metode survei atau terjun langsung ke lokasi penelitian, dengan tujuan untuk memperoleh data dan informasi yang lebih akurat dari masyarakat. Dari hasil analisis dan pembahasan maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yakni [1] Kebutuhan fasilitas parkir untuk rumah sakit Bunda Kota Gorontalo sangat ditentukan oleh jumlah kamar rawat yang ada. [2] Model hubungan kebutuhan fasilitas parkir dengan jumlah tempat tidur rawat, kehadiran dokter, paramedic dan pegawai merupakan hubungan matematis exponensial y = 1.01 e(-13. X) dengan nilai r2 = 0.894. [3] Selain tempat tidur, parameter jumlah pegawai, jumlah paramedis, dan kehadiran dokter juga memberikan sumbangan atas keperluan parkir namun tidak sebesar tempat tidur.
COMPARISON ANALYSIS OF THE COMPRESSIVE STRENGTH OF CONCRETE TO THE USE OF ADDED MATERIALS SUPERPLASTICIZER AND WATER REDUCER: Case Study of the Manado – Bitung Toll Road Development Project Amalia Nur Chasanah; Lambang Basri Said; Maryam H
UNDERPASS Journal of Civil Engineering, Applied Sciences, and Technology Vol. 3 No. 1 (2019): Flyover Vol 3 Issue 1 juni 2019
Publisher : Moeslim Indonesian University (UMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.274 KB)

Abstract

Bahan tambah terdiri dari tipe A sampai tipe G yang digunakan untuk mengurangi jumlah air campuran, memperlambat waktu pengikatan,mempercepat waktu pengikatan dan menambah kekuatan awal beton yang diuji dengan beton pembanding dengan proporsi yang sama tanpa bahan tambahan.Untuk mendapatkan mutu beton seperti yang diharapkan maka harus menggunakan fas yang rendah, namun jika fasnya terlalu kecil pengerjaan beton akan menjadi sulit sehingga pemadatan tidak maksimal dan akan mengakibatkan beton menjadi keropos dan dapat mengakibatkan menurunnya kuat tekan beton. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dipergunakan Superplasticizier dan Water Reducer yang memiliki sifat sebagai pereduksi air dan memperlambat waktu setting beton. Superplasticizer dan Water Reducer sama – sama memiliki sifat mereduksi air, mempertahankan slump, meningkatkan workability, dan meningkatkan kuat tekan beton. Sehingga kami melakukan penelitian dengan membuat perbandingan beton yang di beri bahan tambah Superplasticizer dan beton yang di beri bahan tambah Water Reducer. Untuk mendapatkan data dari obyek yang diteliti, peralatan dan penelitian dilakukan dengan menggunakan fasilitas Laboratorium pada SRBGC – HK,JO Proyek Pembangunan Jalan Toll Manado- Bitung CSU 01. Standart – standart yang dipakai untuk menentukan sifat-sifat material, persiapan, analisis dan pengujian dilakukan menurut standart Bina Marga yang mengacu pada metode AASHTO dan ASTM, namun demikian dalam penelitian ini lebih dititik beratkan berdasarkan pada penggunaan bahan tambah Superplastizicer dan Water Reducer. Hasil penelitian menunjukkan (1) Hasil kuat tekan pada komposisi beton normal, pada umur 7 hari mencapai 27,50 Mpa atau memenuhi syarat 65% beton fc 30 Mpa. Dan pada umur 28 hari mencapai 31.71 Mpa. Hasil kuat lentur beton normal pada umur 7 hari hanya mencapai fs = 35,91 atau 80% terhadap rencana, dan pada umur 28 hari mencapai fs = 39.70, atau 88% terhadap rencana. Initial setting time hanya 2 jam 15 menit. (2) Untuk tes kuat tekan pada komposisi yang diberi tambahan Water Reducer, hasil tes yang memiliki kelayakan yang mendekati syarat tujuan penelitian adalah komposisi yang diberi tambahan Water Reducer sebanyak 0.25%, dengan hasil pengujian pada kuat tekan umur 7 hari adalah 31.912 Mpa dan pada umur 28 hari adalah 37. 529 Mpa. Sedangkan untuk hasil tes kuat lentur pada umur 7 hari, hanya mencapai fs = 39,44 atau 87,64% terhadap rencana, dan pada umur 28 hari mencapai fs = 39.95 atau 88.77% terhadap rencana. Dan hasil initial setting time mencapai 4 jam 30 menit. (3) Pada komposisi yang diberi tambahan Super plasticizer, hasil tes menunjukkan, kuat tekan yang memenuhi syarat fc 30 Mpa dan fs = 45 adalah komposisi yang diberi tambahan Super plasticizer sebanyak 0.8% dari berat total semen. Hasil tes menunjukkan pada umur 7 hari adalah 29.569 Mpa, dan pada umur 28 hari mencapai 33.928 Mpa. Sedangkan pada tes uji kuat lentur hasil tes menunjukkan pada umur 7 hari mencapai fs = 46.11 atau 102,47% terhadap rencana, dan pada umur 28 hari mencapai fs = 46.43 atau 103,18% terhadap rencana. Hasil tes pengujian initial setting time komposisi ini memiliki waktu initial setting time adalah 4 jam. (4) Berdasarkan hasil tes kuat tekan dan kuat lentur pada komposisi yang diberi tambahan Super plasticizer maupun Water Reducer, maka dibuat komposisi dengan kombinasi dari kedua komposisi tersebut. Dan hasil tes kuat tekan umur 7 hari mencapai 30,250 Mpa, dan pada umur 28 hari mencapai 33.750 Mpa. Dan untuk hasil tes kuat lentur pada umur 7 hari mencapai fs = 46.71 atau 103.80 % terhadap rencana, sedangkan hasil tes umur 28 hari tes kuat lentur mencapai fs = 56.90 atau 126.44% terhadap rencana. Dan memiliki waktu initial setting time mencapai 5 jam 15 menit. Dan (5) Untuk mencapai komposisi yang sesuai dan konstan, factor air semen dan kondisi material harus tetap SSD.
ANALYSIS OF THE NEED FOR GIANT EXTRA DEPART PARKING SPACE UNIT. STORE AT JL AP. MAKASSAR CITY PETTARANI Maryam H; Rabiul Awal R; Lambang Basri Said
UNDERPASS Journal of Civil Engineering, Applied Sciences, and Technology Vol. 3 No. 2 (2019): Flyover Vol 3 Issue 2 November 2019
Publisher : Moeslim Indonesian University (UMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.343 KB)

Abstract

kurangnya pengetahuan serta tidak adanya kesadaran tentang tata cara parkir mengakibatkan pengaturan kendaraan masih dilakukan sepenuhnya oleh pemilik kendaraan. Keadaan tersebut berpengaruh terhadap tingkat kelancaran pelayanan pada jalan di depan Giants Pettarani. Namun pada suatu pusat perbelanjaan, pengaturan kendaraan dilakukan oleh Pengelola. Maka ketersediaan ruang untuk parkir sangat perlu di tata dengan sebaik-baiknya agar ketersediaan lahan tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin karena parkir yang kurang nyaman seringkali menjadi sebab digunakannya badan jalan (on street) sebagai ruang untuk parkir dan tentunya menimbulkan masalah keselamatan dan kemacetan karena menutup satu atau dua buah lajur, mempersempit ruang jalan, dan mengurangi jarak pandang Pengendara. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan analisis kuantitatif merupakan jenis studi kasus dengan survey dan observasi langsung di lapangan guna mengetahui satuan ruang parkir Giants Extra Dept. Store di JL AP Pettarani Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik parkir : volume puncak sebesar 920, akumulasi parkir kumulatif sebesar 54, durasi parkir kumulatif selama 9 jam 40 menit, rata-rata durasi parkir selama 2 jam 35 menit, pergantian parkir pada basemen area sebesar 0.29 dan untuk pelataran parkir roda dua sebesar 0.2 dan jumlah ruang parkir yang dibutuhkan untuk sepeda motor sebanyak 17 ruang dengan indeks parkir kumulatif sebesar 0.081081 dan dapat disimpulkan bahwa area parkir sekarang masih dapat menampung kendaraan parkir. Hal ini ditunjukkan bahwa area parkir yang tersedia seluas 2016 m2 > area parkir yang digunakan yakni 1232,5 m2.
PERFORMANCE ANALYSIS OF THE NATIONAL ROAD NETWORK: CASE STUDY OF MAROS - PANGKEP Maryam H; Lambang Basri Said; Muhammad Ahyuddin
UNDERPASS Journal of Civil Engineering, Applied Sciences, and Technology Vol. 3 No. 2 (2019): Flyover Vol 3 Issue 2 November 2019
Publisher : Moeslim Indonesian University (UMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.14 KB)

Abstract

Terganggunya kelancaran lalu lintas ini disebabkan oleh aktifitas keluar masuknya kendaraan dari atau menuju Grand Mall Maros dan hambatan samping yang menyebabkan berkurangnya lebar efektif badan jalan, turunnya kinerja ruas jalan, konflik lalu lintas dan meningkatnya hambatan atau delay. Data yang diperlukan pada studi ini berupa : (a) Data primer yang diperoleh dari hasil survai langsung di lapangan. (b) Data sekunder yang diperoleh dari instansi pemerintah atau swasta. Dalam analisis kinerja ruas jalan menggunakan panduan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ruas jalan Poros Makassar Maros tepatnya di Km 23+000 dengan beroperasinya grand Mall Maros, diwaktu tertentu diperoleh nilai derajat kejenuhan 1,57 atau 157% dari kapasitas Jalan yang ada dan tidak memenuhi syarat derajat kejenuhan MKJI 1997 pada tingkat pelayanan F dimana sering terjadi kemacetan.
PERFORMANCE ANALYSIS OF ROAD PROVINCE MAKASSAR - GOWA: (Case Study Jl. Tun Abdul Razak) Km. 11+500 – Km. 12+ 500 Maryam H; Arif Ali
UNDERPASS Journal of Civil Engineering, Applied Sciences, and Technology Vol. 3 No. 2 (2019): Flyover Vol 3 Issue 2 November 2019
Publisher : Moeslim Indonesian University (UMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.776 KB)

Abstract

Jalan Tun Abdul Razak dengan panjang 1,0 km mulai dari Km 11 + 500 sampai dengan Km 13+ 500, merupakan Jalan Propinsi yang menjadi wewenang Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel ibukota Propinsi Sulawesi Selatan dengan beberapa Propinsi di Sulawesi diantaranya Kabupaten Gowa dan Kota Makassar Letak Jl. Tun Abdul Razak / Gowa yang menjadi titik penelitian pada tesis ini Penelitian ini adalah sebagai berikut : panjang antrian , waktu tundaan rata-rata yang terjadi akibat adanya aktivitas kendaraan memutar arah serta menganalisis kapasitas dan kinerja lalu lintas pada ruas jalan( 1 ).Bagaimana fenomena panjang antrian pada ruas jalan Jl. Tun Abdul Razak kabupaten Gowa mulai STA 11 + 500 sampai STA 12 + 500 (2.) Waktu tundaan rata – rata yang terjadi akibat adanya aktivitas kendaraaan memutar arah dikarenakan hanya terdapat 1 U-Turn. Tujuan dari penulisan ini adalah(1)Menganalisa fenomena antrian dari pola pergerakan kendaraan Jl. Tun Abdul Razak / Gowa (Km 11+500 – Km 12+500) saat ini.(2)Menganalisis waktu tundaan rata-ratayang terjadi akibat kendaraan putar balik arah ( U- Turn )(3).Merumuskan jangka pendek, menengah serta jangka panjang dalam pengembangan kinerja jalan tersebut. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut(1)Tingkat Antrian yang terjadi pada Jam Puncak pada Ruas Jalan Tun Abdul Razak Km 11+500 sampai 12+500 sangat Panjang dikarenakan lebar badan jalan yang masih sempit yaitu 5,22 m dan tempat untuk memutar balik kendaraan ( U – Turn ) hanya terdapat 1 tempat.(2)Jumlah kendaraan yang dipengaruhi dan tundaan yang terjadi mengikuti distribusi poison, analisa dilakukan untuk setiap arus lalu lintas.
ANALYSIS OF PERCEPTION OF ROUTE SELECTION AND MODEL OF MOVEMENT GENERATING ON ROADS CIRCLE OF SIDRAP DISTRICT Maryam H; Lambang Basri Said; Fadly
UNDERPASS Journal of Civil Engineering, Applied Sciences, and Technology Vol. 1 No. 1 (2017): Flyover Vol 1 Issue 1 November 2017
Publisher : Moeslim Indonesian University (UMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.566 KB)

Abstract

Pembangunan jalan tersebut di dasari oleh kebutuhan masyarakat akan transportasi yang mudah dan cepat serta untuk meningkatkan perekonomian bagi masyarakat yang berada di sekitar ruas jalan Lingkar Sidrap. Saat ini pembangunan ruas jalan Lingkar Sidrap hampir rampung, peneliti mencoba melihat dan menganalisa fenomena–fenomena yang terjadi di sekitar ruas jalan Lingkar Sidrap yaitu munculnya pelaku-pelaku usaha baru yang membuka usahanya di sekitar ruas jalan tersebut, baik usaha yang bergerak pada bidang jasa, hiburan, ataupun kuliner. Namun demikian jarak tempuh yang cukup jauh saat ini mengakibatkan waktu tempuh perjalanan dan biaya yang dibutuhkan cukup besar. Untuk itu direncanakan membangun jalur alternatif yang dapat memperpendek jarak dan mempersingkat waktu perjalanan pada ruas jalan nasional Kabupaten Sidrap. Oleh karena itu Penulis tertarik memilih topic dengan judul Analisis Persepsi Pemilihan Rute Dan Model Bangkitan Pergerakan Pada Ruas Jalan Lingkar Kabupaten Sidrap. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan analisis kuantitatif merupakan jenis studi kasus dengan survey dan observasi langsung di lapangan. Data-data yang telah diperoleh dari hasil survei dikumpulkan dan selanjutnya diolah agar dapat digunakan sebagai data masukan dalam proses analisa selanjutnya. Data yang diperoleh dari hasil survei masih dalam bentuk respon individu berupa pilihan terhadap poin rating yang disajikan dalam skala semantik. Untuk menganalisa data yang diperoleh maka penulis menggunakan analisa data deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil Penelitian Menunjukkan Dari 5 faktor yang mempengaruhi penggunaan jalan lingkar, terdapat 4 faktor yang sangat dominan yakni (kondisi fisik jalan, kondisi kecepatan kendaraan, kelancaran arus lalu lintas, dan penyediaan rambu jalan) berada dalam skala baik, 1 indikator (penerangan jalan) berada dalam skala cukup. Kelancaran Lalu Lintas sebagai alasan paling berpengaruh bagi pengemudi untuk menggunakan jalan Lingkar yakni sebesar 79.67%. Model bangkitan pergerakan yang diperoleh merupakan persamaan regresi dengan persamaan regresi Y= 1,840 + 0,005 X1 + 0,094X2 + 0,004X5, dengan koefisien korelasi 0.659. Rata-rata moda transportasi yang digunakan X5 3,30 dengan standar deviasi 1,449. Artinya moda transportasi yang digunakan kebanyakan becak motor dan sepeda motor, terutama untuk pengguna yang tinggal antara kode 1 (< dari 1 km) sampai kode 2 (1 – 2 km).
STUDY OF ROUTE OPTIMIZATION AND SHIPPING TIME OF SEA VESSELS ROUTE OPTIMIZATION OF STUDY AND VESSEL TIME CRUISE Maryam H; Ratna Musa; Yudha Adrianto
UNDERPASS Journal of Civil Engineering, Applied Sciences, and Technology Vol. 1 No. 1 (2017): Flyover Vol 1 Issue 1 November 2017
Publisher : Moeslim Indonesian University (UMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.952 KB)

Abstract

Transportasi laut memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian dunia dimana pengangkutan barang merupakan bagian terpenting dalam bisnis transportasi laut, dimana lebih dari tujuh miliar ton barang dikirim lewat jalur laut setiap tahunnya. Efisiensi biaya transportasi akan sangat berpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkan suatu perusahaan. Untuk mendapatkan rute yang paling efektif dalam pelayaran kapal laut serta meminimalisasi biaya dan waktu operational pelayaran kapal terhadap rute yang dipilih, dibuatlah sebuah sistem penunjang keputusan. Dengan adanya sistem penunjang keputusan yang telah ada, perusahaan juga dapat mengembangkan data dan menentukan jumlah kapal yang diperlukan dalam tiap planning horizon sesuai dengan demand dari masing-masing konsumen. Dalam menentukan Jarak rute Pelayaran dapat menggunakan metode Baca Gambar skala Peta Asli berdasarkan mawar pedoman untuk mendapatkan Lintang Haluan dimana Kapal melakukan pelayaran, selain itu pendukung keakuratan garis-garis Haluan dengan menggunakan Netpass Distance Software yang mana jika data di input kedalam software tersebut maka akan nampak jelas rute pelayaran yang di inginkan berdasarkan data yang dibutuhkan. Hasil dari berbagai rute dimana jarak tempuhnya bervariasi yang berpengaruh pada biaya pengeluaran dari segi bahan bakar serta waktu berlayar, terlihat bahwa Rute A merupakan jalur yang sering digunakan oleh perusahaan namun Rute B dan Rute C dapat dipakai sebagai referensi karena beberapa rute memiliki jalur yang hemat biaya.
PERFORMANCE ANALYSIS OF PUBLIC TRANSPORT SERVICES IN BULUKUMBA DISTRICT Maryam H; Lambang Basri Said; Kamaruddin Alwi
UNDERPASS Journal of Civil Engineering, Applied Sciences, and Technology Vol. 2 No. 1 (2018): Journal Flyover Vol 2 Issue 1 Juni 2018
Publisher : Moeslim Indonesian University (UMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.942 KB)

Abstract

secara fisik kualitas Angkutan Kota jenis pete-pete di Kabupaten Bulukumba memang kurang memberikan kenyamanan, misalnya tempat duduk tidak terawat karena kurangnya masa perawatan dan pada umumnya sopir angkutan Kota membiarkan penumpang berdempet-dempetan sehingga penumpang merasa pengap dikarenakan tidak menggunakan AC. Pada awal pelayanannya Angkutan Kota (ANGKOTA) mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat karena selain relatif mudah diperoleh, tarifnya juga murah jika dibandingkan angkutan kota lainnya. Namun kondisi ini ternyata semakin lama cenderung menurun jika dilihat secara visual. Teridentifikasi bahwa fisik kendaraan yang masih tetap seperti awal beroperasi menjadi penyebab kecenderungan tersebut. Permasalahan ini didekati dengan cara membandingkan antara tingkat pelayanan eksisting dengan standar yang ditetapkan Direktorat Jendral Perhubungan Darat melalui pedoman teknis penyelenggara angkutan penumpang umum diwilayah perkotaan dalam trayek tetap dan teratur, serta juga dengan membandingkan tingkat pelayanan eksisting dengan standar yang telah ditetapkan oleh World Bank yang tercantum dalam A World Bank Study (1986). Penelitian ini bersifat deskriptif dengan analisis kuantitatif merupakan jenis studi kasus dengan survey dan observasi langsung di lapangan guna mengetahui kondisi tingkat pelayanan dalam hal ini meningkatkan kemampuan untuk menginterpretasikan kinerja tingkat pelayanan angkutan umum trayek dalam Kota di Kabupaten Bulukumba. Hasil Penelitian Menunjukkan Informasi yang diperoleh dari masyarakat pengguna angkutan umum di Kabupaten Bulukumba terhadap pelayanan lewat kuesioner yang disebarkan diketahui hal-hal antara lain: (I)Pengguna didominasi oleh pelajar, maksud perjalanan untuk sekolah dengan frekwensi perjalanan setiap hari dan pengeluaran pengguna angkutan kota antara Rp. 5.000 – 10.000. (II) Persepsi pengguna terhadap kualitas Angkutan Kota, seperti: mudah mendapatkan, waktu tunggu yang relatif singkat dan tarif murah. (III) Secara keseluruhan tingkat pelayanan Angkutan Kota apabila mengacu pada standar yang ditetapkan oleh Departemen Perhubungan maupun dengan metode Sturgess mempunyai kinerja baik.
OPTIMIZATION OF WASTE TRANSPORTATION NEEDS IN THE CITY OF AMBON Maryam H; Titien Layn Titien Layn
UNDERPASS Journal of Civil Engineering, Applied Sciences, and Technology Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL FLYOVER Volume 4 Issue 2 November 2020
Publisher : Moeslim Indonesian University (UMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.52 KB)

Abstract

Sampah merupakan limbah yang timbul dari aktivitas manusia, baik di rumah, kantor pasar, tempat umum dan sebagainya. Besar - kecilnya volume sampah dipengaruhi oleh tingkat ekonomi dan budaya konsumsi suatu masyarakat. Semakin tinggi kemampuan ekonominya, semakin tinggi pula tingkat konsumsi yang akan berdampak pada semakin besarnya volume sampah yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dump truck, pick up truck dan arm roll truck yang dibutuhkan untuk dapat mengangkut sampah di Kota Ambon. Data - data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data survey jumlah sampah yang dihasilkan Kota Ambon per hari, kapasitas truk pengangkut sampah, waktu memuat dan menurunkan sampah, waktu perjalanan dan jarak perjalanan. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa jumlah angkutan sampah yang dibutuhkan untuk mengangkut sampah dengan volume sebanyak 1176,82 m3 adalah : 16 dump truck, 7 pickup truck, dan 8 armroll truck, dengan waktu ritasi masing - masing adalah: 3 ritasi untuk dump truck per hari, 2 rItasi untuk pick up per hari, dan 4 ritasi untuk armroll truck per hari.