Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Pedagogi Hayati

Potensi Serapan Karbon Pada 3 Lokasi Ekosistem Disekitar Daerah Lembah Harau Sumatera Barat Muhartati, Erda
Pedagogi Hayati Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Pedagogi Hayati
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.645 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi serapan karbon pada 3 lokasi ekosistem yaitu di ladang, hutan sekunder dan hutan terbakar disekitar daerah Lembah Harau. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode destruktif pendugaan biomassa dengan plot sampling. Dengan pengukuran biomassa yang diambil pada vegetasi permukaan tiga lokasi yang berbeda yaitu pada tanah ladang, tanah bekas hutan terbakar, dan tanah hutan sekunder. Potensi serapan karbon yang akan diukur yaitu pada pohon hidup, nekromas, dan sampel destruktif dengan menghitung berat kering dan biomassa. Pengukuran karbon biomassa, hutan terbakar memiliki nilai yang paling tinggi yaitu 7029,59 kg dan besarnya cadangan karbon total yang diserap di permukaan tanah dipengaruhi oleh vegetasi yang tumbuh di atasnya, nekromass dan jatuhan (serasah). Pengukuran biomassa pohon, hutan sekunder memiliki nilai yang paling tinggi yaitu 1,431 kg m-2  dan terendah pada ladang yaitu 1861,40 kgm-2. Pada pengukuran biomassa nekromass, hutan sekunder memiliki nilai yang paling tinggi yaitu 0,64 kg dan terendah pada ladang yaitu 0,017 kgm-2.
Potensi Serapan Karbon Pada 3 Lokasi Ekosistem Disekitar Daerah Lembah Harau Sumatera Barat Erda Muhartati
Pedagogi Hayati Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pedagogi Hayati
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v1i1.38

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi serapan karbon pada 3 lokasi ekosistem yaitu di ladang, hutan sekunder dan hutan terbakar disekitar daerah Lembah Harau. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode destruktif pendugaan biomassa dengan plot sampling. Dengan pengukuran biomassa yang diambil pada vegetasi permukaan tiga lokasi yang berbeda yaitu pada tanah ladang, tanah bekas hutan terbakar, dan tanah hutan sekunder. Potensi serapan karbon yang akan diukur yaitu pada pohon hidup, nekromas, dan sampel destruktif dengan menghitung berat kering dan biomassa. Pengukuran karbon biomassa, hutan terbakar memiliki nilai yang paling tinggi yaitu 7029,59 kg dan besarnya cadangan karbon total yang diserap di permukaan tanah dipengaruhi oleh vegetasi yang tumbuh di atasnya, nekromass dan jatuhan (serasah). Pengukuran biomassa pohon, hutan sekunder memiliki nilai yang paling tinggi yaitu 1,431 kg m-2 dan terendah pada ladang yaitu 1861,40 kgm-2. Pada pengukuran biomassa nekromass, hutan sekunder memiliki nilai yang paling tinggi yaitu 0,64 kg dan terendah pada ladang yaitu 0,017 kgm-2.
RESPON MAHASISWA TERHADAP PENGGUNAAN MODUL BERBASIS GUIDED INQUIRY PADA MATAKULIAH TEKNIK DAN MANAJEMEN LABORATORIUM BIOLOGI Azza Nuzullah Putri; Erda Muhartati
Pedagogi Hayati Vol 2 No 1 (2018): Pedagogi Hayati Jurnal ilmiah Pendidikan Biologi : Literasi dan kearifan Lokal da
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v2i1.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktikalitas modul melalui respon mahasiswa terhadap modul berbasis guided inquiry yang telah dikembangkan untuk dapat digunakan dalam pembelajaran pada matakuliah teknik dan manajemen laboratorium biologi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) dengan menggunakan model pengembangan Hannafin dan Peck yang meliputi tahap: need assess, design, and development/implementation dimana pada tiap tahapnya dilakukan evaluasi dan revisi. Data yang didapatkan meliputi hasil praktikalitas melalui respon mahasiswa terhadap modul yang dikembangkan. Instrumen yang digunakan yaitu berupa lembar angket respon mahasiswa. Hasil penelitian di dapatkan bahwa modul yang dikembangkan mendpatkan respon yang sangat positif dari seluruh responden (mahasiswa). Pada seluruh aspek di dapatkan kategori sangat praktis dengan rata-rata persentase 93% untuk dapat digunakan pada matakuliah teknik dan manajemen laboratorium biologi oleh mahasiswa.
KETERAMPILAN PROSES SAINS AWAL MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI PADA MATAKULIAH BIOLOGI UMUM Azza Nuzullah Putri; Erda Muhartati
Pedagogi Hayati Vol 2 No 2 (2018): PEDAGOGI HAYATI : EDISI PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v2i2.844

Abstract

ABSTRACT. The study aims to describe the prior science process skills of biology education students in general biology courses. The data in this study were obtained through a science process skill test instrument. Science process skills have several indicators, namely: observing, experiments planning, communicating, classifying, predicting, applying concepts, asking questions, formulating hypotheses, and interpreting data. The results of the analysis show that the average score of student’s prior science process skills is 43. The results indicate that the prior science process skills of biology education students belongs to the very less category. The highest indicator is the interpreting data skill (score 75) with sufficient category. While the lowest indicator is the ability to predict (score 11.67). this includes very poor categories. It is necessary to design a learning process that is completed with learning tools, assessments and activities that can facilitate to develop science process skill of biology education student. ABSTRACT. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan proses sains awal mahasiswa pendidikan biologi pada matakuliah biologi umum. Data pada penelitian ini diperoleh melalui instrumen tes keterampilan proses sains. Indikator keterampilan proses sains yang diukur meliputi beberapa indikator yaitu: keterampilan mengamati, merencanakan percobaan, berkomunikasi, mengklasifikasi, memprediksi, menerapkan konsep, mengajukan pertanyaan, merumuskan hipotesis, dan menginterpretasi data. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan KPS awal mahasiswa pendidikan biologi adalah 43. Hasil ini menunjukkan bahwa KPS awal mahasiswa pendidikan biologi termasuk pada kategori sangat kurang. Keterampilan menginterpretasi data merupakan indikator KPS dengan skor tertinggi yaitu 75 yang termasuk kategori cukup. Sedangkan indikator terendah adalah kemampuan memprediksi dengan skor 11,67 termasuk kategori sangat kurang. Berdasarkan hasil ini maka perlu didesain sebuah proses pembelajaran yang dilengkapi dengan perangkat pembelajaran, asesmen serta kegiatan yang dapat membantu mengembangkan KPS mahasiswa pendidikan biologi.
Profil Media Pembelajaran di SMP Negeri Se-Kecamatan Tanjungpinang Timur Tree Evriyanti; Erda Muhartati; Bony Irawan
Pedagogi Hayati Vol 3 No 1 (2019): Pedagogi Hayati Volume 3 Nomor 1 Tahun 2019: Tinjauan Kearifan Lokal dan Keadaan
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v3i1.1125

Abstract

ABSTRACT. The aim of this study is to determine the availability, use and difficulties faced by teachers in the use of learning media. This study uses a quantitative approach with a type of descriptive research. The research data was obtained through questionnaire instruments, observation sheets and interview guidelines. Questionnaires and observation sheets to see the use of learning media and interview guidelines are used to determine the availability and difficulties faced by teachers in the use of learning media. Interview data on the availability of instructional media at SMP A and SMP B are adequate and at C SMP is inadequate. Based on the results of the study that in East Tanjungpinang Junior High School, the use of learning media as a whole was 71% on average fair. The use of learning media in SMP A has an average of 82% in the good category. The use of instructional media in SMP B has an average of 58% in the poor category and the use of instructional media in SMPN C has an average of 72% fair categories. Interview data on difficulties faced by teachers in the use of learning media from all schools in the East Tanjungpinang sub-district have difficulties in making media, lack of time efficiency in making learning media, creativity in making media still low, inadequate media availability ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan, penggunaan dan kesulitan yang dihadapi guru dalam pemanfaatan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui instrumen angket, lembar observasi dan pedoman wawancara. Angket dan lembar observasi untuk melihat penggunaan media pembelajaran dan pedoman wawancara digunakan untuk mengetahui ketersediaan dan kesulitan yang dihadapi guru dalam pemanfaatan media pembelajaran. Data hasil wawancara ketersediaan media pembelajaran di SMPN A dan SMPN B sudah memadai dan di SMPN C kurang memadai. Berdasarkan hasil penelitian bahwa di SMPN Se-Kecamatan Tanjungpinang Timur penggunaan media pembelajaran keseluruhan rata-rata 71% kategori cukup. Penggunaan media pembelajaran di SMPN A memiliki rata-rata 82% kategori baik. Penggunaan media pembelajaran di SMPN B memiliki rata-rata 58% kategori kurang dan penggunaan media pembelajaran di SMPN C memiliki rata-rata 72% kategori cukup. Data hasil wawancara kesulitan yang dihadapi guru dalam pemanfaatan media pembelajaran dari keseluruhan sekolah di kecamatan Tanjungpinang Timur memiliki kesulitan dalam membuat media, kurangnya efisiensi waktu dalam membuat media pembelajaran, kreatifitas dalam membuat media yang masih rendah, ketersediaan media yang kurang memadai.
Analisis Keterampilan Proses Sains siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tanjungpinang Nensy Nensy; Azza Nuzullah Putri; Erda Muhartati
Pedagogi Hayati Vol 3 No 2 (2019): Pedagogi Hayati Volume 3 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v3i2.1417

Abstract

ABSTRACT: This study analyzed the science process skills of grade XI students of SMA Negeri 1 Tanjungpinang in biology learning. This research aims to (1) describe the science process skills of class XI students in SMA Negeri 1 Tanjungpinang in the special biological learning of the Coordination System topic. (2) Describe the factors that affect the science process skills of the student XI SMA Negeri 1 in the coordination system topic. The samples were 40 students from SMA Negeri 1 Tanjungpinang class XI in science major. The instrument used was 12-question description and an observation sheet for three times. The results showed the science process skills of class XI SMA Negeri 1 Tanjungpinang on a good category coordinating system with an average value of 79.8% of the test result and a very good category 90% of the observation result. In the results of the aspect test communicates have the highest percentage of 94% with the category is very good and the aspect of applying the concept to the lowest with a percentage of 64% with a good category. In the results of the aspect observation sheet classify have the highest percentage with a very good category 97% and the observing aspect has the lowest percentage of 83% with excellent categories Abstract. Penelitian ini menganalisis keterampilan proses sains siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tanjungpinang dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keterampilan proses sains siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tanjungpinang dalam pembelajaran biologi terkhusus pada materi sistem koordinasi. (2) mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan proses sains siswa kelas XI SMA Negeri 1 pada materi sistem koordinasi. Sampel yang digunakan berjumlah 40 orang yang berasal dari SMA Negeri 1 Tanjungpinang kelas XI jurusan MIPA. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian sebanyak 12 soal dan lembar observasi selama tiga kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan Keterampilan Proses Sains siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tanjungpinang pada materi sistem koordinasi berkategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 79,8% dari hasil tes dan berkategori sangat baik 90% dari hasil observasi. Dalam hasil tes aspek berkomunikasi memiliki persentase paling tinggi yaitu sebesar 94% dengan kategori sangat baik dan aspek menerapkan konsep menjadi yang paling rendah dengan persentase sebesar 64% dengan kategori baik. Dalam hasil lembar observasi aspek mengelompokkan memiliki persentase paling tinggi dengan kategori sangat baik 97% dan aspek mengamati memiliki persentase terendah yakni 83% dengan kategori sangat baik.
Identifikasi Nilai Etnosains pada Kearifan Lokal Berkarang dan Menyondong Ikan Pada Masyarakat Pesisir Bintan Bony Irawan; Erda Muhartati
Pedagogi Hayati Vol 3 No 1 (2019): Pedagogi Hayati Volume 3 Nomor 1 Tahun 2019: Tinjauan Kearifan Lokal dan Keadaan
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v3i1.1595

Abstract

ABSTRACT: This studi aimed to identify ethnoscience value contained in traditional activity of coastal society in Bintan called menyondong and berkarang. Menyondong is an activity to catch fish and sea produces by using handheld net (tangguk). Menyondong is usually performed late at afternoon until dusk or maghrib by walking in the shallow water along a parallel line to the coastline. Berkarang is an activity to collect the sea produces stranded in the intertidal area during the time of low tide. Both activity has an economic value as well as as ethnoscience value behind it. This ethnographic study is conducted through series of observations in popular spots for berkarang. Additional data were acquired through interviews. The study concluded that there are ethnoscience values contained in menyondong and berkarang, such as local names and understandings about the species collected, in the form of procedures followed in these activities, and in the knowledge timing to conduct the activities. ABSTRACT. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai etnosains dalam aktivitas menyondong dan berkarang. Menyondong adalah kegiatan menangkap ikan dan hasil laut lain dengan menggunakan tangguk besar. Menyondong biasanya dilakukan di sore hari sampai maghrib dengan berjalan di air dangkal di sepanjang garis pantai. Berkarang adalah kegiatan mengumpulkan hasil-hasil laut yang tertinggal di daerah pasang-surut pada saat keadaan surut. Dua kegiatan ini adalah kegiatan yang sering dilakukan di kalangan masyarakat pesisir di Pulau Bintan. Kegiatan ini memiliki nilai ekonomi dan budaya serta berpotensi memiliki kandungan nilai etnosains. Studi etnografi ini dilakukan melalui rangkaian pengamatan di beberapa tempat menyondong dan berkarang yang populer. Data tambahan diperoleh melalui wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai etnosains dalam aktivitas berkarang dan menyondong ikan. Nilai etnosains yang teridentifikasi antara lain dalam bentuk nama dan pengetahuan lokal terhadap hasil-hasil laut, dalam bentuk prosedur pelaksanaan aktivitas untuk meningkatkan hasil tangkapan, dan pemahaman akan pilihan waktu pelaksanaan yang disesuaikan dengan pasang-surut air laut.
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP pada Materi Pencemaran Lingkungan di Tanjungpinang Syrry Hidayati; Erda Muhartati; Trisna Amelia
Pedagogi Hayati Vol 4 No 1 (2020): Pedagogi Hayati Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v4i1.2371

Abstract

ABSTRACT: This descriptive study aims to analyze students' creative thinking skills in natural science at SMPN 6 in Tanjungpinang. A total of 119 students were being samples in this study. Data collected by test and observation. The issue of environmental pollution becomes a contextual topic to facilitate student tests and responses. From this study, it was known that students have good abilities in the aspects of fluency and flexibility in creative thinking. However in the originality and elaboration aspect are still in the sufficient category. Contextual issues of environmental pollution give support to the results of students' creative thinking abilities. However, the results obtained shows that learning strategies and learning resources are also important points in developing students’ creative thinking skills. ABSTRAK: Studi deskriptif ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif siswa SMPN 6 di Tanjungpinang dalam pembelajaran IPA. Sebanyak 119 siswa kelas VII dijadikan sampel dalam penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan lembar observasi. Isu pencemaran lingkungan menjadi topik kontekstual untuk memfasilitasi tes dan respon siswa. Dari penelitian ini diketahui bahwa siswa memiliki kemampuan yang baik pada aspek kefasihan (fluency) dan keluwesan (flexibility) dalam berpikir kreatif. Namun pada aspek kebaruan ide (originality) dan kerincian ide (elaboration) masih berada pada kategori cukup. Kontekstualitas isu pencemaran lingkungan memberikan kontribusi pada hasil capaian kemampuan berpikir kreatif siswa. Namun, juga diperoleh gambaran bahwa strategi pembelajaran dan sumber belajar juga menjadi point penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif.
Pengembangan Media Album Herbarium Tumbuhan Spermatophyta di Wilayah Kota Tanjungpinang Erda Muhartati; Azza Nuzullah Putri
Pedagogi Hayati Vol 4 No 2 (2020): Pedagogi Hayati Volume 4 Nomor 2 2020
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v4i2.2636

Abstract

Herbarium merupakan media awetan tumbuhan yang dapat berfungsi untuk menunjang proses pembelajaran. Khususnya pembelajaran pada matakuliah dimana tumbuhan (spermatophyta) adalah objek kajian utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media album herbarium yang layak serta valid untuk digunakan dalam proses pembelajaran bagi mahasiswa pendidikan biologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah research and development dengan menggunakan model pengembangan Hannafin dan Peck yang meliputi tahap: need assessment (analisis kebutuhan), design (perancangan), dan development/implementation (fase pengembangan dan implementasi) yang pada tiap tahapnya dilakukan evaluasi dan revisi. Data hasil penilaian kelayakan dikumpulkan melalui angket validasi yang dinilai oleh validator ahli. Proses pengembangan berjalan dengan baik mengikuti model pengembangan Hannafin dan Peck. Hasil penilaian terhadap album herbarium yang dikembangkan yaitu pada aspek isi diperoleh persentase rata-rata 95% dengan kriteria sangat layak. Begitu juga pada aspek desain media diperoleh persentase rata-rata 83,5 % dengan kriteria sangat layak. Album herbarium yang dikembangkan dapat menjadi alternatif media yang menarik untuk digunakan dalam pembelajaran biologi.
Pengembangan Kerati Podcast sebagai Media Pembelajaran Biologi SMA Pada Materi Keanekaragaman Hayati aini, Kurrotul; Sarkity, Dios; Muhartati, Erda
Pedagogi Hayati Vol 6 No 2 (2022): Pedagogi Hayati: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v6i2.6761

Abstract

Berbagai permasalahan pembelajaran dialami selama pandemi COVID-19, salah satunya dalam memfasilitasi siswa dengan media pembelajaran yang sesuai agar siswa dapat mencapai keberhasilan belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran podcast pada materi keanekaragaman hayati yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian R&D dengan tahap penelitian merujuk pada model 4D. penelitian dilakukan di MAN Bintan pada September 2021. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar penilaian validator untuk uji validitas dan praktikalitas serta menggunakan tes menggunakan soal objektif untuk uji efektivitas. Data penelitian dianalisis menggunakan skala likert untuk uji validitas dan praktikalitas serta N-Gain untuk uji efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Media Podcast yang dinamakan Kerati Podcast teruji valid, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran Keanekara­­gaman hayati.