Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi NaOH pada Pembuatan Kertas dari Serat Daun Nanas dan Daun Pandan Duri Nina Hartati; Salmira Salmira; Edi Kurniawan; Anjar Siti Mashitoh; Meyci Trisna; Ayu Syufiatun Br Tarigan
KLOROFIL: Jurnal Ilmu Biologi dan Terapan Vol 9, No 2 (2025): KLOROFIL: JURNAL ILMU BIOLOGI DAN TERAPAN
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/kfl:jibt.v9i2.27170

Abstract

This research was conducted to determine the physical characteristics of paper made from a mixture of pineapple leaf fiber and thorny pandan leaf fiber as an environmentally friendly alternative raw material. The research method employed was an experimental design with variations in material composition, specifically 8:2, 6:4, 4:6, dan 2:8, which represent the ratio of pineapple leaf fiber to thorny pandan leaf fiber. The papermaking process began with cooking using a sodium hydroxide (NaOH) solution at concentrations of 8%, 10%, and 13% at a temperature of 100 °C. Subsequently, a bleaching stage was performed using kaolin clay (5%) dissolved in 100 mL of distilled water, which was then mixed evenly using a blender. The resulting pulp was filtered, dried, and formed into paper sheets. The research findings indicate that the highest cellulose content, measuring 99,33%, was obtained at the 2:8 composition, while the lowest content, measuring 60%, was found at the 6:4 composition. The maximum grammage reached 117 g/m² and the maximum thickness was 1,21 mm, obtained from the 2:8 and 8:2 compositions, respectively. Meanwhile, the highest tensile strength value, recorded at 4,200823 kN/m was observed in the 8:2 composition. Based on these results, the paper produced demonstrates the potential to comply with the requirements stipulated in SNI 8218:2015.
Optimasi Pupuk Organik Cair Limbah Pisang dengan EM4 sebagai Bioaktivator untuk Pertumbuhan Kangkung Muhammad Abdi Lubis; Nina Hartati; Edi Kurniawan; Anjar Siti Mashitoh; Ayu Syufiatun Br Tarigan; Adelia Yesya Putri Hasibuan
Nexus Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2026): Nexus: Jurnal Sains dan Teknologi (Edisi Mei)
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/nst.v2i1.3302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah batang dan bonggol pisang sebagai bahan baku Pupuk Organik Cair (POC) dengan penambahan bioaktivator EM4 serta mengevaluasi kualitas dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kangkung. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu produksi dan karakterisasi POC serta aplikasi pada tanaman. Variasi perlakuan meliputi dosis EM4 (40 ml, 50 ml, dan 60 ml) dan waktu fermentasi (14, 18, dan 22 hari). Parameter yang diamati meliputi uji fisik, pH, dan tinggi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap dan bau menyengat sebagai indikasi fermentasi. Nilai pH menurun hingga rata-rata 3,3 dan belum memenuhi standar mutu. Aplikasi POC menunjukkan peningkatan tinggi tanaman kangkung dibandingkan kontrol, meskipun tidak signifikan. Secara umum, POC dari limbah batang dan bonggol pisang berpotensi sebagai pupuk organik alternatif, namun memerlukan optimasi proses fermentasi dan peningkatan kandungan hara.