Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pasien di RSUD H Padjonga Dg Ngalle Kabupaten Takalar : Relationship between Service Quality and Patient Loyalty at H Padjonga Dg Ngalle Regional Hospital, Takalar Regency Devina Costantia Sagita Lestari; Andi Ulfiana Fitri; Samsiana; Irwandi Rachman
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 5: Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien di RSUD H. Padjonga Dg Ngalle Kabupaten Takalar Tahun 2024. Penelitian ini dilakukan di RSUD H. Padjonga Dg Ngalle, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel diambil dengan menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 378 Responden. Penelitian ini dilaksanakan dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan kuesioner. Hasil analisis bivariat menunjukkan Bahwa Bukti Fisik (P=0,029), Kehandalan (P=0,003), Daya Tanggap (P=0,024), Jaminan (P=0,016), dan Empati (P=0,008). Maka dapat disimpulkan bahwa Bukti Fisik, Kehandalan, Daya Tanggap, Jaminan, dan Empati memiliki hubungan yang bermakna (signifikan) terhadap loyalitas pasien di RSUD H. Padjonga Dg Ngalle Kabupaten Takalar.
Literasi Digital Masyarakat melalui Edukasi Pemanfaatan Mobile Jaminan Kesehatan Nasional untuk Meningkatkan Kemudahan Akses Pelayanan Kesehatan di Desa Panaikang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Sulawesi Selatan Rachman, Irwandi; Jannah, Azharatul; Suardi, Salwah; Ramdani, Rezki; Azizah, Andi Nurul
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 6 (2025): JAMSI - November 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2189

Abstract

Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya optimalisasi Mobile JKN Adalah tingkat literasi digital masyarakat. Rendahnya literasi digital menyebabkan sebagian peserta kesulitan memahami fitur aplikasi dan pemanfaatannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai agenda transformasi digital nasioal untuk meningkatkan literasi digital masyarakat Desa Panaikang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, khususnya dalam pemanfaatan aplikasi Mobile JKN. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pendampingan praktik, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test kepada 25 peserta yang mayoritas berstatus PBI. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, di mana hasil post-test menunjukkan 96% responden memiliki pengetahuan baik dibandingkan hanya 48% sebelum pelatihan. Selain itu, peserta yang sebelumnya tidak mengenal aplikasi berhasil membuat akun, mengunduh aplikasi, serta memanfaatkan fitur utama seperti antrean online dan kartu digital. Hasil kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif dan pendampingan langsung mampu meningkatkan literasi digital sebagai implikasi strategis untuk meningkatkan adopsi teknologi Mobile JKN dan pemanfaatan antrean online.
Persepsi Kesehatan Adat Je’ne-Je’ne ri Bungung Salapang di Desa Bontorappo Fitri, Andi Ulfiana; Sulastri, Sulastri; Wahyudin, Wahyudin; Mappanyukki, Andi Atssam; Rachman, Irwandi
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 6 (2024): Desember 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i6.1606

Abstract

Keragaman budaya di Indonesia, terutama di wilayah Sulawesi Selatan, memperlihatkan kompleksitas hubungan antara kesehatan dan tradisi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman mendalam mengenai persepsi masyarakat terhadap Adat Je'ne-Je'ne Ri Bungung Salapang di Desa Bontorappo. Melalui pendekatan kualitatif dan etnografi, penelitian ini menemukan bahwa Bungung Salapang tidak hanya berfungsi sebagai sumber air, tetapi juga memiliki makna spiritual, historis, dan sosial yang mendalam bagi masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan adanya kompleksitas persepsi masyarakat terhadap adat ini. Sebagian besar masyarakat melihat Bungung Salapang sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan. Mereka percaya bahwa praktik mandi di sumur ini memiliki manfaat kesehatan dan spiritual. Namun, terdapat pula kelompok masyarakat yang lebih kritis dan skeptis terhadap klaim-klaim tersebut. Wawancara dengan tokoh agama memberikan perspektif yang menarik. Tokoh agama tersebut menyatakan bahwa praktik ini dapat diterima dalam konteks al-urf (adat istiadat) Islam selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar agama. Namun, beliau juga menekankan pentingnya berpikir kritis dan tidak mudah percaya pada hal-hal yang tidak memiliki dasar yang jelas. Penelitian ini menyoroti pentingnya keseimbangan antara mempertahankan tradisi budaya dengan menjaga akidah agama. Adat Je'ne-Je'ne Ri Bungung Salapang dapat menjadi contoh bagaimana nilai-nilai budaya dan agama dapat saling melengkapi. Namun, diperlukan pemahaman yang lebih mendalam dan bijaksana agar praktik ini dapat terus berlangsung secara harmonis.
Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bonto Kio Sebagai Kader Penggerak Desa Berbasis Kebudayaan Lokal Dalam Upaya Penurunan Stunting Haeril, Haeril; Handayani, Meliana; Rachman, Irwandi; Fitri, A. Ulfiana; Rifqi, Ainun Nida
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol 6, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v6i3.24960

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Bonto Kio sebagai aktivis desa dalam upaya mengurangi angka stunting melalui pendekatan berbasis budaya lokal. Masalah yang dihadapi oleh mitra adalah peningkatan kasus stunting dari 13 menjadi 18 dalam setahun terakhir, yang dipicu oleh pola asuh yang tidak tepat, gizi buruk, sanitasi yang buruk, serta kurangnya pengetahuan dan akses terhadap layanan kesehatan. Metode implementasi menggunakan pendekatan partisipatif dengan penyusunan buku panduan berjudul “Generasi Sehat Tanpa Stunting”, pelatihan bagi kader desa, konseling gizi, bantuan bagi ibu hamil dan balita, serta pendirian pos pemantauan gizi dan kebun gizi keluarga. Hasil layanan masyarakat menunjukkan peningkatan kapasitas 20 kader desa, distribusi buku panduan kepada lebih dari 100 keluarga, pendirian pos pemantauan gizi dan kebun gizi, serta pengembangan modul pendidikan berdasarkan budaya lokal. Terdapat indikasi penurunan angka stunting dari 18 menjadi 12 kasus dalam kurang dari setahun. Kegiatan pelayanan masyarakat ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi, memperkuat peran keluarga, dan mendorong kesadaran kolektif dalam pencegahan stunting berdasarkan kebijaksanaan lokal
Perencanaan SIMKES dalam Transformasi Pelayanan Kesehatan: Studi Kasus Dinas Kesehatan Kota Makassar: SIMKES Planning in Health Service Transformation: A Case Study of the Makassar City Health Office Samsiana; Mujtahidah; Irwandi Rachman
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9294

Abstract

Perencanaan dan implementasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES) di Dinas Kesehatan Kota Makassar menunjukkan dinamika adaptif terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan dan kebijakan yang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses perencanaan SIMKES sebagai upaya peningkatan transformasi pelayanan Kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan teknik wawancara mendalam dan telaah dokumen terhadap tiga informan kunci yang telah memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara tematik, dan penelitian dilaksanakan pada April 2025. Pengembangan SIMKES diawali dengan kolaborasi bersama Universitas Gadjah Mada melalui sistem SISFOMAS serta dukungan GLOBAL FUND dalam penyusunan roadmap. Perubahan sistem berlangsung dari SIGDA generik menuju SIMPUS, hingga akhirnya puskesmas memperoleh otonomi memilih sistem akibat keterbatasan model terpusat. Saat ini, pengembangan diarahkan pada SIMKES berbasis klaster melalui kerjasama dengan vendor dan pelatihan pengguna. Evaluasi perencanaan tercermin dalam kebijakan edaran pemilihan vendor yang menekankan aspek keamanan data. Meskipun terdapat upaya adaptasi dalam perencanaan SIMKES, ketergantungan pada vendor dan risiko keamanan data masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas SDM, standarisasi sistem antar-puskesmas, serta penetapan indikator evaluasi dan perjanjian pengelolaan data yang lebih jelas untuk mewujudkan SIMKES yang optimal dan berkelanjutan.
Isotemporal Substitution Model: Analysis of Physical Activity to Prevent a Sedentary Lifestyle Haeril, Haeril; Pongtambing, Yulita Sirinti; Rachman, Irwandi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 11.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The phenomenon of a sedentary lifestyle is increasing, coinciding with the growing dominance of technology-based activities in academic environments. At Makassar State University, lecturers and educational staff spend most of their working time sitting, increasing the risk of health problems. This study aims to design a physical activity model based on the Isotemporal Substitution Model (ISM) as a preventive measure against sedentary behaviour. The method used is Design Science Research Method (DSRM), which includes stages of problem identification, requirements formulation, artefact design, demonstration, and evaluation. The results indicate that the developed artefact—a model for substituting sitting time with various categories of physical activity (moderate, vigorous, very vigorous aerobic activity, and muscle strengthening)—can be adaptively applied by lecturers and educational staff according to work conditions and available time. The implementation of this model is recommended to be supported by institutional policies and institutional health programs to ensure sustainability and provide a long-term, positive impact on the quality of life of the academic community. Keywords: Isotemporal Substitution Model, physical activity, sedentary behaviour, DSRM, UNM
Implementasi dan Evaluasi SIK Berbasis PRISM: Studi Kasus Puskesmas X Makassar Mujtahidah, Mujtahidah; Samsiana, Samsiana; Rachman, Irwandi
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 15 No 2 (2025): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fik.v15i2.4541

Abstract

A reliable Health Information System (SIK) is a key component in supporting the quality of health services, especially at the primary level, where the availability of accurate and timely data is the basis for planning, monitoring, and decision-making. This study aims to evaluate the implementation of SIK at Puskesmas X, Makassar City, using the Performance of Routine Information System Management (PRISM) framework to assess system performance from input, process, and output aspects. The research method used is a case study through semi-structured interviews, observations, and document review. Three informants were selected purposively with the criteria of informants who are directly involved in the management of the Health Information System at Puskesmas X, Makassar City. Data were analyzed thematically to evaluate the implementation of SIK based on the PRISM framework. The results of the study showed that in the input aspect, adequate hardware and internet connection were available, as well as training support from vendors. In terms of processes, the system has been run according to procedures, but there are still obstacles in the form of connectivity disruptions and limitations of reporting features that only present basic reports, so they do not support more in-depth analysis. In the output aspect, the system simplifies the workflow of officers and speeds up reporting, but the use of data for decision-making is not optimal because it is only used to produce routine reports, without further analysis that can support strategic decision-making. This study concludes that the implementation of SIK at Puskesmas X is going quite well where the available hardware and internet connection show adequate performance and reporting speed that meets the set operational standards. However, strengthening internal policies and sustainable system development is needed to be able to meet the needs of health services as a whole. The novelty of this research lies in the comprehensive application of the PRISM framework in the evaluation of SIK in primary health services.