Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Ekstraksi Bunga Telang dan Bawang Dayak Sebagai Pewarna Alami dan Antioksidan Pada Kue Mangkuk Manurung, Hotman; Tampubolon, Jongkers; Tindaon, Ferisman; Naibaho, Dunan; Simbolon, Shanti Desima
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN) Vol. 5 No. 1 (2025): Februari - Juli 2025
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpmn.v5i1.4346

Abstract

The two main challenges to food security in Indonesia relate to the availability and safety of food, in the sense that hazardous materials do not contaminate it. Availability can be overcome with semi-subsistence measures, i.e., people produce some of their food for household needs by utilizing the home-yard to reduce expenditure. Meanwhile, safe food can be obtained by avoiding additives/synthesized ingredients and replacing them with natural ingredients. The community service (PKM) aims to socialize utilizing home-yard, healthy food, and natural coloring ingredients that contain antioxidants when making cupcakes. The coloring material was extracted from telang flower and dayak onion, which are local weeds. The PKM results showed that 80% of participants were motivated to utilize their home-yard to grow food, and 53% were motivated to raise livestock and fish. Healthy food socialization improved the understanding of all participants (100%) on the concept of nutritious, balanced, healthy, and safe food (B2SA) as an improvement on the old idea of four healthy, five perfect. All participants (100%) stated that they intend to make their cupcakes at home after seeing that making them is not difficult, the equipment is simple, the ingredients are not expensive, and the time required is not much.
Pupuk Kandang Sapi dan Mikroorganisme Lokal Menaikkan Jumlah Pembentukan Bintil Akar, Pertumbuhan dan Hasil Biji Kacang Tanah pada Ultisol Simalingkar Lumbanraja, Parlindungan; Tampubolon, Anggi Ardika; Tindaon, Ferisman; Tampubolon, Yanto Raya; Pandiangan, Samse; Tampubolon, Bangun
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i1.18765

Abstract

Bintil akar pada tanaman legum berperan penting sebagai penambat nitrogen bebas dari udara yang selanjutnya diurai oleh mikrobia hingga berfungsi memenuhi kebutuhan N tanaman.  Jumlah bintil akar yang meningkat akan meningkatkan jumlah N udara yang dapat diubah menjadi N yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi pengaruh perlakuan pupuk kandang dan mikroorganisme lokal, baik sebagai perlakuan tunggal maupun kombinasi dari kedua perlakuan terhadap masing-masing parameter penelitian yang diamati. Jumlah bintil akar yang meningkat akan meningkatkan jumlah N udara yang dapat diubah menjadi N yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi pengaruh perlakuan pupuk kandang  sapi dan mikroorganisme lokal, baik sebagai perlakuan tunggal maupun kombinasi dari kedua perlakuan terhadap masing-masing parameter penelitian yang diamati. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari pupuk kandang sapi terdiri dari empat taraf perlakuan, dan pemberian mikroorganisme local (MOL) terdiri dari tiga taraf perlakuan.  Untuk mengetahui pengaruh perlakuan dilakukan uji analisis varians dan setiap parameter pengamatan dengan hasil sidik ragam yang nyata pengaruhnya dilanjutkan dengan uji jarak BNT pada taraf uji α = 0,05. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa hanya perlakuan pupuk kandang sapi saja yang memperlihatkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah bintil akar tanaman, meski tidak berpengaruh nyata terhadap parameter hasil tanaman tetapi menunjukkan adanya kecenderungan yang menggambarkan terjadinya kompetisi terselubung antara jumlah bintil akar dengan parameter produksi.  Perlakuan tunggal MOL dan juga interaksi dari kedua perlakuan tersebut tidak berpengaruh nyata terhadap semua parmeter tanaman yang diamati.
Biochar Sekam Padi dan Pukan Sapi Memperbaiki Pertumbuhan, dan Produksi Tanaman Baby Corn (Zea mays saccaratha L.) Pada Ultisol Simalingkar Lumbanraja, Parlindungan; Tindaon, Ferisman; Pandiangan, Samse; Tampubolon, Bangun; Nababan, Mika Lidia; Nurhayati, Nurhayati
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh dari aplikasi biochar sekam padi dan pupuk kandang sapi yang diduga aplikasinya secara perlakuan tunggal mauppun kombinasinya akan memberi pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman baby corn (Zea mays saccaratha L.) dimana perlakuan yang dilakukan adalah untuk mendapatkan data mengenai untuk mengetahui pengaruh aplikasi biochar sekam padi dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman baby corn (Zea mays saccaratha L.) pada tanah Ultisol Simalingkar. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan di Simalingkar, Kecamatan Medan Tuntungan.  Lahan penelitian terletak pada ketinggian  sekitar  ±33 meter diatas permukaan air laut (mdpl) dengan keasaman  (pH) tanah 5,5-6,5 dan jenis tanah Ultisol, tekstur tanah pasir berlempung (Lumbanraja dkk., 2023).  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2023 sampai Maret 2023.  Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih Jagung manis varietas Secada F1, Pupuk Kandang Sapi, Biochar sekam padi , Fungisida Dithane M-45, Insektisida Decis 25 EC, Ridomil Gold MZ 4, Fungisida Acrobat dan air.Pada hasil uji penelitian diperoleh data pengamatan parameter pertumbuhan tanaman, memperlihatkan bahwa perlakuan biochar sekam padi berpengaruh dengan  nyata pada pengamatan tinggi tanaman pada umur 2 MST dan 3 MST saja, sedangkan untuk minggu selanjutnya pengaruh perlakuan terhadap parameter ini tidak berbeda nyata
Aplikasi Abu Boiler Dan Pupuk Kandang Sapi Terhadap Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Pada Tanah Ultisol Simalingkar Lumbanraja, Parlindungan; Tampubolon, Bangun; Pandiangan, Samse; Naibaho, Benika; Tindaon, Ferisman; C Sidbutar, Rachmat
Agrium Vol 20 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i1.10646

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh abu ketel dan kotoran sapi terhadap hasil tanaman kacang tanah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan pada bulan Februari-Juni 2022.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari empat taraf abu boiler, yaitu: A0 = 0 t/ha, A1 = 2,5 t/ha, A2 = 5 t/ha, dan A3 = 7,5 t/ha dan kotoran sapi = 0 t/ha, S1 = 10 t/ha, S2 = 20 t/ha dan S3 = 30 t/ha ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu boiler setara 2,5 t/ha nyata meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah cabang tanaman kacang tanah. Tidak ada interaksi antara kedua perlakuan untuk semua parameter yang diamati. Berdasarkan data tersebut, ada kecenderungan peningkatan hasil kacang tanah pada kombinasi abu boiler setara 5 t/ha dengan kotoran sapi 30 t/ha.