Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

EFEKTIVITAS INSEKTISIDA NABATI DALAM MENGENDALIKAN HAMA KUTU PUTIH (Paracoccus marginatus) PADA TANAMAN PEPAYA (Carica papaya L.) Muhamad Rizal; Seprita Lidar; Roy Ibrahim
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2023.v7i1.8086

Abstract

Papaya (Carica papaya L.) cultivation gets a lot of disturbances such as pests or diseases that can reduce the quality and quantity of papaya fruit. The use of vegetable insecticides is effective in controlling pests and has potential as a plant insecticide such as citronella, neem and cloves. This study aims to determine daily mortality and obtain the most effective botanical insecticides in controlling mealybug pests on papaya plants. The study consisted of two stages: (1) assessing the percentage of daily mortality, (2) the effectiveness of citronella oil, neem extract and clove oil vegetable insecticides on papaya seedlings. Daily mortality data were calculated using the daily mortality formula and data on the effectiveness of vegetable insecticides were analyzed using analysis of variance. The results showed that the highest percentage of mortality by giving citronella oil had a 24-hour daily mortality percentage and clove oil at a 48-hour daily mortality percentage. Botanical insecticides had an effect on all observation parameters, plant height, number of leaves and stem diameter, while the most effective treatment in controlling the mealybug P. marginatus treatment N1 was citronella oil with a concentration of 1 cc/500 mL.
The Influence Of Fertilizing Humidity And Chicken Egg Shell On The Growth And Pondoh Round Eggplant Production Sinaga, Paulus Diego; Susi, Neng; Lidar, Seprita
JURAGAN - Jurnal Agroteknologi Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/juragan.v2i2.846

Abstract

One of the reasons for the low eggplant production in Riau is that the soil type in Riau is generally Red Yellow Podzolik (PMK). Utilization of PMK soil as a medium for plant growth is faced with various problems, especially the physical, chemical and biological properties of the soil which are less supportive for growth. To be able to improve PMK soil, it is necessary to provide a lot of organic matter, such as vermicompost fertilizer. Vermicompost organic fertilizer is an organic fertilizer plus, because it contains macro and micro nutrients and growth hormones that are readily absorbed by plants. In addition, giving egg shells is a household waste that can still be used to fertilize plants. Eggshell contains 94% calcium carbonate, 1% calcium phosphate, 1% magnesium carbonate and 4% organic compounds (Rahmawati and Nisa, 2015). The high calcium carbonate contained in eggshells can be used as an alternative source of calcium. The purpose of this study was to determine the effect and the best combination of casting and chicken eggshell fertilizer on the growth and production of pondoh round eggplant (Solanum melongena L.). This research was carried out experimentally using a factorial Completely Randomized Design (CRD), which consisted of two factors, namely K (Kascing Fertilizer) consisting of 3 levels, and factor C (Chicken egg shells), consisting of 3 levels, each consisting of 3 repetitions, The number of experimental units is 27 plots, each plot consists of 4 plants and 2 plants as samples, so that the total plant is 27 x 4 = 108 plants. The result of this research is that the interaction of vermicompost fertilizer and chicken egg shells has a significant effect on plant height, stem diameter, number of fruits, fruit weight per plant, fruit diameter of eggplant plants, by giving 100 g of castor fertilizer/plant and 30 chicken egg shells. g/plant is the best dose in this study.
BETERNAK AYAM SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN PONDOK PESANTREN DARUL MUKHLASIN PALAS- PEKANBARU Lestari, Sri Utami; Lidar, Seprita; Rizal, M
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 6 No. 3 (2022): Penguatan Kompetensi, Pendidikan, dan Pemberdayaan untuk Mendorong Kemandirian
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v6i3.1202

Abstract

Ponpes Darul Mukhlasin Palas- Pekanbaru, Ponpes ini mempunyai lahan kosong yang cukup luas sekitar ±0,5 ha yang merupakan potensi untuk bisa dikembangkan, melalui peningkatan kemandirian pangan. Strategi untuk mewujudkan kemandirian pangan adalah pengembangan penganekaragam pangan. Terkait permasalahan mitra maka dibutuhkan solusi pemecahan masalahnya antara lain : memberikan pembekalan materi dan ketrampilan mitra tentang beternak ayam , Mengolah lahan tidak produktif menjadi lahan produktif untuk beternak. Metode pelaksanaan meliputi praktek praktek beternak ayam, pendampingan. Untuk keberlanjutan program ini tim PKM akan melakukan : Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan program. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Ponpes Darul Mukhlasin untuk beternak ayam 100% didapatkan pencapaian hasil produksi dan tingkat pengetahuan santri akan beternak ayam.Peningkatan ketahanan pangan pondok pesantren perlu dilakukan secara kontinew, beternak ayam kampung menjadi sangat produktif berkelanjutan jika system pertanian terpadu integrasi dengan ikan atau kebutuhan lauk pauk.
EKSPLORASI PLASMA NUTFAH GAMBIR DI KECAMATAN KOTO KAMPAR HULU KABUPATEN KAMPAR Trisia Wulantika; Seprita Lidar; Surtinah Surtinah
Jurnal Agriovet Vol. 1 No. 2 (2019): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambir merupakan salah satu komoditas perkebunan rakyat yang bernilai ekonomi tinggi dan prospektif untuk dikembangkan secara komersial pada masa yang akan datang. Provinsi Riau termasuk penghasil gambir dimana Kecamatan yang memiliki perkebunan gambir paling luas adalah Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar seluas 4.104 Ha. Penelitian sebelumnya terkait variabilitas gambir oleh lidar et al di Desa Tanjung diperoleh hasil keragaman rendah dan variabilitas fenotipik juga rendah. Penelitian lanjutan ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan total sampel 20 aksesi tanaman gambir di Desa Bandur Picak dan Gunung Malelo, analisis kemiripan menggunakan program ntsys ver 2.02, dari hasil analisis diperoleh koefisien kemiripan 0.22-0.89. Penelitian eksplorasi merupakan penelitian dasar yang sangat berguna sebagai database dalam kegiatan pemuliaan tanaman. Kata Kunci : Gambir, Karakterisasi, Keragaman, Plasma Nutfah
Peran Bahan Organik dan Pengelolaan Tinggi Genangan dalam Meningkatkan Produktivitas Padi Sawah (Oryza sativa L) Sri Utami Lestari; Alhafiz Alhafiz; Valian Grasio Napitupulu; Seprita Lidar; Roy Ibrahim
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 2 (2026): December (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i2.2617

Abstract

Produksi beras di Indonesia cenderung menurun sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan produktivitas padi guna menjaga ketahanan pangan. Lahan tergenang seperti gambut, bahan organik berperan penting dalam memperbaiki kondisi tanah dan mendukung pertumbuhan padi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan peran bahan organik dan tinggi genangan terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah (Oryza sativa L.) Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 Faktor yaitu faktor pertama pengaruh tinggi genangan dan faktor kedua adalah pemberian bahan organik dengan 3 taraf, masing masing taraf terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah tinggi genangan dengan 3 taraf yaitu 1: tinggi genangan 2 cm, 2: tinggi genangan 4 cm, 3: tinggi genangan 5 cm. Faktor kedua adalah pemberian bahan organik yang terdiri dari 3 taraf yaitu: 0: pemberian Azolla microphylla 6,8 ton ha-1 (28 g polybag-1), 1: pemberian pupuk kandang ayam 5 ton ha-1 (50 g polybag-1), 2: pemberian pupuk kandang ayam 10 ton ha-1 (100g polybag-1). Parameter pengamatan tinggi tanaman (cm), jumlah anakan (anakan), jumlah malai. bobot gabah kering panen (g), bobot gabah kering giling (g), bobot kering oven berangkasan (g). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa interaksi perlakuan tinggi genangan dan pupuk organik serta perlakuan tinggi genangan berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan, tetapi perlakuan bahan organik berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan pupuk kandang ayam 10 ton ha-1 merupakan perlakuan terbaik.