Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL KARYA ILMIAH MULTIDISIPLIN

Etnobotani Masyarakat Desa Tanjung Belit Kabupaten Kampar Provinsi Riau Ridho Chandra; Eno Suwarno*; Eni Suhesti
Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (Jurkim)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.638 KB) | DOI: 10.31849/jurkim.v2i1.9157

Abstract

The people of Tanjung Belit Village are one of the ethnic Malays who live on the edge of the forest. They still use plants from the forest and the surrounding environment for their daily needs. The purpose of this research is to inventory and describe the entnobotany of the Tanjung Belit Village community. The research method used is interviews, distribution of questionnaires, and observation. The results of the study found that 215 types of plants were used by the people of Tanjung Belit Village for various purposes. The highest utilization was for medicinal ingredients as much as 43.9%, followed by food-producing plants as much as 19.1%, and the least was for natural pesticides and toxic substances, namely 1.7%. Abstrak Masyarakat Desa Tanjung Belit merupakan salah satu etnis Melayu yang tinggal di pinggir hutan. Mereka masih memanfaatkan tumbuh-tumbuhan dari hutan dan lingkungan sekitarnya untuk keperluan hidup sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk menginventarisasi dan mendeskripsikan entnobotani masyarakat Desa Tanjung Belit. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara, pembagian quisioner, dan observasi. Hasil penelitian menemukan 215 jenis tumbuhan digunakan oleh masyarakat Desa Tanjung Belit untuk berbagai keperluan. Pemanfaatan terbanyak adalah untuk bahan obat sebanyak 43.9%, diikuti dengan tumbuhan penghasil pangan sebanyak 19.1%, dan yang paling sedikit adalah untuk pestisida alami dan bahan racun yaitu 1.7%.
Potensi dan Jenis Hasil Hutan Bukan Kayu di Desa Merangin Kawasan Cagar Alam Bukit Bungkuk Riau Eni Suhesti; Risky Rahmad Hidayat; Enny Insusanty
Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (Jurkim)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.553 KB) | DOI: 10.31849/jurkim.v2i2.9732

Abstract

Abstact Non-timber forest products (NTFPs) are considered increasingly important after the productivity of wood from natural forests has decreased. One of the forest areas that has NTFPs that are important to know for its species and potential is the Bukit Bungkuk Nature Reserve, Riau Province. The existence of such data will greatly assist the area manager in managing the forest according to its objectives and functions. The purpose of this study was to identify and inventory the types of NTFPs found in Merangin Village, Bukit Bungkuk Nature Reserve, this study used the roaming method with systematic sampling with purposive start for flora, while fauna data collection used data and information about fauna potential from local residents. and make direct observations in the research path as well as when moving between lanes. The types of NTFPs found consisted of 14 species groups, namely: resin group 1 plant species, essential oil group 2 types, fatty oil group 1 species, starch group (carbohydrates) 1 species, group Fruits as many as 15 types, tannin group as many as 12 types, coloring group of 1 type, sap group of 3 types, group of medicinal plants as many as 14 type, group of ornamental plants as many as 4 types, group of rattan as many as 6 species plants, groups of bamboo as many as 2 types of plants, other groups as many as 3 types of plants, groups of game animals and animal products as many as 3 types. Keywords: Bukit Humpback Nature Reserve, fauna, flora, NTFPs. Abstrak Saat ini hasil hutan bukan kayu (HHBK) dianggap semakin penting setelah produktivitas kayu dari hutan alam semakin menurun. Salah satu Kawasan hutan yang memiliki HHBK yang penting untuk diketahui jenis dan potensinya adalah Cagar Alam Bukit Bungkuk Provinsi Riau. Keberadaan data tersebut akan sangat membantu pihak pengelola Kawasan dalam pengelolaan hutan sesuai tujuan dan fungsinya. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi jenis HHBK yang terdapat di Desa Merangin Kawasan Cagar Alam Bukit Bungkuk, penelitian ini menggunakan metode jelajah dengan sistematik sampling with purposif start untuk flora, sedangkan pengambilan data fauna menggunakan data dan informasi tentang potensi fauna dari penduduk sekitar dan melakukan pengamatan secara langsung didalam jalur penelitian maupun saat perpindahan antar jalur. Jenis HHBK yang ditemukan di kawaan Desa Marangin Cagar Alam Bukit Bungku tediri dari 14 kelompok jenis yaitu: kelompok resin 1 jenis tumbuhan, kelompok minyak atsiri sebanyak 2 jenis tumbuhan, kelompok minyak lemak 1 jenis tumbuhan, kelompok pati (karbohidrat) 1 jenis tumbuhan, kelompok Buah-buahan sebanyak 15 jenis tumbuhan, kelompok tanin sebanyak 12 jenis tumbuhan, kelompok bahan pewarna 1 jenis tumbuhan, kelompok getah sebanyak 3 jenis tumbuhan, kelompok tumbuhan obat sebanyak 14 jenis tumbuhan, kelompok tanaman hias sebanyak 4 jenis tumbuhan, kelompok rotan sebanyak 6 jenis tumbuhan, kelompok bambu sebanyak 2 jenis tumbuhan, kelompok lainnya sebanyak 3 jenis tumbuhan, Kelompok hewan buruan dan hasil hewan sebanyak 3 jenis. Kata kunci: Cagar Alam Bukit Bungkuk, fauna, flora, HHBK.
Peranan Pohon dalam Membentuk Iklim Mikro: Peranan Pohon Dalam Membentuk Iklim Mikro Erva Yenri; Eni Suhesti; Azwin Said
Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (Jurkim)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.12 KB) | DOI: 10.31849/jurkim.v3i1.12752

Abstract

Climate affects the metabolism and behavior of living things, on the other hand, the state of the microclimate is affected by the presence of living things. Microclimate components include; air temperature, solar radiation intensity, air humidity, and wind speed. The purpose of this study was: to analyze the role of trees in shaping the microclimate in the Lancang Kuning University campus area. This research was conducted using a survey method and observation of microclimatic conditions through direct measurements in the field. The components of the microclimate that were observed and measured were temperature, sunlight intensity, humidity and wind speed. The results showed that all elements of the microclimate that were measured were better (lower air temperature, higher humidity, lower solar radiation intensity and lower wind speed) under the trees compared to the results of measurements in open places. It is recommended to maintain a good microclimate in the Unilak campus environment to maintain existing trees, and carry out enrichment planting in the Unilak campus area.
Interaksi Pemberian Pupuk Kandang dan Trichoderma sp Terhadap Pertumbuhan Bibit Eucalyptus Pellita Sarina, Wike; Azwin, Azmin; Suhesti, Eni
Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (Jurkim)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jurkim.v4i1.17370

Abstract

Eucalyptus sp merupakan jenis tanaman yang dikembangkan dalam pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) dalam memenuhi kebutuhan kayu serat untuk industri pulp dan kertas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan bibit di persemaian yaitu dengan memberikan pupuk kandang dan Trichoderma sp yang seimbang pada media tanam. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh pupuk kandang dan mikroorganisme Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan bibit Eucalyptus pellita. Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap, faktor pertama: K0= Kontrol; K1= Dosis pupuk kandang 50 gr/polibag; K2= Dosis pupuk kandang 100 gr/polibag; K3= Dosis pupuk kandang 150 gr/polibag. Faktor kedua: T0=Kontrol; T1=Dosis Trichoderma sp 15 gr/polibag; T2=Dosis Trichoderma sp 30 gr/polibag; T3= Dosis Trichoderma sp 45 gr/polibag. Hasil analisis menunjukkan bahwa pupuk kandang dapat meningkatkan tinggi, diameter, jumlah daun, dan panjang akar bibit Eucalyptus pellita. Trichoderma sp. juga memiliki dampak positif pada pertumbuhan bibit, khususnya tinggi, diameter, dan panjang akar, serta jumlah daun dalam beberapa kasus. Kombinasi optimal adalah 100 gr pupuk kandang dan 15 gr Trichoderma sp. untuk pertumbuhan tinggi, dan 100 gr pupuk kandang dan 30 gr Trichoderma sp. untuk pertumbuhan diameter dan panjang akar terpanjang bibit Eucalyptus pellita.