Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Contribution of Rhizobium–Mycorrhiza–Merapi-indigenous Rhizobacteria Association on Growth and Yield of Three Cultivars Soybean Cultivated on Coastal Sandy Soil Linda Kusumastuti; Agung Astuti; Sarjiyah Sarjiyah
PLANTA TROPIKA: Jurnal Agrosains (Journal of Agro Science) Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/pt.2017.066.7-14

Abstract

A study was conducted to examine the effect of inoculum association between Rhizobium sp., mycorrhizae and Merapi-indigenous Rhizobacteria on the growth and yield of 3 soybean cultivars, and to determine the best inoculum and cultivars for soybean cultivation on coastal sandy soil. The study was conducted in the Agro-biotechnology and Research Laboratory and experimental station of Faculty of Agriculture, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta during the period of September 2015 to June 2016. Experiments were conducted by using coastal sandy soil as planting medium in polybags by employing 4 x 3 factorial experiments, arranged in completely randomised design, and placed under the field condition. The first factor used was inoculation treatment consisted of 4 combination of inoculums: (1) Rhizobium sp. – mycorrhizae, (2) Rhizobium sp. – Merapi-indigenous Rhizobacteria, (3) Rhizobium sp. – mycorrhizae – Merapi-indigenous Rhizobacteria, and (4) without inoculation. The second factor was soybean cultivars consisted of 3 varieties: (1) Grobogan, (2) Detam-1, and (3) Petek. Observation was carried out on nodulation, mycorrhizal effect, Rhizobacterial population dynamics, plant growth and yield. The results showed that Rhizobium sp.–mycorrhizae inoculated on Petek increased root growth, leaf area and yield (5,97 tonnes/ha). Rhizobium sp.–mycorrhizae inoculation only increased diameter of nodules. It was also observed that the best soybean cultivar for coastal sandy soil was Petek.
GERAKAN LUMBUNG HIDUP DENGAN PENERAPAN PERTANIAN TERPADU UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PANGAN Sarjiyah Sarjiyah; Eni Istiyanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7420

Abstract

ABSTRAKProgram nasional gerakan menanam tanaman di pekarangan rumah dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan sudah dicanangkan sejak tahun 2015. Program jangka pendek dan menengah Kementan RI tahun 2020 -2024 ini dilakukan melalui kegiatan pekarangan pangan lestari dan pertanian keluarga. Beberapa permasalahan yang dihadapi anggota Kelompok Taman TOGA Surya Putri ‘Asyiyah Pandak Barat dalam mengelola pekarangannya adalah pengetahuan dan wawasan dalam pemanfaatan pekarangan masih terbatas, keterampilan dalam budidaya tanaman serta pemeliharaan ikan dan ternak masih kurang. Berdasarkan pada analisis kebutuhan anggota kelompok Taman TOGA Surtri’as Panbar dan kompetensi Tim Pengusul, maka solusi masalahnya adalah pemanfaatan pekarangan secara optimal dan produktif melalui Sistem Pertanian Terpadu dengan penerapan teknologi budidaya tanaman serta pemeliharaan ikan dan ternak, sehingga tersedia bahan pangan dari pekarangannya. Untuk mencapai target luaran sesuai permasalahan yang dihadapi, maka digunakan beberapa metode, yang meliputi penyuluhan, pelatihan dan demonstrasi/ praktik serta pendampingan pengelolaan pekarangan secara terpadu. Hasil pelaksanaan PKM di kelompok Taman TOGA Surtri’as Panbar dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan dan pemahaman serta keterampilan anggota dalam mengelola lahan pekarangan dengan sistem pertanian terpadu, sehingga dapat  meningkatkan ketersediaan dan kemandirian pangan keluarga dan masyarakat. Kata Kunci: pertanian terpadu; kemandirian pangan ABSTRACTThe national planting movement program in the house yard to establish food security, food independence, and food sovereignty has been launched since 2015. The short and medium-term program of the Ministry of Agriculture for 2020-2024 is carried out through sustainable food yard activities and family farming. Some of the problems faced by members of the Surya Putri 'Asyiyah Pandak Barat TOGA Park Group in managing their yards are limited knowledge and insight in the use of the yard, skills in plant cultivation, and fish and livestock maintenance. Based on the analysis of these problems and the competence of the Proposing Team, the solution advised is an optimal and productive use of the yard through the Integrated Farming System with the application of plant cultivation technology and fish and livestock maintenance so that food is available from the yard.  According to the problems faced, several methods are used to achieve the output target, including counseling, training, demonstration/practice, and assistance in integrated yard management. The implementation of PKM (Community Partnership Service) in the Taman TOGA Surtri'as Panbar group can increase members' knowledge, insight, understanding, and skills in managing yards with an integrated farming system to increase the availability and food independence of families and communities. Keywords: integrated farming; food self-sufficiency
PEMBERDAYAAN SISWA SMP DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG PRODUKTIF Sarjiyah Sarjiyah; Siti Yusi Rusimah; Agus Nugroho Setiawan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.552 KB)

Abstract

Lingkungan hidup mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu,penanaman terhadap pelestarian lingkungan hidup yang baik harus ditanam sejak awal melaluiberbagai macam media dan kegiatan. Di DIY terdapat banyak sekolah SMP yang siswanyamempunyai potensi berperan dalam pelestarian lingkungan, di antaranya adalah SMPMuhammadiyah 3 Kodya Yogyakarta dan SMP Muhammadiyah 2 Godean, Sleman. Permasalahanyang dihadapi adalah pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai media belajar masih terbatas,tanaman yang diusahakan di lingkungan sekolah masih terbatas dan kurang bernilai ekonomi.Belum adanya kegiatan pemanfaatan lingkungan sekolah secara produktif dikarenakanpengetahuan, wawasan dan ketrampilan siswa dalam pemanfaatan lingkungan sekolah denganbudidaya tanaman masih terbatas. Alternatif solusinya, pemanfaatan SDA lingkungan sekolahsecara optimal untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan asri, serta dapat menjadi mediabelajar siswa, peningkatan wawasan dan ketrampilan siswa dalam pengelolaan lingkungan sekolahmelalui penerapan teknologi budidaya tanaman yang produktif. Pelaksanaan program IbM telahberjalan lancar dan baik, dengan kegiatan yang telah dilakukan adalah sosialisasi, penyuluhan,pelatihan pembuatan instalasi vertikultur, praktek budidaya sayuran dengan teknologi vertikultur,pendampingan serta monitoring dan evaluasi.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN SAYURAN YANG SEHAT DAN AMAN Sarjiyah Sarjiyah; Eni Istiyanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.979 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.221

Abstract

Program nasional gerakan menanam tanaman di lahan pekarangan dalam rangka mewujudkanketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan sudah dicanangkan sejak 2015 sampaisekarang melalui kegiatan pekarangan pangan lestari dan pertanian keluarga. Lahan pekarangan wargaAisyiyah Ngestiharjo dan Tamantirto belum dimanfaatkan secara optimal. Lahan pekarangan lebihbanyak digunakan untuk fasilitas umum. Tanaman dipandang kurang bernilai ekonomi. Pengetahuan danwawasan anggota Aisyiyah masih terbatas dan keterampilan anggota Aisyiyah dalam budi daya tanamanmasih rendah. Solusinya adalah memanfaatan pekarangan secara optimal melalui penerapan teknologibudi daya tanaman yang produktif, misalnya vertikultur, hidroponik, dan bertanam sayuran dalampot/polibag. Berdasarkan pada permasalahan dan alternatif solusi yang ditawarkan, tujuan program iniadalah meningkatkan wawasan dan keterampilan ibu-ibu anggota Aisyiyah Ranting Ngestiharjo danTamantirto dalam mengelola lahan pekarangan. Target luarannya adalah produk berupa berbagai jenissayuran organik. Untuk mencapai target luaran sesuai permasalahan yang dihadapi, digunakan beberapametode, yakni penyuluhan, pelatihan, praktik, dan pendampingan teknik penanaman sayuran denganvertikultur, hidroponik dan pot/polibag, serta monitoring evaluasi. Hasil pelaksanaan PPM-Muh diRanting Aisyiyah Ngestiharjo dan Tamantirto dapat menyediakan kebutuhan sayuran yang sehat danaman untuk konsumsi keluarga, di antaranya sawi, kangkung, bayam, seledri, selada, tomat, terong, cabaibuncis, dan kacang panjang.
Pemberdayaan Anggota Aisyiyah Ranting Sendangsari Melalui Pengembangan Agroindustri Pangan Lokal Eni Istiyanti; Sarjiyah Sarjiyah; Titiek Widyastuti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.400

Abstract

Sebagian besar Ibu-ibu anggota Aisyiyah Ranting Sendangsari mempunyai pekerjaan sebagai pengrajinolahan pangan (agroindustri pangan) dengan bahan baku dari daerah sekitarnya. Pengetahuan danketrampilan masyarakat tentang olahan makanan dengan bahan pangan lokal yang memenuhi syaratkeamanan pangan masih terbatas. Para pengrajin belum mempunyai wadah berkumpul untukmembahas permasalahan yang dihadapi misalnya masalah pemasaran produk. Tujuan dari kajian iniyaitu 1) Mengidentifikasi peran kelompok olahan makanan berbasis bahan pangan lokal, 2)meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan olahan makanan berbasis bahan pangan lokal, 3)mengembangkan strategi pemasaran olahan makanan yang tepat Guna mengatasi permasalahan tersebutdiperlukan sosialisasi dan pendampingan pembentukan kelompok, pelatihan dan fasilitasi peralatanterkait pengolahan makanan dari bahan pangan lokal dan pendampingan dalam penentuan strategipemasaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa adanya kelompok pengrajian olahan pangan dapatmembantu pengrajin mengatasi permasalahan dalam usahanya. Adanya pelatihan dapat meningkatkanketrampilan dalam mengolah bahan pangan lokal seperti ubi jalar menjadi berbagai kue. Strategipemasaran yang dijalankan dengan kerjasama antara kelompok pengrajin olahan makanan AisyiyahRanting Sendangsari dengan organisasi otonom Muhammadiyah di Kecamatan Pajangan danKabupaten Bantul. Abstrak dibuat dalam bahasa Indonesia. Abstrak disusun dalam satu paragrafdengan jumlah kata tidak lebih dari 200 kata. Isi mencakup latar belakang, tujuan, metode, hasil danimplikasi serta simpulan
Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan Perkotaan Dalam Pemenuhan Kebutuhan Sayuran Di Kampung Suronatan Sarjiyah Sarjiyah; Diah Rina Kamardiani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.691 KB) | DOI: 10.18196/ppm.26.534

Abstract

Program nasional gerakan menanam di pekarangan rumah dalam rangka mewujudkanketahanan pangan, kemandirian pangan dan kedaulatan pangan sudah dicanangkan sejak 2015.Pemanfaatan lahan pekarangan yang sempit di daerah perkotaan dapat dilakukan melalui teknikbudidaya vertikultur dan hidroponik. Teknik budidaya tersebut dapat meminimalisir penggunaan pupukkimia anorganik dan pestisida. Ibu-Ibu Pengajian 17an di Kampung Suronatan yang berada di pusatKota Yogyakarta dengan ketersediaan lahan sempit dapat membudidayakan sayuran dengan sistempertanian vertikultur, hidroponik, polybag untuk terpenuhinya sebagian kebutuhan sayuran yang sehatdan aman dikonsumsi. Tujuan program pengabdian yaitu meningkatkan wawasan dan ketrampilan Ibuibu Pengajian 17an dalam memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam berbagai jenis sayuranorganik dengan teknik budidaya vertikultur, hidroponik, dan polybag. Untuk mencapai tujuanpengabdian menggunakan beberapa metode yaitu penyuluhan, pelatihan dan praktek budidayavertikultur, hidroponik, dan polibag dengan menanam bawang merah, sawi, bayam, sledri, tomat, terongdan cabai. Pendampingan dan monitoring evaluasi kegiatan dilaksanakan sampai sebagian tanamandipanen. Hasil pengabdian pada masyarakat di Kelompok Pengajian Ibu-ibu 17an Suronatan dapatmemanfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman sayuran melalui teknologi vertikultur,hidroponik dan polibag, sehingga dapat menyediakan sebagian kebutuhan sayuran yang sehat dan aman.Luaran program pengabdian ini berupa prosiding seminar nasional yang dilaksanakan di UMY, danvideo kegiatan yang diunggah di youtube.
Pemberdayaan Karyawati Pabrik Tempe Membuat Pupuk dari Limbah Cair untuk Budidaya Sayur Sehat Agung Astuti; Sarjiyah Sarjiyah
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No Special-1 (2022): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v7iSpecial-1.2961

Abstract

The production of tempe by AULIA has created a new problem of smelly liquid waste. This problem may be overcome by converting the waste to organic liquid fertilizer for healthy vegetable cultivation. In this project, the women employee of AULIA tempe producer were trained in a program to utilize tempe liquid waste for healthy vegetable cultivation. The objective of this project was to improve their awareness of the environmental problem and convert such waste for healthy vegetable production. The activities during the training included counseling, training, and assistance in the production of activators, healthy vegetable cultivation by utilizing organic liquid fertilizer made of tempe liquid waste. The training was evaluated by conducting pre-and post-test to view the trainee's capability in absorbing the training program. Following the training, the trainee demonstrated their ability to absorb the training program as evidenced by their improved knowledge of the use of liquid organic waste (POC) by 34.4% and enhanced skill of organic liquid fertilizer and healthy vegetable cultivation by 66.7%. The result of the training program was the production of an organic liquid fertilizer marked as POCUMY. It was also found that POCUMY increased the show's healthy appearance of collards, chili, tomato, and eggplant. The training program conducted in this project has undoubtedly improved the trainee's skill in producing organic liquid waste and its use as a fertilizer for vegetable cultivation for family consumption.
Budidaya dan Olahan Pangan Berbahan Dasar Umbi Uwi (Dioscorea alata) di Moyudan, Sleman Sri Nabawiyati Nurul Makiyah; Sarjiyah Sarjiyah; Eni Istiyanti; Sri Tasminatun; Safinta Nurindra Rahmadhia; Yuli Kuswandari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1088

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan Ibu-Ibu tentang budidaya dan pembuatan olahan pangan berbahan dasar umbi uwi. Metode pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi dengan penyuluhan dan praktik pembuatan olahan pangan berbahan dasar umbi uwi yang bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Aisyiyah Moyudan Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret 2022, dihadiri 42 orang utusan 20 Ranting Aisyiyah di PCA Moyudan Sleman. Kegiatan ini diawali dengan pre-test dilanjutkan penjelasan materi oleh narasumber, tanya jawab dan diskusi, serta diakhiri dengan post-test. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini terbukti dengan hangatnya forum diskusi dan banyak pertanyaan yang dilontarkan. Hasil post-test menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan tentang budi daya dan pengolahan pangan berbahan dasar umbi uwi. Dalam kegiatan lomba inovasi pangan berbahan dasar umbi uwi, peserta menampilkan berbagai inovasi pangan berbahan dasar umbi uwi dengan variasi yang sangat beragam. Juara 1 lomba inovasi pangan berbahan dasar umbi uwi adalah Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Karangkemasan, juara 2 PRA Bendosari, juara 3 PRA Karang-Mergan, juara harapan 1 PRA Pendulan-Saren dan juara harapan 2 PRA Barepan. Disimpulkan bahwa pendampingan budi daya dan olahan pangan berbahan dasar umbi uwi meningkatkan pemahaman dan keterampilan Ibu-Ibu Aisyiyah di Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Moyudan Sleman tentang budi daya tanaman uwi dan pembuatan olahan pangan berbahan dasar umbi uwi.
Penjaminan Mutu Produk Olahan Tanaman Obat dalam Perluasan Pangsa Pasar Eni Istiyanti; Sarjiyah Sarjiyah
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 6 NOMOR 2 SEPTEMBER 2022 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.391 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v6i2.12594

Abstract

Kelompok Toga Surya Putri ‘Aisyiyah Pandak Barat (Surtri’as Panbar) adalah suatu kelompok yang beranggotakan ibu-ibu ‘Aisyiyah yang mempunyai usaha membuat olahan tanaman obat hasil panen para anggota, antara lain sirup jahe, manisan jahe, dan serbuk jahe. Permasalahan yang dihadapi adalah komposisi bahan dalam produk olahan belum terstandar sehingga rasanya berubah-ubah dan tampilan produk tidak seragam; kemasan belum sesuai dengan standar kemasan makanan; dan pangsa pasar masih terbatas. Tujuan dari pengabdian ini yaitu (a) standardisasi komposisi bahan agar dihasilkan produk olahan yang rasanya tetap dan tampilannya seragam, (b) standardisasi kemasan produk agar sesuai dengan standar kemasan makanan, dan (c) memperluas pangsa pasar melalui promosi secara offline dan online. Kegiatan yang dilakukan yaitu (a) pendampingan dan pelatihan pembuatan olahan jahe yaitu sirup, manisan, dan serbuk jahe yang sesuai dengan standar, (b) pelatihan pengemasan agar produk tidak mudah rusak, tetapi menarik konsumen, serta pemberian bantuan bahan dan alat pengemas. Hasil pemberdayaan menunjukkan bahwa adanya pendampingan, pelatihan, serta fisilitasi bahan dan peralatan pengemas dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam mengolah tanaman obat serta membuat kemasan yang aman untuk makanan olahan dan menarik konsumen yang tampak dari skor pretest 56,25% menjadi 71,25% (posttest). Penjualan olahan jahe meningkat karena adanya promosi secara online dan offline.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN PANGAN DAN EKONOMI KELUARGA BERBASIS PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DI ‘AISYIYAH RANTING ARGOREJO Sarjiyah, Sarjiyah; Istiyanti, Eni; Widiyantono, Didik
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 6, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v6i1.11676

Abstract

Abstrak: Program nasional gerakan menanam di pekarangan rumah dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan sudah dicanangkan sejak tahun 2015. Kepemilikan lahan pekarangan warga ‘Aisyiyah Argorejo bervariasi antara 50 – 1000 m2 dan belum produktif. Beberapa permasalahan yang dihadapi warga ‘Aisyiyah Argorejo dalam mengelola pekarangannya adalah pengetahuan dan wawasan dalam pemanfaatan pekarangan masih terbatas, serta  keterampilan  dalam budidaya tanaman dan pemeliharaan ikan dan ternak masih kurang. Berdasarkan pada analisis kebutuhan warga ‘Aisyiyah Argorejo dan kompetensi Tim Pengusul, maka beberapa prioritas permasalahan dan solusinya adalah pemanfaatan pekarangan secara optimal dan produktif melalui Sistem Pertanian Terpadu dengan penerapan teknologi budidaya tanaman serta pemeliharaan ikan dan ternak sehingga tersedia bahan pangan dari  pekarangannya. Untuk mencapai target luaran sesuai permasalahan yang dihadapi, maka digunakan beberapa metode yang meliputi penyuluhan, pelatihan, dan  praktik serta pendampingan pengelolaan pekarangan dengan pertanian terpadu. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat di Ranting ‘Aisyiyah Argorejo dapat  meningkatkan kemandirian pangan dan ekonomi keluarga.Abstract:  The national planting movement in the house yard program to establish food security, food independence, and food sovereignty has been launched since 2015. The yards ownership of 'Aisyiyah Argorejo residents varies between 50 - 1000 m2 and is not yet productive. Some of the problems faced by the residents in managing their yards are limited knowledge and insight in the use of the yard, skills in plant cultivation as well as fish and livestock maintenance. Based on the analysis of the needs of the residents of 'Aisyiyah Argorejo and the competence of the Proposing Team, the solution advised is an optimal and productive use of the yard through the Integrated Agricultural System with the application of plant cultivation technology and fish and livestock maintenance so that food is available from the yard. Several methods are used to achieve the output target, including counseling, training and practice as well as assistance in managing yards with integrated agriculture. The implementation of community service in the 'Aisyiyah Argorejo Branch results in increasing food independence and the family economy.