Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

DAYA TERIMA SNACK BAR KARAPOSA Retno Sri Lestari; thresia dewi kartini berek; chaerunnimah chaerunnimah; rizki ayu ningtyas
Media Gizi Pangan Vol 29, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.877 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v29i1.2807

Abstract

Background, These food products have sufficient nutritional content to meet the needs during activities or when a person does not have enough time to eat. One practical food is a snack bar. Banana dumplings or banana sale can be eaten directly or processed into other food products, such as snack bars. Snack bar Karaposa is a snack bar based on local food, namely red beans and banana dampo.The aim, of the study was to assess the acceptability of the Karaposa snack bar.Design, pre-experimental research with post-test group design. This study provides treatment with the addition of banana dampo with concentrations of 0%, 10%, and 20% of the weight of the main ingredient on the snack bar.Results, of the study based on the average acceptability test score showed that the F1 snack bar Karaposa formula was the most preferred by the panelists from the aspect of color, aroma, texture and taste. Although Friedman test results showed that there was an effect of adding dampo banana to the color and aroma of the Karaposa snack bar, it was not significantly different between formulas F0, F1 and F2.Conclusion, The F1 formula for the Karaposa snack bar with the addition of 10% dampo banana was the most preferred by the panelists.Produk makanan tersebut memiliki kandungan gizi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan saat beraktivitas atau ketika seseorang tidak mempunyai waktu yang cukup untuk makan. Salah satu makanan praktis adalah snack bar. Dampo pisang atau pisang sale dapat dimakan langsung atau diolah menjadi produk makanan lainnya, seperti snack bar. Snack bar Karaposa merupakan snack bar berbasis pangan lokal, yaitu kacang merah dan dampo pisang. Tujuan penelitian untuk menilai daya terima snack bar Karaposa. Penelitian pra eksperimental dengan desain post test grup design. Penelitian ini memberikan perlakuan penambahan dampo pisang dengan konsentrasi 0%, 10%, dan 20% dari berat bahan utama pada snack bar. Hasil penelitian berdasarkan rata-rata skor uji daya terima menunjukkan formula F1 snack bar Karaposa yang paling disukai panelis dari aspek warna, aroma, tekstur dan rasa. Meskipun hasil uji Friedman menunjukkan ada pengaruh penambahan dampo pisang terhadap warna dan aroma snack bar Karaposa, tetapi tidak berbeda nyata diantara formula F0, F1 dan F2.  Kesimpulannya formula F1 snack bar Karaposa dengan penambahan dampo pisang 10% yang paling disukai panelis.
Pelaksanaan Program Pemberian Tablet Tambah Darah Remaja Putri di Kabupaten Toraja Utara Indar Indar; Adriyani Adam; Chaerunnimah Chaerunnimah
Media Gizi Pangan Vol 29, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.361 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v29i1.2857

Abstract

Prevalensi anemia di Indonesia sebesar 21,7% dengan penderita anemia berumur 5-14 tahun sebesar 26,4% sedangkan yang berumur 15- 24 tahun sebesar 18,4%. Pada tahun 2018 proporsi anemia pada perempuan 27,2% lebih tinggi dibandingkan pada laki-laki 20,3%. Pemberian tablet tambah darah remaja putri adalah salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah pusat dengan tujuan pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri. Program ini ditujukan bagi remaja putri di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persiapan perencanaan kebutuhan, pendistribusian, pencatatan, pelaporan dan evaluasi dengan Pelaksanaan Pemberian Tablet Tambah Darah Remaja Putri SMP, SMA/SMK di Kabupaten Toraja Utara.Penelitian ini adalah merupakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas di Kabupaten Toraja Utara. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Non ASN dengan metode total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 45 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara Persiapan perencanaan kebutuhan, pendistribusian dengan pelaksanaan Program Pemberian Tablet Darah Remaja Putri, sedangkan pencatatan, pelaporan, evaluasi ada hubungan dengan pelaksanaan Program Pemberian Tablet Darah Remaja Putri.Disarankan kepada instansi terkait agar dalam pelaksanaan program pemberian tablet  tambah darah merujuk ke Buku Pedoman Pemberian Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri di Sekolah. Kata Kunci : Evaluasi, Tablet Tambah Darah, Remaja Putri.
Fomulasi Minuman Fungsional Berbasis Kacang Gude dan Tempe chaerunnimah chaerunnimah; Retno Sri Lestari; Hijrah Asikin
Media Gizi Pangan Vol 29, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.569 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v29i2.3110

Abstract

Pigeon pea and tempeh are local foods that are rich in nutrients. This functional drink is a development of the previously made peanut drink formulation. This functional drink of gude and tempeh beans with the addition of arabic gum as a stabilizer. Analyzing the effect of adding gum arabic through organoleptic tests and knowing the food safety of this functional drink. This research is a pre-experimental research. The research design uses a one shot group design. The organoleptic analysis test used was the Friedman test. Product safety was carried out by microbiological contamination test using AMP and ALT methods. Organoletic test analysis showed that there was no difference in acceptance (p>0.005) of color, aroma, taste and texture at the concentration of gum addition (0.10%, 0.15% and 0.20%). Bacteriological test results AMP and ALT values do not exceed the maximum threshold value of microbial contamination according to SNI 3719:2014 for beverage products.          Keywords : Functional drink, arabic gum, pigeon pea, tempe  ABSTRAK Kacang gude dan tempe merupakan pangan lokal yang kaya dengan kandungan zat gizi. Minuman fungsional ini merupakan pengembangan dari formulasi minuman kacang gude yang telah dibuat sebelumnya. Minuman fungsioanal kacang gude dan tempe ini dengan penambahan gum arab sebagai bahan penstabil. Menganalisis pengaruh penambahan gum arab melalui uji organoleptik dan mengetahui keamanan pangan minuman fungsional ini. Penelitian ini merupakan penelitian pra ekperimental.   Desain penelitian menggunakan one shot group design. Uji analisis organoleptik yang digunakan adalah  uji Friedman. Keamanan produk dilakukan dengan uji cemaran mikrobiologi metode AMP dan ALT. Analisis uji organoletik adalah tidak ada perbedaan penerimaan (p>0,005) terhadap warna, aroma, rasa dan tektur pada konsentrasi penambahan gum (0,10%, 0,15% dan 0,20%).  Hasil uji bakteriologi nilai AMP dan ALT tidak melebihi nilai ambang batas maksimum cemaran mikroba menurut SNI 3719:2014 untuk produk minuman. Kata Kunci : Minuman fungsional, gum arab, kacang gude, tempe 
Analisis Zat Gizi dan Organoleptik Olahan Sosis Ikan Gabus sebagai Pangan Alternatif Mencegah Stunting Chaerunnimah Chaerunnimah; Aswita Amir; Retno Sri Lestari; Adriyani Adam
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 7 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v7i2.552

Abstract

The prevalence of stunting in Indonesia is still high at 30,8%. Low protein intake is one of the causes of stunting. The purpose of this study was to determine the nutritional analysis and organoleptic quality in cork fish sausages. This study used a completely randomized design with 3 repetitions. Nutrient analysis was obtained from the Luff schroll test for carbohydrates, fat test with shoxlet and protein test with micro kjedhall. Organoleptic quality with acceptance of taste, texture, color and aroma by descriptive. Research results with univariate analisis were the highest nutrient content of protein and carbohydrate in formula F1 (100%) is protein (16.71%) and carbohydrate (20.14%) and the highest fat content in formula F3 (60%) is as much as (18.52%). The most preferred organoleptic quality for aroma and taste is in formula F1 (100%), texture is in formula F2(80%) and the most preferred color is in formula F3 (60%). The recommendation for prevent stunting can be used F1 formula.
Dampak Kemoterapi terhadap Status Gizi Berdasarkan Subjective Global Assesment (SGA) pada Pasien Kanker Payudara (Ca.Mamae) Hendrayati Hendrayati Hendrayati; Chaerunnimah Chaerunnimah; Mustamin Mustamin; Ahmad Dinul Islam
JGK:Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2 No 1 Juni (2022): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.825 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi di dunia, termasuk Sulawesi Selatan. Kemoterapi memiliki efek samping berupa mual dan muntahhal ini disebabkan oleh adanya zat antitumor (kemoterapi). Status gizi penderita kanker sangat penting untuk dipertahankan dan ditingkatkan sehingga dapat meminimalisir terjadinya komplikasi akibat pengobatan kanker. Penentuan status gizi yang menggunakan parameter bersifat kombinasi untuk meningkatkan sensifitas dan spesifitas menjadi perhatian pada pasen dengan kemoterapi. Subjective Global Assesment (SGA) adalah salah satu cara untuk menilai status gizi pasien dan tervalidasi pada berbagai keadaan pasien. Tujuan: untuk mengetahui dampak kemoterapi terhadap status gizi berdasarkan SGA pada pasien kanker payudara. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross sectional, berupa penelusuran data tahun 2017-2020 pada 40 sampel. Hasil: Hasil analisis data diketahui bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kemoterapi terhadap status gizi dengan menggunakan SGA. (nilaip-value 0,605 ) Hal ini menyatakan bahwa tidak terdapat dampak kemoterapi terhadap status gizi berdasarkan SGA. Kesimpulan: Penelitian ini telah memperoleh gambaran bahwa beberapa unsur yang dinilai dalam SGA seperti asupan makanan, perubahan BB mengarah pada kondisi berisiko terhadap terjadinya gangguan gizi yaitu asupan rata-rata yang kurang masih tinggi dan status gizi tidak normal masih tinggi.
DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN ZAT BESI KERUPUK IKAN DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR Sukmawati Sukmawati; Manjilala Manjilala; Chaerunnimah Chaerunnimah; Elsi Asnuraini
Media Gizi Pangan Vol 30, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.806 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v30i1.3232

Abstract

Background, Anemia is a condition where a person does not have sufficient iron in their body.. The 2018 Riskesdas survey recorded that the prevalence of anemia in teenagers in Indonesia was 32%. Chips is a popular dry food product that has been well-known by the Indonesian people for a long time due to its affordable price and easy availability, both in small stalls and supermarkets. Chips with the addition of fish and moringa leaf flour is expected to enrich the iron and other micro-nutrient content.Research method used in this study was pre-experimental. Three types of products were made with the addition of moringa leaf powder at concentrations of F1 (5%), F2 (10%), and F3 (15%). The acceptability was evaluated using organoleptic tests with 25 panelists. Statistical analysis was conducted using Kruskall Wallis test, and if there were differences, the Mann Whitney test was conducted. The iron content was analyzed using UV-Vis spectrophotometry.Results showed that the most acceptable fish crackers with the addition of moringa leaf powder based on color, aroma, texture, and taste were those with 5% moringa leaf powder (F1). The best formula from all aspects tested was the F1 concentration with a total score of 428, and the laboratory analysis result was 3.637 mg/100 gr.In conclusion, there were differences in the acceptability of fish crackers with the addition of moringa leaf powder in terms of color (p=0.00), aroma (p=0.00), texture (p=0.00), and taste (p=0.00). The best formula from all aspects tested was the F1 concentration, and the laboratory analysis result was 3.637 mg/100 gr. 
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KONSELOR RUMAH ASIk Amir, Aswita; Chaerunnimah, Chaerunnimah; Suaib, Fatmawaty
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 2 (2022): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v17i2.3041

Abstract

Konseling yang berjalan saat ini di tempat pelayanan kesehatan tidak melibatkan keluarga yang lain sehinggga seringkali ibu tidak mendapat dukungan. Dukungan keluarga memegang peranan penting dalam keberhasilan pemberian ASI. Konseling Rumah Asik adalah kegiatan konseling yang melibatkan ibu dan semua keluarga yang ada di dalam rumah untuk meningkatkan pengetahuan dan dukungan agar cakupan pemberian Air Susu Ibu (ASI) dapat ditingkatkan dan akan mencegah stunting di Kota Makassar yang dilakukan oleh mahasiswa.Tujuan: Mengetahui pengaruh pelatihan konseling pemberian makan bayi dan anak (PMBA) terhadap perubahan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental berupa pre post test only design. Populasi adalah semua mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar, Sampel adalah mahasiswa yang bersedia mengikuti pelatihan dan penelitian selama 3 tahun dipilih sebanyak 15 orang dengan syarat IPK diata 3,00. Lokasi penelitian di kampus Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar. Analisis data perubahan pengetahuan dan keterampilan sampel menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: berdasarkan analisis perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah pelatihan diperoleh terdapat perubahan yang signifikan (p 0,001). Terdapat peningkatan yang signifikan pada keterampilan peserta pelatihan setelah melakukan praktek konseling mandiri kepada 5 orang ibu hamil dan menyusui. Kesimpulan: pelatihan konseling PMBA dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa .Kata kunci ; Konseling, Dukungan Keluarga, Stunting, ASI Eksklusif, MPASI
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA EDUKASI GIZI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN ASUPAN ZAT BESI SERTA KADAR HEMOGLOBIN PADA MAHASISWA JURUSAN FISIOTERAPI POLTEKKES MAKASSAR Tamsil, Andi Sinar Alam; Hartono, Rudy; Chaerunnimah, Chaerunnimah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.3284

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi yang paling sering terjadi dan dapat terjadi pada kelompok usia muda. Pola makan yang tidak seimbang merupakan salah satu penyebab anemia. Pola makan yang tidak seimbang dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan. Dengan pendidikan gizi, remaja  dapat  mengubah  kebiasaan  makannya  menjadi  lebih  baik. Studi ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan media sosial Instagram sebagai media edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan gizi, kadar hemoglobin dan asupan zat besi. Desain studi ini adalah quasy experiment dengan pre test post test only design. Populasi mahasiswa tingkat 2 yang berjumlah 25 mahasiswi. Pengetahuan gizi dikumpulkan kuesioneronline. Asupan zat besi dikumpulkan dengan recall 24 jam. Kadar Hemoglobin diperiksa dengan digital Easy Touch. Uji statistik dengan Uji Wilcoxon menggunakan program SPSS. Analisis statistik diketahui ada perbedaan skor pengetahuan gizi sebelum dan sesudah pemberian edukasi (P=0,000). Analisis statistik diketahui ada pengaruh peningkatan asupan zat besi sebelum dan sesudah pemberian edukasi (P=0,003). Analisis statistik diketahui tidak ada pengaruh peningkatan kadar Hb sebelum dan sesudah pemberian edukasi (P=0,157). Kesimpulan penelitian adalah ada pengaruh penggunaan media sosial Instagram sebagai edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan gizi dan peningkatan asupan zat besi. Serta tidak ada pengaruh penggunaan media sosial Instagram sebagai edukasi gizi terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada mahasiswa Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dan menambah waktu intervensi yang lebih lama sehingga dapat diperoleh perubahan baik dari segi pengetahuan dan sikap. Kata kunci : Instagram, Hemoglobin, Pengetahuan, Zat Besi
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA EDUKASI GIZI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN ASUPAN ZAT BESI SERTA KADAR HEMOGLOBIN PADA MAHASISWA JURUSAN FISIOTERAPI POLTEKKES MAKASSAR Andi Sinar Alam Tamsil; Rudy Hartono; Chaerunnimah Chaerunnimah
Media Kesehatan Politeknik Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.432

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi yang paling sering terjadi dan dapat terjadi pada kelompok usia muda. Pola makan yang tidak seimbang merupakan salah satu penyebab anemia. Pola makan yang tidak seimbang dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan. Dengan pendidikan gizi, remaja dapat mengubah kebiasaan makannya menjadi lebih baik. Studi ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan media sosial Instagram sebagai media edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan gizi, kadar hemoglobin dan asupan zat besi. Desain studi ini adalah quasy experiment dengan pre test post test only design. Populasi mahasiswa tingkat 2 yang berjumlah 25 mahasiswi. Pengetahuan gizi dikumpulkan kuesioner online. Asupan zat besi dikumpulkan dengan recall 24 jam. Kadar Hemoglobin diperiksa dengan digital Easy Touch. Uji statistik dengan Uji Wilcoxon menggunakan program SPSS. Analisis statistik diketahui ada perbedaan skor pengetahuan gizi sebelum dan sesudah pemberian edukasi (P=0,000). Analisis statistik diketahui ada pengaruh peningkatan asupan zat besi sebelum dan sesudah pemberian edukasi (P=0,003). Analisis statistik diketahui tidak ada pengaruh peningkatan kadar Hb sebelum dan sesudah pemberian edukasi (P=0,157). Kesimpulan penelitian adalah ada pengaruh penggunaan media sosial Instagram sebagai edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan gizi dan peningkatan asupan zat besi. Serta tidak ada pengaruh penggunaan media sosial Instagram sebagai edukasi gizi terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada mahasiswa Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dan menambah waktu intervensi yang lebih lama sehingga dapat diperoleh perubahan baik dari segi pengetahuan dan sikap. Kata kunci : Instagram, Hemoglobin, Pengetahuan, Zat Besi
Efektivitas Pelatihan Konseling Menyusui bagi Tenaga Kesehatan sebagai Upaya Promotif dan Preventif Masalah Gizi di Kota Bandar Lampung Novika J., Yulia; Mustamin, Mustamin; Asikin, Hijrah; Chaerunnimah, Chaerunnimah
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi yang dialami balita Indonesia sejalan dengan praktik pemberian ASI eksklusif yang belum optimal yaitu sebesar 55,5%. Adanya tenaga kesehatan terlatih konseling menyusui diharapkan dapat membantu keberhasilan pemberian ASI eksklusif yang dapat meningkatkan kesehatan ibu dan status gizi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pelatihan konseling menyusui terhadap pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan di kota Bandar Lampung. Desain penelitian yang digunakan adalah evaluasi dengan rancangan pendekatan one group pretest-posttest design yaitu melihat efektivitas kegiatan pelatihan konseling menyusui selama 5 hari yang diikuti oleh subjek. Penelitian ini dilakukan di Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung pada bulan Juli dan Agustus 2024 menggunakan sampling jenuh berjumlah 40 orang tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sampel adalah tenaga kesehatan dengan profesi nutrisionis (50%) dan bidan (50%). Mayoritas tenaga kesehatan memiliki latar belakang pendidikan terakhir adalah sarjana (57,5%) dan memiliki kisaran usia dari 28 hingga 55 tahun. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan tenaga kesehatan terkait konseling menyusui (p-value<0,001) dan keterampilan tenaga kesehatan dalam melakukan konseling menyusui (p-value<0,001) antara sebelum dan sesudah intervensi pelatihan konseling menyusui. Adanya pelatihan konseling menyusui dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam melakukan konseling menyusui.