Yunita Dyah Puspita Santik, Yunita Dyah Puspita
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Petugas Kesehatan dalam Keberhasilan Pengobatan Penyakit Kusta di Tingkat Puskesmas Kabupaten Indramayu Rahmah, Alifia Nur; Santik, Yunita Dyah Puspita
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v9i2.361

Abstract

Jumlah kasus baru kusta di Kabupaten Indramayu pada tahun 2022 sebanyak 377 kasus (21,37 per 100.000 penduduk) dan RFT Rate PB sebesar 88,889 sedangkan RFT Rate MB sebesar 79,17. Sedangkan pada tahun 2023 jumlah kasus kusta sebanyak 299 kasus (12,92 per 100.000 penduduk) dan RFT Rate PB sebesar 84,85 sedangkan RFT Rate MB sebesar 76,7. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor keberhasilan pengobatan dari segi faktor pendorong petugas pemegang program kusta di Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik observasional (mencari hubungan antar variabel) dengan pendekatan cross sectional. Kasus dalam penelitian ini yaitu faktor pendorong keberhasilan pengobatan dari sigi petugas pemegang program, kriteria inklusi yaitu petugas kusta yang bekerja di puskesmas wilayah kerja Dinkes Kabupaten Indramayu dan memiliki angka keberhasilan pengobatan (RFT). Sampel yang ditetapkan sebesar 33, dengan teknik purposive sampling, instrumen yang digunakan yaitu kuisioner terstruktur. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara pengalaman kerja (p value=0,009), tingkat pengetahuan (p value=0,023), motivasi kerja (p value=0,024), dan tidak ada hubungan antara usia (p value=1,000), pelatihan kusta (p value=0,601), jenis profesi (p value= 0,485). Saran kepada petugas kusta di puskesmas untuk meningkatkan motivasi kerja, pengetahuan kusta dan aktif dalam kegiatan CFR serta pemberian obat kepada penderita, supaya dapat menaikkan angka keberhasilan pengobatan kusta.
DETERMINAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA USIA 12–59 BULAN DI PROVINSI DIY (ANALISIS DATA SKI 2023) Evi Sofiana; Arulita Ika Fibriana; Yunita Dyah Puspita Santik
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.11055

Abstract

ABSTRACT Pneumonia is an acute lung infection caused by bacteria, viruses, fungi, or parasites and remains a leading cause of morbidity and mortality among infants and children under five. In Indonesia, the prevalence of pneumonia among children under five in 2024 reached 52.7%. This condition indicates that pneumonia among children under five remains a significant public health problem requiring serious attention regarding associated risk factors. This study aimed to analyze the determinants of pneumonia among children aged 12–59 months in the Special Region of Yogyakarta using secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). The study employed a quantitative analytic survey method with a cross-sectional design. Data analysis used the chi-square test and logistic regression. The results showed that household waste management (p-value = 0.046) and PCV immunization status (p-value = 0.005) were significantly associated with pneumonia among children aged 12–59 months in the Special Region of Yogyakarta. Meanwhile, birth weight, sex, vitamin A supplementation, maternal education, maternal employment status, type of house flooring, cooking fuel, and mosquito repellent use were not significantly associated with pneumonia incidence. Multivariable analysis identified PCV immunization status as the most dominant determinant of pneumonia among children aged 12–59 months in the Special Region of Yogyakarta, emphasizing the importance of PCV immunization coverage for prevention. ABSTRAK Pneumonia merupakan infeksi akut pada jaringan paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, maupun parasit, dan masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas pada bayi dan balita. Di Indonesia, prevalensi pneumonia balita pada tahun 2024 tercatat sebesar 52,7%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pneumonia pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius, khususnya terkait faktor-faktor yang memengaruhi kejadiannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan kejadian pneumonia pada balita usia 12–59 bulan di Provinsi DIY menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Penelitian menggunakan metode kuantitatif survei analitik dengan desain cross sectional. Analisis data dilakukan melalui uji bivariat menggunakan chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga (p-value = 0,046) dan status imunisasi PCV (p-value = 0,005) dengan kejadian pneumonia pada balita usia 12–59 bulan di Provinsi DIY. Sementara itu, berat badan lahir, jenis kelamin, pemberian vitamin A, pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, jenis lantai rumah, bahan bakar memasak, dan penggunaan obat nyamuk tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa status imunisasi PCV merupakan determinan paling dominan terhadap kejadian pneumonia pada balita usia 12–59 bulan di Provinsi DIY. Temuan ini menegaskan pentingnya cakupan imunisasi PCV sebagai upaya pencegahan pneumonia pada balita.