Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sistem Monitoring pH Air, Total Dissolved Solids (TDS) dan Kekeruhan Air pada Tandon berbasis Internet of Things (IoT) Samsul Arifin; Agustiani, Reni; Iashania, Yunida; Elsandika, Gabriela; Sina, Ibnu; Khairi
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 5 No. 2 (2025): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v5i2.634

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan pokok seluruh masyarakat di Indonesia. Di daerah Kalimantan Tengah, terutama Kota Palangka Raya mempunyai permasalahan air tanah yang kondisinya asam dikarenakan berlahan gambut. Seringkali air tanah dari lahan gambut tersebut langsung dipakai tanpa memperhatikan kualitas air. Dari permasalahan tersebut perlu dikembangkan sistem monitoring pH air, Total Disolved Solids (TDS) dan pengukuran tingkat kekeruhan air yang akan ditempatkan pada tandon air warga berbasis Internet of Things (IoT). Penelitian ini bertujuan memantau kualitas air secara real time sehingga dapat membantu masyarakat dalam mengelola air bersih. Metode penelitian meliputi perancangan sistem monitoring, kalibrasi sensor, uji coba sistem di lapangan, evaluasi dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan data kalibrasi sensor pada sistem monitoring pH air, TDS, dan kekeruhan air pada tandon mempunyai nilai error dibawah 1% sehingga mempunyai kualitas yang baik. Data eror sensor pH air sebesar 0.202% pada rentang 0.02% hingga 0.45%, sedangkan sensor TDS memiliki nilai error 0.367% dengan variasi 0.04% hingga 0.69%, dan sensor kekeruhan nilai errornya 0.36%, dengan kisaran 0.1% hingga 0.6%. Selanjutnya dalam monitoring secara real time menggunakan Thingspeak data perameter dapat terpantau dengan baik, yaitu data pH air berada di rentang 6-10, kemudian nilai TDS berada di rentang 0-100%, dan nilai kekeruhan air fluktuatif berada di rentang 0-160NTU.  Dengan hasil ini, sistem yang dikembangkan dalam memonitoring kualitas air mampu memberikan data yang akurat untuk mendukung pemantauan kualitas air.
Rancang Bangun Sistem Penghitung Jumlah Burung Walet berbasis Internet of Things (IoT) Samsul Arifin; Wahyu Anggar Wanto; Garry William Dony; Walman Lumbanraja
Jurnal Fisika Unand Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.15.1.117-125.2026

Abstract

Swiftlet nest farming is a source of economic income for several regions in Indonesia, including Central Kalimantan. The constraint faced by swiftlet nest farmers is the use of a manual counting system by estimating the number of birds, which has a high error rate. This problem necessitates the design of a swiftlet counting system. This research aims to design and build an appropriate technology-based monitoring system. The technology required is one that can be used to monitor the number of swiftlets entering and leaving the swiftlet house in real time. The method used is the characterization and calibration of infrared sensors, then designing a sensor data design and acquisition system. The NodeMCU ESP8266 measures the number of objects using an infrared sensor displayed through a Liquid Crystal Display (LCD) and Blynk. Data collection was carried out in six trials with variations in the number of objects passed through the sensor. The test results show an average error percentage of 3% and an accuracy value of 97.5% when throwing one object and an error value of 6% and an accuracy value of 94% when throwing one object. The measurement data is displayed on the LCD and sent to the Blynk application via a smartphone for remote monitoring.
Penguatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Melalui Pelatihan Manajerial Organisasi Dan Pembukuan Keuangan John Budiman Bancin; Zahrotun Nafisah; Septaria Yolan Kalalinggi; Aprilita Aprilita; Samsul Arifin; Ali Sadikin
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3555

Abstract

Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Rotan Desa Bahu Palawa menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaan organisasi, seperti rendahnya partisipasi anggota aktif, kurangnya kerja sama tim, dan belum diterapkannya sistem pembukuan keuangan yang baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan anggota KUPS melalui pelatihan manajerial organisasi dan pembukuan keuangan sederhana. Metode yang digunakan meliputi seminar, diskusi interaktif, permainan berbasis kerja sama tim, serta evaluasi menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pada seluruh indikator evaluasi. Pengetahuan tentang kerja sama tim meningkat dari 77,27% menjadi 90,90%, sedangkan pemahaman mengenai pentingnya kerja sama tim meningkat dari 81,81% menjadi 95,45%. Pengetahuan tentang penyusunan laporan keuangan meningkat dari 72,72% menjadi 100%, sementara pemahaman tentang prinsip-prinsip penyusunan laporan keuangan meningkat dari 31,81% menjadi 81,81%. Tingkat kepuasan peserta terhadap materi, penyampaian pemateri, dan keseluruhan kegiatan juga berada pada kategori sangat puas. Berdasarkan hasil tersebut, kegiatan pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas organisasi dan pemahaman administrasi keuangan anggota KUPS Rotan Desa Bahu Palawa.