Hamdan
Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Indonesia

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KERAGAMAN SIFAT KUALITATIF DAN MORFOMETRIK ANTARA AYAM KAMPUNG, AYAM BANGKOK, AYAM KATAI, AYAM BIRMA, AYAM BAGON DAN MAGON DI MEDAN (: Diversity of Qualitative Trait and Morphometrics Between Kampung, Bangkok, Katai, Birma, Bagon and Magon Chicken in Medan Eka N Sitanggang; Hasnudi; Hamdan
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.078 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2753

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui keragaman fenotipe serta genotipe dan morfometrik antar ayamKampung, ayam Bangkok dan ayam Katai, ayam Birma, Bagon dan Magon. Penelitian ini dilakukan di Sembilanlokasi berbeda di enam Kecamatan Kota Medan menggunakan 368 ekor ayam. Pengambilan data dilakukan dengancara pengamatan pada sifat kualitatif meliputi warna bulu, pola bulu, corak bulu, kerlip bulu, warna shank danbentuk jengger dan morfometrik tubuh. Data yang diperoleh diolah dengan analisis diskriminan sederhana denganmenggunakan program SAS (Statistical Analysis System) dan Dendogram menggunakan program MEGA(Molekuler Evolusioner Genetic Analysis). Hasil penelitian uji kebebasan menunjukkan bahwa adanyaketerhubungan yang sangat nyata (X2> X20,05) antara sifat pola bulu, corak bulu, kerlip bulu, warna shank danbentuk jengger, tetapi tidak adanya keterhubungan (X2< X20,05) antara warna bulu dan jenis ayam yang diamati.Kemurnian fenotifik masing-masing jenis ayam ialah jenis Katai 100%, Kampung 98,46%, Bangkok 84,13%, Bagon75,00%, Magon 65,00% dan Birma 40,00%. Faktor peubah pembeda morfologi tubuh dari keenam jenis ayam ialahpanjang femur, panjang tibia, panjang shank, lingkar shank, panjang sayap, panjang maxilla dan panjang jari ketiga.Jarak genetik ayam Bagon dengan ayam Magon memiliki jarak genetik yang dekat, sebaliknya ayam Kampung danayam Katai memiliki jarak genetik yang jauh.
ANALISIS REGRESI DAN KORELASI ANTARA SELEKSI BOBOT BADAN FASE STARTER TERHADAP PRODUKSI AYAM RAS PETELUR TIPE MEDIUM: Regression and Correlation Analysis between Starter Body Weight Selection Against Layer Medium Type Production Ericko Unutio; Hamdan; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.295 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara seleksi bobot badan starter (1 minggu)terhadap produksi telur, umur pertama bertelur, berat telur pertama dan bobot badan layer 19 minggu. Penelitianini dilaksanakan di CV. PTB Poultry Farm di Desa Sei Limbat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat padabulan April sampai Agustus 2014. Penelitian ini menggunakan 200 DOC dengan bobot awal 39,33+2,63g.Dilakukan seleksi dengan cara menimbang 100 starter (1 minggu) dengan bobot badan 78,5+1,43g dan 100starter (1 minggu) non-seleksi dengan bobot badan 68.83+5.87g sebagai perbandingan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa seleksi bobot badan starter 1 minggu terhadap berat telur pertama mempunyai nilaitertinggi pada nilai korelasi (r = 0,722) dan nilai regresi (R=0,722). Sedangkan pada non-seleksi bobot badanstarter 1 minggu terhadap berat telur pertama mempunyai nilai tertinggi pada nilai korelasi (r = -0,357) dan nilairegresi (R=0,357). Hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang tidak signifikan (p>0,05) antaraseleksi dan non-seleksi bobot badan starter (1 minggu) terhadap produksi telur, umur pertama bertelur, berattelur pertama dan bobot badan layer 19 minggu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan adanya seleksidan non-seleksi pada bobot badan starter (1 minggu) memberikan hasil yang tidak jauh berbeda pada produksitelur, umur pertama bertelur, berat telur pertama dan bobot badan layer 19 minggu.
ESTIMASI JARAK GENETIK DAN FAKTOR PEUBAH PEMBEDA BEBERAPA BANGSA KAMBING DI SUMATERA UTARA MELALUI ANALISIS MORFOMETRIK: Genetic Distance Estimation and Variable Differential Factor of Goat Breed in North Sumatra Through Morphometrics Analysis Heridianto Sibagariang; Hasnudi; Hamdan
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.557 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i3.2762

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keragaman morfometrik dan estimasi jarak genetik beberapabangsa kambing (Boer, Boerka, Kacang, Muara dan Kambing samosir). Penelitian ini dilakukan di Loka (30ekor kambing Boer, 30 ekor kambing Boerka dan 39 ekor kambing Kacang), di Samosir (30 ekor kambingSamosir) dan di Muara (30 ekor Kambing Muara). Pengambilan data dilakukan dengan cara mengukur tinggipundak, tinggi pinggul, panjang badan, lingkar dada, dalam dada, panjang tanduk, panjang ekor, panjang kepala,lebar kepala, lebar telinga dan panjang telinga. Data yang diperoleh diolah dengan analisis diskriminansederhana dengan menggunakan Program dari SAS (Statistical Analysis System) dan Dendogram menggunakanprogram dari MEGA (Molekuler Evolusioner Genetic Analysis). Hasil analisis dari nilai campuran fenotifikmenunjukkan bahwa Boer, Muara, dan Samosir adalah (100%) kambing murni. Jarak genetik antara Boerka danKacang (4,74) dan jarak genetik antara kambing Samosir dan kambing Boer (19,10). Kesimpulan dari penelitianini yaitu jarak genetik menunjukkan bahwa bangsa kambing boerka dan kacang memiliki jarak genetik yangdekat, sebaliknya bangsa kambing Samosir dengan bangsa kambing Boer memiliki jarak genetik yang jauh danfaktor peubah pembeda morfologi tubuh dari kelima bangsa kambing adalah tinggi pinggul, lebar telinga,panjang telinga dan dalam dada.
KECERNAAN KULIT DAGING BUAH KOPI DENGAN FERMENTASI MOL (MIKROORGANISME LOKAL) DALAM RANSUM PELET PAKAN KELINCI PERANAKAN REX: Digestibility of Pod Coffee Fermented with Local Microorganism (LMO) in Pellet Diet Rex Rabbit Fathi Akbar Nasution; Iskandar Sembiring; Hamdan
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.813 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i3.2767

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Ternak, Universitas Sumatera Utara pada Juni 2014sampai Agustus 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan fermentasi kulit dagingbuah kopi untuk bahan kering dan bahan organik. Penelitian ini menggunakan 20 ekor kelinci rex jantan denganberat rata-rata 913,05 g ± 60,49 g. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4perlakuan dan 5 ulangan. Pelet perlakuan yang mengandung fermentasi: non-fermentasi limbah kulit kopidengan komposisi P0 (0%: 30%); P1 (10%: 20%); P2 (20%: 10%); dan P3 (30%: 0%). Variabel yang diamatibahwa Kecernaan Bahan Kering (KcBK), Kecernaan Bahan Organik (KcBO). Hasil penelitian menunjukkanbahwa rataan kecernaan bahan kering masing-masing (%) pada P0, P1, P2, dan P3 adalah 59,70; 59,75; 59,74;dan 59,89, sedangkan kecernaan bahan organik rataan masing-masing (%) 61,28; 61,40; 61,31; dan 61.50. Hasilanalisis statistic menunjukkan bahwa perlakuan tidak signifikan (tidak mempengaruhi) (P> 0,05) padaKecernaan Bahan Kering (KcBK), Kecernaan Bahan Organik (KcBO). Kesimpulan dari penelitian ini adalahfermentasi MOL (micro organisme lokal) tidak signifikan (tidak mempengaruhi) terhadap daya cerna padakelinci rex.
IDENTIFIKASI MORFOMETRIKS DAN JARAK GENETIK AYAM KAMPUNG (domesticated chicken) DI KABUPATEN BATUBARA: Identification of Morfometriks and Genetic Distance Ayam Kampung (Chicken Domesticated) in Batubara regency Rhyndhyra Hummairah; Hamdan; Armyn Hakim Daulay
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jpi.v3i3.2768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penciri utama ukuran dan bentuk dalammorfometriks dan jarak genetik dari ayam lokal di berbagai kecamatan di KabupatenBatubara. Penelitian menggunakan metode survei sebanyak 2392 ekor ayam kampung dansdata dianalisis menggunakan software SAS (Statistics Analytical System) yaitumenggunakan Jarak genetik Mahalanobis sebagai ukuran jarak kuadrat genetik minimum.Software MEGA6 untuk memperoleh pohon fenogram dengan metoda UPGMA (UnweightPair Group Method with Arithmetic). Hasil Penampilan fenotip berdasarkan analisismorfometrik menunjukkan perbedaan secara morfologi untuk setiap ayam. Berdasarkananalisis morfometrik menunjukkan perbedaan secara morfologi ayam kampung dari 7kecamatan yang ada di kabupaten Batubara yaitu Sei Suka dan Sei Balai (1,26), Air Putih danTalawi (3,79), Medang Deras dan Tanjung Tiram (1,73) dan Lima puluh (2,13). Kesimpulanmenunjukkan bahwa penciri utama yang tampak yaitu panjang tulang tibia, lebar metatarsusdan panjang paruh, dan jarak genetik terdapat satu kecamatan yang berbeda yaitu pada LimaPuluh (2,13) sedangkan 6 kecamatan lain terdapat kesamaan antar 2 kecamatan.
PENGEMBANGAN MODEL PITA UKUR DAN RUMUS PENDUGAAN BOBOT BADAN BERDASARKAN LINGKAR DADA PADA TERNAK KERBAU: Development of Tape Measure Models and Body Weight Estimation Formula Based on Chest Size on The Buffalo Tigor Naibaho; Hasnudi; Hamdan
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 2 (2106): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.943 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i2.2793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keandalan atau keakuratan berbagai jenis pita ukur danmengembangkan model pita ukur dan rumus pendugaan bobot badan berdasarkan ukuran lingkar dadakerbau Murrah dan kerbau Rawa. Penelitian ini dilaksanakan diBPTU-HPT Siborong – Borong dandi Peternakan rakyat yang terdapat di kabupaten Deli Serdang. Dari bulan April sampai Mei 2015.Pita ukur yang adalah pita ukur Agrotech, kemudian menggunakan rumus Schoorl dan Smith sebagaiperbandingan, serta menggunakan analisa korelasi sederhana. Hasil penelitian diperoleh bahwapendugaan bobot badan untuk kerbau Sungai dan kerbau Lumpur dengan menggunakan pita ukurAgrotech diperoleh penyimpangan 23,94% untuk ternak jantan dan 34,22% untuk ternak betina.Persamaan regresi untuk ternak jantan Y = -266,456 + 3,703X dan ternak betina Y = -351,218 +4,169X dengan nilai penyimpangan regresi 1,74% (jantan) dan 3,49% (betina). Kesimpulan,pendugaan bobot badan yang paling mendekati pada ternak kerbau Murrah dan kerbau Rawa adalahmenggunakan rumus regresi dengan rincian setiap pertambahan 1cm lingkar dada kerbau dapatmenaikkan berat badan 4 kg.
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK DAN KOMPONEN RAGAM SIFAT PERTUMBUHAN PADA BANGSA BABI YORKSHIRE: ESTIMATION OF GENETIC PARAMETER AND VARIANCE COMPONENTS OF GROWTH TRAITS IN YORKSHIRE SWINE Morina Girsang; Ekani Putri Gurusinga; Hamdan; Sayed Umar
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 3 (2106): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.668 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i3.2802

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengestimasi nilai parameter genetik dan komponenragam dari sifat pertumbuhan pada Babi Yorkshire. Penelitian dilakukan di BPTU-HPTSiborongborong pada bulan Juni 2015. Materi penelitian terdiri dari catatan produksi babiYorkshire selama satu generasi sebanyak 249 ekor yang berasal dari 4 ekor pejantan dan37 ekor induk babi Yorkshire. Variabel yang diamati adalah bobot lahir, bobot sapih danjumlah anak sekelahiran. Heritabilitas dan korelasi genetik diestimasi menggunakanmetode pola tersarang (nested design) model unbalanced dan nilai pemuliaan dihitungmenggunakan pengukuran tunggal dirinya sendiri. Hasil penelitian menunjukan nilaikoefisen keragaman sifat bobot lahir, bobot sapih dan jumlah anak sekelahiran berturutturutadalah 21,8%, 20,5% dan 22%. Nilai heritabilitas sifat bobot lahir dan bobot sapihberturut-turut adalah 0,21 dan 0,13. Nilai korelasi genetik bobot lahir dengan bobot sapih,jumlah anak sekelahiran dengan bobot lahir dan jumlah anak sekelahiran dengan bobotsapih berturut-turut adalah 0,264, 0,050 dan -0,110. Kesimpulan penelitian adalah nilaikoefisien keragaman dari sifat pertumbuhan termasuk kategori tinggi, nilai heritabilitastermasuk kategori sedang, dan nilai korelasi genetik termasuk kategori rendah sampaisedang.
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK DAN KOMPONEN RAGAM SIFAT PERTUMBUHAN PADA BANGSA BABI LANDRACE: ESTIMATION OF GENETIC PARAMETERS AND VARIAN COMPONENT OF GROWING UP CHARACTER FOR LANDRACE SWINE Vierman; Marida S. Nababan; Armyn Hakim Daulay; Hamdan
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 3 (2106): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.394 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i3.2804

Abstract

Informasi genetik babi Landrace menentukan strategi pemuliaan di masamendatang. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai heritabilitas, korelasi genetik, dannilai pemuliaan babi Landrace. Penelitian dilakukan di Balai Pembibitan Ternak Ungguldan Hijauan Pakan Ternak Desa Siaro Kecamatan Siborongborong Kabupaten TapanuliUtara pada bulan Juni 2015. Rancangan yang digunakan adalah pola tersarang data tidakseimbang. Materi penelitian merupakan data produksi dari 465 ekor Babi Landracedengan jantan sebanyak 245 ekor dan betina sebanyak 220 ekor. Hasil penelitianmenunjukkan nilai heritabilitas bobot lahir dan bobot sapih berturut-turut adalah 0.14 dan0.36. Nilai korelasi genetik (bobot lahir-bobot sapih) (jumlah anak sekelahiran-bobotlahir) (jumlah anak sekelahiran-bobot sapih) dengan nilai masing-masing adalah: 0.24%;-0.06% dan -0.14%. Kesimpulan penelitian adalah nilai koefisien keragaman sifatpertumbuhan pada babi Landrace memiliki keragaman yang tinggi namun korelasigenetiknya rendah. Kriteria terhadap seleksi sifat pertumbuhan pada babi Landracedidasarkan pada bobot lahir dan bobot sapih.
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK DAN KOMPONEN RAGAM KAMBING KACANG: ESTIMATION OF GENETIC PARAMETERS AND COMPONENTS OF VARIANCE KACANG GOATS Simon Elieser; Muhammad Ary Syaputra; Hamdan; Sayed Umar
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 3 (2106): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.425 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i3.2807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai parameter genetik dankomponen ragam pada kambing Kacang. Penelitian ini dilaksanakan diBalai PenelitianKambing Potong Sei Putih, Galang pada bulan Juni 2015 sampai Agustus 2015. Materipenelitian terdiri dari catatan produksi kambing Kacang selama satu generasi sebanyak 20ekor (9 ekor pejantan dan 11 ekor betina).Variabel yang diamati adalah bobot lahir, bobot3, 6, 9 dan 12 bulan. Heritabilitas dan korelasi genetik diestimasi menggunakan polatersarang (Nested disegn) model unbalanced dan nilai pemuliaan dihitung menggunakanpengukuran tunggal dirinya sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisienkeragaman dari sifat bobot lahir, 3, 6, 9 dan 12 bulan berturut – turut-adalah 33%; 26%;21%; 26% dan 30%. Nilai heritabilitas sifat bobot lahir,3 dan 6 bulan berturut – turutadalah 0,05; 0,03 dan 0,04. Nilai korelasi genetik bobot lahir – bobot 3,6 dan 12 bulan(0,55%; 0,34%; 0,28%; 0,25%), bobot 3 bulan - 6, 9 dan 12 bulan (0,41%; 0,54%;0,56%), bobot 6 – 9 dan 12 bulan (0,84%; 0,64%) dan bobot 9 – 12 bulan (0,83%).Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan nilai koefisien keragaman yang tinggi, nilaiheritabilitas termasuk kategori rendah dan nilai korelasi genetik termasuk kategori sedang– tinggi.