Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Self Efficacy Terhdap Kepatuhan Perawatan Diri Pada Penderita Hipertensi Andi Muthiyah A. AM; Viyan Septiyana Achmad; Isymiarni Syarif; Jukarnain Jukarnain; Titin Supriatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i1.1017

Abstract

This study aims to investigate the relationship between self-efficacy and self-care adherence in patients with hypertension. Self-care adherence refers to an individual's compliance with medical recommendations and behaviors supporting hypertension control. The research method employed is an observational study involving participants with hypertension. Data were obtained through questionnaires measuring the level of self-efficacy and self-care adherence. Statistical analysis was conducted to identify the relationship between self-efficacy and self-care adherence. The findings of the study indicate a positive relationship between self-efficacy and self-care adherence in patients with hypertension. Individuals with strong self-efficacy are more likely to be compliant in their self-care practices, including regularly taking medication, following a healthy diet, engaging in regular exercise, and monitoring their blood pressure. These findings highlight the importance of strengthening self-efficacy in individuals with hypertension to enhance their self-care adherence. In conclusion, self-efficacy plays a significant role in self-care adherence among patients with hypertension. Enhancing self-efficacy can be an effective strategy for improving self-care adherence and controlling blood pressure in patients with hypertension
Self Efficacy Terhdap Kepatuhan Perawatan Diri Pada Penderita Hipertensi Andi Muthiyah A. AM; Viyan Septiyana Achmad; Isymiarni Syarif; Jukarnain Jukarnain; Titin Supriatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i1.1017

Abstract

This study aims to investigate the relationship between self-efficacy and self-care adherence in patients with hypertension. Self-care adherence refers to an individual's compliance with medical recommendations and behaviors supporting hypertension control. The research method employed is an observational study involving participants with hypertension. Data were obtained through questionnaires measuring the level of self-efficacy and self-care adherence. Statistical analysis was conducted to identify the relationship between self-efficacy and self-care adherence. The findings of the study indicate a positive relationship between self-efficacy and self-care adherence in patients with hypertension. Individuals with strong self-efficacy are more likely to be compliant in their self-care practices, including regularly taking medication, following a healthy diet, engaging in regular exercise, and monitoring their blood pressure. These findings highlight the importance of strengthening self-efficacy in individuals with hypertension to enhance their self-care adherence. In conclusion, self-efficacy plays a significant role in self-care adherence among patients with hypertension. Enhancing self-efficacy can be an effective strategy for improving self-care adherence and controlling blood pressure in patients with hypertension
Kesejahteraan Mental Perawat di Ruang Gawat Darurat: Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stres dan Kepuasan Kerja Henry A Ruagady; Jukarnain Jukarnain; Rosmini Rasmin; Viyan Septiyana Achmad; Moh. Nisar Sy Abd Azis; Rezqiqah Aulia Rahmat
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2464

Abstract

Perawat di ruang gawat darurat (IGD) menghadapi tekanan kerja tinggi yang dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat stres dan kepuasan kerja perawat IGD. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 72 perawat IGD di tiga rumah sakit tipe B di Indonesia. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DASS-21 untuk menilai stres dan Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) untuk menilai kepuasan kerja. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa beban kerja, dukungan sosial, pengalaman kerja, dan manajemen konflik secara signifikan memengaruhi stres (p<0,05), sedangkan kepuasan kerja dipengaruhi oleh penghargaan, pengembangan karier, dan kepemimpinan. Kesimpulannya, intervensi berbasis kesejahteraan psikologis yang mencakup dukungan sosial dan pengelolaan beban kerja penting untuk diterapkan guna menjaga kesehatan mental perawat IGD.
PENYULUHAN DAN PEMBELAJARAN PRAKTEK PERAWATAN LUKA KEPADA MASYARAKAT KELURAHAN KATIMBANG KECAMATAN BIRINGKANAYA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMALANREA MAKASSAR Abdul Rivai Saleh Dunggio; Nona Mu’minun; Jukarnain Jukarnain; Baso Witman Adiaksa; Zaenal Zaenal; Ima Mustika Tri Lestari; Rahmat Pannyiwi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41757

Abstract

Luka terbuka yang menembus dermis atau epidermis sangat rentan terhadap infeksi jika tidak segera ditangani. Luka dapat memperlambat penyembuhan karena sejumlah alasan, termasuk: tidak mengikuti protokol perawatan luka yang tepat, mengalami nyeri, memiliki masalah kesehatan lain (seperti diabetes), tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, menjadi pecandu alkohol atau perokok, menggunakan narkoba, memiliki sirkulasi darah yang buruk, lokasi luka berubah sehingga anggota keluarga dapat merawatnya di rumah, dan luka tersebut pada akhirnya tidak menjadi cacat. Kami bertujuan untuk mendidik masyarakat melalui layanan masyarakat tentang berbagai jenis luka, cara merawatnya, dan apa yang harus dihindari agar luka sembuh secepat mungkin. Kami juga ingin meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perawatan luka. Untuk melaksanakan pekerjaan sukarela ini, kelompok-kelompok kecil akan berpartisipasi dalam sesi konseling dan pengajaran menggunakan pendekatan demonstratif. Layanan masyarakat ini menemukan bahwa meskipun banyak variabel yang memengaruhi keterampilan keluarga, salah satu yang terpenting adalah usia, dengan aturan umum bahwa orang lebih mampu mengambil inisiatif ketika mereka lebih tua. Ketika seseorang dalam keluarga memiliki luka terbuka, orang dewasa dapat merawatnya lebih baik daripada anak muda atau remaja.
Pendampingan Lansia Dalam Pencegahan Risiko Jatuh Melalui Intervensi Keperawatan Komunitas Jukarnain Jukarnain; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Fall risk in the elderly is one of the common health problems caused by decreased physical function, balance disorders, and physiological changes during aging. Falls in older adults may lead to injuries, decreased mobility, dependency, and reduced quality of life. Community nursing interventions are needed to improve elderly knowledge and abilities in preventing fall risks. This community service program aimed to improve elderly knowledge and skills in fall prevention through education and community nursing assistance. The implementation methods included health education, balance exercise demonstrations, elderly mentoring, home environment observation, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 35 elderly participants and their family companions. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 55 to 88 in the post-test. In addition, elderly participants were able to perform simple balance exercises and understand how to create a safe home environment to prevent falls. This program proved effective in improving awareness and abilities of older adults in preventing fall risks through community nursing interventions. Keywords: Elderly, Fall Risk, Community Nursing, Fall Prevention, Elderly Health ABSTRAK Risiko jatuh pada lansia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi akibat penurunan fungsi fisik, gangguan keseimbangan, serta perubahan fisiologis pada proses penuaan. Kejadian jatuh pada lansia dapat menyebabkan cedera, penurunan mobilitas, ketergantungan, hingga penurunan kualitas hidup. Intervensi keperawatan komunitas diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan lansia dalam mencegah risiko jatuh. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam pencegahan risiko jatuh melalui edukasi dan pendampingan keperawatan komunitas. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi latihan keseimbangan, pendampingan lansia, observasi lingkungan rumah, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 lansia dan keluarga pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 55 meningkat menjadi 88 pada post-test. Selain itu, lansia mulai mampu melakukan latihan keseimbangan sederhana dan memahami cara menciptakan lingkungan rumah yang aman untuk mencegah jatuh. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan lansia dalam pencegahan risiko jatuh melalui intervensi keperawatan komunitas. Kata Kunci: Lansia, Risiko Jatuh, Keperawatan Komunitas, Pencegahan Jatuh, Kesehatan Lansia
Pelaksanaan Teknik Hypnotherapy (Terapi Dengan Hipnosis) Dalam Pencegahan Masalah Pada Anak Usia Dini Yusnika Damayanti; Jukarnain Jukarnain; Rizki Amalia; Nunung Suryana Jamin; Leli Leli; Rizki Andita Noviar; M. Khalid Fredy Saputra
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v3i1.346

Abstract

Hypnoparenting is a program for parents who want to educate their children in a more effective way or technique, including how to "control" and build children's mentality with hypnosis. The purpose of PkM is to increase parents' knowledge and insight in educating children by implementing good parenting patterns. For teachers, it can increase knowledge to apply in providing teaching to students. The method used in PkM activities is socialization and Mentoring Discussion Questions and Answers about the implementation of hypnotherapy techniques (therapy with hypnosis) in preventing problems in early childhood, the correct parenting patterns. The results of community service, namely the questionnaire assessment, show that the parenting patterns of students' parents in Mendabe Village/Kindergarten for the good category are 46% while the category is not good 53%. This condition is because many parents do not know how to provide the right parenting patterns for their children. The conclusion of this activity is that parental knowledge has improved with the socialization and mentoring of the implementation of hypnotherapy techniques (therapy with hypnosis) in preventing problems in early childhood.
Sosiologi Kesehatan Dalam Praktik: Pelatihan Dan Penyuluhan Perubahan Gaya Hidup Untuk Mengurangi Risiko Asam Urat Pada Komunitas Lansia Desa B Tahun 2025 Meiana Harfika; Jukarnain Jukarnain; Nurhaedah Nurhaedah; Nursinah Nursinah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i1.876

Abstract

Gout or gouty arthritis cases are increasing among the elderly due to unhealthy lifestyles, such as high-purine food consumption, lack of physical activity, and minimal awareness of the importance of healthy behaviors. This community service activity aims to improve the knowledge and behavior of the elderly in preventing gout through a sociology of health approach, which emphasizes behavioral change based on social interactions, cultural values, and community norms. The implementation method included counseling, training in healthy lifestyle practices, group discussions, and pre- and post-test evaluations. The activity was conducted in Village B, South Sulawesi, involving 30 elderly participants. The materials provided included education on low-purine nutrition, light physical exercise, and the formation of a social support group "Healthy Elderly Without Gout." The activity results showed a significant increase in participants' knowledge of 70% after the training and an increase in healthy behaviors, such as reducing offal consumption and increasing physical activity. The sociology of health approach has proven effective because it prioritizes behavioral change based on social support and community learning, rather than solely individual medical interventions. Conclusion: This activity successfully promoted healthy lifestyle changes in the elderly through an integrated social and educational approach. Sustainable programs with cross-sector collaboration are needed to ensure long-term sustainability of behavioral changes.
Penggunaan Hipnoterapi Untuk Mengatasi Insomnia Pada Lansia Noyumala Noyumala; Jukarnain Jukarnain; Muslimin B; Rezqiqah Aulia Rahmat; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1022

Abstract

Insomnia is a sleep disorder frequently experienced by the elderly and impacts quality of life, physical health, and psychological well-being. Treatment of insomnia in the elderly is often hampered by the side effects of long-term use of sleeping pills. Hypnotherapy is a non-pharmacological therapy that can be used to safely and effectively address sleep disorders. This Community Service activity aims to improve the sleep quality of the elderly through the application of simple hypnotherapy. Implementation methods include education about insomnia in the elderly, training in basic hypnotherapy techniques, guided relaxation practice, and evaluation through pre- and post-tests. The results of the activity showed a decrease in insomnia complaints and an improvement in sleep quality in the elderly after participating in hypnotherapy sessions. Hypnotherapy can be an effective and safe alternative complementary therapy for treating insomnia in the elderly.