Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Aktifitas Fisik Dengan Tekanan Darah Pada Karyawan Di Universitas Malahayati Bandar Lampung Triana, Muhamad Afgan; Alfarisi, Ringgo; Anggraeni, Selvia; Teddy, Teddy
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i6.14996

Abstract

Tingkat prevalensi hipertensi di provinsi Lampung, yang berada pada angka 29,94%, menempatkannya di peringkat 16 di antara provinsi-provinsi lainnya. Hipertensi telah dikaitkan dengan berbagai faktor risiko, termasuk kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik dapat mengurangi risiko hipertensi melalui beberapa mekanisme, termasuk adanya resistensi dalam pembuluh darah, gangguan regulasi fungsi sistem saraf simpatik, dan adanya sistem renin-angiotensin.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada karyawan di Universitas Malahayati Bandar Lampung. Jenis Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 139 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden yang sudah dipilih melalui metode purposive sampling. Pengambilan data dilakukan secara langsung terkait penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan pengukuran funbgsi kognitif. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis laki-laki (61.0%), kelompok usia dewasa muda (20-44 tahun) (79.0%), berependidikan SMA (54.0%), dan bekerja sebagai karyawan administrasi di Universitas Malahayati Bandar Lampung (45.0%). Didapatkan sebagian besar aktivitas fisik  responden ada pada kelompok sedang (79.0%). Didapatkan sebagian besar tekanan darah responden tidak mengalami hipertensi (82.0%). Ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada Karyawan di Universitas Malahayati Bandar Lampung (p–value = 0.021 : OR = 4.24). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN STRES DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA SISWA-SISWI MADRASAH ALIYAH ASHABUL YAMIN CIKEMBAR SUKABUMI Suriadi, Ghulam Muharam; Ladyani, Festy; Anggraeni, Selvia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i1.11350

Abstract

Abstrak: Hubungan Pola Makan Dan Stres Dengan Kejadian Dispepsia Pada Siswa-Siswi Madrasah Aliyah Ashabul Yamin Cikembar Sukabumi. Dispepsia merupakan kumpulan keluhan atau gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak atau sakit perut pada saluran cerna bagian atas (SCBA). Sindrom atau keluhan ini dapat disebabkan atau didasari oleh berbagai penyakit, salah satu yang termasuk didalamnya adalah penyakit lambung. Dispepsia disebabkan oleh beberapa faktor seperti perubahan pola makan yang tidak teratur, obat-obatan yang tidak jelas, zat-zat seperti nikotin dan alkohol serta adanya kondisi kejiwaan (stres), pemasukan makanan menjadi kurang sehingga lambung akan kosong, kekosongan lambung dapat mengakibatkan erosi pada lambung akibat gesekan antara dinding-dinding lambung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pola makan dan stres dengan kejadian dispepsia pada siswa-siswi kelas 10 sampai 12 Madrasah Aliyah Ashabul Yamin Cikembar Sukabumi. Metode yang diguankan yaitu Kuantitatif dengan menggunakan pendekatan metode cross sectional menggunakan teknik quota sampling sebanyak 70 sampel keseluruhan. Pengambilan data menggunakan kuesioner dimulai pada bulan November 2022. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Ashabul Yamin Cikembar Sukabumi. Data statistik uji Chi-Square menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian yaitu Didapatkan frekuensi Pola makan pada Siswa-Siswi di Madrasah Aliyah Ashabul Yamin Cikembar Sukabumi dengan Pola makan tidak teratur sebanyak 54 responden (77,1%), frekuensi Tingkat stress didapatkan stress sebanyak 45 responden (64,3%), frekuensi kejadian dispepsia sebanyak 46 responden (65,7%). Ada hubungan antara pola makan dengan kejadian dispepsia nilai p-value=0,000, dan hubungan tingkat stress dengan kejadian dispepsia p-value=0,000 (p<0,05).
Hubungan Jumlah Leukosit Dengan Kadar HS-CRP (High Sensitivity C- Reactive Protein) Pada Pasien Talasemia Beta Mayor Anak Dirumah Sakit Umum Daerah Pringsewu Birrahma, Rafi’a Shinta; Nur, Muhammad; Anggraeni, Selvia; Muliasih, Mulat
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20600

Abstract

Inflamasi kronis di penderita talasemia beta mayor diakibatkan karena peningkatan kadar zat besi akibat transfusi darah yang berulang, yang dapat mengaktifkan sistem imun serta memicu mediator inflamasi. Inflamasi ini dapat dinilai dengan parameter inflamasi, termasuk jumlah leukosit dan hs-CRP (high sensitivity c- reactive protein). Tujuan studi ini adalah menganalisis keterkaitan antara jumlah leukosit dan hs-CRP pada anak yang menderita talasemia beta mayor. Penelitian ini termasuk dalam jenis kuantitatif dengan metode analitik observasional dan desain cross-sectional. Populasi pada studi ini ialah semua pasien anak penderita talasemia beta mayor di RSUD Pringsewu, yaitu 53 pasien. Sampel penelitian terdiri dari 43 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling.Data diuji dengan program SPSS menggunakan analisis univariat berupa deskriptif serta analisis bivariat yakni uji korelasi Spearman. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar leukosit pada sampel  normal, yaitu 7,54395 mm  dan rata-rata nilai hs-CRP sedikit meningkat, yaitu 1,1216 mg/L. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,667 lebih besar dari hasil signifikansi 0,05. Hal ini menandakan tidak ada hubungan antara jumlah leukosit dengan hs-CRP pada pasien talasemia beta mayor anak di RSUD Pringsewu. Inflamasi kronis di penderita talasemia beta mayor diakibatkan karena peningkatan kadar zat besi akibat transfusi darah yang berulang, yang dapat mengaktifkan sistem imun serta memicu mediator inflamasi. Inflamasi ini dapat dinilai dengan parameter inflamasi, termasuk jumlah leukosit dan hs-CRP (high sensitivity c- reactive protein). Tujuan studi ini adalah menganalisis keterkaitan antara jumlah leukosit dan hs-CRP pada anak yang menderita talasemia beta mayor. Penelitian ini termasuk dalam jenis kuantitatif dengan metode analitik observasional dan desain cross-sectional. Populasi pada studi ini ialah semua pasien anak penderita talasemia beta mayor di RSUD Pringsewu, yaitu 53 pasien. Sampel penelitian terdiri dari 43 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling.Data diuji dengan program SPSS menggunakan analisis univariat berupa deskriptif serta analisis bivariat yakni uji korelasi Spearman. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar leukosit pada sampel  normal, yaitu 7,54395 mm  dan rata-rata nilai hs-CRP sedikit meningkat, yaitu 1,1216 mg/L. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,667 lebih besar dari hasil signifikansi 0,05. Hal ini menandakan tidak ada hubungan antara jumlah leukosit dengan hs-CRP pada pasien talasemia beta mayor anak di RSUD Pringsewu.